Feature

Menurut Penelitian, Ini Lama Waktu Ideal Berpacaran Sebelum Dibawa ke Pernikahan

Pacaran ditengarai sebagai proses saling mengenal paling pas terhadap pasangan sebelum melanjutkan proses ke arah yang lebih matang. Kematangan dalam berpasangan juga terlihat dari seberapa padunya antara cowok dan cewek ketika berpacaran, bagaimana menyelesaikan masalah dan bagaimana membagi waktu antara satu dan yang lainya.

Selain itu, durasi dalam berpacaran juga menjadi perhitungan, lho. Memang banyak yang pacaran 1 tahun habis itu menikah, ada juga yang mencapai 9 tahun dan tak kunjung  menikah. Namun, yang menjadi pertanyaan, sebenarnya berapa lamakah idealnya waktu berpacaran sebelum melangkah ke pelaminan? Berdasarkan penelitian terhadap 4 ribu pengantin yang dilakukan di Bridebook.co.uk, rata-rata mereka membutuhkan waktu selama 4,9 tahun untuk setiap pasangan sebelum melanjutkan ke pernikahan.

Kenapa Waktu 4,9 Tahun Dianggap Ideal?

Semakin lama hubungan dijalani, maka akan kian terlihat pula karakter asli yang sebenarnya. Kamu mulai dapat tertawa terbahak-bahak di depannya tanpa perlu jaim. Kamu pun bisa berlaku sebebasnya tanpa merasa pasanganmu bakal ilfeel melihat tingkahmu. Dan, begitu juga dengan pasanganmu yang akan terlihat tingkah aslinya seperti suka ngupil atau sebagainya. Maka dari itu 4,9 tahun berpacaran dianggap sebagai durasi yang ideal sebelum melangkah ke arah yang serius.

Karir Juga Bakal Lebih Matang Dengan Jarak Waktu Tersebut

Dalam ranah pekerjaan, kamu pun seharusnya sudah lebih matang. Karena tak mungkin kan berkoar-koar untuk membicarakan soal pernikahan namun pekerjaan pun tak ada. Oleh karena itu, dengan jenjang waktu yang hampir setengah dekade tersebut. Laki-laki sebagai calon kepala keluarga bisa memantapkan dirinya, setidaknya sudah menjadi karyawan tetap dalam suatu perusahaan dengan gaji yang terbilang cukup untuk membangun rumah tangga. Tak perlu mewah, merangkumnya dalam kesederhanaan saja sudah bisa membuat kalian berdua bahagia.

Pernikahan Bukan Hanya Soal Hidup Berdua Dalam Satu Atap yang Sama

Pernikahan pun bukan hanya soal mengarungi hidup dengannya sampai maut memisahkan. Tetapi bakal ada banyak hal yang menanti, seperti merawat anak misalnya. Dan bagaimana membagi waktu untuk keluarga, kerja, dan pertemanan.

Oleh karena itu, cowok ataupun cewek mesti mempelajari perannya sebelum resmi diikat dalam sakralnya ijab kabul. Dengan banyak belajar kepada orang yang sudah lama mengarungi kehidupan pernikahan seperti orangtua kalian. Atau mungkin jika hal itu dirasa kurang relevan karena perbedaan era yang terlampau jauh, kamu bisa juga mempelajarinya langsung dari teman yang telah berkeluarga dengan bertanya sedikit demi sedikit.

Masa Lajang Sudah Terasa Cukup Untuk Dihabiskan

Proses tersulit lainnya adala melepaskan masa lajang ketika cowok dan cewek sudah resmi menikah. Keinginan untuk keluar sampai larut malam rasanya tak pantas untuk dilakukan. Sehingga wajar saja apabila waktu lima tahun itu pantas untuk kalian berpuas-puas diri di masa lajang. Karena nanti tanggung jawab semakin besar, apalagi saat memiliki anak, bisa jadi waktumu hanya berpusat kepada keluarga dan pekerjaan saja.

Kalau Begitu Berapa Usia yang Pas Untuk Menikah?

