Feature

Meski Tak Ada yang Terasa Janggal, Bisa Jadi Kamu dan Dia Terlibat Perselingkuhan Emosional, Sadarilah

Perasaanmu kepadanya memang nihil. Kamu dan dia memiliki ikatan sebatas hubungan kerja yang membuat kalian ke mana-mana harus selalu bersama. Mulai dari makan siang sampai pulang kantor, bahkan kalian cukup sering berbalas pesan untuk membahas soal pekerjaan. Seringnya kalian bersama, membuat hubungan kian akrab. Saking akrabnya, ia pernah melempar gombalan dengan aroma canda yang kamu balas dengan tawa.

Kamu tak mungkin lupa kalau sudah memiliki kekasih. Dari sudut pandangmu, persahabatan kalian tidak ada potensi berbahaya, pun tak ada tanda-tanda mengarah ke perselingkuhan. Tetapi apakah kamu berani untuk menceritakan apa saja yang telah kamu lalui dengan temanmu itu? Atau apakah kamu yakin apabila pasanganmu melihat kedekatan kalian, dia akan merasa baik-baik saja? Secara tidak sadar, kamu dan teman kerjamu itu telah mengalami sebuah perselingkuhan juga, yang dinamakan sebagai perselingkuhan emosional. Kok bisa? Pahami dulu nih, apa itu perselingkuhan emosional!

Jam Makan Siang sampai Akhir Pekan Kerap Bertemu dengan Tajuk Pekerjaan

Kebanyakan orang memiliki hubungan emosional dengan seseorang karena mereka sering menghabiskan banyak waktu bersama. Kebetulan orang tersebut ternyata teman yang sangat baik. Akan tetapi, teman dapat berubah menjadi sesuatu yang lebih bila pasanganmu bukan orang nomor satu lagi.” ungkap Alicia H. Clark seorang terapis di Washington DC.

Diharuskan bekerja sebagai tim, membuat intensitas bertemu kalian semakin sering, hingga merembet ke luar pekerjaan. Apa yang kamu rasakan memang biasa saja. Tapi karena intensitas bertemu yang semakin lama makin sering, kamu pun jadi tak bisa menduga rasa apa yang timbul antara kamu dengan temanmu.

Muncul Sebuah Rasa untuk Cepat Kembali Bekerja agar Dapat Berbincang Dengannya

Seorang terapis pernikahan di Burbank bernama Caroline Madden mengatakan, “Kamu menghitung mundur jam atau hari. Saat kamu mengirimkan pesan di media sosial kepada orang tersebut. Terus kamu memeriksa berkali-kali apakah dia membacanya. Jika kamu tidak dapat menahan kegembiraan itu, mungkin ini merupakan sebuah pertanda bahwa kamu sedang terjebak perselingkuhan emosional dengannya.”

Tiba-tiba kamu kangen kerja, rindu untuk bertemu dengannya sekaligus untuk mengobrol soal apa pun. Hal ini dapat kamu alami. Apabila ciri-ciri seperti ini sudah hinggap kepadamu, berarti kamu sudah mengalami perselingkuhan secara emosional. Fatalnya, rasa rindu ini terjadi kepada seseorang yang kamu sebut teman. Sedangkan pasanganmu justru tidak kamu rindukan.

Kerap Membayangkan sampai Timbul Fantasi apabila Kamu dan Dia Berpacaran

Peringatan terbesar apakah kamu terlibat perselingkuhan emosional dengan rekan kerjamu adalah ketika kamu mulai memiliki fantasi intim tentang orang tersebut. Itu bagi saya adalah nomor satu, selain itu, kamu sudah ketagihan bila kamu memiliki impian pertama tentang orang tersebut. Itu adalah tanda yang sangat kuat,” ujar Clark dikutip dari The Huffington post.

