Feature

Mumpung Masih Sendiri, Maksimalkan Potensi Membantu Sesama Lewat Keuangan Pribadi

Coba ingat lagi, sejak kamu kerja pertama kali hingga hari ini, sudah berapa kali gaji yang kamu terima dan ludes lebih cepat dari yang seharusnya? Tak hanya kamu saja, mungkin di luar sana juga ada banyak orang yang mengalaminya. Saat sudah habis, kamu bingung untuk apa saja kamu membelanjakannya. Padahal, sebelum gaji itu datang, kamu sudah membuat anggarannya begitu rupa agar tidak cepat habis.

Caramu menyusun anggaran sejatinya sudah baik. Tapi pikirkanlah, sejatinya soal gaji tak hanya untuk keperluanmu saja. Sebelum menghabiskan uang gaji untuk foya-foya setiap harinya, ada baiknya kamu bisa mempertimbangkan beberapa hal yang bisa jadi refleksi untuk diri sendiri.

Coba Pikirkan untuk Jangan Terlalu Sering Beli Barang Mahal dan Nongkrong Setiap Minggu. Lebih Baik Alokasikan Budgetmu untuk Ditabung Agar Uang Tak Cepat Habis

Ya, kehidupan jaman sekarang seakan sudah tak bisa lepas dengan yang namanya kebiasaan nongkrong bersama teman-teman. Tak cukup sekali dua kali. Bahkan dalam seminggu kalau sudah terbiasa nongkrong atau hang out ke mall bersama teman, selepas pulang kerja pun pasti dituruti. Memang, menyisihkan sedikit uang untuk bersenang-senang itu tidak salah. Ya mungkin semacam apresiasi terhadap diri sendiri setelah bekerja keras selama ini. Namun ya jangan sampai mengalokasikan sebagian besar gajimu untuk foya-foya.

Bukankah lebih bijak jika kamu membuat tabungan dan menyisihkan uangmu sedari dini. Kamu bisa mulai sedikit demi sedikit menyisihkan uang dari gaji bulanan untuk tabungan masa depan, investasi, hingga asuransi kesehatan. Dengan begini, uang pendapatanmu tidak akan terbuang percuma. Masa depanmu pun terjamin dengan uang hasil keringatmu sendiri.

Dulu Sebelum Dapat Kerjaan, Pasti Kamu Pernah Berjanji Menyisihkan Gaji untuk Orangtua. Sudahkah Kamu Melakukannya?

Begini, uang yang kamu terima sejatinya memang hasil keringatmu sendiri. Tapi di lain sisi setidaknya kamu juga harus ingat kalau bukan kamu saja yang bisa menikmati gaji yang kamu terima. Ingatlah bagaimana dulu orangtuamu berjerih payah demi mencukupkan segala kebutuhanmu dan saudara-saudaramu. Bukankah sekarang giliranmu untuk membalas jasa mereka?

Setidaknya mulailah mengalokasikan dana tiap bulan demi jaminan masa tua ayah dan ibu. Uang yang kamu sisihkan ini akan berguna jika kelak mereka membutuhkan dana mendadak. Mereka pun tidak perlu membobol tabungan atau menyisihkan uang. Bukankah kamu pun turut berbahagia kalau bisa membuat mereka merasa lega dalam mengurusi segala kebutuhan hidup?

Kalau Kamu Punya Adik Atau Sepupu yang Perlu Dibantu untuk Segala Keperluannya, Bantulah Walau Tidak Seberapa

Ya, selain orangtua, tak ada salahnya juga kamu turut berbagi pada anggota keluargamu yang lain. Apa lagi kalau misalnya kamu tahu ada dari mereka yang kesusahan dan perlu dibantu. Percayalah, uang dari gajimu akan terasa lebih nikmat kalau kamu bisa mengulurkan bantuanmu untuk mereka. Atau misalnya kakak atau adikmu minta diajak makan ke tempat yang mahal, atau kebetulan ada keponakanmu yang perlu uang untuk membeli buku. Bantu saja mereka. Bahkan kamu bisa memberikan sedikit uang untuk sepupumu yang mungkin masih sekolah sebagai tambahan uang tabungan.

