Feature

Mungkin selama ini cara kita meminum teh itu keliru

Bisa jadi semua orang tau minuman teh, tapi apa iya semua orang tau etika meminumnya? Ya, ternyata minuman terpopuler ke dua di dunia ini butuh perlakuan tertentu untuk mengeluarkan sisi-sisi terbaiknya.

Selama ini kita tak pernah serius menanggapi teh. Ia hanya dianggap sebagai penghilang dahaga berharga paling murah, untuk dihabiskan setelah menikmati makan berat kaki lima macam nasi uduk pecel lele.

Padahal sesungguhnya jauh dari itu. Teh adalah minuman spesial, yang jika diperlakukan istimewa bisa membawa nuansa luar biasa. Bahkan beberapa hal besar terlahir dari suasana minum teh yang hangat.

Di Indonesia, salah satu contoh nyatanya adalah fasilitas peneropongan bintang Observatorium Bosscha. Kala itu Karel Albert Rudolf Bosscha tercetus ide untuk mendirikan Observatorium ketika sedang menikmati teh. Guna menwujudkan keinginannya itu pula, pengusaha asal Belanda ini mengembangkan ratusan hektar perkebunan teh di Jawa Barat.

Dari penjualan teh itulah, ia bisa mengembangkan observatorium Bosscha menjadi lokasi peneropongan bintang terbaik di jamannya. Ia juga mengenalkan budaya minum teh kepada orang Indonesia. Di teras depan rumahnya setelah observatorium Bosscha didirikan, ia bersama koleganya selalu menikmati jamuan minum sore hari.

Lantas kenapa kita tak pernah menemukan sensasi itu ketika menikmati teh? Itu karena kita memperlakukan teh seadanya dan tak selayaknya. Karena itu mulai sekarang ada baiknya kita memahami teh secara lebih utuh.

Teh itu adalah daun teh yang di pucuk dan dua daun di bawahnya

daun teh dilmah

Sudah tahu pohon teh bukan? Nah, sesungguhnya yang disebut minuman teh itu bukanlah keseluruhan daun-daun yang tumbuh di pohon itu. Namun, hanya daun yang paling atas dan dua daun di bawahnya.

Sayangnya, bukan hal ini yang umum berlaku di Indonesia. Pabrik-pabrik pengolahan sering memanen semua daun dari atas sampai bawah. Bahkan tak jarang batangnya pun ikut diolah. Hasilnya? Jelas sensasinya berbeda dengan daun yang ada di pucuk.

Karena itu, langkah pertama jika ingin mendapatkan sensasi minum teh yang sebenarnya adalah dengan memastikan kualitas teh yang kita minum sesuai standar yang sebenarnya.

Dipetik tangan bukan menggunakan mesin

petik teh

Unsur modernitas memang sudah merangsek masuk ke industri teh. Untuk menghasilkan olahan berharga murah, beberapa perusahaan menggunakan mesin untuk memanen daun. Sayangnya hal ini membuat daun menjadi rusak. Nah, coba periksa apakah teh, yang tersedia di rumah dipetik secara tradisional dengan tangan-tangan halus ibu-ibu pemetik.

Satu kantung satu cangkir, satu sendok satu cangkir

satu kantung

Ini keliru fatal kita dalam menikmati teh. Biasanya akan dibuat dalam satu jerigen besar atau minimal teko raksasa dengan hanya satu kantung teh celup. Padahal satu kantung teh celup itu setara dengan satu sendok berisi teh. Dalam penyajiannya, tidak untuk digunakan berulang, satu kantung hanya untuk satu cangkir, maksimal dua kali penggunaan saja.

Air untuk menyeduh hanya boleh dimasak satu kali

dilmah

Lupakan impian mendapatkan minuman teh idaman kalau kualitas air yang kamu gunakan buruk. Jadi perhatikan jenis air untuk menyeduh the tersebut. Pakailah air yang jernih dan tidak berbau.

Jangan menyeduh teh menggunakan air yang dipanaskan menggunakan dispenser. Pakailah air yang dipanaskan menggunakan api kompor. Namun ingat, air tersebut hanya boleh dipanaskan alias dimasak satu kali saja. Jadi kalau air yang sudah pernah dimasak, kemudian dingin, jangan dipanaskan kembali untuk menyeduh teh. Ganti dengan yang baru.

