Trending

Merayakan Valentine dengan Cara yang Tak Biasa Ala Mike Lewis

Cokelat dan bunga, adalah dua hal yang identik dengan hari kasih sayang atau Valentine. Tapi itu jelas terlalu biasa, karena sedari dulu orang-orang telah merayakannya dengan hal yang sama. Padahal, dalam rangka melewati hari ini dengan cara istimewa, siapa saja jelas akan senang jika mendapat hadiah yang jauh dari kata biasa. Ya, setidaknya tak melulu cokelat dan bunga saja.

Pasangan, orangtua, sahabat, atau siapa saja yang kita sayang, mungkin akan selalu jadi teman berbagi kebahagiaan untuk merayakan Valentine bersama. Tapi, kali ini ada yang berbeda dari seorang Mike Lewis dalam merayakan hari kasih sayang. Yap, hari ini bertempat di Atrium Mall Kota Kasablanka, ayah dari Kenzo ini membagi-bagikan goody bag berisi wortel dengan pita berwarna biru dan cookies lucu berbentuk kelinci.

Dan usut punya usut, ternyata ini jadi salah satu rangkaian acara untuk menyambut perilisan film animasi kisah klasik karya Beatrix Potter, yakni “Peter Rabbit”. Tak ingin menyuguhkan sesuatu yang biasa, Sony Pictures Indonesia menggandeng Mike Lewis sebagai influencer untuk film ini. Dan menariknya lagi, ternyata Mike juga memiliki memori indah bersama cerita kelinci cerdik tersebut.

Bahkan disela-sela kegiatannya saat membagi-bagikan goody bag berisi wortel dan cookies hari ini, ia mengaku sangat senang dan antusias menyambut penayangan film ini, “Waktu kecil saya dibacain buku Peter Rabbit yang melegenda di literatur Inggris ini oleh ayah saya. Makanya saya seneng banget Kenzo bisa nonton filmnya nanti karena ini bisa dibilang tradisi dari keluarga yang bisa saya turunkan ke Kenzo,” tutur Mike sembari tersenyum.

Serupa dengan Mike, Nita Astara selaku Marketing Director Sony Pictures Indonesia, juga mengaku ingin memberi suguhan yang tak biasa sebelum film ini ditayangkan. “Jadi kita mau rilis film PETER RABBIT. Untuk menyambut peluncuran filmnya nanti kita buat agenda yang berhubungan dengan hari kasih sayang. Biasanya kan orang Valentine ngasih bunga atau cokelat, karena promo film PETER RABBIT, kita kasihnya wortel,” katanya di kesempatan yang sama dengan Mike.

Aktor berdarah Kanada yang lahir di Jepang, 36 tahun lalu ini, mengaku akan membagikan cerita “Peter Rabbit” yang melegenda itu kepada sang anak, Kenzo, melalui film yang premiernya akan digelar di Kota Kasablanka pada tanggal 18 Februari 2018. Dan film keluarga bergenre komedi ini akan segera tayang serentak di seluruh bioskop yang ada di Indonesia pada tanggal 23 Februari 2018 mendatang.

Untuk kamu yang masa kecilnya dulu dihiasi dengan cerita yang dibacakan oleh ibu menjelang tidur, kini mungkin sudah harus menurunkan cerita yang sama kepada buah hatimu. Nah, berita baiknya, kamu bisa mengikuti langkah Mike Lewis untuk bercerita dengan mengajak sang anak menonton filmnya bersama.

Film ini memang jadi salah satu tontonan animasi yang pas untuk disaksikan bersama keluarga. Bercerita tentang sebuah kisah klasik, seorang kelinci cerdik bernama Peter yang selalu berurusan dengan seorang petani di dekat rumahnya. Bagaimana tidak, sang petani selalu merasa dirugikan akibat ulah Peter dan teman-temannya.

Berbagai cara pun dilakukan oleh sang petani yang bernama McGregor, demi memberantas keusilan yang sering dilakukan oleh Peter dan yang lainnya. Akan tetapi, niat McGregor yang ingin mengusir para hewan tersebut tidaklah mudah. Selain selalu dikelabui oleh Peter dan teman-temannya, McGregor juga mengalami kesulitan karena tetangganya merupakan seseorang yang menyayangi binatang.

Nah, untuk kamu yang penasaran dengan aksi Peter dan teman-temannya, boleh melongok tayangan trailernya dulu, sebelum nanti menonton secara langsung di bioskop kesayangan.

