Feature

Mungkin selama ini cara kita meminum teh itu keliru

Bisa jadi semua orang tau minuman teh, tapi apa iya semua orang tau etika meminumnya? Ya, ternyata minuman terpopuler ke dua di dunia ini butuh perlakuan tertentu untuk mengeluarkan sisi-sisi terbaiknya.

Selama ini kita tak pernah serius menanggapi teh. Ia hanya dianggap sebagai penghilang dahaga berharga paling murah, untuk dihabiskan setelah menikmati makan berat kaki lima macam nasi uduk pecel lele.

Padahal sesungguhnya jauh dari itu. Teh adalah minuman spesial, yang jika diperlakukan istimewa bisa membawa nuansa luar biasa. Bahkan beberapa hal besar terlahir dari suasana minum teh yang hangat.

Di Indonesia, salah satu contoh nyatanya adalah fasilitas peneropongan bintang Observatorium Bosscha. Kala itu Karel Albert Rudolf Bosscha tercetus ide untuk mendirikan Observatorium ketika sedang menikmati teh. Guna menwujudkan keinginannya itu pula, pengusaha asal Belanda ini mengembangkan ratusan hektar perkebunan teh di Jawa Barat.

Dari penjualan teh itulah, ia bisa mengembangkan observatorium Bosscha menjadi lokasi peneropongan bintang terbaik di jamannya. Ia juga mengenalkan budaya minum teh kepada orang Indonesia. Di teras depan rumahnya setelah observatorium Bosscha didirikan, ia bersama koleganya selalu menikmati jamuan minum sore hari.

Lantas kenapa kita tak pernah menemukan sensasi itu ketika menikmati teh? Itu karena kita memperlakukan teh seadanya dan tak selayaknya. Karena itu mulai sekarang ada baiknya kita memahami teh secara lebih utuh.

Teh itu adalah daun teh yang di pucuk dan dua daun di bawahnya

daun teh dilmah

Sudah tahu pohon teh bukan? Nah, sesungguhnya yang disebut minuman teh itu bukanlah keseluruhan daun-daun yang tumbuh di pohon itu. Namun, hanya daun yang paling atas dan dua daun di bawahnya.

Sayangnya, bukan hal ini yang umum berlaku di Indonesia. Pabrik-pabrik pengolahan sering memanen semua daun dari atas sampai bawah. Bahkan tak jarang batangnya pun ikut diolah. Hasilnya? Jelas sensasinya berbeda dengan daun yang ada di pucuk.

Karena itu, langkah pertama jika ingin mendapatkan sensasi minum teh yang sebenarnya adalah dengan memastikan kualitas teh yang kita minum sesuai standar yang sebenarnya.

Dipetik tangan bukan menggunakan mesin

petik teh

Unsur modernitas memang sudah merangsek masuk ke industri teh. Untuk menghasilkan olahan berharga murah, beberapa perusahaan menggunakan mesin untuk memanen daun. Sayangnya hal ini membuat daun menjadi rusak. Nah, coba periksa apakah teh, yang tersedia di rumah dipetik secara tradisional dengan tangan-tangan halus ibu-ibu pemetik.

Satu kantung satu cangkir, satu sendok satu cangkir

satu kantung

Ini keliru fatal kita dalam menikmati teh. Biasanya akan dibuat dalam satu jerigen besar atau minimal teko raksasa dengan hanya satu kantung teh celup. Padahal satu kantung teh celup itu setara dengan satu sendok berisi teh. Dalam penyajiannya, tidak untuk digunakan berulang, satu kantung hanya untuk satu cangkir, maksimal dua kali penggunaan saja.

Air untuk menyeduh hanya boleh dimasak satu kali

dilmah

Lupakan impian mendapatkan minuman teh idaman kalau kualitas air yang kamu gunakan buruk. Jadi perhatikan jenis air untuk menyeduh the tersebut. Pakailah air yang jernih dan tidak berbau.