Meski masa pacaran yang dianggap pas sudah dibahas, tapi tak afdol rasanya kalau tidak membicarakan soal usia. Maklum usia juga menjadi perkara, bagaimana seseorang sudah pantas menikah atau belum. Karena usia belasan atau pun di bawah 20-an dianggap sebagai usia krusial untuk menikah. Lalu banyak juga yang memilih menikah di bawah usia 25 tahun, bisa jadi ini dipengaruhi berbagai faktor entah dari si cowok atau si cewek.

Namun masih dilansir dari laman yang sama, terutama di Inggris sana, para wanita memilih untuk menikah saat mereka memasuki usia 30 tahun. Sedangkan pria memilih usia 32 tahun sebagai usia yang pas. Lantas bagaimana denganmu? Menurutmu berapa lamakah waktu yang ideal untuk berpacaran dan pada usia berapa kamu akan mengakhiri masa lajang?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Hasil Studi : Laki-laki yang Hobi Selingkuh Berpotensi Meninggal Lebih Cepat dari yang Setia

Merasa dicintai banyak perempuan itu memberi efek ‘nagih’, seolah bahagia atau berbangga. Beberapa laki-laki justru menantang dirinya untuk mendua. Ya, antara memang ingin atau terpaksa. Tapi sekalipun terpaksa, laki-laki yang selingkuh selalu sadar atas apa yang dilakukannya. Jadi kalau ada yang bilang ia ‘khilaf’, bisa jadi itu alibi saja.

Nah, jika kamu adalah lelaki yang disebut sebagai pelaku, hati-hat saja nih. Pasalnya, sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuan dan diterbitkan dalam Jurnal Of Sexual Medicine oleh University Of Florence, Italia menyebutkan, kebiasaan selingkuh terbukti membuat usia lelaki lebih cepat meninggal dibandingkan laki-laki yang setia.

Kamu Bingung Bagaimana Itu Bisa Terjadi? Begini…

Masih dari penellitian yang sama, para ilmuan tersebut menemukan fakta jika, lelekai beristri yang memiliki perempuan simpanan, lebih beresiko terkena serangan jantung secara mendadak.

Hal ini terdengar masuk akal, sebab sejalan dengan hasil temuan dari banyaknya laporan yang menyatakan jika jumlah kasus lelaki meninggal saat tengah berkencan dengan selingkuhan akibat serangan jantung sangat tinggi. Sebaliknya, belum ada laporan yang mengatakan seorang lelaki tewas ketika sedang bercinta dengan pasangan sah-nya.

Lebih lanjut, para peneliti tersebut mengungkapkkan, banyaknya serangan jantung yang menyerang lelaki selingkuh disebabkan beberapa faktor. Mulai dari kondisi pikiran yang was-was berlebihan, penggunaan obat kuat demi menyenangkan teman kencan yang biasanya lebih muda, sebab peneliti juga menuturkan jika kebanyakan laki-laki selingkuh ialah mereka yang sudah berumur dan secara kejantanan menurun.

Sedangkan pasangan selingkuhannya biasanya adalah para gadis muda yang masih sangat kuat dan membara dalam hal seksualitas. Nah, inilah yang menjadi alasan mengapa banyak laki-laki selingkuh terkena serangan jantung karena mengonsumsi obat kuat berlebihan.

Lagipula Meski Terlihat Bahagia, Lelaki yang Selingkuh Sebenarnya Sedang Menderita

Coba bayangkan saja, setiap hari dalam hidupnya ia harus menjadi dua pribadi yang berbeda. Menjaga hubungan baik dengan selingkuhannya dan menutup rapat kebohongan dari istrinya. Dan untuk bisa menjalani dua sisi ini, tentu tak mudah.

Setiap saat kamu kan merasa tidak tenang, gelisah, cemas berlebihan dan bisa menimbulkan depresi atau stres. Kondisi inilah yang kemudian mempengaruhi kesehatan fisik para lelaki yang selingkuh. Fakta menarik lainnya, lelaki yang setia ternyata secara kejiwaan lebih sehat dan bahagia dibandingkan laki-laki yang doyan selingkuh dari pasangannya.

Sekilas Selingkuh Mungkin Asyik, Tapi Kalau Ternyata Mendekatkan Diri ke Maut. Untuk Apa?