Di Lain Sisi, Biasakanlah untuk Menyalurkan Sebagian Rezekimu Pada Mereka yang Lebih Membutuhkan

Roda itu berputar, begitu juga hidup di dunia. Tidak selamanya posisimu akan berada di titik teratas dalam kehidupan seperti yang kamu rasakan sekarang itu. Tuhan memberikanmu rezeki berlebih pun ada tujuannya. Ya, Tuhan mau kamu tergerak hatinya untuk bisa berbagi pada sesama yang membutuhkan.

Tidak sulit membuka diri dan menggerakkan hati untuk bisa membantu sesama yang sedang kesulitan. Kamu bisa menyisihkan uang yang kamu miliki untuk disumbangkan lewat acara galang dana atau semacamnya. Bisa dengan memberikan donasi secukupnya melalui tempat ibadah maupun organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan. Lewat memberikan bantuan ini kamu bisa turut merasakan lega karena secara tidak langsung kamu ikut meringankan beban mereka.  Di akhir hari kamu jadi memahami bahwa berbagi dengan sesama yang kekurangan itu merupakan cara lain untuk bahagia.

Toh yang Namanya Rezeki Memang Bukan untuk Dinikmati Seorang Diri, Ada Kebahagiaan yang Kamu Rasakan Kala Mampu Memberi

Percayalah, segala hal di atas yang nantinya bisa kamu lakukan adalah wujud nyata kalau kamu masih punya kepedulian tinggi pada sesama. Lama kelamaan kamu akan menyadari bahwa lewat berbagi justru banyak kebahagiaan yang akan kamu rasakan daripada menyimpan uang untuk diri sendiri. Semacam ada kelegaan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata saat kita usai berbagi.

Dengan berbagi pada sesama, kamu akan merasa bahwa dirimu juga merupakan orang yang berguna dan mampu memberikan efek yang positif. Setidaknya sebagai pribadi, kamu pun makin menyadari bahwa memberi kepada sesama lebih membahagiakan daripada menghabiskan gaji secara percuma karena mengikuti keinginan diri.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kenali Tanda Rekan Kantormu Menyebalkan, Tak Usah Buang-buang Waktu untuk Mengajaknya Berteman

Hampir semua orang memiliki sisi yang menyebalkan. Coba saja tanya ke teman-temanmu. Pun tak menutup kemungkinan kalau kamu bisa bertemu orang yang menyebalkan di mana pun. Ketika ada seseorang yang memiliki sisi menyebalkan, tak masalah kalau kamu mau menghindari berurusan dengan orang yang seperti itu.

Ini mungkin kamu akan tahu kalau kamu tak akan tahan dengan sifatnya. Kawan, sesekali menjaga jarak dengan orang yang memiliki hal-hal negatif itu baik lho. Kalau kamu memiliki teman dan dia memunculkan tanda-tanda seperti ini, kamu harus berhat-hati ya!

Senang Di Atas Penderitaan Orang Lain

Hal ini mungkin jarang ditunjukkan oleh beberapa orang. Tapi kalau kamu punya teman yang menunjukkan kebahagiaannya padahal ada temannya yang sedang tertimpa musibah, sebaiknya kamu jaga jarak saja dengan teman tipikal semacam ini. Ia mungkin tak terlihat tertawa.

Tapi selentingan atau nyinyiran yang keluar dari mulutnya jadi pertanda kalau dia ini punya karakter senang kalau ada temannya yang menderita. Bukankah jauh lebih baik bertemu dengan teman yang mampu bersimpati dan berempati?

