Feature

Mitos Enteng Jodoh yang Masih Dipercaya Masyarakat Kita, Lalu Bagaimana Denganmu?

Konon usiamu sudah cukup matang, pekerjaan pun sudah pada level mapan, tapi hilal akan jodoh tak jua kunjung datang. Bukan tak punya pacar, hanya saja si dia masih belum menunjukkan tanda-tanda akan melamar. Tak enak hati untuk menuntutnya segera melamar, yang ada kamu mungkin akan galau tak karuan.

Nah daripada kamu akan lelap dirundung galau dan resah, cobalah melakukan hal lain yang bisa membuatmu mungkin lupa. Mulai dari menekuni hobby yang sudah lama tertunda, menikmati waktu bersama kerabat dekat, entah itu keluarga atau sahabat dekat.

Dan jika memang berkenan, tak ada salahnya juga jika kamu ingin mengikuti beberapa mitos seputar jodoh yang banyak dipercaya oleh orang-orang. Ini bukan sebuah ajakan untuk percaya akan hal-hal yang diluar kata nalar, hanya iseng-iseng berhadiah yang mungkin bisa kamu lakoni.

Dimulai dari Keberhasilanmu Menangkap Bucket Bunga Pada Resepsi Pernikahan, Konon Kamu Kan Segera Menyusul Menikah Jua

Sebenarnya mitos ini berkembang, bermula dari beberapa negara-negara maju seperti di Amerika dan Eropa. Tapi pelan-pelan, kini hal serupa juga jadi ritual yang banyak ditunggu perempuan lajang saat menghadiri resepsi pernikahan kerabat.

Dan dari beberapa mitos yang berkembang, barang siapa yang nanti berhasil menangkan lemparan bucket bunga dari pengantin, akan segera menyusul menikah juga. Nah, bagaimana menarik bukan? Demi membuktikannya cobalah untuk melakoninya.

Menghadiri Ritual Siraman Pernikahan Kerabat, Kamu Bisa Pakai Air Bekas Siraman Untuk Mandi Demi Jodoh yang Kian Dekat

Sumber : https://www.instagram.com/lucedaleco/

 Zaman boleh kian modern, tapi hingga kini mitos yang satu ini masih banyak diyakini oleh masyarakat yang berasal dari suku Jawa. Yap, menjadi bagian dari beberapa ritual pernikahan dalam tradisi Jawa, prosesi siraman biasanya dilakukan sehari sebelum acara pernikahan hari H berlangsung.

Mitosnya, air bekas sisa yang dipakai untuk menyiram kedua calon pengantin lengkap dengan bunga setamannya, bisa membuatmu enteng jodoh. Dan kalau memang ingin, kamu hanya perlu memakai air tersebut untuk mandi. Jadi jangan heran, ketika ritual siraman selesai mungkin akan ada beberapa orang yang berebutan untuk mendapatkan airnya.

Untuk Laki-laki, Cobalah Ambil Beberapa Putik Melati dari Sanggul Mempelai Perempuan

Sumber : https://www.instagram.com/dierabachir/

Kalau memang belum bisa mencuri hati si dia, kamu bisa memulainya dengan mencuri melati dari sanggul pengantin dengan diam-diam.

Barangkali ini akan terdengar sedikit aneh, sebab cara mengambilnya harusnya seperti mencuri. Tak ada yang tahu selain kamu, sebab jika ketahuan, konon mitosnya tak akan berjalan sesuai yang diharapkan. Coba saja dulu, masalah hasilnya biar nanti kenyataan yang akan menjelaskan. Berhasil atau tidak.

Dan Tak Hanya Itu Salah, Bahkan Melati di Keris Penganti Laki-laki Jawapun Konon Berdampak Pada Perempuan yang Masih Lajang

Sumber : https://www.instagram.com/allseasonsphoto

Mitos lain juga diperuntukkan untuk kamu para perempuan lajang. Jika tadi laki-laki diminta untuk mencuri melati dari sanggul pengantin perempuan, kali ini kamu juga bisa ambil bagian.

Caranya pun tergolong sederhana, kamu cuma diminta untuk mencuri melati yang biasa merekat pada keris pengantin laki-laki pada pesta pernikahan Adat Jawa. Sekilas ini akan lebih mudah daripada si Laki-laki yang harus mencuri melati dari sanggul. Tapi kamu juga tetap tak boleh ketahuan ya.

Nah yang Terakhir, Kamu Hanya Butuh Percaya Pada Sang Penguasa

Dari beberapa hal yang tadi sudah coba kami jelaskan, barangkali beberapa diantaranya sudah kamu lakukan. Tapi yang mau melamar atau dilamar tak kunjung datang. Jangan patah arang dulu, namanya juga mitos. Bisa jadi benar, bisa jadi tidak. Tinggal bagaimana kamu mempercayainya.

Dan jika ternyata masih belum ada tanda-tanda jodoh yang kian dekat, mungkin sebaiknya kamu berserah. Biarlah semuanya berjalan sesuai dengan rencana sang penguasa. Toh semua orang akan menikah pada waktunya.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Ternyata Laki-laki Bertubuh Pendek Lebih Sering Marah Dibanding Mereka yang Tinggi

Kalau harus diperhatikan, seorang lelaki yang bertubuh pendek ternyata lebih sering marah dan mudah terbakar cemburu dibanding mereka yang lebih tinggi. Tapi ini bukan sekedar perkiraan biasa. Karena dari hasil temuan para ilmuwan yang melakukan penelitian di Centres for Disease Control di Atlanta, ternyata lelaki bertubuh pendek lebih mudah terpancing emosi.

