Trending

Mereka Yang Tak Pernah Menutup Mata, Meski Kita Sedang Tak Melihatnya

“Sedang bersantai di akhir pekan bersama dengan keluarga di rumah, tiba-tiba saja listrik padam”

Kesal mungkin jadi salah satu hal yang akan kita rasakan. Wajar saja, waktu yang harusnya bisa kita nikmati dengan tenang, tiba-tiba berubah dalam sekejab.

Tapi apa boleh buat, Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan 11 pembangkit listriknya jadi satu-satunya modal untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat di 17.504 pulau di seluruh pelosok negeri, akan penerangan dan aktivitas lainnya. Jadi tak perlu heran, jika akan ada pembagian waktu padam di beberapa wilayah.

Tak perlu risau atau berpikir kita jadi terlihat tak berdaya hanya karena listrik padam di rumah. Faktanya di luar sana masih ada 4.000 pulau yang masih belum terjamah oleh listrik sama sekali. Toh mereka masih dapat hidup yang melakukan aktivitasnya. Berbeda dengan kita yang tinggal di kota, berkeluh kesah lebih dari mereka, padahal bisa jadi listriknya mati hanya sebentar saja. Jangan dulu kesal, itu bukan apa-apa dibanding mereka yang ada di daerah.

Mari Lihat Sejarah Panjang Untuk Malam Yang Selalu Benderang

Bertepatan dengan Hari Listrik Nasional yang ke-72 Tahun, rasanya sedikit janggal jika kita tak membahas bagaimana sejarah PLN bisa menghalau gelap saat malam tiba. Dimulai dari abad ke-19, saat itu Belanda masih menggunakan listrik untuk keperluan mereka sendiri. Hingga pada tahun 1927 akhirnya Belanda mendirikan perusahaan listrik negara, yang diberi nama S’Lands Waterkracht Bedriven (LWB).

Lalu pada tahun 1942, perusahaan listrik negara itu diambil alih oleh Jepang, sebagai penjajah selanjutnya. Hingga akhirnya Indonesia merdeka, dan satu bulan setelah kemerdekan, yakni September 1945. Pemuda Indonesia kemudian mengambil alih kantor Listrik dan Gas dari kekuasaan Jepang.

Namun sebagaimana yang tertera pada PP no.1 tahun 1945, tentang pembentukan jawatan Listrik dan Gas, Listrik Negara akhirnya berada dibawah naungan Depertemen Pekerjaan Umum dan Tenaga pada tanggal 27 Oktober 1945. Setelah beberapa rentetan panjang dari proses tersebut, pada tanggal 31 Agustus 1992 keluarlah Keputusan Menteri Pertambangan dengan nomor 1134, yang menenatapkan bahwa 27 Oktober adalah Hari Listrik Nasional.

 

Tanpa Harus Terlebih Dahulu Banyak Menuntut, Cobalah Untuk Memahami Upaya Yang Sedang Gencar Dilakukan

Mungkin kita adalah salah satu dari banyaknya orang yang sering gempar jika listrik padam. Mulai dari berkelakar dengan kata-kata yang bersifat merendahkan, hingga berlomba-lomba berkirim mention ke media sosial milik PLN. Memang benar sih, ini adalah hak dari setiap masyarakat untuk menyuarakan pendapat. Tapi apakah harus demikian? Tentu masih banyak cara lain Kawan!

Listrik memang jadi sumber daya yang harus diupayakan pemerintah, tapi sebagai warga negara yang baik cobalah untuk sedikit lebih bijak. Padamnya listrik yang hanya beberapa menit itu, tak sebanding dengan kata-kata yang sering kita lontarkan untuk menyampaikan hal-hal yang katanya saran.

 

Karena Berpuluh Keluh Kesah Kita Tak Sebanding Dengan Perjuangan Bertaruh Nyawa Dari Mereka

Mari kita menutup mata untuk hal-hal yang masih menjadi nilai buruk dari pelayanan yang sedang diupayakan. Cobalah lihat mereka yang menaruh separuh hidupnya untuk terang yang bisa kita nikmati setiap malam.

Jangan pikir bahwa listrik bisa menyala dengan sendiri tanpa ada orang yang mengawasi. Dari tempat di mana kamu tidur setiap malam dengan nyenyak lengkap dengan hawa dingin dari AC milikmu, ada petugas yang rela tak tidur malam demi terang yang tetap menyala.

