Feature

Nabilah Ex-JKT48 Tetap Ingin Ditemani Ibunda Sepanjang Kariernya di Dunia Hiburan

Nama Nabilah Ratna Ayu Azalia semula dikenal seiring kariernya yang tergabung dalam idol group bernama JKT48. Bersama teman-temannya dalam idol group tersebut, Nabilah—sapaannya berkesempatan untuk bisa berkarya di dunia entertainment lewat jalur musik.

Karier yang semakin menanjak ia dapatkan semasa bergabung di JKT48. Namun sejak 2017, ia memilih keluar dari idol group yang sudah membesarkan namanya itu. Bukan tanpa alasan dirinya pergi, namun satu hal yang pasti, Nabilah semakin dewasa, ia berhak menentukan keputusan perihal masa depannya. Dara kelahiran 11 November 1999 ini baru saja menamatkan studinya di jenjang SMA pada Mei lalu. Terbaru, ia tengah melakukan persiapan diri  sebelum masuk ke perguruan tinggi.

Kepada Gobagi.com, Nabilah menceritakan soal persiapannya sebelum resmi menyandang status sebagai mahasiswa.

“Aku daftar dua jurusan yaitu kedokteran dan hukum. Tapi akhirnya diterima di (jurusan) hukum. Mungkin memang Allah punya jalan terbaik, dan memang ada keinginan untuk jadi notaris atau pengacara,” kata Nabilah saat ditemui beberapa waktu lalu.

Dibalik sosoknya, tak banyak orang yang tahu kalau Nabilah memang sudah memendam cita-cita di bidang hukum sejak lama. Profesi impiannya yaitu menjadi pengacara. Alasannya masuk akal, ia mengaku senang kalau bisa mengerti hukum lantaran setiap pekerjaan pasti ada sangkut pautnya dengan hukum. Ia tak ingin dibodohi orang untuk urusan yang satu ini. Karenanya, ia pun senang lantaran kedepannya akan mendalami soal ilmu hukum.

Saat masih duduk di bangku sekolah, Nabilah mengaku tak terlalu suka hitung-hitungan dan lebih suka hapalan. Harapannya, ini bisa menjadi modal awal saat nanti ia akan menjajaki status barunya sebagai mahasiswa hukum. Urusan kampus, Nabilah memilih untuk tidak mempublikasikan nama universitas atau tempatnya nanti menimba ilmu. Kalau sudah waktunya, baru ia siap memberitahu.

Peralihan dari bangku sekolah ke mahasiswa baru akan dijajaki oleh bintang Sunshine Becomes You ini. Keputusannya untuk berkuliah bukan berarti ia harus meninggalkan dunia hiburan yang sudah menjadi ladang profesinya. Kedepannya, Nabilah mengaku akan lebih selektif saat memilih tawaran pekerjaan. Sebab tentu saja, ia ingin memprioritaskan dahulu kuliah dan masa depannya. Apalagi soal tawaran pasti akan selalu berdatangan. Disinilah tantangan baru Nabilah untuk lebih profesional lagi dalam pekerjaannya.

“Alhamdulillah soal rezeki, ada saja (rezeki) yang datang. Entah apa itu pekerjaannya, dari film, catwalk, atau undangan bintang tamu di acara tv. Ya senang tentunya. Semoga terus dilancarkan. Amin,” kata Nabilah.

Ke depannya, ia tetap akan memprioritaskan kuliahnya. Sebisa mungkin kalaupun ada tawaran pekerjaan, ia mengaku akan menyesuaikan dengan jadwal kuliah. Kalau memang bentrok, Nabilah memilih enggan mengambilnya. Prinsip ini sejatinya sudah dijalankan Nabilah sejak lama. Apalagi, manajernya adalah ibunya sendiri, sehingga ia pun mengaku lebih dimudahkan dalam hal mengatur waktu.

Lantaran sudah dimanajeri oleh sang Ibu, Nabilah mengaku akan tetap bekerja didampingi ibunya sampai kedepannya nanti. Selain lebih nyaman, ia bersyukur karena diberi kesempatan untuk bisa tetap dekat bahkan semakin dekat dengan sang ibu.

“Karena bekerja didampingi Ibu, jadinya juga ibadah. Dan soal rezeki pun jadi lebih enak karena pada akhirnya bisa buat keluarga sendiri,” lanjutnya.

Bicara soal karier, Nabilah mengungkapkan ada satu lagi tawaran film yang datang pada dirinya. Menariknya, untuk genre film kali ini justru datang dari genre film horor. Nabilah mengaku tak merasa keberatan namun justru tertantang.