Menariknya lagi, penelitian yang dilakukan terhadap setidaknya 600 lelaki berusia 18 sampai 50 tahun ini, juga menemukan bahwa laki-laki bertubuh pendek juga lebih mudah emosi dan melakukan kekerasan dibanding mereka yang bertubuh  tinggi.

Hasil dari penelitian tersebut berkata, bahwa mereka yang pendek menganggap dirinya kurang maskulin yang kemudian bisa memicu tingkat ketakutan dan amarah dalam diri mereka.

Sumber : The Mirror

Disamping itu, penelitian lain yang dilakukan ilmuwan di Universitas Oxford juga mengungkapkan jika alasan seseorang bertubuh pendek lebih mudah marah sebenarnya sangat sederhana. Rasa percaya diri yang kurang, ditambah anggapan masyarakat tentang orang pendek kurang menarik, menjadikan mereka lebih mudah marah hingga berpikir negatif.

Namun tak selalu buruk, karena selain hasil temuan yang tadi sudah disebutkan. Peneliti tersebut juga menemukan fakta bahwa tak semua laki-laki bertubuh pendek lebih mudah marah. Karena, penelitian lain juga menemukan bahwa beberapa laki-laki pendek bahkan memiliki kesabaran yang lebih baik. Beberapa dari mereka juga memiliki rasa percaya diri tinggi, bahagia yang natural dan kemampuan menerima diri sendiri yang lebih baik.

Sumber : YouTube

Dengan kata lain, kita pun harus tahu jika faktor fisik bukanlah satu-satunya pemicu untuk seseorang, (khususnya laki-laki) kehilangan rasa percaya dirinya. Karena biasanya, ada beberapa hal lain yang juga mempengaruhinya. Mulai dari faktor ekonomi, lingkungan, keluarga, dan pekerjaan yang dimiliki.

Karena tinggi pendeknya seseorang kadang bukanlah sebuah jaminan bahwa ia mudah marah, cemburu atau tak percaya diri. Karena semuanya itu, kembali pada masing-masing pribadi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Melanie Putria dan Angga ‘Maliq & D’Essentials’, Resmi Bercerai!

Berbeda dengan Angga yang tak tampak dalam persidangan, Melanie Putria terlihat hadir dengan didampingi oleh kuasa hukumnya, pada sidang perceraiannya, yang digelar di Pengadilan Agama Jakarta Barat, kemarin Senin (21/1).

Dan atas kesepakatan bersama, keduanya akhirnya resmi bercerai sebagaimana hasil putusan yang dibacakan oleh hakim.

“Hari ini dikarenakan bukti sudah cukup, keterangan saksi juga sudah menguatkan alhamdulillah hari ini juga sekalian putusan. Sudah resmi bercerai,” ujar Indah Dewi Yani, kuasa hukum Melanie saat ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Barat, dikutip dari laman detik.com.

Ternyata proses perceraian keduanya sudah sejak lama dilangsungkan dan sepakat berpisah dengan baik-baik. 

Sebelumnya, keduanya menikah pada 7 Maret 2010 lalu. Dari pernikahannya itu, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Sheemar Rahman Purariredja. Jarang terlihat dalam gosip miring, keduanya tampak mesra di sosial media. Namun, mendadak harus berpisah setelah 8 tahun berumah tangga.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Dihargai Rp. 1.500/Kg, Petani di Banyuwangi Buang Buah Naga ke Sungai

Dinilai tak mendapat harga yang cukup mempuni, beberapa petani buah Naga di Bayuwangi terlihat membuang hasil panen ke sungai. Hanya dihargai sekitar Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per kilogram (kg). Tindakan para petani yang membuang buah naga ke sungai ini jadi salah satu bentuk protes atas merosotnya harga buah tersebut.

Dikutip dari laman Detik.com, Hari candra setyawan (29), warga Dusun Silirbaru Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi mengaku, anjloknya buah naga di Banyuwangi membuat dirinya merugi.

“Terpaksa saya buang ke sungai karena memang tidak laku. Dijual pun juga tidak nutut dengan ongkos petani,” ujarnya kepada wartawan, Senin (21/1/2019).

Dan dari foto dan video yang beredar luas di dunia maya, konon kegiatan membuang buah naga tersebut adalah kali kedua. “Ini bentuk protes kami karena buah naga dari Banyuwangi tidak laku dipasarkan. Kemarin kita buang 100 kilo. Ini lebih banyak lagi. Hampir 200 kilogram,” tambahnya.

Dianggap tak bisa mengembalikan modal, beberapa petani buah naga di wilayah sekitaran Banyuwangi, yakni di Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, akhirnya mempersilahkan masyarakat untuk memetik sendiri buah naga di kebunnya.

“Silakan kalau mau ambil sendiri di kebun. Gratis. Harga tidak nutup dengan ongkos petik,” ujar Ukri, dikutip masih dari laman yang sama.

Situasi ini sudah berjalan sekitar 2 minggu lebih, padahal menurut Ukri para petani baru bisa dikatakan mendapat untung jika harga buah naga diatas Rp. 6.500/kg.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top