Community

Merantaulah, Agar Kamu Bisa Belajar dari 7 Pengalaman Ini

Banyak orang berpikir bahwa seorang yang berani merantau adalah seorang yang kuat dan mandiri. Tak jarang mereka pun menganggap orang yang berani merantau adalah orang yang keren.

Namun di balik itu semua sebenarnya ada duka atau cobaan yang harus dialami oleh para perantau. Jika kamu ingin merasakannya, maka merantaulah. Kamu bisa menjadi lebih baik dengan tempaan 7 pengalaman ini.

1. Cari Uang Tambahan Karena Uang Bulanan Pas-pasan

Jauh dari orangtua artinya kamu harus pandai mengatur keuanganmu sendiri. Jika kamu salah sedikit saja, ancamannya bisa saja kamu tak makan di akhir bulan. Tak jarang kamu pun harus rela memakai waktu luangmu untuk bekerja guna mencari uang tambahan.

2. Sakit Tanpa Ada yang Merawat

Jika biasanya ibu adalah orang yang paling setia merawatmu saat sedang di rumah, hal ini akan berbeda saat kamu memutuskan untuk merantau. Kamu harus siap mengurus dirimu sendiri, terlebih saat kamu sedang jatuh sakit.

3. Lingkungan, Terkadang Tak Membuatmu Nyaman

Saat kamu memutuskan untuk tinggal jauh dari keluargamu, kamu harus siap untuk beradaptasi dengan lingkunganmu yang baru. Tak jarang akan ada banyak hal yang bisa saja membuatmu tak nyaman. Namun hal inilah yang akhirnya membuatmu belajar bahwa kamu harus berhati-hati dalam pergaulan.

4. Harus Mengerjakan Segalanya Sendiri

Ini yang akhirnya membuat seorang perantau menjadi pribadi yang mandiri. Saat kamu merantau, kamu harus siap mengurus segala keperluanmu sendiri, mulai dari makan, mencuci pakaian sampai membersihkan tempat tinggalmu sendiri.

5. Saat Ada Kabar Tak Baik dari Keluarga, Kamu Hanya Bisa Berdoa dan Berusaha Tenang

Karena jarak yang jauh, akhirnya kamu harus bisa menahan emosimu sendiri saat ada kabar yang kurang baik dari keluargamu. Kamu hanya bisa mendoakan yang terbaik dari tempatmu berada saat ini.

6. Tak Ada yang Membangunkan

Kamu yang seringkali terbiasa bangun karena dibangunkan oleh orangtua harus belajar membiasakan diri bangun sendiri lebih awal tanpa dibangunkan terlebih dulu. Jika kamu ada di perantauan, kamu hanya bisa meminta bantuan pada alarm saja.

Selebihnya kamu harus usaha dengan membiasakan dirimu sendiri. Kalau tidak, bisa saja kamu akan lebih sering terlambat kuliah karena bangun kesiangan.

7. Merasa Sepi dan Rindu Orangtua

Saat kamu sendirian, biasanya kamu akan lebih bisa merasakan kerinduanmu kepada orangtuamu. Kamu yang biasanya melakukan aktivitas bersama mereka, kini harus rela berada jauh dari jangkauan mereka.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Melanie Putria dan Angga ‘Maliq & D’Essentials’, Resmi Bercerai!

Berbeda dengan Angga yang tak tampak dalam persidangan, Melanie Putria terlihat hadir dengan didampingi oleh kuasa hukumnya, pada sidang perceraiannya, yang digelar di Pengadilan Agama Jakarta Barat, kemarin Senin (21/1).

Dan atas kesepakatan bersama, keduanya akhirnya resmi bercerai sebagaimana hasil putusan yang dibacakan oleh hakim.

“Hari ini dikarenakan bukti sudah cukup, keterangan saksi juga sudah menguatkan alhamdulillah hari ini juga sekalian putusan. Sudah resmi bercerai,” ujar Indah Dewi Yani, kuasa hukum Melanie saat ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Barat, dikutip dari laman detik.com.

Ternyata proses perceraian keduanya sudah sejak lama dilangsungkan dan sepakat berpisah dengan baik-baik. 

