Community

Mulai Diabaikan, 7 Filosofi Jawa oleh Kanjeng Sunan Kalijaga Harusnya Selalu Kita Pegang

Orang Jawa pasti sudah nggak asing dengan nama Sunan Kalijaga atau Sunan Kalijogo. Beliau adalah tokoh Wali Songo yang sangat lekat kaitannya dengan para muslim di Pulau Jawa. Beliau adalah salah satu tokoh Wali Songo yang mampu memasukkan ajaran Islam dalam tradisi Jawa. Namun sangat disayangkan jika mengingat bahwa saat ini banyak filosofi Jawa yang sudah mulai dilupakan. Berikut adalah 7 filosofi Jawa oleh Sunan Kalijaga yang saat ini sudah jarang dipahami oleh etnis Jawa itu sendiri.

1. Urip Iku Urup

Arti ungkapan itu sendiri adalah hidup itu “nyala”. Maksudnya seorang manusia haruslah bisa bisa berguna bagi sesama manusia. Sudah menjadi keharusan bagi kita untu bisa membawa manfaat bagi orang di sekitar kita. Sedangkan saat ini banyak orang yang hidup hanya sekedar untuk hidupnya sendiri. Mereka tak membawa manfaat sedikit pun untuk orang di sekitarnya. Bahkan seolah tak membutuhkan orang lain dan melupakan hakikat manusia sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain.

2. Memayu Hayuning Bawono, Ambrasto dur Hangkoro

Makna dari filosofi ini adalah dalam hidup di dunia ini, manusia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan, juga memberantas kejahatan. Tidak hanya mengusahakan yang terbaik untuk diri sendiri, namun juga untuk kehidupan di sekitar kita.

3. Suro Diyo Joyo Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti

Makna dari filosofi ini adalah segala sifat keras dan buruk di dunia ini hanya bisa dikalahkan oleh kebaikan. Sekeras apapun hati seseorang, hal itu tetap akan diatasi dengan adanya kelembutan hati.

4. Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, Sekti Tanpo Aji-aji, Sugih Tanpo Bondo

Arti dari ungkapan ini adalah “Berjuang tanpa perlu membawa masa, menang tanpa merendahkan, berwibawa tanpa mengandalkan kekuatan, kaya tanpa didasari kebendaan”. Maksudnya, hal yang harus kita perangi adalah diri sendiri. Saat kita menang, menanglah tanpa merendahkan orang lain. Saat kita sudah menjadi sosok yang berwibawa, berwibawalah tanpa mengandalkan kekuatan atau kekuasaan. Dan saat kita kaya, jangan hanya didasari dari kebendaan. Karena pada hakikatnya kaya bukan diukur dari harta benda yang dimiliki oleh seseorang.

5. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan

Makna dari ungkapan ini adalah jangan mudah sakit hati saat musibah datang dan jangan sedih saat kamu harus merasakan rasanya kehilangan. Pada dasarnya tidak ada kehidupan yang terbebas dari yang namanya cobaan atau musibah. Tetaplah berprasangka baik saat musibah datang menghampiri kehidupanmu dan saat ada suatu hal yang hilang dari hidupmu.

6. Ojo Gumunan, Ojo Getunan, Ojo Kagetan, Ojo Aleman

Makna dari ungkapan ini adalah jangan mudah heran, jangan mudah menyesal, jangan mudah terkejut, jangan mudah manja. Jangan mudah heran saat ada hal yang diluar nalarmu, karena tak ada yang tak mungkin di dunia ini jika Tuhan sudah berkehendak. Jangan mudah menyesal akan apa yang sudah kamu lalui di masa silam karena hal itu tak ada gunanya untuk kehidupanmu. Jangan mudah terkejut,  bersikaplah sewajarnya dan bijaksana. Jangan mudah kolokan atau manja, semestinya hidup itu perluu diperjuangkan dengan penuh kegigihan.

