Feature

Menonton Drama Korea Tak Selalu Menyenangkan, Kesehatan Jiwamu yang Jadi Ancamannya

Dalam mencari tontonan menarik, tak sedikit kaum hawa yang memilih drama Korea sebagai pilihan. Suguhan aktor tampan dan aktris cantik khas Negeri Ginseng itu dibalut bumbu cerita yang romantis menjadi alasan mengapa para wanita mudah jatuh cinta dengan drama Korea.

Tapi sekalinya sudah suka dengan satu drama, tak jarang para wanita akhirnya rela menghabiskan waktu berjam-jam demi menonton hingga akhir episode. Bukankah kebiasaan itu jadi tak  baik jika dilakukan terlalu sering?

Produktivitasmu jadi berantakan. Belum lagi dengan jam makan dan jam tidur yang ikut terganggu hanya demi mengetahui akhir cerita dari drama yang kamu tonton. Bukan hanya berdampak pada produktivitas, tapi tahukah kamu kalau keseringan menonton drama Korea itu tidak baik lho untuk kejiwaanmu. Hati-hati ya!

Setiap Adegan di Drama Korea Itu Mengundang Baper Berkepanjangan, Kamu pun Jadi Terus Berangan-angan

“Andai aku bisa punya pacar seperti Song Joong Ki, pasti bahagia bukan main…”

Kalimat seperti ini sudah lazim terdengar dari mereka yang menggandrungi drama Korea. Sosok Song Joong Ki, Lee Min Ho, hingga Ji Chang Wook mulai memasuki alam bawah sadarmu. Kamu tak hanya terpesona oleh kharisma dan ketampanannya, tapi juga aktingnya yang begitu meyakinkan bahwa dia adalah sosok pacar idaman yang selama ini kamu dambakan.

Sah-sah saja berangan-angan demikian, tapi kalau hal semacam ini terjadi terus menerus, lantas kapan kamu membiarkan kisah cintamu sendiri mulai dibangun? Bagaimana pun, kamu dan para aktor itu jelas punya dunia yang berbeda bukan?

Untukmu yang Sudah Punya Kekasih, Tolong Berhenti Membandingkan atau Meminta Pacarmu Agar Serupa dengan para Oppa

Lantaran terbiasa berfantasi atau berharap yang terlalu tinggi, kamu pun merasa berhak menyampaikan harapan itu pada seseorang yang tengah menjalin hubungan denganmu. Apalagi para tokoh sentral di drama Korea yang sedang kamu gandrungi itu dianugerahi sifat romantis nan bertanggung jawab. Inilah alasan mengapa kamu yang semula hanya sekadar mengagumi, mulai menginginkan dan meminta pasanganmu agar punya sifat yang sama dengan idolamu itu.

Menuntut sesuatu itu memang sah-sah saja dalam sebuah hubungan. Tapi kalau tuntutanmu justru memintanya bukan jadi dirinya sendiri, untuk apa? Kamu pun sah-sah saja mengidolakan oppa-oppa mana pun, asal biarkan kekasihmu jadi dirinya apa adanya ya!

Seharian dengan Suasana Hati Rentan Baper Sudah Pasti, Padahal Kamu Bisa Mengisinya denga Aktivitas yang Lebih Berarti

Karena drama yang kamu tonton belum tuntas sementar masih ada aktivitas yang harus dikerjakan, suasana hatimu pun akan terbawa dengan episode terakhir yang kamu tonton. Setiap harinya mood kamu dibentuk oleh bagaimana drama Korea yang kamu tonton. Ketika jalan ceritanya menyenangkan, kamu merasa bahagia. Tapi kalau jalan ceritanya sedih, bisa jadi kamu tiba-tiba menangis seharian sampai mata sembab.

Di lain sisi, kamu tak bisa terus begini. Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan sepanjang hari. Kamu tak bisa membiarkan drama Korea yang membentuk mood keseharianmu. Justru lebih baik kamu membangun mood dengan berbagai aktivitasmu.