Hingga pada beberapa petugas yang kerap bertaruh nyawa, atau malah meregang nyawa demi memperbaiki beberapa sambungan dari saluran listrik yang mungkin terputus. Satu hal yang perlu kita ketahui, ketika kita sedang berkeluh kesah untuk listrik yang tak kunjung menyala. Ada petugas PLN yang sedang bertaruh nyawa untuk kita.

 

Lalu Bandingkan Dengan Mereka Yang Hidup Di Daerah Dan Tak Bisa Merasakan Hal Yang Sama

voanews.com

Setidaknya hingga saat ini masih ada 4.000 pulau yang masih krisis listrik, dengan 8,5 juta keluarga yang belum tahu bagaimana listrik bekerja untuk hidup mereka.

Bahkan berdasarkan data Kementerian ESDM 2016, ada 12 ribu desa di Indonesia yang belum teraliri listrik dengan baik. Sebanyak 2.915 desa diantaranya hidup dalam gelap, atau belum teraliri listrik sama sekali, sedangkan 9.000 desa lainnya hanya dialiri listrik 2-3 jam dalam sehari. Dan 17 ribu sekolah yang juga belum teraliri listrik sama sekali.

Mereka juga tentu ingin merasakan hal yang sama dengan kita yang tinggal di kota. Hidup nyaman dengan listrik untuk segala aktivitasnya. Masih mau mengeluh?

 

Lagi Pula Meski Kita Sudah Bayar, Bukan Berarti Memakai Dengan Seenaknya

Nah, ini akan jadi dalih yang sering kita pakai untuk menggencarkan komentar kepada pihak penyedia layanan. Semboyan Kerja Nyata Terangi Negeri dari PLN tentu tak akan dapat terlaksana jika tak didukung oleh kita sebagai pemakai. Sayangnya sebagian besar dari kita justru masih berpikir bahwa pasokan listrik yang telah kita gunakan sudah kita bayar, lantas merasa berhak memakainya sesuka hati. 

Padahal keputusan pemerintah yang melakukan pencabutan subsidi listrik secara bertahap kepada 19,0 juta pelanggan rumah tangga mampu, berdaya 900 Volt Ampere (VA) sejak Januari 2017 lalu, masih kerap kita permasalahkan.

 

Nyalakan Secukupnya Matikan Selebihnya, Selamat Hari Listrik Nasional

Pemakaian listrik dengan porsi yang sesuai pada tempatnya, jadi salah satu hal yang mendukung pertumbuhan ekonomi negara. Bagaimana tidak, jika setiap kita tak lagi memakai listrik dengan sesuka hati. Itu berarti ada simpanan energi lain yang bisa dipakai oleh orang lain.

Tak hanya itu saja, kepatuhan untuk menggunakan energi listrik sesuai porsinya jadi salah satu hal yang akan mendukung upaya peningkatan kinerja yang lebih baik dari Perusahaan Listrik Negara.

Selamat Hari Listrik Nasional, terus berjuang untuk meningkatkan terang yang merata bagi seluruh Indonesia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

10 Hal yang Menandakan Kamu Masih Terobsesi dengan Mantanmu

Putus cinta adalah satu hal yang tak pernah diinginkan oleh setiap orang. Alasannya tentu karena perpisahan dalam sebuah hubungan hanya akan meninggalkan rasa sakit di hati. Belum lagi butuh waktu yang cukup lama untuk bisa melupakan cinta di masa lalu dan mencoba memulai kehidupan yang baru.

Tak jarang ada banyak orang yang gagal move on dan masih terobsesi dengan sang mantan. Ini adalah 10 tanda yang menunjukkan jika kamu masih belum bisa beralih dari bayangan mantamu.

1. Masih Sering Stalking Dia di Media Sosialnya

Kamu masih ingin tahu segala hal tentangnya. Karenanya kamu masih sering stalking tentang dia lewat semua media sosial yang dia miliki. Lebih baik jangan buang waktumu untuk tinggal dalam kenangan yang sulit untuk kamu ulang kembali. Jangan buang waktumu untuk dia yang bahkan tak lagi mempedulikanmu.

