Feature

Menyelesaikan Masalah dalam Relasi Sejatinya Tak Perlu Pakai Ancaman ‘Putus Saja Yuk’

Menyelesaikan suatu masalah dalam hubungan memang sangat berisiko. Ada yang bertengkar dengan meledak-ledak, ada juga yang saling tak mau bicara hingga pada akhirnya mengancam untuk menyudahi hubungan. Risikonya cukup besar, kalau dalam hubungan kamu dan pasangan adalah orang yang sama-sama emosional, bisa-bisa setiap ada masalah hubunganmu terancam putus.

Padahal kalau memang saling menyayangi dan mencintai, kalau masalahnya bisa diatasi dengan baik, kenapa harus putus? Kamu dan pasanganmu sudah dewasa, bukan? Ada loh cara lain yang bisa kalian lakukan dibanding saling mengancam dengan kata-kata perpisahan.

Jangan Takut untuk Membicarakan Masalah yang Kalian Hadapi

Bila ada sesuatu yang mengganjal dan membuatmu resah, tak usah kamu pendam, kawan. Bicarakanlah pada pasanganmu. Kalian sudah sama-sama dewasa, bukan? Butuh komunikasi supaya pasanganmu pun mengerti ihwal perasaan yang kamu rasakan. Kalau kamu hanya memendam masalah, kamu hanya akan menahan emosi dan kalau emosimu sudah meluap, kamu malah sulit mengontrolnya.

Jangan Membandingkan Hubunganmu dengan Pasangan Lainnya

Setiap orang dilahirkan dengan karakter yang berbeda-beda. Begitu pun saat mereka menghadapi masalah, cara menyelesaikannya pun akan berbeda. Di lain sisi, setiap orang pun punya kelebihan dan kekurangan. Tergantung bagaimana kamu bisa memandangnya.

Untuk itu, saat kamu menjalani relasi dengan pasanganmu yang sekarang, tak perlu membandingkan hubunganmu dengan orang lain. Mungkin secara tak sadar ketika ada suatu masalah, kamu akan membandingkan pasangan kamu dengan orang yang lebih baik. Atau mungkin kamu membandingkannya dengan mantan kamu yang dulu.

Sebaiknya ini hanya menjadi pikiranmu sendiri saja. Jangan sampai kamu terlalu memikirkannya bahkan sampai membandingkannya secara terang-terangan kepada pasangan kamu. Hindari hal ini agar kalian tetap saling menghargai.

Hindari Memasang Ekspetasi yang Berlebihan

Dalam hubungan, menaruh ekspektasi pada pasangan pasti akan terjadi. Namun sampai mana kamu berharap ekspektasi yang telah kamu buat akan memengaruhi hubunganmu dengan pasangan. Yup, ada baiknya kamu memasang ekspetasi yang tak terlalu tinggi.

Bagaimanapun, tak ada seseorang yang sempurna. Kamu pun harus lebih bijak dalam memandang suatu permasalahan yang mungkin kamu hadapi bersama pasangan. Lepaskan ekspektasi-ekspektasi yang terlalu tinggi pada pasangan dan saling menerima kalau memang kamu ingin mempertahankan hubunganmu untuk jangka waktu yang lama.

Tak Usah Gengsi Mengakui Kesalahan dan Diam Saat Kamu Memang Benar

Ini juga penting loh. Dalam melakoni sebuah hubungan, biasanya tiap pasangan pasti akan saling meninggikan egonya. Kamu merasa tak mau kalah dan ingin selalu dinilai benar. Padahal, untuk mempertahankan sebuah hubungan adalah adanya rasa saling mengalah dan menurunkan ego. Bagaimanapun, hubungan bukan sebuah ajang perlombaan siapa yang menang dan siapa yang kalah.

Ambilah Waktu untuk Menenangkan Diri Sejenak

Saat ada masalah yang terjadi pada hubungan kamu dengan pasangan, kalian harus menyelesaikannya dengan kepala dingin. Kalau kamu rasa kondisinya masih sama-sama emosi, tenangkan diri masing-masing. Jangan biarkan emosi dan ego saling menguasai diri kamu dan pasangan. Saat kamu dan pasangan sudah merasa tenang, kamu pun bisa berpikir lebih jernih dan bijak.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Kiat Kencan Ala Film ‘Before Sunrise’ untuk Kamu dan si Dia

Film pertama yang kemudian jadi tripologi karya Richard Linklater ini memang sangat legendaris. Menyajikan kisah romansa sederhana, obrolan yang dibangun oleh Jesse dan Celine di film ini, memang patut di acungi jempol. 