“Kenapa film horor, karena menurut aku kalau ada satu pekerjaan yang bisa kujalani, aku akan baik-baik saja. Selama itu rezekinya masih baik, kenapa ngga diterima?” ujarnya.

Film ini sendiri akan menjadi film keduanya setelah Sunshine Becomes You yang dibintanginya pada 2015 lalu. Kendati nama Nabilah sejatinya lebih dikenal sebagai penyanyi, untuk tawaran di bidang musik dirasa masih harus dipertimbangkan lagi.

“Waktu itu ada juga yang memberi tawaran masuk ke manajemen musik. Tapi kalau di musik, aku takut belum bisa bagi waktunya antara syuting film, kuliah, acara lainnya juga. Karenanya untuk musik ya nanti dulu,” lanjutnya.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Aku Siap Hidup Susah, Tapi Harusnya Lelakiku Tak Akan Membiarkannya

Fakta tentang menjalani hidup berdua dari titik terendah sampai mas-masa bahagia. Tentu terdengar begitu manis di telinga. Dipercaya jadi bukti nyata dari cinta, beberapa lelaki akhirnya berpikir bahwa perempuannya haruslah mau diajak susah. Kalau tidak, itu artinya dia tak benar-benar cinta.

Eits, tunggu dulu sayang. Aku rasa kamu perlu berpikir sebentar. Tentang bagaimana ayah dan ibuku susah payah membuatku bahagia. Lalu sekarang, tiba-tiba kamu datang untuk mengajak hidup susah. Ini bukan perkara cinta atau tak cinta. Tapi lebih ke bagaimana kesiapanmmu untuk hidup berdua. Karena jika memang benar-benar sayang, kamu tentu akan selalu membuatku bahagia, bukan malah mengajak hidup susah.

“Kita ngontrak dulu ya, sembari nyicil rumah” jauh lebih terdengar bertanggung jawab daripada “Mau beli rumah gimana, hidup juga masih gini-gini aja”. Kalau sama kemampuan diri sendiri saja kamu sudah tak percaya, bagaimana bisa bertanggung jawab atas hidup kita nanti? 

Disamping itu, aku pun tahu jika segala sesuatu butuh proses. Sebelum bisa duduk bersantai di akhir pekan, kita berdua mungkin akan kerja keras, walau di hari libur, demi kebutuhan lain yang sudah menunggu. Tak apa, kupikir ini memang akan jadi bagian dari proses yang harus kita jalani bersama. Tapi, berbeda cerita, jika ajakan hidup susah bersama kamu sampaikan karena kesalahan dalam membuat keputusan. Bukan tak cinta atau tak siap menderita, tapi diriku berhak untuk menolaknya.

Tak perlu terburu-buru, kita masih punya waktu untuk mengatur dan mempersiapkan semuanya terlebih dahulu. Lagipula, hidup berdua bukan perkara mudah. Sebab cerita kita bukan hanya tentang bahagia saja, ada sekelumit cerita sedih yang juga bisa menghampiri diri kapan saja. Untuk bisa siap menghadapinya, kita butuh kuda-kuda yang tak sekedar kata ‘pasrah’ dan ‘jalani saja’.

Tak ada yang mengejar kita. tak juga diminta oleh keluarga agar segera menikah. Lantas apa yang kau jadikan alasan untuk menikah dalam waktu dekat? Lupakan puluhan undangan yang sudah datang tiap akhir pekan. Tak semua pencapaian orang harus kita jadikan patokan. Membangun bahtera hidup berdua adalah perkara besar. Ada ribuan kesiapan yang harus direncanakan dengan cepat dan perlahan.

Serupa denganmu, aku pun percaya jika rejeki bisa datang kapan saja. Tapi disamping itu semua, kita juga perlu menjalankan logika. Berpikir rasional untuk segala kemungkinan. Sebab, sebuah persiapan matang saja masih bisa berjalan melenceng dari rencana, apalagi yang tak ada persiapan apa-apa?

Rasa sayang dan cintaku tak perlu kamu pertanyakan, tapi jika kamu datang untuk memintaku mengiyakan ajakan hidup susah. Kupikir aku punya hak untuk menolaknya!

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Di Film Chapter 3-nya, John Wick Makin Gila

Kalian yang sudah menonton 2 seri film sebelumnya, pastilah setuju jika sekuel ‘John Wick’ jadi salah satu film laga terbaik yang pernah ada. Tak banyak basa-basi, keseruan yang ditampilkan berjalan dengan euforia ketengangan yang cukup mengesankan. Baku hantam tanda ampunan, barangkali itu jadi sesuatu yang akan melekat di ingatan.