Kamu pun pernah digombali dengan kata, “Apabila kita pacaran, mungkin pekerjaan menjadi bahan obrolan kita ya,”. Kemudian kamu membalas gombalan itu dengan tawa. Tapi tiba-tiba kamu memikirkan kata-katanya, bahkan sambil berimajinasi tanpa bisa menyembunyikan senyum simpul di raut wajahmu. Bahkan kamu sampai terbawa mimpi dengannya, mungkin itu tanda kalau alam bawah sadarmu ingin memberitahumu.

Mulai Mengutamakan Rekan Kerja daripada Kekasih yang “Katanya” Ada di Hati

Ketika kamu mulai mengatakan kepada rekan kerjamu hal-hal yang tidak kamu katakan pada pasanganmu, atau kamu berpikir untuk mengatakan terlebih dahulu pada rekan kerjamu untuk melihat responnya kemudian barulah memberitahu pasangan. Menurut saya, itu bukanlah pertanda bagus. Itu adalah indikasi kedekatanmu dengan rekan kerjamu sangat penting satu sama lain,” ungkap Clark.

Kamu sering lebih dahulu memberi tahu teman dekatmu itu daripada pasanganmu. Dalam hal ini, tentu kamu tahu ‘kan persoalan prioritas. Bukannya bermaksud berlebihan tetapi sesuatu hal yang spesial yang terjadi dalam hidupmu pasti akan kamu bagikan ke orang yang spesial dalam hidupmu.

Bukankah pasanganmu yang seharusnya spesial buatmu, harusnya tahu lebih dulu? Bukan seolah-olah dia mengetahui lebih dulu, padahal kamu telah memberi tahu teman dekatmu. Mungkin kamu bisa membayangkan kalau hal ini dibalik dan terjadi kepadamu. Apa yang kamu pikirkan? Marah? Atau biasa saja?

Hingga Kamu Merasa kalau Pertemanan Ini Harus Kamu Sembunyikan dari Pasangan

Jika kamu menyembunyikan teks, panggilan, rapat, percakapan, aktivitas online, dari pasanganmu, maka ada hubungan lebih jauh antara kamu dengan rekan kerjamu tersebut. Hal ini dinamakan perselingkuhan emosional,” ungkap Debra Campbell, seorang psikolog dan terapis pasangan.

Kalau tak ada apa-apa kenapa harus disembunyikan? Apakah memang ada suatu hal yang kamu khawatirkan akan memancing emosi pasangan? Mulanya kamu menceritakan tentang rekan kerjamu kepada pasangan. Tetapi lama-kelamaan kamu takut untuk menceritakan dan berupaya menyembunyikan. Kalau memang begitu, sudah saatnya kamu menyadari apa yang sebenarnya terjadi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Lika-Liku Selingkuh, yang Perlu Kamu Tahu

Setelah banyaknya kasus selingkuh yang kerap dikaitkan dengan istilah ‘Pelakor’, beberapa orang menjadi was-was. Takut jika pasangannya dipikat atau terpikat oleh pihak lain. Padahal yang namanya selingkuh, itu tak hanya karena si penggoda saja. Lihat juga reaksi yang digoda, atau jangan-jangan pasanganmulah yang menggoda.

Jangan buru-buru sensi, buat bilang kalau si lelaki selingkuhan istrimu adalah brengsek. Atau perempuan yang konon merebut suamimu, kau cap murahan. Sekali lagi, selingkuh dilakukan dua orang dengan sadar. Tak ada yang bisa dibenarkan dan disalahkan. Agar tak terjebak dalam pemahaman yang salah, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang selak beluk penyelewengan yang melukai hati.

Kenali Dulu Siapa Dia, Sebab dari Hasil Penelitian Ada Orang yang Memang Gampang Selingkuh

Selingkuh itu merenggut kebahagian, dan memotong impian masa depan. Untuk itu, mendapati pasangan yang mendua jelas jadi sesuatu yang tak diinginkan kita semua. Nah, untuk membebaskan dari ancaman kejadian yang menyakitkan ini. Dari hasil beberapa penelitian, inilah beberapa jenis karakter orang yang disebut-sebut mudah sekali untuk selingkuh.