Jangan menyeduh teh menggunakan air yang dipanaskan menggunakan dispenser. Pakailah air yang dipanaskan menggunakan api kompor. Namun ingat, air tersebut hanya boleh dipanaskan alias dimasak satu kali saja. Jadi kalau air yang sudah pernah dimasak, kemudian dingin, jangan dipanaskan kembali untuk menyeduh teh. Ganti dengan yang baru.

Kenapa begitu? Kandungan CO2 dalam air akan dilepaskan jika kita memanaskannya. Jika pemanasan dilakukan berulang-ulang akan terlalu banyak CO2 yang hilang. Hasilnya, warna air berubah dan akan mempengaruhi rasa teh yang diseduh. Apalagi mineral-mineral dalam air juga bisa ikut hilang jika dipanaskan berkali-kali.

Sebelum diseduh Kenali dulu jenis teh Kamu

jenis teh

Yup, teh itu punya beberapa kategori. Bahan dasarnya sama, yaitu dari tiga helai daun di pucuk. Namun proses pembuatannya membuat teh dibagi dalam beberapa kategori, yaitu White tea, green tea, Oolong tea dan black tea.

Kenapa harus dikenali? Karena perlakuan untuk masing-masing teh ini berbeda sesuai jenisnya. Berikut penjelasan proses fermentasi, pengeringan dan pengolahan hingga menghasilkan kategori teh yang berbeda tersebut.

Setelah paham jenis teh kamu, yuk pahami cara menyeduhnya, Jangan Lupa Diaduk

air seduhan teh

Masing-masing kategori teh itu unik cara menyeduhnya pun berbeda-beda. Untuk black tea alias teh hitam misalnya harus diseduh menggunakan air 100 derajat celcius dengan lama penyeduhan 3-5 menit. Teh putih, cukup dengan air 70-75 derajat celcius selama 2 menit. Sementara teh Oolong dan teh hijau menggunakan air 80 derajat Celcius selama 2 menit. Kekeliruan dalam menyeduhnya akan membuat rasanya jadi berantakan. Lalu terakhir, jangan lupa mengaduk teh walaupun kita hendak meminumnya tanpa campuran apapun.

Teh itu bukan penghilang dahaga dan penghilang rasa makanan, tapi justru untuk memperkuat dan menambah kenikmatan

pairing teh

Seringnya kita memperlakukan teh sebagai obat rasa haus. Makan sampai kenyang lalu minum bergelas-gelas untuk menghilangkan rasa dan mengusir kehausan. Padahal sesungguhnya teh bukan berfungsi sebagai itu. Minuman ini disajikan sebagai teman makanan atau bahkan menu utama dalam sajian.

Karena itu cara yang paling tepat adalah meminum sedikit teh letakan di bibir bawah, lalu kecap-kecap. Ambil makanan yang menjadi pasangan teh itu nikmati sedikit. Lalu letakan, kemudian ambil teh dan minum lagi sedikit. Begitu terus secara berulang. Berselang antara makan dan minum.

Dari empat kategori tadi, teh punya turunan rasa yang luar biasa banyaknya. Dilmah misalnya sebagai salah satu produsen minuman teh, memproduksi banyak turnunan rasa. Nah, masing-masing teh ini punya pasangan jenis makanan yang berbeda-beda pula. Teknik mencari pasangan yang tepat untuk minum teh ini dikenal dengan istilah pairing

Menghidupkan budaya Afternoon tea

afternoon tea

Pemikiran-pemikiran besar lahir dari budaya minum the di sore hari, alias Afternoon tea. Duduk tenang sendiri atau berasama kerabat menyeruput teh di sore hari. Dahulu orang tua kita kerap melakukan ini. Sayangnya budaya ini sudah mulai ditinggalkan karena desakan kesibukan modernitas. Yuk, kita hidupkan lagi, karena budaya ini bisa menciptakan sensasi rileksasi dan membuka unsur kreativitas yang luar biasa.

