Feature

Meski Sedang Renovasi Rumah, Bukan Berarti Kamu dan Pasangan Tak Bisa Menabung

Di usia pernikahan yang masih di bawah sepuluh tahun, pasti kamu merasa ujian sedang banyak-banyaknya. Termasuk perihal keuangan. Sepertinya kamu sudah seefisien mungkin mengatur skala keuangan, namun tetap saja ada anggaran yang perlu ditambahkan yang membuatmu dan pasangan harus ekstra hemat. Tak terkecuali saat keluarga kecilmu ini harus menghadapi kenyataan kalau rumah yang kalian tempati butuh renovasi.

Begitulah, namanya juga rumah tangga. Ada saja keperluannya. Untuk masalah renovasi, memang sebaiknya jangan ditunda. Kalau kamu punya tabungan, lakukanlah segera. Tak perlu takut pengeluaranmu membengkak atau tak bisa menabung. Lakoni saja tips di bawah ini siapa tahu membantu masalah keuangan keluarga kecilmu, Kawan.

Bila Biasanya Kamu Bisa Belanja Pernak-pernik Baru Setiap Bulannya, Kali Ini Pakailah Barang Serbaguna dan Jadikan Kreasi DIY

Uang yang selama ini mungkin kamu alokasikan untuk beli ini itu, pada akhirnya harus kamu pakai untuk menambah anggaran renovasi. Nah, kalau mungkin pernak-pernik di dalam rumah sudah ada yang harus diganti, coba pertimbangkan dulu, haruskah menggantinya dengan barang baru atau cukup membuat kreasi DIY?

Bagaimanapun, kalau sudah berumahtangga, yang lebih penting itu fungsi barangnya, ‘kan? Untuk itu, kalau sekiranya kamu bisa membuat kreasi DIY, lakukan saja dibanding membeli barang baru yang justru menambah pengeluaranmu…

Jangan Membuang Apa pun yang Sudah Ada di Dalam Rumahmu

Kebiasaan buruk orang yang suka renovasi rumah adalah membuang benda-benda yang sudah lama ada dan mulai memikirkan untuk beli yang baru. Padahal, barang tersebut belum sepenuhnya rusak atau memang masih layak untuk disimpan.

Nah, cobalah kurangi kebiasaan ini. Hitung-hitung daripada anggarannya dipakai untuk membeli barang baru, lebih baik ditabung, ‘kan? Cobalah untuk hidup hemat dan memakai perspektif fungsional bila melihat suatu benda. Dengan demikian, kamu akan terselamatkan dari yang namanya buang-buang uang untuk barang yang tak terlalu penting.

Tak Usah Malu Beli Barang Secondhand

Tak semua barang preloved atau second atau bekas itu jelek dan tak  bermanfaat. Justru keberadaan barang-barang ini sifatnya opsional. Kalau kamu mau berhemat, ya alokasikan saja sebagian uangmu untuk beli barang second yang terhitung murah dan harganya masuk akal. Kamu bisa mencari barang yang kamu perlukan lewat situs internet yang terpercaya sehingga tak usah takut barang yang kamu beli layak pakai atau tidak.

Tak Usah Mendewakan Sebuah Merk Ternama

Sampai hari ini, ada lho tipikal orang yang gengsinya tinggi sehingga merasa perlu untuk beli barang-barang yang branded alias bermerk, sekalipun untuk perabot rumah tangga. Padahal kalau mau menurunkan sedikit saja gengsinya yaitu dengan membeli barang-barang alternatif, kamu bisa belajar berhemat, lho! Biasanya barang-barang alternatif seperti dari merk lokal, harganya jauh lebih ramah di kantong, sehingga kamu pun tak boros dan masih bisa menabung selagi rumahmu sedang direnovasi.

Pintar-pintar Memilih Barang, Terutama bila Belanja di Online Shop

Bayangkan, kamu sudah lelah menabung untuk beli keperluan renovasi rumah, tapi karena kurang berhati-hati, kamu pun jadi asal beli dan akhirnya salah beli perabotan. Entah yang kualitasnya kurang baik atau justru rusak saat sedang pengemasan. Duh, justru jadi rugi sendiri, ‘kan?

Karenanya yang namanya pintar-pintar saat belanja perabot rumahan itu perlu. Supaya uangmu tak berkurang dengan sia-sia. Siasati beli sesuatu dengan platform yang menawarkan cashback. Beberapa kali berbelanja dan kalau cashback-mu terkumpul, lumayan juga ‘kan kalau bisa masuk ke rekening tabungan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Jangan Cepat Menghakimi, Perempuan yang Terlihat Nakal Belum Tentu Seperti yang Kita Pikirkan

“Jangan menilai seseorang hanya dari tampilan luarnya saja”

Peribahasa itu memang sudah tidak asing di telinga kita, namun tetap saja masyarakat sangat sulit untuk menerapkannya dalam kehidupan nyata. Karena faktanya, apa yang kita lihat dari luar itulah yang akan kita simpulkan. Seperti halnya tentang perempuan nakal, hanya karena penampilan atau sifatnya yang sedikit berani dari perempuan lainnya maka di cap nakal sudah biasa baginya. Padahal, hati seseorang siapa yang tahu kan? Bagaimana jika hatinya memang baik, melebihi kita yang menghakiminya seenaknya.