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dia yang Membicarakan Orang Lain di Depanmu Adalah Orang yang Akan Membicarakanmu di Belakangmu

Pernah dengar saran, yang kira-kira intinya begini, “Jangan mau main sama orang yang suka ngomongin orang, karena kalau kamu nggak ikutan, kamulah yang akan jadi bahan omongan”.

Beruntung memang jika kita bertemu dengan orang-orang yang sepemikiran. Tapi, kita juga tak bisa menghindari orang-orang yang suka merusak suasana. Berbicara tentang orang lain di hadapan kita, untuk kemudian menjadikan kita bahan cibiran ketika tak bersamanya.

Sekilas, urusan membicarakan orang memang terlihat menyenangkan. Dia mungkin merasa bahwa dirinya jauh lebih dari segalanya dibanding orang yang sedang ia bicarakan. Sehingga merasa berhak untuk bersikap sok benar. Sulit untuk dibuat sadar, mencoba memberinya pengertian sering tak berarti baginya. Lalu kita harus apa?

Bahagia Kita Akan Selalu Jadi Cibirannya

Begini, orang-orang yang suka bergosip ria, adalah tanda hidup yang tak bahagia. Sehingga orang yang dilihatnya tampak hidup tenang dan aman-aman saja. Seringkali dijadikan bahan obrolan murahan yang tak berdasar. Entah itu mengkritik kehidupan kita, pekerjaan, sampai ke hal pribadi yang lainnya.

Seolah-olah kita selalu ada di pihak yang salah, sedangkan ia adalah seseorang yang benar tanpa cela. Ini sudah jadi pola pikir yang ia pakai, jadi tak perlu kita jadikan beban. Semua hal tentang orang lain, akan selalu ia jadikan bahan kritikan.

Lagipula Waktu Kita Terlalu Berharga untuk Memikirkan Dia

Daripada memikirkan dia yang sibuk bikin cerita halu tak benar. Lebih baik kita berbahagia, dan menikmati hidup dengan cara yang kita bisa. Jalani hari dengan sesuatu yang bermakna, dan optimalkan waktu dengan mereka yang membuat kita bahagia juga. Kunci rapat semua sela untuk orang-orang beracun yang tahunya hanya ingin mencela.

Karena biar bagaimanapun kita tak bisa merubahnya. Tapi bagaimana cara kita menanggapinya adalah pilihan dan tanggung jawab kita. Waktu dan pikiranmu terlalu berharga hanya untuk memikirkan dirinya.

Bahkan Meski Tak Menyinggung Perasaannya, Ia Akan Tetap Berbicara Semaunya

Berhadapan dengan si mulut besar yang suka ngomongin orang, memang tak akan ada habisnya. Sekalipun yang kita perbuat tak bersinggungan dengan dirinya. Ada saja hal yang salah untuk dikritik dan dijadikan pembahasan.

Tak perlu susah payah membuatnya percaya pada kita, jangan pula merasa butuh membantunya untuk berubah. Karena manusia seperti itu, sudah kebal oleh berbagai macam petuah. Yang ia tahu, dirinya adalah satu-satunya orang yang paling benar.

Daripada Menjadi Beban untuk Diri Sendiri, Lebih Baik Kita Pergi

Yap, berhubungan atau berteman dengannya hanya akan jadi sesuatu yang sulit. Diam dipikir tak bisa melawan, tapi ketika dilawan ia pasti akan bersikap lebih garang. Maka, balasan terbaik adalah menjaga jarak dari dirinya.

Tak perlu merasa tak enak hati, sekalipun ia adalah teman yang konon sudah dekat. Kita berhak untuk memilah-milah, kepada siapa saja kita akan berteman. Kalau dirinya memang terlihat menyusahkan, sebaiknya tinggalkan.

Dan Kalau Masih Tetap Menjadikan Kita Bahan Gosip, Sebaiknya…

Untuk kemungkinan lain, jika memang kamu sudah kehabisan kesabaran atas semua tingkah dan cerita-cerita tak sedap yang ia ciptakan. Silahkan buat keputusan besar yang sekiranya wajar untuk dilakukan. Menegurnya ketika bersikap tak baik secara langsung, hingga memintanya berhenti menjadikan kita bahan obrolan murahan yang tak benar.

Namun, jika ternyata apa yang kita sampaikan masih tak berarti apa-apa untuknya. Itu artinya dirinya memang adalah seorang pengarang cerita bohong yang handal. Sudah, tak perlu dekat-dekat dengan dia!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top