Feature

Menurut Penelitian, Punya Teman Baik Lebih Penting Daripada Punya Teman Banyak

Seseorang yang terlihat memiliki banyak teman, memang selalu menarik perhatian. Mulai dari dianggap sebagai sosok yang menyenangkan, hingga dicap setia kawan. Dipandang sebagai seseorang yang selalau bahagia karena punya banyak teman, hal yang ia rasakan justru sering jauh dari apa yang kita gambarkan.

Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Social Psychiatry and Psychiatric Epidemiology menemukan bahwa kualitas sebuah hubungan pertemanan lebih penting daripada kuantitasnya. Dengan kata lain, punya teman sedikit namun memiliki hubungan yang erat dan dekat lebih baik daripada memiliki banyak teman namun hanya datang ketika ia butuh bantuan. 

Selanjutnya, penelitian yang juga fokus pada penemuan bahwa perasaan kesepian mampu memperpendek usia seseorang ini, juga menunjukkan bahwa untuk bisa mendapatkan support sosial dari seseorang, kita sebenarnya tak butuh banyak orang, hanya beberapa saja yang memang paling dekat dan mengenal kita dengan baik.

Maka jika selama ini kamu berpikir punya banyak teman adalah seseuatu yang baik, itu adalah pandangan yang salah. Karena meski banyak, belum tentu mereka bisa membuatmu tenang. Dan untuk lebih meyakinkanmu, inilah beberapa hal yang jadi alasan mengapa teman sedikit tapi berkualitas lebih penting dari teman yang banyak tapi datang ketika ada maunya saja.

Satu Orang yang Mau Mendengar Lebih Baik Daripada Mereka yang Banyak Namun Tak Bisa Paham

Sulit untuk menemukan seseorang yang benar-benar bisa paham. Bahkan dari sekain banyak teman yang kita punya, seringnya hanya beberapa saja yang bisa megerti apa yang kita rasa. Menghabiskan energi untuk orang-orang yang sebenarnya tak bisa mengerti akan diri kita, adalah salah satu hal yang akan menambah beban dalam diri. 

Bahagia, dia yang mampu memahami kita biasanya akan bertindak tanpa diminta. Bersedia mendengar ketika kita bercerita, dan selalu siap sedia untuk memberi nasihat ketika kita membutuhkan saran darinya. 

Kian Sedikit Teman, Kamu Jadi Tahu Mana Ia yang Layak Disebut Kawan Sejati

Dari sekian banyak jumlah teman yang kita miliki, tak ada yang bisa dijamin akan bertahan sampai mati. Namun, seleksi alam akan menyisahkan orang-orang yang memang sejati. Memutuskan untuk tetap berteman meski dari segi kuantitas tak banyak seperti yang teman dari yang orang lain miliki.

Tak apa, ini adalah ajang penentu yang akan membantumu. Melihat siapa saja yang layak kau sebut sebagai kawan sejatimu dengan yang hanya datang ketika ia membutuhkanmu. 

Biar Sedikit Tapi Memberi Dampak Baik 

Yap, walau terkesan perhitungan. Hubungan pertemanan tentu kita harapkan memberi dampak untuk kehidupan. Merubah kita jadi sosok yang lebih hangat, membantu kita belajar, memberi pengatahuan baru, dan hal-hal lain yang bermanfaat untuk kehidupan kita. 

Toh, memiliki sedikit teman tak lantas membuatmu jadi sosok yang dijauhi. Lebih dari itu, bertahan dengan sedikit orang yang saling mengerti jauh lebih baik daripada terus bersama dengan teman yang banyak tapi tak satu pun dari mereka dapat mengerti kita. 

Memiliki Teman yang Sedikit Kadang Membuat Kita Beruntung, Karena Persahabatan Jauh Lebih Solid 

Dengar, mempunyai teman yang jumlahnya  tidak terlalu banyak juga ada keuntungannya. Kamu jauh lebih mudah untuk menjadi diri sendiri, tanpa harus terpaku pada standar yang disebut-sebut oleh kebanyakan temanmu. 

Sebab, mereka yang benar-benar menganggapmu sebagai teman akan menerima bagaimana pun keadaan dan situasimu. Memahami semua kekuranganmu dan selalu kagum atas segala kelebihanmu. Tak akan memaksamu jadi sosok yang mereka inginkan, karena sedikit teman selalu menghargai semua perbedaan. 

Dan Teman yang Berkualitas Akan Terus Memberi Dukungan, Meski Jarak Memisahkan 

Sebuah pertemanan yang berkualitas, tak akan lekang oleh jarak. Maka meski kalian akan berjauhan, temanmu paham jika dukungan dan saran harus terus digaungkan. Menariknya lagi, teman yang berkualitas akan tetap menjaga komunikasi dan obrolan. Karena masing-masing dari kalian sudah memiliki pengalaman baru yang bisa diceritakan satu dengan yang lainnya. 

Walau hanya lewat pesan singkat, kamu dan teman sejatimu selalu bisa menunjukkan betapa kalian saling peduli dan memahami satu dengan yang lainnya. Dan mereka yang tulus berteman, selalu tahu bagaimana menjaga hubungan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Adela Resmi Layangkan Gugatan Cerai pada Sang Suami

Kabar tak megenakkan, baru-baru ini datang dari pelantun lagu ‘All I Ask”, Adele. Yap, belum lama ini, ia mengumumkan perpisahannya dengan sang suami, Simon Konecki. Dan kini, penyanyi perempuan berusia 31 tahun tersebut secara resmi melayangkan gugatan cerai pada suaminya.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh oleh pihak Adele melalui sebuah pernyataan yang dikutip dari E! News, Jumat (13/9), dimana Adele menggugat cerai Simon setelah 8 tahun, dan memutuskan akan merawat anak mereka, Angelo, bersama-sama.