Ia tak Kelihatan punya Rasa Tanggung Jawab Terhadap Pekerjaannya

Saat seseorang mendapatkan suatu tanggung jawab untuk melakukan sesuatu, pasti setidaknya dia akan memiliki rasa tanggang jawab itu. Tapi ada lho,  beberapa orang yang tak punya rasa tanggung jawab tinggi. Mereka cuek saja dengan tanggung jawab yang sejatinya dibebankan padanya.

Kalau orang semacam ini ada di lingkup kerja atau di kantormu, bukankah yang ada hanya merugikanmu? Bisa saja, kalau kamu meminta tolong sesuatu dan dia mengiyakan di awal, tapi pada akhirnya dia tak melakukannya, jadinya menyebalkan, kan?

Kamu Merasa Tak Nyaman Saat Berada di Dekatnya

Saat kamu menghabiskan waktu bersama seseorang atau berada dekat dengan orang semacam ini, kamu akan merasakan energi atau aura yang muncul dari orang itu. Saat kamu berkumpul dengan teman-temanmu, tiba-tiba ada salah satu temanmu yang membuatmu merasa tak nyaman. Bisa karena perilakunya, atau hal-hal kecil yang ditunjukkan, lho. Ini juga menjadi sebuah tanda bagi kamu untuk mempertimbangkan apakah dia adalah teman yang baik atau kurang baik.

Faktanya, Banyak Teman yang Mulai Mengingatkanmu

Saat kamu mengenal sosok yang menurut orang-orang menyebalkan, maka saat berurusan dengannya kamu juga harus berhati-hati. Kamu butuh pendapat orang-orang terdekat kamu atau setidaknya caritahu tahu orang seperti apa dia. Ini tindakan antisipasi yang kamu lakukan untuk berhati-hati untuk berteman dengan orang lain lho.

Dia Tak Pernah Merasa Bersalah

Kesalahan bisa dilakukan secara sengaja atau tak sengaja. Saat orang merasa melakukan sesuatu yang salah, normalnya dia akan merasa tak enak atau merasa ganjal. Namun, kalau kamu bertemu orang yang melakukan kesalahan dan dia justru tak menunjukkan rasa bersalah atau semacamnya, kamu harus merasa janggal dengan hal ini. Dia malah menunjukkan sikap santai-santai saja. Kamu patut curiga dengan karakter dia yang sebenarnya.

Setidaknya kamu berhati-hati dengan karakter orang yang malah akan memberikan efek nagatif untuk kamu, ya. Kamu harus bisa memilih mana yang bisa menjadi teman dekatmu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jangan Paksa Seseorang Kembali Ceria Jika Sedihlah yang Ia Rasa

Tak selalu bahagia, beberapa kejadian mengerikan bisa datang begitu saja. Mendapati pacar yang selingkuh dengan sahabatmu, rekan kerja yang mendadak pindah tak lagi bisa bertemu, hingga kabar dari ibu yang minggu ini harus masuk rumah sakit lagi.

Silih berganti, kesedihan bisa saja menyelimuti hati. Menganggu saraf bahagia dan menggantinya dengan satu ketakutan yang luar biasa pada diri kita. Situasi ini jelas diluar ekspektasi, karena kalau bisa memilih pastilah kita ingin bahagia sampai mati. Dipandang jadi sesuatu yang menakutan, kesedihan selalu kita jadikan momok yang harus segera dihilangkan.

Dikubur secepatnya, dan harus berganti dengan bahagia seperti kata-kata orang bijak di sosia media. Jika bahagia bisa dirayakan dengan begitu baiknya, mengapa kesedihan selalu kita anak tirikan?

Tak Seharusnya Dibedakan, Bahagia dan Sedih Memang Haruslah Ada dalam Kehidupan

“Sudahkah anda bahagia hari ini?” atau “Jangan lupa bahagia”, barangkali jadi jargon yang bertebaran di media sosial. Dibuat dengan dasar kepedulian, kita semua berlomba-lomba untuk mencari bahagia sampai pada celah paling sempit yang ada.