Apalagi Jika Dirinya Gemar Posting Foto Mesra di Sosial Media

Dikutip dari laman Tirto.id, Gwendolyn Seidman, seorang profesor psikologi pada Albright College, yang mempelajari relationship dan cyberpsychology menyatakan bahwa saat ini banyak pasangan yang merasa perlu menampilkan hubungan percintaan mereka di media sosial. Bukan benar-benar bahagia, pasangan yang gemar memasang foto mesra, bisa jadi sedang menyembunyikan masalah hubungannya.

Dan Jika Suamimu Mendadak ‘Bernafsu’ Bisa Jadi Ia Sedang Selingkuh

Tanpa bermaksud untuk mengajakmu tak percaya pada suamimu. Namun, perubahan yang signifikan perlu untuk dicurigai. Coba perhatikan lagi, bagaimana ia bersikap sebelumnya. Masih serupa atau mendadak berbeda. Bahkan, dari hasil penelitian. Suami atau pasangan yang sedang berselingkuh, konon akan lebih bernafsu bercinta dari hari-hari biasa. 

Itulah Sebabnya, Hasil Studi Bilang : Tukang Selingkuh Berpotensi Meninggal Lebih Cepat dari Dia yang Setia

Untuk kamu para pelaku yang kerap berselingkuh, hati-hat saja nih. Pasalnya, sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuan dan diterbitkan dalam Jurnal Of Sexual Medicine oleh University Of Florence, Italia menyebutkan, kebiasaan selingkuh terbukti membuat usia lelaki lebih cepat meninggal dibandingkan laki-laki yang setia.

Tapi Selalu Ada Alasan, yang Memicu Seseorang Selingkuh dari Pasangannya

Percayalah selingkuh selalu jadi awal atas segala kerhancuran hubungan dengan pasangan. Namun, kalaupun harus ditelisik lebih dekat, faktor pemicu yang akhirnya membuat seseorang selingkuh jelas sangatlah beragam. Untuk itu, sekelompok ilmuwan punya penjelasan menganai alasan seseorang menyeleweng dari pasangannya. Berikut ini adalah beberapa alasannya.  

Lalu Jika Sudah Selingkuh, Pantaskah Ia Kembali Lagi Padamu?

Jadi momok yang selalu ditakutkan dalam hubungan, tak seorang pun ingin hubungannya berakhir karena perselingkuhan. Tapi, perjalanan cerita cinta selalu datang dengan berbagai macam kejutannya. Jika “selingkuh” tiba-tiba jadi prahara, kita tak selalu bisa menolaknya. Untuk bisa mempertimbankan apakau dirinya layak diterima lagi atau tidak, kamu bisa membacanya disini.

Sebagai Pelajaran yang Akan Menguatkan, Mari Berbenah Diri dari Sakit Hati Karena Diselingkuhi

Tak bisa memilih cerita hidup, beberapa orang bernasib sial karena pernah menjadi korban perselingkuhan dari seseorang yang mungkin disayang. Tapi nasi sudah menjadi bubur, segala bentuk sakit hati yang tak bisa dihindari. Ada beberapa pelajar yang bisa kamu jadikan acuan untuk terus bangkit dari sakit hati, karena diselingkuhi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Sederet Alasan, Mengapa Seseorang Selingkuh dari Pasangan

Percayalah selingkuh selalu jadi awal atas segala kerhancuran hubungan dengan pasangan. Namun, kalaupun harus ditelisik lebih dekat, faktor pemicu yang akhirnya membuat seseorang selingkuh jelas sangatlah beragam. Untuk itu, sekelompok ilmuwan punya penjelasan menganai alasan seseorang menyeleweng dari pasangannya.

Dan dari hasil temuan tersebut, sebagaimana yang dilansir dari Brightside.me, ada beberapa alasan yang bisa membuat seseorang berselingkuh. Berlaku untuk setiap orang, termaksud mereka yang hubungannya terlihat mesra. Sebab mereka juga berpotensi untuk tergoda oleh orang ketiga.