“Mereka berkomitmen untuk membesarkan Angelo bersama dengan penuh cinta,” ungkapnya sang sumber.

Akan tetapi, hingga ini dituliskan, baik Adele maupun Simon Konecki masih belum angkat bicara terkait kabar gugatan cerai mereka tersebut.

Sebelumnya, Ryan Tedder, vokalis OneRepublic sekaligus sahabat dekat Adele, mengungkap kabar sang musisi setelah memutuskan untuk berpisah. Ia menyebut Adele tengah merasa kesulitan karena perceraian, namun keadaannya baik-baik saja.

“Perceraian memang sangat membuatnya kesulitan. Tapi sekarang dia baik-baik saja,” ujar Ryan beberapa waktu sebelumnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Lelaki yang Hina BJ Habibie di Sosmed, Ternyata Mengidap Gangguan Jiwa

Kepergian Presiden ke-3, BJ Habibie jadi luka mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun, saat semua orang sedang berduka, seorang lelaki didatangi polisi karena melakukan ujaran kebencian atas meninggalnya BJ Habibie. Akan tetapi, setelah diinterogasi, ternyata laki-laki tersebut mengalami gangguan jiwa.

“Kami sudah lakukan interogasi terhadap seorang diduga pelaku ujaran kebencian saat mengomentari wafatnya Bapak BJ Habibie lewat media sosial,” kata Kasat Reskrim Polres OKU Timur, AKP M Ikang saat dikonfirmasi, Jumat (13/9/2019) dilansir dari detiknews.com. 

Lebih lanjut, Ikang mengarakan jika, pelaku adalah BA (16) warga Desa Petanggan, Belitang, OKU Timur. Dan dari intogasi polisi, BA mengakui jika dirinya memang telah berkomentar pedas di media sosial.

“Pelaku mengakui perbuatannya, tetapi orang tuanya mengaku anaknya dalam kondisi gangguan jiwa. Dia baru pulang berobat dari Ernaldi Bahar Palembang (rumah sakit jiwa) dan dirawat selama 40 hari,” kata Ikang.

Saat ini, lanjut Ikang, BA tengah dirawat jalan. Hal ini dibuktikan dengan adanya surat keterangan dari rumah sakit dan obat yang masih dikonsumsi aktif oleh BA.

“Semua ada, ada obat-obatan, ada surat berobat jalan. Kalau diinterogasi dia diam, lupa dan kemarin didampingi juga sama keluarganya,” jelas Ikang.

Melihat kondiri BA yang memang menderita gangguan jiwa, polisi hanya melakukan interogasi dan tidak melakukan penahanan. Namun, Polisi juga meminta keluarga untuk melakukan pengawasan terhadap BA.

Sebelumnya, sebagai infromasi, pelaku mengomentari sebuah postingan atas wafatnya BJ Habibie di media sosial. Ia berkomentar ‘Mampus lo keparat cuihh‘ yang kemudian memacing emosi warganet di Instagram.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Di Malaysia, 409 Sekolah Ditutup Sementara Karena Kabut Asap dari Indonesia

Dampak dari kabut kiriman yang diterima oleh beberapa wilayah di Malaysia dari Indonesia, Pemerintah Malaysia dikabarkan terpaksa harus menutup 409 sekolah di negara bagian Sarawak. Konon, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan 8di Indonesia tersebut sudah mengepung wilayah di perbatasan tersebut.

Kementerian Pendidikan Malaysia mengumumkan bahwa mereka menutup 409 sekolah di sembilan distrik pada awal pekan ini yang berdampak pada 157.479 siswa. Sebagaimana dilansir Malay Mail, Padawan menjadi distrik yang terkena dampak paling parah, yang mengakibatkan 101 sekolah harus ditutup.

Di sisi lain, distrik yang terkena dampak kabut asap dengan populasi siswa terbanyak adalah Kuching, di mana 60.509 pelajar berdiam. Dan tak hanya itu saja, pemerintah negeri jiran tersebut juga menutup 53 sekolah di Betong, juga 44 sekolah di Bau, dan 30 sekolah Lubok Antu.

Selanjutnya, di wilayah Samarahan, ada tiga sekolah dengan 3.411 pelajar, sementara Serian memiliki 20 sekolah yang menampung 2.230 siswa. Sebanyak 9.828 siswa di 41 sekolah Sri Aman, dan 3.895 pelajar di 30 sekolah di Lundu juga terpaksa libur akibat kabut asap ini.

Dilansir dari laman CNNIndonesia, Pusat Meteorologi Khusus Asean (ASMC) menyatakan bahwa kabut asap akan terus mengepul di semenanjung Malaya dan Sarawak barat jika kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan tak kunjung padam.

Akan tetapi, sebelumnya, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI, Siti Nurbaya Bakar, mengatakan bahwa asap karhutla itu juga berasal dari wilayah Malaysia sendiri, seperti Sarawak dan Semenanjung Malaya.

Hasil pemantauan satelit oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memang menunjukkan pada 6 sampai 7 September, terjadi peningkatan jumlah titik api di Malaysia (Serawak dan Semenanjung Malaysia) yakni dari 1.038 titik menjadi 1.423 titik.

Siti juga menganggap asap karhutla di Indonesia tidak mungkin sampai ke Negeri Jiran, lantaran arah angin tidak berembus ke arah negara tersebut.

Menteri Energi, Teknologi, Lingkungan Hidup, dan Perubahan Iklim Malaysia, Yeo Bee Yin, pun melansir data dari ASMC yang menunjukkan jumlah titik api terbaru di Kalimantan sebanyak 474 dan Sumatera sebesar 387. Sementara itu, titik api di Malaysia tercatat hanya tujuh.

*Featured Image : Antarafoto

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top