Teh Yang sudah berada di level selanjutnya

teh dilmah

Meski sudah dikenal lebih dari 5 ribu tahun yang lalu, tapi teh bukanlah minuman uzur yang ketinggalan jaman. Ia tetap bisa dinikmati dengan segala perubahan modernitas. Bahkan dengan teknik gastronomi molecular, teh bisa disajikan dalam bentuk-bentuk yang berbeda dari sekedar minuman. Bagi yang mengkonsumsi alkohol, teh juga bisa disajikan dalam bentuk cocktail.

Penasaran? Saat ini sedang berlangsung kompetisi antara café dan restaurant yang bertajuk Dilmah Real High Tea Challenge Café & Restaurant Indonesia. Yup, kompetisi level dunia ini di bawa ke tanah air. Masing-masing restoran diwajibkan menyajikan sajian teh beserta pairing makanannya. Kita sebagai orang awam bisa ikut mengalami menikmati teh yang sebenarnya di masing-masing café yang jadi peserta. Ini saat yang pas untuk paham cara menikmati teh dengan cara yang benar!

1 Comment

1 Comment

  1. Medanfoodblog

    December 16, 2015 at 12:25 am

    kira kira gimana ya kualitas teh yang selama ini aku minum? hehehe

Leave a Reply

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Simaksi Naik Rinjani Akan Pakai Registrasi Online

Sudah digodok sejak satu tahun belakangan, akhirnya prosedur pendakian Gunung Rinjani akan memakai sistem booking online per Juni 2019 mendatang. Untuk jalur pendakian, akan ada 4 jalur dibuka dengan kuota pendaki yang masih akan dibatasi.

Kepala BTNGR, Sudiyono pada Kamis (16/5/2019) kemarin menyatakan akan ada 4 jalur pendakian yang rencananya dibuka, yaitu melalui Senaru, Sembalun, Timbanuh dan Aik Berik. Dimana setiap jalur akan diberi batas kepasitas antara 100 hingga 150 orang pendaki setiap hari.

Selain itu, setiap pendaki juga akan diberi rentang waktu untuk menginap selama dua malam di areal camping yang sudah ditentukan. Namun untuk sistem pembayaran tiket simaksi kemungkinan masih menggunakan proses manual.

“Kami menggunakan booking online nanti. Jadi tetap pakai kuota begitu. Tapi bayar tiketnya kemungkinan masih manual, langsung. Sudah ada bookingnya baru bayar gitu,” jelas Sudiyono.

Sistem itu diterapkan demi efektivitas dan efisiensi pengelolaan Taman Nasional Gunung Rinjani. Di sisi lain, reservasi online ini juga jadi salah satu hal yang akan  menguntungkan para pendaki. Karena memberi akses kemudahan untuk mengecek kuota yang tersedia hingga pembayaran tiket yang juga akan terhubung dengan beberapa metode pembayaran. Nantinya, sistem reservasi online Gunung Rinjani dapat dilakukan via web eRinjani atau melalui aplikasi berbasis android yang bisa diunduh di PlayStore.  

Saat ini, keempat titik jalur menuju puncak Rinjani masih dalam proses perbaikan. Masih tetap dengan atauran sebelumnya, setiap pendaki tidak diperkenankan untuk mencapai puncak dan mendirikan tenda di areal Danau Segara Anak. Buat yang ingin segera ke sana, bisa segera melihat jadwal libur ya. Karena kordinasi perizinan dan persiapan sistem booking online yang akan diterapkan akan mulai beroperasi pada awal Juni mendatang.

1 Comment

1 Comment

  1. Medanfoodblog

    December 16, 2015 at 12:25 am

    kira kira gimana ya kualitas teh yang selama ini aku minum? hehehe

Leave a Reply

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Karena Penelitian Bilang: “Benci Mantan Itu Normal”

Urusan perasaan memang tak selalu bisa ditebak. Hari ini masih sayang-sayangan, besok bisa saja sudah bersikap bak tak saling kenal. Dulu ia adalah segalanya, hari ini bisa jadi kita sangat membencinya. Jangan terlalu khawatir atas perubahan hati, karena membenci mantan pacar konon adalah sesuatu yang normal.