2. Kamu Ingin Terus Berdekatan Dengannya

Meskipun kamu sudah melewati masa yang menyakitkan saat bersama dengannya, rasanya kamu tetap ingin selalu bersama dengannya. Entah kenapa, bahkan kamu seakan tak peduli dengan apa yang sudah kamu dan dia lalui di masa lalu.

3. Terbayang akan Mantan Saat Kamu Berada di Tempat Umum

Kamu sering mengira orang yang ada di tempat umum itu adalah mantanmu, padahal bukan. Dan saat kamu sadar, kamu merasa kecewa dan sedih karena kembali teringat akan hubunganmu yang sudah berakhir.

4. Gebetan Barumu Adalah Sosok yang Mirip dengan Mantanmu

Kamu belum bisa melupakan mantanmu. Bahkan kamu mencari orang lain yang sangat menyerupai sosok mantanmu itu. Jika sudah begini, kamu hanya bisa menyakiti dirimu sendiri dan juga menyakiti gebetan barumu itu.

5. Kamu Masih Sering Memikirkan Mantanmu Sebelum Kamu Tidur di Malam Hari

Jika kamu mengalami hal ini, artinya kamu masih sangat terobsesi dengan mantamu. Bagaimana tidak, setiap malam sebelum kamu tidur kamu masih saja mengingat mantan, mantan dan mantan.

6. Kamu Mencoba Mencari Tahu Tentang Kehidupan Asmaranya yang Baru

Tindakan yang satu ini hanya akan memperburuk suasana hatimu saja. Lebih baik kamu mengehentikan hal ini dan jangan ikut campur lagi dalam kehidupannya, terlebih perihal kehidupan asmaranya.

7. Kamu Mencari Sosok Pasangan yang Memiliki Sifat dan Karakter yang Mirip dengan Mantanmu

Saat ada orang yang berusaha mendekatimu, kamu baru akan menganggapnya saat dia memiliki sifat dan karakter yang mirip dengan mantanmu dulu. Padahal hal ini hanya akan terus menerus mengingatkanmu akan masa lalumu dengan mantamu.

8. Kamu Masih Menyimpan Amarah pada Mantanmu

Kalau kamu masih menyimpan amarah terhadap mantanmu, kamu tak akan bisa melupakannya. Amarah yang masih kamu simpan hanya akan menuntunmu untuk berusaha membalas dendam kepadanya. Pikirkanlah lagi, kamu dan dia butuh untuk bahagia meski tak bersama.

9. Kamu Masih Menyimpan Semua Pemberian Dari Mantanmu

Meski sudah putus, nyatanya kamu tak ingin lantas membuang semua barang pemberiannya. Sebaliknya kamu masih saja menyimpannya dengan baik sampai saat ini. Kamu pun tak pernah berpikir untuk membuangnya.

10. Kamu Takut Berkomitmen

Kamu masih ingat dengan masa lalumu yang pahit. Akhirnya kamu pun takut untuk berkomitmen. Kamu takut dia yang baru datang dalam kehidupanmu akan menyakitimu juga seperti halnya dengan apa yang sudah mantanmu lakukan terhadapmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

5 Alasan yang Membuat Laki-laki Tak Kunjung Melamar Kekasihnya

Mungkin ada kalanya kamu merasa jengah dengan hubunganmu yang tak kunjung menemui titik jelas menuju pelaminan. Padahal kamu dan dia sudah semakin dekat seiring berjalannya waktu. Dia pun bertingkah seolah dia sangat mencintaimu, namun kenapa dia tak kunjung melamarmu sampai saat ini?

Banyak alasan yang akhirnya membuat seorang laki-laki memilih menunda untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius dengan kekasihnya. Berikut adalah lima dari banyaknya alasan yang mungkin dimiliki oleh pasangamu saat ini.

1. Masih Merasa Belum Menjadi Laki-laki yang Baik untuk Menjadi Pemimpin Keluarga

Mungkin hal ini bisa terjadi karena laki-laki berpikir bahwa kamu masih lebih baik darinya. Sehingga akhirnya dia minder untuk melamarmu dan menjadikanmu pendamping hidupnya. Bisa saja saat ini dia masih mencoba memperbaiki dirinya agar pantas menyandingmu kelak.