Kenapa begitu? Kandungan CO2 dalam air akan dilepaskan jika kita memanaskannya. Jika pemanasan dilakukan berulang-ulang akan terlalu banyak CO2 yang hilang. Hasilnya, warna air berubah dan akan mempengaruhi rasa teh yang diseduh. Apalagi mineral-mineral dalam air juga bisa ikut hilang jika dipanaskan berkali-kali.

Sebelum diseduh Kenali dulu jenis teh Kamu

jenis teh

Yup, teh itu punya beberapa kategori. Bahan dasarnya sama, yaitu dari tiga helai daun di pucuk. Namun proses pembuatannya membuat teh dibagi dalam beberapa kategori, yaitu White tea, green tea, Oolong tea dan black tea.

Kenapa harus dikenali? Karena perlakuan untuk masing-masing teh ini berbeda sesuai jenisnya. Berikut penjelasan proses fermentasi, pengeringan dan pengolahan hingga menghasilkan kategori teh yang berbeda tersebut.

Setelah paham jenis teh kamu, yuk pahami cara menyeduhnya, Jangan Lupa Diaduk

air seduhan teh

Masing-masing kategori teh itu unik cara menyeduhnya pun berbeda-beda. Untuk black tea alias teh hitam misalnya harus diseduh menggunakan air 100 derajat celcius dengan lama penyeduhan 3-5 menit. Teh putih, cukup dengan air 70-75 derajat celcius selama 2 menit. Sementara teh Oolong dan teh hijau menggunakan air 80 derajat Celcius selama 2 menit. Kekeliruan dalam menyeduhnya akan membuat rasanya jadi berantakan. Lalu terakhir, jangan lupa mengaduk teh walaupun kita hendak meminumnya tanpa campuran apapun.

Teh itu bukan penghilang dahaga dan penghilang rasa makanan, tapi justru untuk memperkuat dan menambah kenikmatan

pairing teh

Seringnya kita memperlakukan teh sebagai obat rasa haus. Makan sampai kenyang lalu minum bergelas-gelas untuk menghilangkan rasa dan mengusir kehausan. Padahal sesungguhnya teh bukan berfungsi sebagai itu. Minuman ini disajikan sebagai teman makanan atau bahkan menu utama dalam sajian.

Karena itu cara yang paling tepat adalah meminum sedikit teh letakan di bibir bawah, lalu kecap-kecap. Ambil makanan yang menjadi pasangan teh itu nikmati sedikit. Lalu letakan, kemudian ambil teh dan minum lagi sedikit. Begitu terus secara berulang. Berselang antara makan dan minum.

Dari empat kategori tadi, teh punya turunan rasa yang luar biasa banyaknya. Dilmah misalnya sebagai salah satu produsen minuman teh, memproduksi banyak turnunan rasa. Nah, masing-masing teh ini punya pasangan jenis makanan yang berbeda-beda pula. Teknik mencari pasangan yang tepat untuk minum teh ini dikenal dengan istilah pairing

Menghidupkan budaya Afternoon tea

afternoon tea

Pemikiran-pemikiran besar lahir dari budaya minum the di sore hari, alias Afternoon tea. Duduk tenang sendiri atau berasama kerabat menyeruput teh di sore hari. Dahulu orang tua kita kerap melakukan ini. Sayangnya budaya ini sudah mulai ditinggalkan karena desakan kesibukan modernitas. Yuk, kita hidupkan lagi, karena budaya ini bisa menciptakan sensasi rileksasi dan membuka unsur kreativitas yang luar biasa.

Teh Yang sudah berada di level selanjutnya

teh dilmah

Meski sudah dikenal lebih dari 5 ribu tahun yang lalu, tapi teh bukanlah minuman uzur yang ketinggalan jaman. Ia tetap bisa dinikmati dengan segala perubahan modernitas. Bahkan dengan teknik gastronomi molecular, teh bisa disajikan dalam bentuk-bentuk yang berbeda dari sekedar minuman. Bagi yang mengkonsumsi alkohol, teh juga bisa disajikan dalam bentuk cocktail.

Penasaran? Saat ini sedang berlangsung kompetisi antara café dan restaurant yang bertajuk Dilmah Real High Tea Challenge Café & Restaurant Indonesia. Yup, kompetisi level dunia ini di bawa ke tanah air. Masing-masing restoran diwajibkan menyajikan sajian teh beserta pairing makanannya. Kita sebagai orang awam bisa ikut mengalami menikmati teh yang sebenarnya di masing-masing café yang jadi peserta. Ini saat yang pas untuk paham cara menikmati teh dengan cara yang benar!