Seolah lupa pada teka-teki yang ada, sedih dan bahagia memang sudah ditakdirkan akan datang kapan saja pada hidup kita. Karena memang begitulah, hidup yang sesungguhnya. Perjalanan ini adalah misteri, banyak hal tak terduga yang mungkin menghampiri. Jika bahagia bisa membuatmu tertawa, maka kesedihan harusnya bisa diterima dengan serupa.

“Akui – nikmati – dan tak perlu ditutup-tutupi”

Meminta Orang Lain Segera Bahagia Memang Elok Didengar Telinga, Padahal Kau Tak Tahu Sebesar Apa Dukanya

“Sudahlah, lupain aja. Masih banyak yang bisa buat kamu bahagia” jadi kalimat lazim yang mungkin sudah kita gunakan ratusan kali pada beberapa teman. Berperan sebagai malaikat yang akan memberi penghiburan. Kita berusaha mengumpulkan petuah-petuah ajaib yang nadanya serupa. “Kamu harus bahagia”.

Padahal, tak hanya bahagia. Menangis setiap kali bersedih pun dipercaya mampu membuat seseorang menenangkan pikirkannya. Tak tahu seberapa dalam lobang menganga di hatinya, daripada sibuk memintanya melepaskan semua sedihnya. Bersedia memberikan telinga untuk mendengar keluh kesahnya jadi sesuatu yang lebih ia perlu.

Pelan-pelan Mulai Membandingkan Sedihnya dengan Orang Lain yang Lebih Nelangsa

Antara ingin terlihat bijak dan berwawasan luas atau memang berniat untuk menghibur seorang kawan. Menyuruhnya membuka mata, tentang kehidupan menyedihkan lain yang lebih parah dari pengalamannya. Seolah terlihat wajib untuk disampaikan pada mereka.

Mendorongnya untuk segera bahagia dengan membandingkan kesedihannya dengan orang lain jelas tak jadi jalan keluar. Karena semakin mencoba untuk menghilangkan semua kesedihan, akan selalu ada celah yang membuatnya justru kian muncul ke permukaan. Diharapkan akan hilang dari ingatan, luka yang diminta hilang justru kian terasa dalam pikiran.

Terlalu Takut Pada Sesuatu yang Terasa Berat, Kita Lupa Bahwa Hidup Takkan Sempurna Jika Hanya Ada Bahagia

Coba bayangkan sebentar, kamu hidup dengan segala kelimpahan dan bisa mendapatkan apa saja yang kamu inginkan tanpa usaha yang perlu keras. Lalu ingat kembali, tawa dengan air mata dari ibu kala melihatmu diwisuda. Bagaimana ayah memelukmu sambil bercurah air mata, ketika kamu berhasil naik jabatan tanpa butuh waktu yang lama.

Sejatinya, manusia bisa merasakan berbagai macam emosi dengan cara bersamaan. Tertawa sampai menangis, bahagia sampai terharu. Semua itu terjadi begitu saja, menandakan bahwa hidup kita memanglah sempurna. Tak perlu takut berlebihan dengan kesedihan, biarkan mereka menangis jika memang sedang berduka. Dan berhenti memintanya tertawa jika ia memang sedang ingin diam saja.

Sebab Setiap Orang Punya Tingkat Ketakutan dan Kesedihan yang Berbeda, Kita Tak Punya Hak untuk Memintanya Menyudahi Sedihnya

Beberapa orang hidup dengan dirundung masalah yang tak terbanyak banyaknya. Kawanmu mungkin pernah dipukuli oleh kekasihnya, anak yang jadi korban perceraian orangtuanya, hingga seseorang yang mungkin pernah hampir diperkosa oleh kerabat dekatnya. Lalu masihkah kita merasa berhak untuk memintanya segera bangkit dari sedihnya?