2. Trauma akan Masa Lalu

Setiap orang tentu memiliki kenangan di masa lalunya, baik itu merupakan kenangan yang buruk atau kenangan yang indah. Seorang laki-laki yang sudah memiliki traumatik yang cukup besar akan sebuah hubungan biasanya akan lebih berhati-hati untuk memilih pasangan, terlebih untuk melamar dan mengajak pasangannya menikah. Ada banyak pertimbangan yang harus dia pikirkan baik-baik terlebih dulu.

3. Masih Ada Cita-cita yang Belum Tercapai

Beberapa laki-laki memiliki prinsip untuk lebih memprioritaskan karir dan impiannya sebelum melamar seorang perempuan. Menurut mereka, saat dia menjadi seorang yang sukses, maka hal itu juga akan mempengaruhi hubungan percintaannya.

4. Takut Ditolak

Alasan lain yang juga sering dijumpai adalah ketakutan akan ditolak. Dia merasa takut jika kamu akan menolak lamarannya dan kemudian penolakan itu akan membuat hubunganmu dan dia menjadi renggang dan sedikit kaku.

5. Masih Ingin Bebas tanpa Sebuah Hubungan yang Serius

Biasanya laki-laki menyukai yang namanya kebebasan. Dia cenderung takut untuk terikat dalam sebuah hubungan yang serius. Mungkin saja alasannya belum juga melamarmu sampai saat ini karena dia masih ingin bebas untuk bersenang-senang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Bangsa Nordik Dikenal sebagai Bangsa yang Paling Bahagia, Kamu Tahu Alasannya?

Sudah bukan rahasia lagi kalau bangsa Nordik yang tinggal di wilayah Skandinavia dikenal sebagai bangsa yang paling bahagia. Tak peduli iklim dan cuaca di negara-negara tersebut dinginnya bukan main–terutama untuk orang-orang seperti kita yang tinggal di negara tropis, nyatanya tak menghalangi orang-orang di sana untuk hidup lebih produktif dan menjadi bangsa yang paling berbahagia. Nah, kalau ditanya alasannya, ternyata mereka memiliki filosofi khusus khas bangsa Nordik yang dijadikan prinsip dalam hidup mereka sehari-hari. Menarik, bukan? Siapa tahu bisa menginspirasimu…

Sisu: Cara Orang Finlandia Menerapkan Inner Peace

Pada tahun 2017, media The Times memasukkan cara hidup orang Finlandia yang sering disebut sisu sebagai salah satu gaya hidup yang patut diterapkan. Kata sisu sukar diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, tapi kalau diartikan secara harafiah, maknanya begini: “Segala sesuatu yang seharusnya selesai, maka suatu saat akan selesai.” Dengan menerapkan sisu, sejatinya kamu juga akan belajar mengenai pengendalian diri. Baik secara tindakan, pemikiran, maupun tutur kata.

The Times mengatakan, demi membangkitkan semangat untuk menerapkan sisu, belajarlah untuk mengucapkan sebuah kata tanpa menunjukkan ekspresi wajah. Poin yang mau diajarkan bukan soal pengucapannya, tapi bagaimana menghadapi sesuatu tanpa harus mengeluarkan ekspresi yang berlebihan. Bila kita menguasai sisu, batin pun akan tenang. Mungkin ini alasan banyak orang Finlandia yang dikenal tenang, percaya diri, serta berprinsip.

Lagom: Belajarlah Memanfaatkan Sesuatu Semaksimal Mungkin ala Orang Swedia

Seperti ilustrasi yang dikutip dari Bright Sidelagom sejatinya adalah kemampuan khusus yang dimiliki oleh orang Swedia demi menyeimbangkan kehidupan mereka. Konsep hidup semacam ini sering dijabarkan begini: “Belajarlah untuk hidup cukup, yaitu tidak berlebihan tapi tidak juga berkekurangan.”

Dalam kehidupan masyarakat Swedia, menerapkan prinsip lagom itu sudah mendarah daging. Termasuk dalam urusan ekonomi maupun bisnis. Biasanya orang yang sukses menerapkan prinsip lagom ini, mereka bisa mengontrol sesuatu yang ada di sekitarnya. Mereka tak akan gegabah dalam menyikapi suatu masalah. Hanya saja, menerapkan prinsip ini memang sukar. Kalau kamu tertarik, maka tak ada salahnya mencobanya mulai dari dirimu sendiri.