1 Comment

1 Comment

  1. Medanfoodblog

    December 16, 2015 at 12:25 am

    kira kira gimana ya kualitas teh yang selama ini aku minum? hehehe

Leave a Reply

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Sering Mengigau Saat Tidur, Bahaya Nggak Sih?

Disadari atau tidak, ada beberapa orang yang memang kerap mengingau setiap tidur. Fenomena ini memang adalah sesuatu yang lumrah terjadi saat kita sedang tidur. Hasil sebuah riset di Norwegia, pada 2010, hampir 66% dari populasi manusia berbicara dalam tidur mereka dalam berbagai bentuk, yang lain menyampaikan monolog yang menawan atau bahkan melakukan percakapan yang kompleks.

Meski begitu, dari beberapa penjelasan para ahli, kebiasaan ini bukanlah termaksud masalah kesehatan yang berarti. Akan tetapi, jika hal tersebut terjadi secara terus menerus sudah tentu kamu perlu ke dokter. Selain itu, inilah yang perlu kita ketahui dari kebiasaan mengingau yang sering terjadi. 

Sebenarnya Belum Banyak Penelitian tentang Bicara Saat Sedang Tidur

 

Sebelumnya fenomena ini dikenal sebagai parasomnia (sejenis gangguan tidur) dalam Klasifikasi Internasional tentang gangguan tidur. Akan tetapi, dari temuan terbaru gejala ini direklasifikasi dari gangguan menjadi hanya kejadian normal yang dapat terjadi selama tidur. 

Nah, menurut Rafael Pelayo, spesialis tidur dengan Sleep Medicine Center di Stanford Health. karena hal tersebut bukan gangguan yang dianggap serius, jadi tak ada permintaan untuk penelitian tentang tidur. Dengan kata lain berbicara saat sedang tidur merupakan perilaku yang sebagian besar tidak dipelajari dan tidak dipahami dengan baik. 

Lagipula, Apa yang Kita Ucapkan Saat Ngigau Sebagian Besar Adalah omong Kosong

Dari hasil klasifikasi temuan yang sama, kalimat atau kata-kata yang kita ucapkan selama mengigau bukan termaksud cerminan perilaku atau kenangan pada situasi sebelumnya. Jadi semua pertengkaran dengan pasangan atau drama pekerjaan yang baru saja kamu alami, kemungkinan besar tak akan kamu bicarakan selama tidur. 

Ini penting dipahami, karena mereka yang sering ngigau memang kadang mengatakan hal-hal yang sulit dipahami sepanjang liar. Bahkan beberapa katanya tergolong liar. Selain membuat orang yang mendengar menjadi kelabakan menebak maksud, kadang kala kita juga bertanya-tanya. 

Intinya, tidak ada arti nyata dari kata-kata yang keluar dari mulut seseorang yang sedang ngigau saat tidur. 

Dan Tak Ada Rentang Usia Tertentu, Semua Orang Bisa Mengalami Gejala Ini 

Beberapa orang berpikir, berbicara saat sedang tertidur hanya akan dialami oleh mereka yang sudah dewasa dan lansia. Padahal hal tersebut tak selalu benar. Masih dari kata Pelayo, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, jika kamu sudah berbicara saat tidur sejak kecil. Karena faktanya, berbicara saat tidur cenderung sangat umum terjadi pada anak-anak dan remaja – sekitar 50%, bahkan anak-anak antara usia 3 dan 10 mengoceh dalam tidur mereka.

“Jika Anda tidur sambil berbicara saat masih muda, jangan anggap penting,” kata Pelayo. Tidak perlu takut atau bergegas ke dokter.

Untuk orang dewasa, biasanya akan mulai menyadari jika ia sering mengingau saat tidur ketika memasuki usia 20 hingga 30-an. Dimana mereka sudah mulai berbagi kamar atau tempat tidur dengan orang lain. Sehingga orang lain atau pasangan yang tidur bersama merekalah yang kemudian tahu, jika mereka adalah seorang talk sleep.

Namun jika banyak bicara saat tidur terjadi pada mereka yang berusia sekitar 50 tahun atau lebih, hal tersebut bisa dikatakan sebagai penanda penyakit, seperti seperti penyakit Parkinson atau demensia.