Dikutip dari inc.com, sebuah penelitian terbaru dari Wellcome Laboratory of Neurobology meneliti para relawan yang memendam rasa benci pada seseorang, dan ternyata kebanyakan pada mantan kekasih, sebagian lain pada saingan dan figur politik terkenal. Para relawan itu kemudian dipindai otaknya.

Para peneliti menganalisis aktivitas saraf pada para partisipan saat mereka memandang foto dari orang yang paling mereka benci tersebut. Hasilnya cukup mengejutkan. Para peneliti menemukan bahwa lingkaran rasa benci dipengaruhi oleh dua bagian otak yang ada pada sub-korteks: putamen dan insula. Putamen adalah bagian pada otak yang berkaitan dengan fungsi sistem motorik juga perasaan menghina dan jijik. Insula diketahui ikut memengaruhi respon untuk menekan stimuli.

Menurut ahli neurologi dan kepala penelitian, Profesor Semi Zeki menjelaskan, “Jaringannya melibatkan area puteman dan insula yang hampir mirip dengan jaringan yang aktif saat ada gairah, perasaan romantis, dan cinta.” Dengan kata lain, jaringan di otak yang memengaruhi rasa benci sama dengan jaringan yang memengaruhi rasa cinta.

Di sisi lain, kita mungkin akan berpikir bagaimana bisa hal itu terjadi. Tapi faktanya, meski rasa cinta dan benci ini bagai dua kutub yang berlawanan, secara fisiologis keduanya saling berkaitan. Maka saat seseorang menatap orang yang dibencinya, ketika otaknya dipindai akan menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil korteks serebral yang nonaktif. Tapi ketika mereka menatap orang yang dicintainya, sebagian besar area korteks serebal yang nonaktif. Hal ini juga yang menjelaskan kenapa saat kita sudah jatuh cinta pada seseorang, kita akan sangat mudah kehilangan akal sehat.

Nah, selain hasil dari penelitian yang sudah dijelaskan di atas. Ada banyak hal lain yang juga menjadi alasan, mengapa kita membenci si dia ketika sudah jadi mantan.

Gelagat yang Tak Kita Sukai Kian Terlihat, Wajar Jika Dirinya Tak Lagi Mengangumkan

Pernah terbuai karena cinta, semua hal yang dilakukannya terlihat jadi sesuatu yang istimewa. Meski banyak kekurangan, kita kerap menggenapkan semuanya itu dengan berpura-pura tak melihat apa yang jadi kenyataan. Tapi selepas berpisah, kita jadi lebih kristis dalam menilai dia. Kekurangan yang selama ini seolah tak kita lihat, kini jadi alasan kuat untuk mantap berpisah.

Benar memang, barangkali ini dikarenakan pudarnya rasa cinta yang tadinya bersemanyan di hati kita. Putus cinta memang membuat mata kita kian terbuka, sehingga tak dan pikiran kita pun kembali aktif untuk melihat  bahwa ia memang tak pantas untuk dijadikan pasangan.

Pernah Bilang Cinta Lalu Pergi, untuk Apa Ditangisi?

Siapa sih yang tak kesal, jika seseorang yang pernah berjanji bersama mendadak pergi dan meninggalkan kita. Sekalipun alasan berpisah mungkin bukan karena dia saja, tapi selalu ada rasa kecewa yang bisa jadi amarah. Sudah berkhianat dan pergi melenggang, balasan yang paling sesuai tentulah memutus hubungan.

Tak perlu tak enak hati, hapus semua kontak yang ada. Bahkan memblokir dirinya di sosial media jadi sesuatu yang wajar untuk dilakukan. Anggaplah ini jadi salah satu bentuk kebencian atas janji yang tak lagi ia jalankan.

Sudah Tak Lagi Bersama, Tak Ada Keharusan untuk Tetap Baik Padanya

Lupakan dulu perintah berbuat baik yang jelas diajarkan agama, ini perihal perasaan. Sebab ada beberapa hal yang kadang bisa dilakukan sesuai kebutuhan. Dan untuk urusan hubungan yang sudah berakhir, bisa kita artikan sebagai tanda berakhir pula segala bentuk sikap baik padanya.