Perempuan yang kelihatan nakal memang rentan mendapat pandangan negatif dari laki-laki, yah namanya juga laki-laki, jangankan perempuan yang kelihatan nakal yang tertutup saja masih ada saja yang menggoda. Padahal tidak semua perempuan yang kelihatannya nakal itu bisa diajak seenaknya. Sebenarnya bagaimana sih perempuan yang kelihatan nakal itu? Inilah beberapa uraian nya.

1. Perempuan Perokok Sudah Pasti Di Cap Nakal

Mungkin hal ini masih menimbulkan pro dan kontra, terutama di Indonesia. Tetapi kita tidak bisa menilai secara langsung perilaku perempuan merokok yang selalu disamakan dengan perempuan nakal kan? Memang sih kebanyakan perempuan yang ‘nakal’ itu merokok, tapi tidak semua perempuan yang merokok itu nakal.

Siapa tahu perempuan yang merokok itu memang sudah kecanduan seperti kalian laki-laki, jangan dulu menghakimi dia dengan menyebutnya nakal. Kepribadian seseorang tidak hanya dilihat dari sikap dan perilakunya, hati manusia cukup luas dan tidak bisa di simpulkan begitu saja. Stop nething ya!

2. Perempuan Dengan Rambut Di Cat Seringkali Dianggap Nakal


Gaya dandanan seseorang lebih banyak berhubungan dengan bagaimana seleranya merias diri. Tapi perempuan yang rambutnya dicat warna terang atau bahkan dicat blonde seringkali dicap sebagai perempuan yang ‘nakal’. Hal ini karena kita orang Indonesia umumnya punya rambut dengan warna hitam, sehingga dengan mengecat rambut maka penampilan perempuan jadi terlihat mencolok dan memancing perhatian banyak orang, terutama kaum laki-laki. Padahal tidak semuanya begitu, penampilan itu hak semua orang bukan?

Sekali lagi saya tekankan, menilai kepribadian itu tidak cukup dari penampilannya saja. Gaya seseorang itu berbeda-beda, cobalah untuk tetap menghargai tanpa menghakimi.

3. Perempuan Bertato Identik Dengan Kekerasan dan Kenakalan


Fenomena perempuan bertato memang seringkali mendapat pandangan negatif dari masyarakat, mereka menganggap dia sebagai perempuan yang bisa diajak seenaknya dan identik dengan kekerasan, padahal semua itu kembali pada cara pandang kita. Prinsip seseorang itu berbeda-beda.

Siapa tahu, perempuan yang kamu lihat punya tato di tangannya kemarin adalah seorang aktivis sosial yang menolong banyak orang. Siapa tahu juga, dia memang dulunya nakal tapi sekarang sudah nggak mau melakukan hal fana lagi. Mungkin juga seorang perempuan yang tatoan memang berperilaku hidup bebas, tapi dia memiliki prinsip dan komitmen yang ia pegang kuat, cobalah untuk memikirkan hal-hal baik tersebut sebelum menghakiminya.

4. Berpakaian Ketat dan Terbuka Seringkali Mendapat Cap Murahan


Cara berpakaian di negara kita memang sering menuai pro kontra, yang tertutup belum tentu baik dan yang terbuka juga belum tentu buruk. Mungkin saja dia berpenampilan terbuka karena tinggal di daerah yang bersuhu tinggi, atau mungkin juga dia menyukai kebebasan, selama masih batas wajar dan tidak mengganggu hidup kita kenapa kita harus menghakimi mereka?

Memang banyak perempuan yang mendapat pelecehan karena caranya berpakaian, bahkan laki-laki pun sering menyalahkan perempuan karena hal itu. Padahal saya yakin tidak ada perempuan yang ingin dilecehkan hanya karena caranya berpakaian. Cobalah untuk tetap berpikir positif jangan selalu memberikan komentar negatif pada sesuatu yang belum kita ketahui kebenarannya.

5. Pulang Malam Bukan Berarti Perempuan Malam Juga


Jangan dulu berpikiran negatif saat melihat perempuan pulang malam, mungkin saja dia baru pulang dari pekerjaan atau kuliahnya, zaman sekarang memang sudah banyak kegiatan yang menuntut untuk di selesaikan sampai malam. Tidak semua perempuan yang pulang malam itu kupu-kupu malam, tolong buang jauh-jauh pemikiran tersebut.