7. Ojo Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan Lan Kemareman

Makna dari ungkapan ini adalah jangan terobsesi oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi. Hidup ini bukan hanya sekedar tentang kedudukan tinggi, kekayaan harta benda juga kepuasan duniawi semata. Hidup ini tidak bisa diukur dengan hal kecil seperti itu. Sebagai manusia kita memiliki jiwa dan hati nurani yang harus lebih dijaga. jangan sampai hati itu ternoda dengan hal yang tak berguna.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

10 Pertanyaan yang Sering Kamu Dapati Saat Kamu Tak Kunjung Memiliki Pacar

Status single sebenarnya bukanlah sebuah masalah yang besar. Single adalah pilihan. Namun herannya terkadang bukan orang yang menyandang status itu yang kebingungan, malah orang yang ada di sekitarnya. Kamu yang tak kunjung memiliki pasangan, pasti kerap mendapati 10 pertanyaan ini terlontar dari mulut orang lain untukmu.

1. “Kenapa Sih Kok Tidak Mau Pacaran?”

Mereka mengajukan pertanyaan ini karena penasaran dengan alasanmu masih bertahan dengan kesendirianmu. Tapi karena kamu menjadikansingle sebagai pilihan hidup, kamu biasa-biasa saja saat mendapati pertanyaan ini dan terasa sudah sangat kebal.

2. “Ada yang Deketin Kan?”

Jika kamu memutuskan untuk menjadi seorang single, pasti kamu memiliki alasan yang kuat di belakangnya. Meski begitu orang lain pasti tetap ingin tahu, selama ini masih ada kan orang yang mendekatimu.

3. “Pernah Tidak Kamu Berpikir untuk Pacaran?”

Banyak orang bertanya-tanya tentang apa yang kamu pikirkan saat kamu menjadi seorang single. Salah satunya adalah apakah kamu sendiri pernah berpikir untuk berpacaran dengan seseorang.

4. “Kamu Orang yang pemilih, Ya?”

Karena kamu tak kunjung berpacaran, akhirnya banyak orang yang memandangmu sebagai seorang yang pemilih. Padahal sebenarnya kamu hanya menunggu jodoh terbaik yang Tuhan siapkan untukmu.

5. “Bagaimana Perasaanmu Saat Melihat Teman atau Orang Lain Pacaran?”

Padahal kamu tak ada masalah dengan orang yang berpacaran di depan matamu secara langsung. Namun masih saja banyak orang mempertanyakan hal ini kepadamu.

6. “Sebenarnya Usia Berapa Sih Kamu Mau Pacaran?”

Saking gemasnya orang lain melihatmu yang betah dengan status single-mu, mereka sampai mempertanyakan hal ini padamu. Kenapa sampai kamu masih bertahan tanpa seorang pasangan dan sebenarnya mau pacaran pada usia berapa sih kamu itu.

7. “Apa Kamu Pernah Dijodohkan?”

Pasti banyak orang berpikir bahwa dengan jangka waktumu menjadi seorang single, sudah banyak teman dan keluarga yang menjodohkanmu dengan seseorang. Dan inilah yang ingin dicari tahu oleh orang tersebut, apakah kamu pernah dijodohkan atau tidak.

8. “Pernah Tidak Sih Kamu Merasakan yang Namanya Jatuh Cinta?”

Siapa tahu kamu pernah mencoba memulai menjalin hubungan, meski akhirnya gagal juga. Alasannya pun tentu beragam. Orang akan mempertanyakan mengenai hal ini saat kamu tak kunjung memiliki pasangan.

9. “Apa Kamu Tidak Ingin Pacaran?”

Ada banyak hal yang ingin kamu capai terlebih dulu. Tapi banyak orang langsung saja mempertanyakan tentang apakah kamu ingin pacaran atau tidak. Jawabannya tentu iya tapi bukan untuk saat ini.

10. “Apakah Kamu Takut untuk Memulai?”

Rasa takut pasti ada, karena kamu sudah lama bertahan dengan status single-mu. Entah apa alasan yang membuat kamu bertahan, tak ada yang tahu. Mungkin ini jugalah yang dikhawatirkan oleh orang-orang terdekatmu. Mereka takut jika ketakutanmu membuatmu terus bertahan dalam kesendirian dalam jangka waktu yang panjang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Inilah 7 Tipe Mantan Mahasiswa Setelah Lulus Kuliah

Momen kelulusan adalah momen yang paling ditunggu banyak mahasiswa tingkat akhir. Namun kehidupan pasca lulus kuliah, tak semua orang suka menjalaninya. Ada beberapa tipe mantam mahasiswa setelah lulus dari Universitas tempatnya menuntut ilmu dulu. Apa saja sih tipenya? Mungkin kamu termasuk salah satunya.