Tak perlu berpura-pura merasa biasa dengan tetap berbuat baik padanya. Jika memang kamu merasa ia berubah dan menunjukkan sikap yang tak lagi bersahabat. Membalasnya dengan perbuatan yang sama, bisa jadi jalan keluar untuk menuntaskan rasa kecewa. Setidaknya kita punya alasan mengapa harus membencinya. Selain ia sudah mengecewakan, sikapnya memang tak pantas dijadikan teman.

Lagipula Hanya Psikopat yang Masih Berteman Sama Mantan

Kamu perlu tahu, berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Justin Mogilski dan Dr Lisa Welling dari Oakland University, pada 861 orang yang diberi pertanyaan tentang alasan mengapa mereka tetap berteman dengan mantan. Hasilnya para peneliti ini menemukan perilaku menyimpang yang mencakup, sifat narsistik, sifat mendominasi, dan psikopat.

Lebih parahnya lagi, para peneliti tersebut merangkum bahwa mereka yang memiliki skor tinggi pada uji coba ini, cenderung memilih berteman dengan mantan karena ada manfaat lain yang akan menguntungkan diri sendiri. Nah, kalau ternyata mantanmu menunjukkan gelagat demikian. Perlu untuk mengatur  jarak darinya.

Tak Ada yang Salah, Seperti Pilihan untuk Mencintai Kita Juga Berhak untuk Membencinya

Untuk segala hal yang akan terjadi atas hidup kita. Diri sendiri selalu jadi pihak penentu tentang apa yang akan terjadi. Tak ada yang perlu ditakutan, selama hal tersebut baik untuk diri, lakukan saja. Tak perlu menghiraukan orang lain yang mungkin menyarankanmu untuk tetap bersikap baik pada mantan. Jika memang dirimu merasa tak nyaman, karena masih menyimpan kemarahan. Jauhi ia semampu yang kamu bisa. Tapi dengan catatan, jangan sampai rasa bencinmu itu merusak dirimu sendiri. Jadi bencilah dengan sewajarnya.

1 Comment

1 Comment

  1. Medanfoodblog

    December 16, 2015 at 12:25 am

    kira kira gimana ya kualitas teh yang selama ini aku minum? hehehe

Leave a Reply

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Berani Kritik Kebijakan Sekolah, Aldi Siswa SMA di Lombok Tak Diluluskan

Selama duduk di bangku sekolah, sikap berani untuk mengkritisi apa yang tak kita anggap tak benar, dinilai jadi sikap baik yang harus kita semua miliki. Namun apa jadinya jika sikap kritis yang kamu sampaikan, malah berujung dengan ancaman tak diluluskan. Itulah yang saat ini tengah dihadapi seorang siswa kelas XII SMAN 1 Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggar Barat. Dia adalah Aldi Irpan, yang pada pengumuman kelulusan pelajar tingkat SMA pada Senin (13/05/2019) lalu dinyatakan tak lulus karena mengkritik kebijakan sekolah tempat ia belajar.  

Ini menjadi sebuah hasil yang terlihat dilatari suatu hal, karena pada kenyataannya Aldi tercatat berada di peringatk 2 di jurusannya dengan total nilai 192. Untuk itulah, dilansir dari tribunnews.com, Aldi berceritanya hal tersebut dikarenakan sikap kritisnya terhadap sekolah.

“Saya tidak lulus, karena dianggap terlalu berani melawan kebijakan kepala sekolah. Saya dianggap tidak menurut. Itu alasan kepala sekolah tidak meluluskan saya” kata Aldi yang dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (16/05/2019).

Lebih lanjut. siswa SMA jurusan IPS tersebut menuturkan, kemarahan sang kepala sekolah bermula saat pada awal bulan Januari lalu, ketika seorang temannya dianggap melanggar aturan sekolah karena menggenakan jaket di lingkungan sekolah. Padahal kala itu, cuaca di Sembalun sedang dingin.