Membiarkan dia diam dalam sedihnya bukan berarti kita tak peduli kepadanya. Tapi, ada hal lain yang sedang kita sadari. Bahwa saat ini, bersedih mungkin memang jadi sesuatu yang ia butuhkan. Mengambil langkah untuk memaksanya berbahagia saat hatinya sedang berkabung, bukanlah sesuatu yang membantu. Sebaliknya, berusahalah untuk bisa mendengarnya dan membantu sebisanya. Bukan memaksanya untuk bahagia.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Hidupmu akan Lebih Baik Jika Kamu Berani Melakukan 7 Tantangan Ini!

Setiap orang pasti menginginkan hidupnya menjadi lebih baik seiring berjalannya waktu. Namun untuk merealisasikannya tentu bukan hal yang mudah. Banyak orang yang tak tahu bagaimana harus memulai langkah guna memperbaiki hidupnya. Coba lakukan 7 tantangan ini, jika kamu berhasil melakukannya, kamu akan mendapatkan hidup yang lebih baik di masa depan.

1. Tantang Dirimu untuk Fokus pada Hidupmu dan Berusaha Mengembangkan Kemampuanmu

Bisa dibilang saat kamu berpikir rumput tetangga lebih hijau, cobalah untuk memberikan air lebih banyak pada rumputmu sendiri. Tantanglah dirimu sendiri untuk berusaha fokus pada apa yang kamu miliki dan mengembangkannya. Pastikan kamu paham apa yang menjadi kelemahan dan kekuatanmu.

2. Tantang Dirimu untuk Melepaskan Hasrat Berlebihanmu dan Lebih Menikmati Hidupmu

Saat kamu memiliki hasrat yang berlebihan atas suatu hal, cobalah untuk menantang hidupmu dengan melepaskannya dan mencoba menikmati apa yang ada dalam hidupmu. Tak semua hal yang ada di dunia ini bisa kamu jangkau dengan mudah, kamu harus paham jika ada beberapa hal yang bisa terjadi di luar kendalimu.

3. Tantang Dirimu untuk Konsisten dalam Melakukan Sesuatu

Saat kamu berpikiran ingin melakukan suatu hal yang baru, cobalah untuk menantang dirimu agar lebih konsisten dalam menjalankan sesuatu. Apapun kendala yang kamu hadapi, tetaplah berada di jalur yang kamu inginkan dan tetaplah berusaha untuk melakukannya dengan konsisten.

4. Tantang Dirimu untuk Memilih yang Paling Kamu Takuti dari Dua Pilihan

Saat kamu dihadapkan dengan dua pilihan, cobalah untuk menantang dirimu sendiri dengan memilih hal yang paling kamu takuti. Karena dengan memilih hal paling kamu takuti, kamu akan tumbuh dengan lebih baik dan lebih cepat.  Pilih yang sulit dan yang paling kamu takuti agar kamu belajar untuk bekerja lebih keras.

5. Tantang Dirimu untuk Tidak Menyalahkan Diri Sendiri

Saat kamu melakukan sebuah kesalahan dan kamu sadar akan hal itu, cobalah menantang dirimu untuk tak menyalahkan diri sendiri. Tantanglah dirimu sendiri untuk bisa memaafkan segala kesalahan yang sudah kamu perbuat. Cobalah untuk menjadikan sebuah kesalahan itu sebagai salah satu media pembelajaranmu agar tak lagi mengulanginya di masa depan.

6. Tantang Dirimu untuk Membalas Semua Cacian Orang Lain dengan Kebaikan

Tak perlu membalas kejahatan dengan kejahatan pula. Saat kamu menemui ada orang yang meremehkanmu, cobalah untuk menantang dirimu dengan membalas pandangan rendah mereka dengan kebaikan.

7. Tantang Dirimu untuk Tetap Tenang dan Fokus pada Apa yang Harus Kamu Jadikan Prioritas

Saat kamu memikirkan sesuatu secara berlebihan, cobalah menantang dirimu sendiri untuk tetap tenang. Tentukanlah mana yang memang sudah seharusnya kamu jadikan prioritas. Kendalikan dirimu dan usahakan untuk selalu fokus.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top