Sialnya, Fenomena Ini Biasanya Sering Bercampur dengan Masalah Tidur Lainnya 

Bicara saat sedang tidur memang jelas berbeda dengan beberapa gangguan tidur yang lain. Mengigau hanyalah menceracau dengan kalimat-kalimat yang biasanya tak bermakna. Tak ada artinya dan tak jelas ke mana arahnya. Namun, jika bicaramu sudah lebih dari sekedar obrolan biasa, bisa jadi kamu sedang mengalami kondisi lain yang terkait dengan sleep apnea

Selain itu, James Rowley, kepala divisi pengobatan paru-paru, perawatan kritis dan tidur dengan Detroit Medical Center, berbicara melalui tidur juga dapat disebabkan oleh stres, kecemasan, dan depresi. Jika hal tersebut sudah terjadi berulang kali, cobalah bicarakan pada dokter ahli spesial tidur, karena sepertinya anda butuh perawatan. 

Demi Mengatasinya, Cobalah Lakukan Kebiasaan Baik dengan Tidur Terjadwal dan Dalam Waktu yang Cukup 

Kalau harus dilihat dari keseluruhan kebiasaan ini, momen mengigau kerap terjadi akibat kita terlalu lelah. Atau masih memikirkan sesuatu sesaat sebelum tidur. Untuk menguranginya, cobalah untuk tidur dengan terjadwal. Selain itu penuhilah kebutuhan tidurmu, jangan terlalu singkat atau terlalu lama. Hindari juga makan makanan yang mengganggu kualitas tidurmu, seperti makan makanan berat atau minuman beralkohol.

Walau tak disebut sebagai gejala yang berarti, kita perlu untuk tetap menjaga diri. Jangan terlalu dianggap sepele, apalagi jika  itu sudah menganggu tidurmu dan pasanganmu.

1 Comment

1 Comment

  1. Medanfoodblog

    December 16, 2015 at 12:25 am

    kira kira gimana ya kualitas teh yang selama ini aku minum? hehehe

Leave a Reply

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Penjelasan Ilmiah untuk 9 Fenomena Aneh yang Kerap Terjadi Saat Tidur

Tidur menjadi satu hal penting yang harus dilakukan oleh makhluk hidup. Untuk bisa melakukan aktivitas dengan baik, kamu perlu waktu tidur yang cukup. Sayangnya, tak semua orang bisa memiliki kualitas tidur yang cukup baik. Nah, berikut ini adalah penjelasan akan 9 fenomena aneh yang kerap terjadi pada orang yang tengah tertidur. Penasaran apa saja? Yuk langsung simak penjelasannya.

1. Sleep Paralysis

Fenomena ini merupakan fenomena di mana kamu akan terbangun tengah malam dengan perasaan takut yang terlalu besar sehingga tidak mampu menggerakkan anggota tubuh maupun berbicara. Fenomena ini sering dianggap sebagai fenomena ditindih setan oleh orang zaman dulu.

2. Berbicara Saat Tengah Tertidur

Fenomena yang satu ini mungkin jarang dialami oleh orang dewasa. Biasanya volume suara yang dikeluarkan seseorang saat tengah tertidur berbeda antara satu dengan yang lain, ada yang bersuara keras sampai sangat kecil seperti orang yang sedang berbisik. Fenomena ini biasanya terjadi selama kurang lebih 30 detik.

3. Kentut

Tanpa disadari biasanya ada orang yang kelepasan keluar angin saat tengah tidur. Fenomena ini tidak bisa digolongkan pada hal yang tidak sopan karena orang yang melakukannya bisa jadi tidak menyadari dan tidak sengaja saat hal tersebut terjadi. Jika kamu mengalaminya saat tidur, hal ini merupakan akibat dari relaksasi tubuh termasuk otot di dubur sehingga tanpa sengaja melepaskan satu hingga dua gas beracun.

4. Mendengkur

Ada hal yang kamu perlu ketahui dibalik adanya suara dengkuran ini. Suara ini menjadi suatu tanda bahwa ada hal yang tak beres dalam tubuhmu. Keberadaan suara dengkuran ini berasal dari adanya getaran pada jaringan pernapasan. Hal tersebut bisa saja muncul akibat pengaruh alkohol medikasi, posisi tidur sampai masalah medis lainnya.

5. Sindrom Kepala Meledak

Fenomena yang satu ini mungkin agak asing untuk sebagian besar orang. Sindrom kepala meledak ini biasa dikenal sebagai exploding head syndrome dimana kamu mengalami halusinasi seperti mendengar suara yang sangat keras, seperti barang jatuh, teriakan sampai suara ledakan. Biasanya fenomena ini dialami oleh orang yang sudah berumur di atas 50 tahun.

