Feature

Mereka yang Sudah Biasa Menerjang Bahaya

Stuntman bukan jenis pekerjaan baru. Seiring perkembangan film-film bergenre action maupun laga, keberadaan sosok yang satu ini jelas krusial dan tak bisa dianggap remeh. Sederhananya, stuntman adalah mereka yang bekerja menggantikan aktor, khususnya untuk melakukan adegan-adegan berbahaya. Risikonya luar biasa besar. Kalau tidak hati-hati, nyawa taruhannya. Patah tulang dan ancaman cedera lainnya juga turut mengintai. Karenanya, tak semua orang mampu melakoni pekerjaan yang satu ini.

Tak hanya untuk membantu proses syuting film, keberadaan stuntman yang selalu identik dengan aksi berbahaya juga mulai dipakai oleh para pesulap. Terbaru, warganet sempat ramai membahas pemberitaan mengenai kecelakaan kerja yang menimpa stuntman pesulap Demian Aditya. Stuntman yang diketahui bernama Edison Wardhana itu nyaris meregang nyawa kala membantu Demian menyelesaikan aksi  menegangkan bertajuk The Drop Death.

Nama Edison Wardhana Memang Dikenal Sebagai Penyuka Tantangan Dan Berbagai Kegiatan Ekstrim

Melakoni pekerjaan sebagai stuntman, berarti harus siap dengan berbagai latihan fisik yang berat dan penuh tantangan.  Berbagai latihan khusus itu jelas ditujukan agar para stuntman bisa melakukan berbagai adegan berbahaya dan mampu menyelesaikannya dengan baik. Namun kembali lagi, yang namanya musibah tak dapat ditebak. Kondisi yang menima Echon—sapaan akrab Edison Wardhana seakan mengingatkan lagi tingginya risiko bekerja sebagai seorang stuntman.

Namun disamping itu, Echon diketahui penyuka aktivitas ekstrem alias adrenaline junkie. Bahkan beredar kabar jika seiring musibah yang menimpanya ini, tak menyurutkan keinginan Echon untuk kembali menjadi stuntman di kemudian hari. Pihak keluarga menyebutkan, beberapa waktu sebelum kecelakaan yang menimpanya, Echon diketahui masih aktif ikut balapan motor.

Proses Syuting Deadpool 2 Pun Sempat Mengalami Penundaan Seiring Musibah yang Dialami Salah Satu Stuntman dalam Film Tersebut

source picture: movieweb

Agustus lalu, jagat hiburan Hollywood pernah ramai oleh pemberitaan tewasnya stuntman perempuan bernama Joi ‘SJ’ Harris kala terlibat dalam proses syuting film Deadpool 2. Harris yang punya peran menggantikan aktris Zazie Beetz itu mengalami kecelakaan saat melakukan adegan mengendarai motor tanpa helm.

Kejadian fatal itu menimpa Harris dalam pekerjaan perdananya sebagai stuntman. Meski dikenal sebagai pembalap profesional, ternyata Harris justru kehilangan kontrol atas motornya yang berujung kecelakaan yang menewaskan dirinya.

Tak Sekadar Keberanian, Seorang Stuntman Harus Punya Naluri Kecermatan dan Tingkat Mawas Diri yang Tinggi

Bekal seorang stuntman bukan hanya keberanian. Kalau berani tapi modal nekat, lagi-lagi nyawa taruhannya. Itulah mengapa sampai ada pelatihan khusus bagi para stuntman demi menumbuhkan naluri kecermatan dan tingkat mawas diri yang tinggi. Latihannya pun tak sembarangan, mulai  dari terjun dari ketinggian, memacu mobil atau motor dalam kecepatan yang tinggi, berenang di laut, hingga berada di tengah kobaran api. Bagaimana? Menegangkan bukan?

Meski Disinyalir Punya Bayaran Tinggi, Pekerjaan Stuntman Tak Menjanjikan Uang Pensiun

Kalau kamu punya ketertarikan untuk menjajal pekerjaan yang satu ini, jangan kira menjadi stuntman akan dijanjikan uang pensiun. Meski santer terdengar punya bayaran tinggi, tetap saja yang namanya stuntman hanya bisa bekerja selagi fisik mereka kuat. Kalau dirasa sudah tidak lagi, maka kamu harus siap-siap berganti pekerjaan.

Kecelakaan yang Menimpa Harris Bukan Kali Pertama, Sebelumnya Sudah Pernah Ada Kejadian Nahas Serupa yang Terjadi Saat Pengambilan Gambar

Nama John Bernecker sempat ramai diperbincangkan seiring aksinya sebagai stuntman dalam serial The Walking Dead musim kedelapan. Nyawa Bernecker melayang usai menyelesaikan aksi terjatuh dari balkon dengan ketinggian lebih dari enam meter di permukaan yang keras. Dia meleset beberapa inchi dari matras yang sudah tersedia. Lantaran kecelakaan itu, Bernecker pun mengalami cedera parah yang membuatnya meninggal dunia.

Nama stuntman lainnya yang juga mengalami kejadian nahas adalah Harry O’Connor. Pemeran pengganti untuk Vin Diesel dalam film laga XXX itu mengalami kecelakaan saat dia ditarik dengan kecepatan tinggi dengan sebuah parasut, namun nyawanya melayang seketika saat tubuhnya terhempas ke sebuah jembatan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Berkunjung ke Vatikan, Menteri Susi Penuhi Undangan dari Paus Fransiskus dan Bahas Isu Kelautan

Pada salah satu agenda kerja di Eropa baru-baru ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terlihat mengunjungi Vatikan untuk memenuhi undangan dari Paus Fransiskus. Yap, Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Vatikan Wanry Wabang mengungkapkan, Ibu Susi berkunjung ke Vatikan dalam rangka menghadiri audiensi dengan Paus bersama ribuan umat Katolik dan wisatawan non-Katolik.

Undangan tersebut beliau terima, tatkala menghadiri acara Our Ocean Conference di Bali 29-30 Oktober beberapa waktu lalu. Dalam acara yang berlangsung di Aula Paolo Sesto Vatikan, Rabu (12/12) lalu, pukul 09.00-11.00 waktu setempat tersebut. Menteri perempuan yang terkenal dengan kata “Tenggelamkan” itu, berkesempatan untuk bersalaman dengan Paus Fransiskus dan menyampaikan ucapan terima kasih atas surat Paus yang dikirimkan pada acara Our Ocean Conference 2018 serta mengundang Paus ke Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih secara langsung atas dukungan dan komitmen Vatikan yang disampaikan oleh H.E Archbishop Piero Pioppo…,” ucap bu Susi seperti dilansir dari Antara, Jumat (14/12)

Selain itu, Menteri Susi juga melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Vatikan Monsinyur Paul Richard Gallagher di Istana Apostolik Vatikan. Adapun tujuan pertemuan itu adalah untuk membahas pengertian antara Vatikan dan Indonesia mengenai upaya penanggulangan pencurian ikan dan “perbudakan” di sektor perikanan.

Kepada Susi, Paus menyatakan akan terus mendoakan dan memberikan dukungan bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Dan Vatikan juga berjanji, untuk setuju membantu upaya Indonesia mengangkat isu hak-hak kelautan di forum PBB.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top