Keintiman Memudar dan Tak Tahu Bagaimana Caranya Mengembalikan

Bayangkan, kamu akan bertemu dengan orang yang sama setiap hari. Dari sejak kamu membuka mata hingga tertidur pada malam harinya. Bosan itu manusiawi, tapi jika hal tersebut justru merubah kalian berdua sampai kehilangan keintiman. Jelas bisa berbahaya. Tak mamu untuk menciptakan suasana yang bisa membawa kalian dalam percakapan hangat, jadi kemungkinan yang bisa menghantar hubungan pada perselingkuhan, yang bisa berakhir pada perceraian. 

Seks sering disebut-sebut sbagai salah satu hal yang dicari oleh lelaki yang berselingkuh dari pasangannya. Padalah, pada buku The Truth on Cheating, konselor pernikahan Gary Neuman mengatakan bahwa 47% klien lelakinya yang berselingkuh mengaku tak memiliki keintiman emosional dengan pasangannya. Dan kian sulit untuk bisa dideteksi, karena laki-laki tidak suka menunjukkan perasaan mereka. Padahal, banyak perempuan yang sangat menginginkan agar pasangan prianya memiliki perasaan terbuka.

Merasa Tak Dihargai Oleh Pasangan Sendiri

Percaya atau tidak, sebagian besar lelaki menginginkan eksistensi dan penghargaan atas apapun juga. Akan jadi cerita buruk, jika ternyata sang istri berperilaku dengan sesuka hati tanpa berpikir bagaimana perasaan sang suami. Entah dari perkataan, sikap, perbuatan, dan hal lain dalam interaksi serta hubungan berdua.

Laki-laki akan merasa dilukai tatkala istrinya memandang rendah pekerjaannya, hanya karena si istri punya penghasilan yang lebih besar, misalnya. Rasa rendah diri atas sikap seperti ini akhirnya melahirkan sakit hati yang kemudian memicunya untuk mencari perempuan lain yang bisa menghargai dirinya seperti keinginannya. Dan bisa terjadi juga sebaliknya, perempuan selingkuh karena tak merasa dihargai oleh suaminya.

Berkurangnya Romansa dan Gairah Tiap Kali Ingin Bercinta

Yap, tetap mempertahankan romansa cinta seperti awal menikah memang susah. Geliat bercinta dan emosi bisa pudar seiring bertambahnya usia. Tapi, hal yang perlu dan baiknya tetap ditumbuhkan keterbukaan perihal kehidupan seks pada pasangan kita. Karena kalau tidak, pasanganmu bisa pergi dan mencari kebutuhan jasmaninya di luar.

Hal ini dibenarkan oleh survei dalam buku berjudul The Normal Bar oleh Chrisianna Northrup, Pepper Schwartz, dan James Witte. Katanya, kurangnya emosi, hilangnya geliat romansa, serta kehidupan seks yang membosankan menjadi alasan bagi 70% pria dan 49% wanita memutuskan untuk berselingkuh dari pasangannya. Menariknya, orang-orang dalam surveri tersebut mengaku memiliki kehidupan yang bahagia secara umum. Tak ada masalah atau skandal lainnya.

Waktu yang Tadinya Dipake Berdua, Direnggut Oleh Sosial Media

Mewabahnya tren sosial media, memang memberi dampak tersendiri bagi hubungan. Lelaki yang sibuk pada games di ponsel pintar atau perempuan yang terus berselancar pada timeline Instagram. Kadang perempuan lupa, bahwa ada pasangan yang perlu disambut ketika pulang kerja. Begitu pun sebaliknya, laki-laki lupa kalau istrinya pun butuh waktu berdua untuk tetap menghidupkan rasa.

Maka jika salah satu pasangan sudah terjebak pada aktivitas dunia maya yang berlebihan, kemungkinan selingkuh akan meningkat. Sementara kamu sibuk denga gadgetmu, lelakimu mungkin akan sibuk mencari perempuan yang bisa menggantikan peranmu.