Tak tanggung-tanggung, mereka ngobrol ngalur-ngidul untuk membicarakan segala hal. Mulai dari kehidupan, kultural, kepercayaan, filsafat, seni, cinta, dan dinamika kehidupan yang ada. Lalu coba bayangkan jika perjalanan keliling kota Viena yang mereka lakukan, kamu contek untuk mengajak si dia pergi kencan.

Percaya pada kami, ini akan jadi ide kencan tak biasa yang membuat kekasihmu makin cinta. Tapi, sebelum melangkah membopong si dia. Ada kiat dari kami yang mungkin perlu kamu pahami untuk bisa diikuti. 

Coba Tanya Ketersedian Waktu si Dia, Jangan Sampai Tak Bisa Diajak Pergi Ketika Hari-H

Boleh saja memang, jika kamu ingin mengajak si dia secara dadakan. Tapi untuk menghindari kemungkinan waktu yang tak sejalan, ada baiknya kamu beritahu dia sebelum hari-H. Tanyakan padanya, apakah ia tertarik pada ide kencan yang ingin diajukan. Dari sini, kamu bisa lihat apakah dirinya tertarik atau tidak. Tapi tebakan kami, dirinya pasti suka.

Kalian boleh percaya diri jika si dia pasti dengan senang hati ikut pergi. Karena kaum hawa selalu merasa istimewa jika pasangannya berbuat hal-hal berbeda untuk dirinya. Untuk itulah kamu tak boleh mengecewakannya, buat ia bahagia di kencan yang tak biasa.

Tentukan Tujuan, Titik Mana yang Jadi Awal dan Akhir Perjalanan Kencan

Untuk kamu yang sudah menonton film ‘Before Sunrise’, pasti tahu kan, jika pertemuan Jesse dan Celine terjadi di dalam kereta. Hingga akhinya mereka berkenalan, mengobrol, kemudian Jesse menawarkan Celine untuk turun di Viena saja. Disinilah awal mulanya, mereka menapaki berbagai tempat berdua.

Tapi statusmu kan berbeda, si dia sudah jadi kekasih. Itulah mengapa perlu untuk menentukan, tempat mana saja yang akan jadi tujuan untuk kencan sebelum pagi menjelang. Jika sekiranya kamu kehabisan ide untuk mencari tempat, tak ada salahnya untuk meminta rekomendasi pada dirinya. Siapa tahu ia juga punya keinginan untuk berdua di suatu tempat pada waktu yang tak biasa.

Barangkali ia ingin memulainya dari tempat makan, yang bisa disambung ke tempat bersejarah untuk hubungan, lalu kemudian dilanjutkan ke tempat kesukaan. Nah, untuk kesan romantis yang tak biasa, cari titik finish di tempat yang pas untuk melihat matahari terbit.

Siapkan Diri untuk Membangun Obrolan Menyenangkan, Jangan Sampai si Pacar Merasa Bosan

Ini adalah kunci dari keberhasilan kencan yang akan kalian lakukan, cari topik obrolan yang bisa membuat dirimu dan pacar terus mengbrol tanpa jeda. Sebagaimana dan Jesse dan Nona Celine di filmnya. Tak perlu yang berat-berat, biarkan obrolan mengalir begitu saja. Dan kian mudah jika kebetulan kamu dan si dia punya selera humor yang sama.

Saran kami, kamu hanya perlu menjadi diri sendiri untuk membangun komunikasi yang akan dilakukan sepanjang kencan. Beberapa kali, selipkan pertanyaan tentang perasaan nona selama berdua. Tanyakan pula apa hal yang mungkin ia inginkan dari dirimu. Percayalah, ini akan jadi kencan yang menyenangkan jika kita mampu tetap mempertahankan obrolan.

Karena Ini Akan Berlangsung Malam ke Pagi, Buat Persiapan untuk Segala Kemungkinan yang Bisa Terjadi

Kamu harus melakukan persiapan total, jangan sampai ada hal yang kurang ketika hendak memulai perjalanan kencan. Maka sebelum berangkat, pastikan jika tubuh sedang sehat, begitu pula dengan si dia. Siapkan kebutuhan logistik kecil, macam air mineral dan snack untuk menemani perjalanan.

Bahkan kalau perlu, buatkan playlist lagu kesukaan berdua yang bisa didengarkan di setiap pemberhentian yang ada. 