Dari beberapa pengakuan laki-laki yang memang sudah doyan selingkuh, ketika mereka melakukan tindakan ini. Ada semacam rasa bangga yang kemudian hadir dalam diri mereka. Merasa cukup jago berbohong, berbangga diri karena tidur dengan banyak perempuan, merasa butuh dilayani lebih dari apa yang diberikan istri, hingga ke alasan pelarian dari masalah yang mungkin sedang diemban.

Terserah memang, kalian mau selingkuh atau tidak. Tapi jika itu justru mendekatkanmu pada kematian. Untuk apa kawan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Natasha Rizky Kian Banyak Belajar Jadi Desainer Lewat Bisnis yang Dilakoninya

Natasha Rizky baru saja menyelesaikan acara First Anniversary untuk bisnis hijabnya, ‘Alur Cerita’. Dalam membangun bisnisnya itu, Natasha mengaku banyak belajar. Ia bahkan mengembangkan kemampuannya sketsa dan desain. Ia mengaku belajar menggambar demi dapat membuat inovasi desain kerudungnya.

“Iya sih. Karena kebetulan yang desain sendiri itu aku sendiri dari mulai ide dari sketchnya sendiri itu aku. Yang dari tadinya aku nggak bisa gambar jadi bisa,” ujar Natasha seperti dikutip dari Detik.com, Selasa (20/3).

Natasha mengaku belajar menggambar dari banyaknya tutorial yang ia ikuti. Kebutuhan untuk dapat menggambar dalam bisnisnya sangat penting apalagi dirinya memang ingin desain yang sesuai dengan keinginannya.

“Itu jadi awalnya emang aku suka ngikutin prosedur-prosedur gambar gitu sih. Tutorial-tutorial gambar. Jadinya lama kelamaan nggak tau kenapa ya secara alamiah aja gitu jadi bisa sendiri. Untuk nyetor ke desainernya kita harus berupa sketch gitu. Barulah dia yang iniin (atur) ke desain grafisnya gitu. Jadi karena percuma juga kalau aku cuma bilang, eh tolong dibenerin ya ntar mereka nggak ngerti nggak sesuai mau aku gitu. Jadi tetep sih pasti aku terjun langsung,” tutup Natasha.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Disney Akuisisi 21st Century Fox dengan Nilai 1000 Triliun

Kesepakatan akuisisi Disney pada 21st Century Fox telah mencapai hasil akhir. Disney secara resmi mengesahkan kesepakatan tersebut senilai US$ 71 miliar. Angka itu setara Rp 1.000 triliun alias Rp 1 kuadriliun yang naik dari penawaran awal Disney pada Fox senilai Rp 711 triliun atau US$ 52,4 miliar akhir 2017.

Angka tawaran Disney pada Fox naik lantaran Comcast ternyata juga tertarik bersaing untuk mengakuisisi Fox belum lama ini. Mengutip dari Variety, Disney telah mengeluarkan pernyataan resminya atas kabar kesepakatan studio ini dan Fox yang telah selesai.

“Ini adalah momen yang luar biasa dan bersejarah bagi kami, yang akan menciptakan nilai jangka panjang yang signifikan bagi perusahaan kami dan pemegang saham kami,” kata CEO Disney Bob Iger.

Aset Fox yang akan berpindah ke tangan Disney meliputi: Twentieth Century Fox, Fox Searchlight Pictures, Fox 2000 Pictures, Fox Family, dan Fox Animation. Selain studio, saluran televisi yang kini juga akan berada di bawah kendali Disney di antaranya Unit kreatif televisi Fox, Twentieth Century Fox Television, FX Productions, dan Fox21; Jaringan FX; National Geographic Partners; Fox Networks Group International; dan sejumlah aset Fox di jaringan streaming Hulu.

“Menggabungkan kekayaan konten kreatif Disney dan 21st Century Fox terbukti menciptakan perusahaan hiburan global terkemuka. Hal ini membawa arah yang baik untuk memimpin dalam era yang sangat dinamis dan transformatif,” imbuh Iger.

Sementara itu, pembicaraan mengenai hak X-Men dan Fantastic Four yang kini berada di tangan Disney, studio ini sepertinya harus mulai menyiapkan karakter-karakter tersebut untuk jadi bagian dari Marvel Cinematic Universe.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top