Salah Satu atau Masing-masing, Terlalu Sibuk untuk Bekerja

Kecintaan terhadap pekerjaan dan alasan lain, seringkali membuat seseorang lupa. Bahwa selain mengumpulkan pundi-pundi rupiah, ada pasangan yang juga membutuhkan dirinya. Perjalanan bisnis atau kebohongan yang disengaja, jadi celah paling banyak yang dimanfaatkan oleh lelaki untuk menyeleweng dari pasangan.

Sedangkan perempuan, biasanya akan berselingkuh di tempat kerja, pada rekan yang biasanya dekat dan bisa memahaminya. Dan, tahun 6 hingga ke 9 konon jadi tahun paling rawan atas perselingkuhan yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Dari sini kita belajar, bahwa manajemen waktu antara bekerja dan pulang ke rumah menikmati kebersamaan dengan pasangan bisa jadi salah satu penekan keinginan selingkuh dari pasangan.

Mendapat Pengaruh dari Luar Diri

Yap, circle pertemanan memang kerap disebut-sebut sebagai pembentuk karakter seseorang. Walau sebenarnya kita tetap jadi pihak terkuat yang bisa menentukan akan jadi seperti apa kita kelak. Kita cenderung bersikap sebagaimana beberapa teman kita bersikap.

Bahkan dalam sebuah polling anonim, lebih dari 75% laki-laki yang melakukan hubungan badan dengan perempuan yang bukan istrinya mengaku terpengaruh karena teman-temannya juga melakukan hal yang sama. Dengan kata lain, orang sekitar bisa jadi pemicu yang mendorong seseorang untuk selingkuh.

Selingkuh, Sudah Jadi Kebiasaan yang Mendarah Daging Baginya

Percayalah, persentase seorang peselingkuh berubah sangatlah sedikit. Jadi, jika sudah pernah ketahuan satu kali selingkuh, kemungkinan besar akan melakukan hal serupa di hari berikutnya. Sebab, selingkuh itu memberi efek ‘nagih’. Ada sensasi berbeda yang dirasa ketika berhasil menaklukkan banyak perempuan, jika ia adalah seorang lelaki. Pun begitu sebaliknya.

Maka jika sedari pacaran saja, kamu sudah tahu ia adalah ‘tukang selingkuh’. Sebaiknya pertimbangkan niatmu untuk terus bersamanya. Karena sifat tersebut, mungkin sudah jadi tabiatnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Melody Dambakan Momongan Sembari Coba Bisnis Baru

Setelah resmi menikah dengan Hanif Fathoni pada 2018, Melody Nurramdhani Laksani eks personel JKT48 mengaku tengah mendambakan hadirnya momongan.  Pernyataan itu langsung dilontarkan sendiri oleh Melody. Penyanyi kelahiran Bandung itu mengatakan bahwa keinginannya untuk memiliki momongan belum tercapai hingga saat ini.

“Ya pasti mau lah (punya momongan), cuma kan gimana yang ngasih saja,” ucap Melody seperti dikutip Viva.co.id, Jumat (22/3).

Kemudian, Melody pun mengatakan bahwa ia tidak melakukan program kehamilan ataupun menunda kehamilan. Semuanya ia pasrahkan kepada Tuhan.

“Enggak lah enggak ada nunda-nundaan (kehamilan) Segimana di kasih Allah saja,” tuturnya.

Lebih lanjut, wanita kelahiran tahun 1992 itu juga mengatakan bahwa pasca menikah, ia dan sang suami tertarik untuk berkarir di dunia bisnis, khususnya bisnis di bidang pertanian.

“(Bisnis) kuliner sih enak, tapi sudah banyak. Cuma kalau kita berinovasi kan kita juga enggak tahu ya, tapi kalau ada kesempatan bisnis pertanian ada mengarah ke situ juga,” tuturnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top