Dan Pastikan Kamu Tak Salah Memilih Kendaraan untuk Kencan yang Tak Biasa Ini 

Berbalik sebentar pada filmnya, kedua tokoh utama memang bertemu di dalam kereta. Berkeliling kota dengan angkutan umum dan berjalan kaki berdua. Nah, berhubung kota-kota di Indonesia tak seperti Viena. Kamu perlu untuk menentukan kendaraan yang akan dibawa untuk pergi kencan.

Untuk kesan yang lebih intim dengan si dia, kuda besi Suzuki GSX150 Bandit jadi kendaraan yang pas untuk dijadikan teman sejalan. Dirancang untuk memberikan kenyamaan yang pas kala berkendara, dia yang dibonceng tak akan merasa jengah, sebab Suzuki GSX150 Bandit punya jok yang empuk dan panjang.

Dibekali mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal. GSX150 Bandit menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan. Jadi kombinasi dapur pacu yang pas untuk kencan ala ‘Before Sunrise’ yang akan kalian berdua lakukan.

Nah, karena kencannya akan dimulai ketika matahari tenggelam hingga terbit lagi. Sepanjang perjalanan, kalian tentu butuh pencahayaan yang terang kan? Berita baiknya, Suzuki GSX150 Bandit ini, juga sudah mengadopsi lampu bertipe LED sehingga terlihat elegan. Kemudian beralih ke speedometer mata juga akan dimanjakan oleh tampilan full digital berwarna putih. Dan kami yakin, kombonasi ini jadi sesuatu yang cukup mumpuni untuk kamu dan si dia nikmati.

Terakhir, motor ini punya pilihan warna menarik. Mulai dari Metallic Matte Titanium Silver, Brilliant White / Aura Yellow, Stronger Red / Titanium Black hingga yang menyukai tampilan polos bisa memilih Titanium Black. Jadi kamu bisa bebas memilih sesuai warna kesukaan. Bagaimana, tertarik ingin kencan ala film ‘Before Sunrise’ dengan Suzuki GSX150 Bandit seperti yang kami sarankan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Perjalanan Transisi Hidup Menuju Dewasa dan Bijaksana

“Jadi orang dewasa itu menyenangkan, tapi susah untuk dijalankan”

Kami percaya, setidaknya beberapa orang akan setuju dengan kalimat yang barusan kalian baca. Menjadi dewasa berarti siap dihadang banyak perkara, mulai dari yang remeh sampai yang berat. Dari pekerjaan sampai perkara hubungan. Walau bebas memilih akan jadi orang dewasa yang seperti apa, tapi setidaknya ada beberapa fase  yang juga akan kamu rasa.

Bayang-bayang hidup indah tanpa gangguan, bukan lagi jadi sesuatu yang kamu pikirkan. Lebih dari itu, menjadi dewasa seiring bertambahnya usia membuatmu membuka mata bahwa hidup tak melulu tentang bahagia.

Menjadi Dewasa Menyebalkan, Tapi Biar Bagaimanapun Harus Tetap Dijalankan

Sebelum sampai di usia yang sekarang, ada banyak sekali sumber bahagia. Gebetan yang memberi senyum sebagai isyarat suku, aktivitas di sekolah yang selalu berhasil mengundang tawa, hingga kencan pertama yang membuat hati berbunga-bunga hingga esoknya.

Sialnya, selepas memasuki usia di angka 20. Segala macam tetek bengek untuk menjadi manusia dewasa terasa kian berbeda. Tak melulu tentang urusan cinta, pikiran kita berubah kian kompleks untuk mencerna apa saja yang memang layak untuk membuat bahagia.

Bahkan Mendorong Kita untuk Bertanya Pada Diri Sendiri, “Sejauh Ini, Udah Ngapain Aja Sih?”

Quarter crisis life, memang sering membuat kita merasa hampir putus asa dengan kehidupan yang ada. Pekerjaan dan mimpi yang masih entah seperti apa, kisah cinta yang tak kunjung terlihat arahnya, hingga persoalan lain yang kian memusingkan kepala.  Di usia ini, hidup memang tak sesimpel dulu. Hal-hal yang dulu dirasa mudah, berubah jadi sesuatu yang berat dan susah.