Arbejdsglæde: Cara Orang Denmark Mencintai Pekerjaan Mereka

Bagi orang Denmark, kemampuan untuk menikmati kehidupan termasuk mencintai pekerjaan mereka disebut arbejdsglæde. Konsep hidup ini sudah lama diterapkan oleh banyak orang Denmark karena ampuh menciptakan kebahagiaan dalam hidup mereka. Setiap tahunnya, sebuah perusahaan bernama Universum Global menerbitkan hasil pengamatannya terkait tingkat kepuasan karyawan dengan pekerjaan mereka. Pengamatan tersebut berdasarkan data dari banyak karyawan di beberapa negara, menariknya, bangsa Nordik selalu berada di urutan teratas.

Untuk menerapkan cara hidup seperti ini sebenarnya sederhana, cobalah temukan manfaat dalam pekerjaan yang kamu lakoni sekarang ini. Setelah itu, cobalah untuk mengakrabkan diri dengan kolega dan atasan, kerjakan tanggung jawab harian sehingga orang-orang di sekitarmu bisa menilaimu sebagai orang yang bisa diandalkan.

Selanjutnya, tetap bekerjalah dengan tenang sembari berusaha meningkatkan performa. Kalaupun menurutmu semua hal itu terdengar klise dan sukar diwujudkan, maka cobalah untuk melakukan manuver. Sebab bagi orang Denmark, orang yang bahagia dengan pekerjaannya adalah dia yang merasa senang saat berangkat kerja dan rasa senangnya sama seperti saat kamu hendak pulang ke rumah.

Friluftsliv: Mencintai Lingkungan Sekitar ala Orang Norwegia

Filosofi friluftsliv bagi orang Norwegia adalah menghabiskan waktu sepanjang hari di alam dan menyatu dengan alam untuk menemukan kembali ketenangan sejati dalam diri. Jadi, bukan hanya fokus pada aktivitas seperti hiking, tapi juga berusaha menyingkirkan segala pikiran negatif yang mungkin menekanmu selama ini dan menggantikannya dengan kegiatan yang bisa menjernihkan pikiran selama kamu berada di alam bebas.

Menariknya, orang Norwegia tak hanya menganggap hiking atau camping sebagai aktivitas di alam. Lars Mitting, penulis buku Norwegian Wood: Chopping, Stacking and Drying Wood the Scandinavian Way bahkan menyarankan untuk menjajal menebang pohon sebagai cara menemukan ketenangan diri selama berada di alam.

Gezelligheid: Cara Orang Belanda Menemukan Kebahagiaan Juga Patut Ditiru

Kendati Belanda bukanlah bagian dari negara Skandinavia, tapi mereka memiliki konsep kebahagiaan yang patut ditiru yaitu gezelligheid. Orang Belanda menyebutkan bahwa kebahagiaan sejatinya adalah sebuah sinonim dari bersatunya atau berkumpulnya kita dengan orang yang kita sayangi.

Untuk itu, mereka sangat suka membangun momen quality time, karena dari situ kebahagiaan pun akan terbangun. Mereka enggan mengunggah apa pun saat bersama orang yang mereka sayang sebab definisi kebahagiaan adalah sesederhana berbagi canda, tawa, dan cerita dengan sosok yang sangat berarti dalam hidup mereka. Itulah yang dimaknai sebagai gezelligheid.  Tapi tak cuma di Belanda, orang Norwegia pun punya filosofi serupa yang disebut koselig. 

Kalsarikänni: Cara Rileks ala Orang Finlandia

Kalau bisa rileks di rumah tanpa harus pergi kemana-mana dan mengeluarkan banyak uang, ya mengapa tidak dilakukan? Sesederhana itu cara hidup orang Finlandia dalam mewujudkan kebahagiaan mereka. Klasarikännit sejatinya berasal dari dua kata, kalsarit yaitu jenis pakaian dalam yang umum dipakai oleh orang Finlandia, sementara ännit maknanya ‘minum’. Berangkat dari kosakata tersebut, banyak perempuan Finlandia yang akhirnya tak terlalu suka pergi menghabiskan energi dan uang sampai larut malam dan memilih menikmati kenyamanan di rumah saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top