Trending

Meski Ditawari Honor Dua Kali Lipat, Uya Kuya Tolak Isi Program Sahur

Pembawa acara Uya Kuya mengaku sengaja menolak tawaran untuk mengisi program sahur di televisi lantaran sang istri, Astrid tak memberinya izin.

“Gue berhasil pertahankan tradisi keluarga gue buat sahur di rumah. Istri gue melarang gue untuk ambil acara sahur. Gue sih pengin. Padahal gue pengin beli mobil baru,” kata Uya seperti dikutip Kompas.com, Rabu (6/6/2018).

Sementara menurut Astrid, ia meminta Uya untuk tak serakah menerima tawaran sahur. Di lain sisi, ia juga mencemaskan kesehatan sang suami.

“Enggak boleh maruk. Benar kan? Karena dia kan ada acara pagi, sore, menuju maghrib. Buat apa kalau nanti sakit? Sudah enggak usah maruk deh. Sudah banyak dan tawarannya menggiurkan. Soalnya paling enak setelah sahur itu shalat berjamaah sama keluarga,” ujar Astrid.

Lantaran sang istri sudah berpendapat demikian, Uya mengaku harus menolaknya meski memang tawarannya menggiurkan. Apalagi, menurut Uya untuk mengisi program sahur, upah yang diterima bisa dua hingga tiga kali lipat dari biasanya.

“Pokoknya kalau sahur itu harganya minimal dua kali sampai tiga kali lipat. Tapi kita tolak, bukan kita sih, bini gue tolak. He he he,” ucap Uya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Karya Seniman Eko Nugroho Sedang Bertengger di Galeri Nasional Singapura

Cahayanya yang terang, jadi salah satu hal yang akan kita pikirkan setiap kali mendengar nama kunang-kunang. Dan ternyata, seniman Eko Nugroho juga punya kenangan indah akan binatang yang sering terlihat di malam hari tersebut. 

Ini bisa kita lihat, dari karya instalasi ‘Kenangan Kunang-Kunang’ atau ‘Memories of Fireflies’ miliknya, yang saat ini sedang turut serta dipajangkan dalam pagelaran ‘The Gallery Children’s Biennale: Embracing Wonder’ bersama seniman-seniman Asia lainnya. 

Setidaknya, Eko Nugroho menampilkan enam Damar Kurung yang merupakan lentera kertas tradisional. Lentera tersebut menggambarkan adegan kehidupan Jawa sehari-hari sampai nilai-nilai penting seperti rasa hormat, perdamaian, cinta, dan lain-lain. 

Sumber : Galeri Nasional Singapura

“Pengunjung juga diundang untuk menjelajahi lentera dengan melakukan berbagai aktivitas interaktif,” tulis keterangan yang media, Selasa (25/6/2019). 

Aktivitas interaktif, pengunjung akan mengubah karya dengan cahaya, bayangan, warna, dan bentuk. Perubahan tersebut berkontribusi pada ide-ide besar demokrasi yang ingin disampaikan sang seniman. 

Tak hanya itu saja, karyanya juga dimeriahkan oleh mural di dinding yang berjudul ‘Tightly Hugging Care, Love, Peace’. Muralnya menggambarkan pemandangan harapan yang penuh cinta, perhatian, dan perdamaian antar umat manusia. 

Lelaki asal Yogyakarta ini memang dikenal sebagai seniman yang bekerja dengan berbagai medium. Ada batik, topeng, wayang kulit, dan mural berskala besar. Menetap di Yogyakarta, sebagian besar karyanya terinspirasi dari budaya Jawa dan peristiwa yang terjadi di sekitarnya. 

Warna-warni cerah yang dihadirkan oleh Eko membuat karyanya diminati publik dunia, termasuk digaet Louis Vuitton untuk dijadikan scraf. Karya instalasi tersebut akan berlangsung pada 25 Mei hingga 29 Desember 2019 di Galeri Nasional Singapura.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Kerinduan BJ Habibie pada Ainun Dikisahkan Lewat Lagu Baru Maudy Ayunda

Sudah sembilan tahun sejak mendiang Hasri Ainun Besari meninggal dunia, kini kisah cinta Ainun dan Habibie kembali diangkat ke layar lebar. Sebelumnya, kisah mereka dimainkan dengan apik lewat film yang berjudul ‘Habibie & Ainun’ itu diperankan oleh Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari.

Film keduanya, ‘Rudy Habibie’ atau ‘Habibie & Ainun 2’, tayang pada 2016. Namun, film besutan Hanung Bramantyo itu fokus pada cerita cinta Habibie dirinya masih muda. Reza Rahadian kembali dipercaya untuk memerankan pria berumur 82 tahun itu.

Akhir tahun ini, film ‘Habibie & Ainun 3’ akan hadir di bioskop-bioskop Indonesia. Film ini akan menceritakan tentang kisah cinta Ainun muda yang diperankan oleh Maudy Ayunda.

Menariknya, tak hanya berperan sebagai Ainun muda, Maudy juga mengisi soundtrack utama ‘Habibie & Ainun 3’ lewat lagu berjudul ‘Kamu & Kenangan’. Lagu ini mengisahkan kerinduan Habibie pada mendiang sang istri.

‘Kamu & Kenangan’ dibuka dengan denting piano nan sendu. Suara merdu Maudy yang tak kalah sendu pun terdengar. Suaranya berpadu apik dengan instrumental ‘Kamu & Kenangan’ yang didominasi orkestra, membuat lagu tersebut terdengar megah.

Ku memintal rindu,
Menyesali waktu,
Mengapa dahulu,
Tak ku ucapkan aku mencintaimu,
Sejuta kali dalam sehari.

Walau masih bisa senyum,
Namun tak selepas dulu,
Kini aku, kesepian.

‘Kamu & Kenangan’ adalah lagu ciptaan Melly Goeslaw. Sedangkan untuk strings di lagu tersebut dibuat oleh suami Melly, Anto Hoed.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Iko Uwais Dilarikan Ke RS Setelah Merasakan Sakit Pasca Bleaching Rambut

Aktor laga Iko Uwais sempat dilarikan ke rumah sakit di tengah masa produksi film ‘Stubber’ yang dibintanginya setelah ia dituntut mengubah warna rambut oleh sang sutradara. Namun ternyata, kulit kepala Iko Uwais tak kuat dengan zat kimia pada cairan bleaching. Alhasil, sakit luar biasa dirasakan suami Audy Item tersebut.

“Warna rambutnya dibuat beda dari karakter saya sebelumnya. Untuk dapat warna itu di-bleacing sampai dua kali, baru diwarna,” ujar Iko Uwais seperti dikutip dari detik.com, Selasa (25/6).

Iko menambahkan, ternyata bleachingnya agak keras untuk kepalanya. Bahkan sampai merasakan migrain dan sensitif di area kepala lantaran sakit saat disentuh. Ia bahkan sempat menahan rasa sakit itu lantaran ingin bertindak profesional. Namun pemeran Rama dalam film ‘The Raid’ itu tak mampu lagi membendung rasa sakit yang dialaminya. Ia pun terpaksa dibawa ke rumah sakit.

“Selama syuting saya menggunakan obat pain killer setiap pagi. Karena memang sakit banget, bener-bener sakit. Saya pikir akan hilang dengan sendirinya ternyata sampai dua minggu nggak hilang,” ungkap Iko Uwais.

Beruntung, sakit pada kepala Iko Uwais langsung sirna ketika dokter mengambil tindakan. Proses pengambilan gambar pun bisa dilanjutkan kembali.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top