1. Tipe Sulit Move On

Mereka yang termasuk tipe ini adalah orang yang sulit move on dari kehidupannya sebagai mahasiswa dulu. Bagi mereka kehidupan perkuliahan lebih menyenangkan karena mereka tak perlu memikirkan tentang dunia kerja pasca lulus dari Universitas.

2. Tipe Pekerja Keras

Tipe pekerja keras adalah mereka yang anti dengan istilah menganggur. Meskipun mereka belum mendapatkan pekerjaan tetap, mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan hal yang bermanfaat, mungkin salah satunya adalah merintis usaha baru.

3. Tipe Pengembara

Mereka yang masuk dalam kategori tipe ini adalah orang yang suka melakukan travelling. Momen setelah lulus banyak dihabiskannya untuk mengunjungi banyak tempat baru yang menurutnya menarik untuk dikunjungi.

4. Tipe Rumahan

Tipe rumahan adalah mereka yang lebih suka menghabiskan waktu mereka di rumah. Kebanyakan sih memiliki hobi tidur dan nonton film kesukaan di dalam kamar. Sehingga tak ada alasan buat mereka untuk pergi ke luar rumah.

5. Tipe Penyuka Keramaian

Tipe ini akan menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang. Entah itu berkumpul dengan teman-temannya di suatu tempat seperti cafe atau pergi menonton konser musik favorit mereka.

6. Tipe Media Sosial

Tipe media sosial ini adalag tipe orang yang tak bisa lepas dari media sosial barang sebentar saja. Saat bangun tidur, hal pertama kali yang akan dilakukan adalah mencari smartphone miliknya untuk membuka media sosialnya.

7. Tipe Romantis

Orang yang termasuk tipe ini biasanya orang yang memang memilih untuk menikah setelah lulus kuliah. Kebanyakan sih sedari SMA memang sudah punya pasangan, sehingga setelah lulus inginnya cepat-cepat menikah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

5 Hal Lucu yang akan Kamu Rasakan Saat Berjodoh dengan Sahabat Sendiri

Jodoh, kematian dan rezeki adalah rahasia Tuhan. Kamu tak akan pernah tahu dengan siapa akhirnya kamu berjodoh. Dengan orang yang belum pernah kamu kenal atau justru dengan orang yang susah sangat kamu kenal. Ada loh pasangan yang akhirnya berjodoh dengan sahabat sendiri.

Terbiasa dengan hubungan luwes yang terasa santai dan menyenangkan. Beberapa kali, kamu mungkin akan merasa aneh. “Kok bisa ya sampai berjodoh sama sahabat sendiri?. Nah, setidaknya berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin kamu rasakan ketika nanti berjodoh dengan sahabatmu sendiri.

1. Tertawa Sendiri Saat Memandang Wajah Pasangan

Saat kamu memandang wajahnya, itu sudah mengingatkanmu tentang apa yang sudah kalian lewati bersama. Dengannya? mungkin kamu tak pernah berpikir sebelumnya bahwa kamu akan berjodoh dengan sahabatmu yang konyol itu, dan itu kerap membuatmu tertawa hanya dengan memandang wajahnya saja.

2. Sering Berantem Saat Bertemu Namun Rindu Saat Sedang Jauh

Bahkan kamu pun sering bingung dengan tingkahmu ini. Saat pasanganmu ada di sampingmu justru kamu sangat sering bertengkar. Namun saat kamu berjauhan dengannya, rasanya rindumu begitu memuncak.

3. Berniat Romantis Namun Akhirnya Jadi Ledekan

Sebagai sepasang sahabat, kamu dan dia memang tak pernah bertingkah romantis. Jadi makhlum jika setelah menikah saat kamu maupun dia ingin mencoba romantis, selalu berakhir dengan ledekan satu sama lain.

4. Tak Jaim untuk Saling “Mempermalukan”

Kalian memang saling mencintai sebagai satu pasangan, namun humoris di dalam hubunganmu dengannya memang sudah besar. Sehingga tak ada lagi rasa jaim untuk mempermalukan satu sama lain.

5. Tak Mau Saling Mengalah untuk Berbagi Sesuatu

Bisa diambil contoh, untuk hal kecil seperti nonton TV. Kamu sering berebut remote control dengannya. Tak ada salah satu dari kalian yang mau mengalah. Bisa dibilang tingkahmu dengan pasangan layaknya anak kecil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top