Merasa hal tersebut tak sesuai dengan situasi dan kondisi wilayah Sembalun yang berada di kaki Gunung Rinjani, Aldi menyampaikan protes kepada kepala sekolah melalui wali kelasnya dan beberapa guru lainnya. Tak berhenti di situ saja, kemarahan Aldi bertambah-tambah tatkala temannya bernama Holikul Amin, mendapat perbuatan kasar dari sang kepala sekolah dengan dipukul dan dilampar dengan bak sampah hanya karena dianggap melanggar aturan sekolah dengan memakai jaket di lingkungan sekolah.

“Padahal ketika itu , kawan saya sudah lepas jaketnya di parkiran sekolah, malah dipukul dan dilempar bak sampah. Banyak kebijakan kepala sekolah yang tidak sesuai dan tidak adil, tetapi kawan-kawan saya tidak berani mengutarakan. Saya berani mengutarakannya demi kawan-kawan saya,” tutur Aldi.

Masih merasa ada peraturan lain yang tak adil, selanjutnya pada tanggal 16 Januari 2019 lalu. Aldi kembali menuliskan satu kritik terhadap pihak sekolah tentang jam masuk siswa yang konon tak sesuai dengan kondiri daerah mereka. Harus berjalan kaki menuju sekolah, hujan yang pada saat itu hampir setiap turun, mengakibatkan jalanan di Sembalun becek dan licin karena ada proyek pelebaran jalan di beberapa wilayah. Bukannya mengerti dengan apa yang sedang di hadapi siswanya, sekolah malah memulangkan pada siswa yang ketahuan telat dari jam 07.000 WITA.

Sumber : Facebook

“Kami siswa SMAN 1 Sembalun tolong hargailah perjuangan kami, kami ingin sekolah untuk masa depan kami agar kami bisa membahagiakan kedua orangtua kami pendidikan diperuntukkan untuk siswa bukan untuk dipersulit, tolong lihatlah perjuangan kami….. Salam Demokrasi” Tulis Aldi sebagai status dengan turut serta melampirkan beberapa foto teman-temannya yang berjalan kaki di jalanan rusak dan becek, karena hujan.

Selepas status itu ia unggah di laman facebook miliknya. Ia dan beberapa temannya di apnggil oleh kepala sekolah dengan maksud menanyakan apa maksud dari status yang ditulisnya. Merasa perlu untuk menyampaiakan apa yang jadi keresahannya, Aldi pasang badan untuk menyampaikan ketidak setujuan atas banyaknya kebijakan sekolah yang tak berpihak pada siswa. Mulai dari jam masuk sekolah, saksi untuk dipulang jika terlambat, hingga larangan menggunakan jaket di sekolah, padahal suhu sedang dingin karena musim hujan.

Untuk merespon apa yang disampaikan Aldi, sang kepala sekolah konon meminta Aldi mengumpulkan berapa banyak siswa yang setuju dengan pendapatnya. Sebagai balasan, jika ternyata banyak siswa yang setuju pihak sekolah akan mengubah kebijakannya. Tapi meski sudah berhasil mengumpulkan 200 orang siswa, Aldi tak mendapat balasan yang dijanjikan oleh sang kepala sekolah.

“Saya berhasil mengumpulkan 200 kawan-kawan saya, tetapi ketika semua berkumpul bukannya menepati janji, kepala sekolah justru memojokkan saya di hadapan seluruh siswa dan guru. Dia tidak menepati janjinya,” kata Aldi dengan nada kecewa.

Kejadian lain, pada salah saat melaksanakan try out Senin (6/5/2019), Aldi dimarahi oleh salah satu guru karena mengenakan baju putih abu-abu, selanjutnya ia diminta pulang dan tidak diperbolehkan mengikuti try out. Padahal, hal tersebut dikarenakan seragam yang seharusnya Aldi kenakan hari itu basah karena hujan. Tak mau menolak pulang, Aldi justru balas bertanya kepada sang guru BP yang hari itu juga tak sesuai aturan, karena seharusnya sang guru harus mengenakan seragam hitam putih. Karena beberapa protes yang kerap disampaikan oleh Aldi tersebut, pihak sekolah menggelar rapat untuk memecat Aldi dari sekolah.