Sebelumnya, keduanya menikah pada 7 Maret 2010 lalu. Dari pernikahannya itu, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Sheemar Rahman Purariredja. Jarang terlihat dalam gosip miring, keduanya tampak mesra di sosial media. Namun, mendadak harus berpisah setelah 8 tahun berumah tangga.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Dihargai Rp. 1.500/Kg, Petani di Banyuwangi Buang Buah Naga ke Sungai

Dinilai tak mendapat harga yang cukup mempuni, beberapa petani buah Naga di Bayuwangi terlihat membuang hasil panen ke sungai. Hanya dihargai sekitar Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per kilogram (kg). Tindakan para petani yang membuang buah naga ke sungai ini jadi salah satu bentuk protes atas merosotnya harga buah tersebut.

Dikutip dari laman Detik.com, Hari candra setyawan (29), warga Dusun Silirbaru Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi mengaku, anjloknya buah naga di Banyuwangi membuat dirinya merugi.

“Terpaksa saya buang ke sungai karena memang tidak laku. Dijual pun juga tidak nutut dengan ongkos petani,” ujarnya kepada wartawan, Senin (21/1/2019).

Dan dari foto dan video yang beredar luas di dunia maya, konon kegiatan membuang buah naga tersebut adalah kali kedua. “Ini bentuk protes kami karena buah naga dari Banyuwangi tidak laku dipasarkan. Kemarin kita buang 100 kilo. Ini lebih banyak lagi. Hampir 200 kilogram,” tambahnya.

Dianggap tak bisa mengembalikan modal, beberapa petani buah naga di wilayah sekitaran Banyuwangi, yakni di Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, akhirnya mempersilahkan masyarakat untuk memetik sendiri buah naga di kebunnya.

“Silakan kalau mau ambil sendiri di kebun. Gratis. Harga tidak nutup dengan ongkos petik,” ujar Ukri, dikutip masih dari laman yang sama.

Situasi ini sudah berjalan sekitar 2 minggu lebih, padahal menurut Ukri para petani baru bisa dikatakan mendapat untung jika harga buah naga diatas Rp. 6.500/kg.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Sering Merasa Sedih? Cobalah Lakukan Hal Ini Agar Hidupmu Lebih Bahagia Lagi

Ternyata, hal paling membahagiakan seseorang adalah ketika ia berhasil memecahkan sebuah persoalan dan bisa memahami semua keinginan yang ia inginkan. Namun untuk bisa mendapatkan itu semua, tentu tak akan mudah. Ada beberapa hal yang perlu dirubah, ditingkatkan dan ditambah dalam porsi yang lebih besar.

Ini bisa jadi susah, tapi bisa juga terasa mudah. Tergantung bagaimana kamu menilainya dan bertindak untuk menjadikannya nyata. Kira-kira apa saja ya?

Jangan Menunda-nunda, Kerjakan Apa yang Memang Harus Diselesaikan

Begini, kamu tidak akan bisa berjalan atau merasa bahagia. Jika hingga saat ini, kamu masih bingung untuk menentukan tujuan dan masih kerap menunda pekerjaan atau kegiatan.

Seorang penulis bernama Marilyn Vos Savant menyarankan kita untuk membuat daftar dari setiap tugas kecil yang harus dilakukan dalam sehari kemudian kamu bisa melakukannya  satu demi satu. Jangan sampai ada yang kelewatan ya. Hal tersebut juga bisa diterapkan untuk tugas mingguan dan bulanan lho.

Langkah ini hanya sederhana, karena kamu hanya cukup menyelesaikan apa yang memang jadi tanggung jawabmu sendiri. Tapi, yakinlah jika itu akan membuatmu lebih mudah untuk merasa bahagia.  

Tetapkan Tujuan dan Fokuslah Pada Apa yang Sedang Kamu Kerjakan

Pikirkan apa yang telah kamu capai mulai dari titik permulaan hingga sekarang ini. Kemudian belajarlah, untuk menghargai setiap proses yang akan kamu lakukan untuk pencapaianmu. Jika hal itu sudah berhasil kamu capai. Hal selanjutnya adalah melatih diri untuk bisa tetap fokus pada apa yang tadi sudah ditetapkan.