6. Seperti Hendak Jatuh

Fenomena ini mungkin menjadi fenomena yang kerap dialami oleh kebanyakan orang. Fenomena ini memiliki sebutan lain sebagai Hypnagonic Jerk di mana kamu akan tiba-tiba terbangun karena merasa kaget seperti perasaan akan jatuh. Fenomena ini bisa terjadi sebagai akibat kondisi tubuh yang terlalu lelah, kurang tidur dan tengah stres.

7. Gertakan Gigi

Fenomena ini merupakan fenomena di mana seseorang menggeser-geserkan gigi atau menggertakkan gigi saat tengah tertidur. Orang yang mendengarkannya biasanya akan merasa terganggu atau ngilu mendengar suara yang ditimbulkan. Fenomena ini dapat terjadi sebagai akibat stres, gigi yang tak teratur atau bisa juga karena kebiasaan tidur.

8. Tidur Berjalan

Tidur berjalan atau sleep walking merupakan fenomena dimana kamu biasanya bangun tidur namun otak masih belum bangun sepenuhnya sehingga bisa membuatmu bisa berjalan dalam kondisi masih tertidur. Kebiasaan ini bisa menimbulkan bahaya bagi penderitanya sehingga sangat dianjurkan bagi penderita untuk berkonsultasi pada dokter yang ahli di bidang tersebut.

9. Mimpi

Fenomena terakhir ini menjadi fenomena yang paling umum terjadi. Beberapa orang bahkan meyakini bahwa mimpi merupakan sebuah pertanda akan adanya suatu hal yang terjadi di masa depan. Namun ada juga yang percaya bahwa mimpi merupakan sebuah cara otak untuk memproses ingatan pemiliknya. Inilah yang menjadi penyebab seringnya mimpi yang muncul merupakan hal-hal yang pernah dilihat sebelumnya.

1 Comment

1 Comment

  1. Medanfoodblog

    December 16, 2015 at 12:25 am

    kira kira gimana ya kualitas teh yang selama ini aku minum? hehehe

Leave a Reply

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Kata NASA Soal Misi Pertama Manusia ke Bulan yang Dianggap Hoax

Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA akan merayakan setengah abad misi Apollo 11. Misi ini merupakan pertama kalinya manusia menginjakkan kaki di Bulan, menempatkan bendera Amerika Serikat di permukaan Bulan. Namun, tudingan hoaks pendaratan Bulan hingga kini masih muncul.

Mengutip dari situs Mirror, banyak yang menduga hoax lantaran dalam foto yang dirilis pasca misi Apollo 11, bendera yang dibawa salah satu antariksawan Buzz Aldrin terlihat melambai tertiup angin dalam foto. Ahli teori konspirasi terus menggunakan gambar itu sebagai bukti NASA memalsukan pendaratan di Bulan. Artinya pendaratan manusia di Bulan adalah hoaks.

“Rupanya di Bulan tidak ada angin, dan berdirinya bendera di Bulan diterangi oleh Matahari? Anda gagal,” tulis pengguna Twitter @siya_BoB.

Ada lagi yang mulai tidak mempercayai semuanya dan mengatakan, tidak ada angin di luar angkasa, termasuk tidak mungkin bendera berkibar di antariksa. Namun NASA menjelaskan, bendera yang berkibar tidak selalu karena angin. Ketika para astronaut menanam tiang bendera, mereka memutarnya secara bolak-balik agar dapat menembus tanah Bulan. Siapa pun yang pernah memasang tiang tenda tumpul, akan tahu cara kerjanya.

“Jadi tentu saja bendera itu melambai. Membuka selembar kain yang digulung, dengan menarik ujungnya, akan menghasilkan gelombang, tidak perlu angin,” ujar perwakilan dari NASA. Perayaan setengah abad misi Apollo 11 akan dimulai pada Selasa pekan depan. Saat itu, tiga awak pesawat yang terlibat untuk pergi ke bulan adalah Buzz Aldrin, Neil Amstrong, dan Michael Collins. NASA berencana untuk kembali mengirim manusia ke Bulan pada 2024.

1 Comment

1 Comment

  1. Medanfoodblog

    December 16, 2015 at 12:25 am

    kira kira gimana ya kualitas teh yang selama ini aku minum? hehehe

Leave a Reply

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top