Pasca rapat tersebut, kepala sekolah kembali memanggil Aldi dengan bertanya apa yang sebenarnya ia inginkan. Dengan jujur ia hanya menjawab, ingin peraturan sekolah dirubah. Jawaban tersebut tak digubris, kepala sekolah justru memintanya untuk pindah dan mengancam tak akan meluluskannya.

“Saya akan dibiayai jika mau pindah sekolah. Tapi saya menolak tetap tidak mau karena saya akan ujian. Kepala Sekolah mengancam tidak akan meluluskan. Saya tetap menolak. Kepala Sekolah akhirnya mengatakan terserah kamu, saya sudah menyerah,” tutur Aldi.

Melihat ketetapan hati Aldi yang tetap tak mau pindah, pihak sekolah sempat mengirimkan dua orang guru ke rumahnya. Jika ingin lulus, ia berserta orangtuanya harus menyampaikan permintaan maaf kepada pihak sekolah. Dimana pada saat itu, ia dan orangtuanya pergi untuk menemui kepala sekolah di rumahnya. Namun, permintaan maaf tersebut tak diterima karena dilakukan di hari Minggu.

Orangtua Aldi yang sehari-hari berprofesi sebagai seorang petani tak bisa berbuat banyak untuk menuntut keadilan atas nasib anaknya. Meski, Rusman, kakak ipar Aldi beserta organisasi Aliansi Gerakan Reforma Agraria (Agra), Serikat Perempuan Indonesia (Seruni), dan Pembaru telah mendamping Aldi dan sempat melakukan pertemuan dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru kurikulum, tim kesiswaan dan BP pada Rabu (14/5/2019), hasilnya masih tetap sama. 

Kepala sekolah masih tetap pada keputusannya, bersikeras tidak mau mencabut keputusannya dengan dalih Aldi dan pihak keluarganya tidak pernah datang untuk meminta maaf dan mendiskusikan masalah tersebut. Bahkan kepala sekolah memberikan alasan tidak meluluskan Aldi karena sering menentang dan melawan kebijakan sekolah.

Rusman mengatakan dari pengamatannya,  guru-guru dan kawan sekolahnya memeluk Aldi sembari menangis dan mengatakan bahwa Aldi tidak pantas diperlakukan tidak adil oleh kepala sekolah. Begitu juga sang wali kelas, Ruhaiman yang mengaku sedih dan tak bisa berbuat banyak untuk merubah keputusan kepala sekolah. Sebagai wali kelas dirinya ingin selalu membela anak didiknya, apalagi Aldi adalah ketua kelas. Karena menurutnya, Aldi adalah anak yang baik, rajin, sopan, dan pintar.

“Anak kita ini aktif di OSIS. Selalu membantu sekolah. Dia membantu mendatangkan donatur yang menyumbang 60 buah Al-Quran. Sampai sekarang sumbangan itu dipakai untuk mengaji anak-anak di sekolah ini,” kata Ruhaiman. Dimatanya dari segi akademis dan perilaku, Aldi tergolong anak baik. Dan memang kerap kritis jika mendapati kebijak yang merugikan banyak temannya.

Hingga ini dituliskan, konon sang kepala sekolah, Sadikin Ali, belum bisa dihubungi untuk dimintai keterangan. Namun, dari informasi yang didapat dari salah satu guru di SMAN 1 Sembalun, beliau dipanggil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTB. Tapi belum diketahui, apakah pemanggilan tersebut terkait masalah Aldi atau yang lain.

1 Comment

1 Comment

  1. Medanfoodblog

    December 16, 2015 at 12:25 am

    kira kira gimana ya kualitas teh yang selama ini aku minum? hehehe

Leave a Reply

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top