Keanu Reeves, seorang pembunuh bayaran kelas kakap yang sedang berusaha untuk pensiun. Jadi pesona yang akan membuat semua orang jatuh cinta pada John Wick. Setelah proses syuting yang sudah dirampungkan tahun lalu. Trailer film ketiganya, baru saja dirilis pada Kamis (17/1) lalu. Selain membuat diri makin tak sabar, cuplikan dari trailer ini memperlihatkan satu adegan yang cukup membuat orang penasaran. Yap, John Wick bakalan naik kuda untuk menghajar para pembunuh yang ingin mematikannya.

Mengusung judul John Wick: Chapter 3 – Parabellum, seri ini akan dimulai dari lanjutan film sebelumnya. Ketika John dikeluarkan dari organisasi pembunuh bayaran yang selama ini jadi tempat ia bekerja. Resikonya? Siapapun diperbolehkan untuk merenggut nyawanya. Bahkan ada imbalan 14 Juta Dollar, untuk yang berhasil membunuhnya.

Tapi bukan John Wick namanya, kalau tak bisa melawan semua pasukan yang menghadangnya, termaksud aktor laga tanah air yakni Cecep dan Yayan Ruhiyan. Ya, walaupun pasti ada beberapa adegan yang akan membuatnya berdarah-darah juga.

Masih disutradarai oleh Stahelski, bisa dipastikan John bakalan tetap hidup dan melawan semua orang. Lagipula, kali ini, John Wick akan dibantu oleh Sofia (Halle Berry), pembunuh bayaran yang ingin John tetap hidup. Nah, akan bagaimana aksi mereka. Silahkan saksikan sendiri tanggal 17 Mei 2019 nanti. Sekarang tonton trailernya aja dulu. 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

7 Alasan yang Membuat Anak Sulung Laki-laki Pantas Disebut Mantu Idaman

Anak sulung memiliki tanggung jawab yang cukup besar dalam keluarga. Tak jarang anak sulung juga harus rela berkorban demi adik-adiknya. Hal inilah yang membentuk karakter anak sulung laki-laki pantas disebut sebagai menantu idaman. Masih belum percaya? Berikut ini alasannya.

1. Pekerja Keras

Anak sulung merupakan penjaga utama saat orangtua sudah tidak ada. Mereka harus berjuang lebih untuk bisa melindungi dan bertanggung jawab atas adik-adiknya. Akhirnya mereka pun akan tumbuh menjadi sosok pekerja keras yang dapat diandalkan keluarga.

2. Memiliki Kedekatan Lebih dengan Orangtua

Biasanya anak sulung cenderung lebih dekat dengan orangtuanya. Jika seseorang sudah dekat dengan orangtuanya, bukan hal yang mustahil untuknya bisa dengan mudah dekat dengan mertuanya juga.

3. Dapat Diandalkan dalam Berbagai Bidang

Anak sulung harus menjadi sosok yang senantiasa siaga saat orangtua membutuhkan bantuan. Mereka harus siap membantu ayah membersihkan kebun atau membantu ibu memasak. Inilah yang membuat mereka tumbuh menjadi sosok yang bisa diandalkan saat berumah tangga kelak.

4. Memiliki Pola Pikir yang Dewasa

Menjadi anak sulung memaksa mereka untuk menjadi lebih dewasa. Mereka harus mampu menjadi contoh yang baik untuk adik-adiknya. Sikap dewasanya ini juga yang akan membuat mereka tak akan mudah emosi atau naik pitam saat ada masalah yang datang.

5. Memiliki Jiwa untuk Mengayomi

Anak sulung terbiasa mengalah dengan adik-adiknya baik dalam hal apapun. Hal ini membentuk mereka tumbuh menjadi sosok pengayom bagi saudara-saudaranya. Jika nanti mereka sudah berkeluarga, tentu saja mereka bakal mengayomi anak dan istrinya dengan baik.

6. Terbiasa untuk Bertanggung Jawab

Anak sulung laki-laki terbiasa menjadi sosok yang bertanggung jawab bagi adik-adiknya. Mereka sudah biasa membantu adik-adiknya dalam menyelesaikan berbagai masalah. Tak heran jika nantinya saat sudah berkeluarga mereka pun pasti mampu menjadi sosok pemimpin yang bertanggung jawab.

7. Pemimpin yang Baik

Anak sulung laki-laki sudah terbiasa menjadi pemimpin bagi adik-adiknya, Itulah yang membuat mereka mampu menjadi kepala keluarga yang baik. Tentu saja mereka adalah sosok mantu idaman juga dalam keluarga.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top