Bisa jadi mereka adalah perempuan-perempuan tangguh yang baru pulang bekerja keras. Bayangkan mereka sudah cape dengan kegiatannya lalu kamu memberikan cap negatif terhadapnya, semua itu hanya akan memberi rasa sakit dan sama sekali tidak ada untungnya untukmu sebenarnya.

Sekarang tahu kan, kenapa bahaya banget buat memberikan cap buruk kepada seseorang. Kalau kamu langsung ngecap perempuan nakal hanya berdasarkan apa yang kamu lihat, mendingan sih introspeksi lagi deh. Mulai sekarang belajarlah untuk tidak menilai seseorang hanya karena penampilan dan sikapnya saja, jangan mudah tertipu ya, kurangi dosa dengan berhenti menghakimi orang lain.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Kenyaman Berkendara Jadi Pilihan Generasi Milenial

Rasa nyaman dalam berkendara jadi perhatian semua kalangan, termasuk generasi milenial. Apalagi generasi yang dikenal dinamis ini, selalu diselingi aktivitas padat yang membuat mereka kerap berpindah-pindah tempat. Tentu, rasa lelah bakal menyelimuti, ditambah lagi harus berkendara sendiri. Wajar apabila generasi milenial sangat mendambakan kendaraan yang mengerti dirinya alias nyaman di bawa ke mana-mana.

Demi menjawab keresahan akan rasa nyaman. Suzuki mengeluarkan motor matic Nex II. Motor ini memprioritaskan rasa nyaman para pengendara seperti generasi milenial lewat fitur yang dimiliki. Dari porsi tempat duduk atau jok, tingginya telah disesuaikan untuk postur anak muda Indonesia kebanyakan. Pengendara tidak akan lagi mengeluh rasa pegal bagian pinggang atau pinggul saat berkendara.

Selain itu, Suzuki Nex II kini hadir dengan kompartemen luas di bagian depan. Pengendara bisa menaruh barang lebih banyak tanpa khawatir. Seperti inner pocket Suzuki Nex II yang mampu menampung botol air minum dengan isi 600 ml. Bahkan untuk pengendara yang membawa tas dalam beraktivitas bisa menggantung di bagian depan. Karena terdapat hook yang berfungsi untuk menaruh tas.

Kepuasan pengendara tidak hanya dalam kenyamanan tentunya. Motor ini motor ini juga dibekali mesin berkapasitas 115cc dengan teknologi SEP (Suzuki Eco Performance).Di mana mesinnya mampu menyemburkan tenaga sebesar 6,7 KW pada 8000 RPM. Serta memiliki kapasitas tangki penuh 3,6 Liter yang bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km.

Nah selain fitur-fitur asik yang sudah dijelaskan sedari tadi, kamu juga bebas memiih varian Suzuki Nex II mana yang sesuai dengan keinginan hati. Mulai dari Sporty Runner – Brilliant White, Sporty Runner – Titan Black, Sporty Runner – Stronger Red, Fancy Dynamic – Brilliant White, Fancy Dynamic – Titan Black, Fancy Dynamic – Stronger Red, Standard – Briliant White, Standard – Titan Black, Standard – Stronger Red, Elegant Standar – Solid Black, Elegant Standar – Mat Stellar Blue, Elegant Premium – Solid Black, dan Elegant Premium – Mat Stellar Blue.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Kondisi Terbaru Butet Kertaradjasa Pasca ‘Ambruk’ Saat Sedang Pentas

Kondisi kesehatan seninman Butet Kertaradjasa kian membaik pasca dirinya ambruk saat sedang melakoni pentas teater berjudul Kanjeng Sepuh di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jumat lalu. Sutradara Agus Noor mengungkapkan bahwa seusai pementasan, Butet langsung dibawa ke Rumah Sakit Saint Carolus, Jakarta Pusat.

“Ya, Butet Kartaredjasa baru saja diwisuda dengan cara operasi pasang empat ring di pembuluh jantungnya. Selamat, Jenderal Butet. Senang kowe wis iso ngguyu neh,” katanya seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (25/3/2019).

Sebelumnya, Agus melalui akun Instagram Agus Noor menuturkan bahwa Butet ambruk saat pementasan berjalan di menit 60-an. Tubuh Butet lemas, dingin, dan pucat. Dia mengalami serangan jantung ketika itu. Sejumlah kru medis kemudian turun untuk menangani Butet yang mengalami serangan jantung. Tatkala di atas panggung pementasan masih berjalan, kondisi Butet berangsur membaik dan ia bersikukuh tampil kembali. Namun Agus mencoba menahannya.

“Butet bersikeras muncul ke panggung. Saya tak yakin. ‘Biarlah saya menuntaskan kewajiban saya dengan terhormat malam ini.’ Begitu ia berkata. Tapi kowe jangan mati di panggung, nanti malah ngrepoti,’ kata saya. Dia tertawa. Maka, saya pun membiarkannya muncul menutup adegan terakhir, saat Semar mengungkap rahasia kebenaran,” tulis Agus lagi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top