Kalau memang dirasa perlu, cobalah buat pengingat kecil yang bisa kamu lihat setiap saat. Dengan begitu, setiap kali kamu merasa lupa atau bimmbang, ada gambaran yang akan membantumu untuk tetap fokus pada tujuan.

Ubah Pandangan yang Selama Ini Kau Yakini, ‘Dari Mendapatkan Menjadi Memberikan’

Sebuah pepatah dari Wayne Dyer mengutarakan, “Ketika Anda mengubah cara Anda melihat sesuatu, hal-hal yang Anda lihat akan berubah.”

Ini mungkin akan sedikit susah dirubah, apalagi jika selama ini yang kita jadikan ukuran kebahagian adalah ketika kita mendapatkan. Bergeser dari yang selama ini dipercayai, kamu perlu untuk merubah cara pandang yang akan memberikan kebahagian.

Titik ini akan membuat kamu termotivasi melakukan hal lain yang bertujuan membuat bahagia orang lain. Bukan sekedar membuat dirimu bahagia saja. Tapi anehnya, meski yang kau lakukan bukanlah untuk dirimu sendiri. Ada hal lain yang justru membuatmu lebih bahagia dari yang selama ini kamu jalani.

Rubah dan Tetapkan Kebiasaan untuk Konsistensi yang Lebih Bisa Dipegang

Dari semua sumber bahagia, konsistensi untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan hati selalu jadi kunci untuk bisa lebih bahagia lagi. Kita butuh konsistensi dan pengulangan atas sesuatu hal. Karena ketika kita sudah berhasil untuk melakukan hal tersebut secara berulang dan konsisten. Ini akan membantu otak kita mudah beradaptasi akan runitinitas baru lain.

Selanjutnya keberhasilan kita untuk bisa tetap berpegang teguh pada rutinitas yang sudah dijadikan kebiasaan. Jadi hal lain yang selanjutnya akan melahirkan rasa bahagia dalam kegiatan yang kita jalankan.

Perbanyak Bersyukur dan Belajar untuk Lebih Fokus pada Lingkunganmu

Mereka yang menghabiskan waktu bersamamu akan mengubah hidupmu menjadi lebih baik, maka senantiasa tebarkanlah hal-hal positif disekitar orang-orang yang mendukungmu. Serta jangan lupa pula untuk berterimakasih atas kehidupan yang selama ini kamu dapatkan. Orang-orang baik yang ada di dekatmu, dan semua hal yang selama ini sudah ada dalam hidupmu.

Rasa syukur atas penerimaan diri atas apa yang dimiliki dalam kehidupan akan mendatangkan energi positif yang mampu membuatmu bahagia. Walau sebenarnya apa yang kau miliki adalah hal-hal sederhana.

Setiap Kali Hampir Menyerah, Visualisasikan Masa Depan Impianmu

Berita suka dan bahagia kerap datang tanpa diminta. Hari ini kita mungkin sedang berada pada tingkat bahagia yang tetinggi. Tapi esok hari bisa saja kita merasakan sedih yang paling bawah. Untuk bisa mengembalikan semangat yang hilang. Mari uraikan lagi gambaran masa depan yang kamu inginkan.

Buatlah bayangan, akan seperti apa hidupmu dalam 3 atau 5 tahun ke depan. Masih tetap menjadi dirimu yang sekarang, atau ingin jadi sosok yang lebih besar? Dari pertanyaan-pertanyaan seperti ini, secara tak langsung kamu akan terdorong untuk melakuka apa saja demi mewujudkannya.

Dan Ambil Lebih Banyak Tindakan dari Semua Hal yang Sudah Kamu Rencanakan

“Talk Less do More”

Simpan semua omong kosong yang hanya bisa terdengar menyenangkan telinga. Mari ganti dengan sebuah tindakan nyata yang bisa merubah hidup kita. Karena selain membuat diri bahagia, satu tindakan tentu jauh lebih berarti jika dibandingkan dengan semua hal-hal yang selama ini hanya kamu bicarakan tanpa dibuktikan.

Pakailah waktu untuk membuat diri bahagia, dan mewujudkan semua mimpi yang selama ini sudah ada dalam kepala.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top