Akan Tetapi, Dewasa Juga Membuat Kita Lebih Kritis dalam Segala Hal

Pada setiap masa dalam hidup, akan ada titik dimana kita selalu sikap kritis. Mempertanyakan segala sesuatu yang akan kita lakukan. Entah itu pada diri sendiri atau orang sekitar. Selanjutnya, situasi ini akan membawa kita pada satu titik yang bisa dinamakan kedewasaan. Melahirkan sikap yang berbeda, dari masa-masa sebelumnya. Kita mulai menyadari sebuah tanggung jawab, ketulusan, waktu yang berharga, rasa syukur, dan kemauan untuk terus berubah lebih baik lagi.

Namun Jika Harus Dibandingkan, Perempuan Disebut-sebut Lebih Cepat Dewasa Daripada Kaum Adam

Perempuan memang jauh lebih cepat dewasa dibanding kalian kaum adam. Tapi kalau ingin diperdebatkan. Pernyataan ini mungkin akan jadi debat kusir yang tak menemukan titik tengah. Tapi, asal kamu tahu saja. Hal ini juga disetujui oleh para peneliti. Untuk penjelasan yang lebih detail, kami pernah membahasanya di artikel ini.

Tapi Kita Tak Boleh Menyerah, Karena Setiap Masalah Membuat Kita Lebih Dewasa!

Kita mungkin merasa tak siap, tapi daripada lebih dulu pesimis atas masalah yang akan datang silih dan berganti. Mari kita pahami, bagaimana sebuah masalah bisa merubah kita jadi pribadi yang lebih baik lagi. Anggaplah ini sebagai upah, karena kita tetap bertahan untuk semua perkara.

Dan Tak Hanya Itu Saja, Dewasa Juga Merubah Cara Pandang Kita Pada Kriteria Pasangan

Saat belum sedewasa sekarang. Kamu mungkin punya berbagai macam keinginan ajaib tentang bagaimana dia yang kelak jadi pasangan. Namun sejalan dengan pertambahan usia, banyak pandangan baru yang berubah. Begitu pula dengan perubahan caramu berpikir tentang cinta.

Dewasa memang tak bertolak pada usia, tapi bagaimana kite memaknai setiap perjalanan hidup dengan berbagai macam pelajarannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pemilu Sudah Terlewatkan, Mari Sudahi Ajang Kubu-kubuan

Hampir satu tahun terakhir, kita semua jadi saksi bagaimana pesta demokrasi melahirkan berbagai macam kejadian. Teman lama yang mendadak bermusuhan, adu pendapat yang jadi sumber pertengkaran, hingga saling ejek atas pilihan yang tak sesuai dengan hal yang kita lakukan.

Banyak drama yang sudah kita saksikan bersama. Gilanya fanatisme atas usungan kepala negara, sampai perselisihan hebat yang terjadi pada beberapa grup whatsApp keluarga. Serupa dengan para legislatif yang gagal mendapat suara, kita semua juga pasti sudah lelah menyaksikan ajang kubu-kubuan yang selama ini jadi tembok pemisah.

“Tujuh belas April lalu, jadi penentu. Siapa yang menang dan kalah”

Untuk itu seharusnya kita pun bisa kembali seperti semula. Tak lagi memblokir teman lama karena sering memberikan komentar negatif atas pilihan kita. Kembali menyapa tetangga, meski pilihan kita kalah dan pilihannya jadi juara.

Perlu diingat, jika tak ada satupun peristiwa yang mampu memisahkan kita semua sebagai saudara sebangsa. Pemilu itu pesta demokrasi, bukan ajang yang bertujuan untuk mencerai-beraikan kita dari hidup bermasyarakat. Setiap usungan kita tentu punya niat dan maksud, dan kita percaya jika perjuangan mereka adalah yang terbaik yang patut dipilih. Namun bukan berarti, orang lain harus bisa mengerti. Sebab, setiap kepala memiliki cara pandang yang berbeda. 

Ingat, Bangsa yang merdeka adalah mereka yang bisa menerima perbedaan yang lahir dari tiap kepala. Ketidaksukaan kita pada satu pihak tertentu, tak lantas jadi alasan untuk memaksakan kehendak pada teman lain yang belum tahu. Sebagaimana kita yang merasa berhak untuk memilih sesuatu, orang lain pun memiliki hak serupa untuk menyuarakan apa yang dirasanya perlu.

Selepas jari yang sudah berwarna ungu, setelah puas karena telah menggunakan hak suaramu, mari kembali bersatu. Sebagaimana gerai pakaian atau restauran yang tak membeda-bedakanmu menikmati diskon bersadarkan pilihan suara, ayo lupakan semua perbedaan dan pertentangan yang kemarin ada.

“Saatnya kembali menjadi Indonesia, yang meski berbeda-beda tapi tetap satu jua”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top