Dalam Jangka Waktu Lama, Kamu Tak Hanya Lupa Waktu Tapi Juga Mulai Lupa Segala Perkara di Dunia Nyata

Drama Korea ini punya efek domino. Menghabiskan belasan jam di depan layar ponsel atau laptop sungguh bukan lagi aktivitas yang menyulitkan. Kebalikannya, kamu jadi lebih senang berlama-lama menonton drama Korea, tak peduli hari berganti dari siang ke malam atau dari malam ke dini hari.

Kamu pun jadi lebih sering menunda rutinitas harian seperti mandi, makan, dan sebagainya sehingga membuat hidupmu jadi kian berantakan. Kamu boleh saja menonton drama Korea, sebab bagaimana pun setiap orang berhak untuk menonton apa saja. Hanya saja, kamu harus membiasakan diri untuk disiplin.

Cukupkan tiga atau empat jam saja untuk menonton drama per harinya. Kalau ada pekerjaan, usahakan selesaikan pekerjaanmu dan tak terpengaruh dengan godaan drama Korea. Jangan sampai kamu yang tadinya dikenal sebagai sosok yang cukup profesional di dunia kerja tapi lambat laun performa kerjamu menurun hanya karena terlalu sering menonton drama Korea.

Jiwamu Sudah Terlanjur Larut dalam Cerita, Waktumu Jadi Terbuang Sia-sia Demi Memuja Para Aktor Nan Rupawan

Kamu pasti pernah merasa iri dengan aktris yang bisa bersanding dengan aktor tampan sebagai lawan main mereka. Apalagi di matamu, pesona para aktor itu begitu luar biasa. Saking sukanya dengan aktor tersebut, kamu pun jadi mencari tahu lebih banyak tentangnya dan memimpikan jika dia benar-benar jodohmu di masa depan. Kamu yang sebelumnya tak pernah giat browsing, kini riwayat pencarianmu hanya seputar idolamu itu. Menyukai aktor itu sah-sah saja, tapi kalau sudah akut, jangan marah kalau ada keluarga yang menyarankanmu agar pergi ke psikolog ya!

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Gambaran Hati dari Kami yang Punya Pacar Cuek

Cinta memang tak memandang apa yang ada dalam diri seseorang itu. Namun perihal memiliki pasangan yang cueknya kebangetan, tentu tak semua orang mampu menjalaninya. Meski begitu, mungkin saja kamu tak pernah tahu, dibalik sikap cueknya, nyatanya dia sangatlah sayang kepadamu. Namun cara dia dalam mencintai sajalah yang mungkin berbeda dari orang pada umumnya.

Tapi tenang saja, karena nyatanya kamu tak sendirian. Ada beberapa orang yang juga bernasip sama. Memiliki pacar cuek yang susah untuk diambil hatinya.

1. Kamu Harus Jadi Aktif dan Lebih Agresif

Karena sikap cuekya, kamu pun harus berusaha lebih keras dengan menjadi aktif dan lebih agresif untuk mendapatkan perhatiannya. Misalnya dengan gangguin sang pacar saat tengah serius dengan gelendotin terus menerus sampai mendapat respon dari sang pacar.

2. Tidak Bisa Hanya Sekedar Ngasih Kode

Bahkan saat kamu ngomong secara terang-terangan apa yang kamu mau saja, dia belum tentu nangkep. Apalagi jika kamu menggunakan kode-kode yang orang peka pun sulit memahaminya.

3. Jarang dan Bahkan Tak Pernah Pamer Kemesraan

Gimana caranya mau pamer kemesraan, orang kamu kepengen punya foto berdua sama si dia saja butuh perjuangan besar. Alasannya tentu saja karena dia cuek dan nggak romantis sama sekali.

4. Hampir Tidak Pernah Pakai Emoji Saat Chatting

Namanya juga orang cuek. Tentu saja dia akan sangat jarang atau bahkan tak pernah menggunakan emoji saat tengah chatting denganmu. Padahal kamu sudah kirimkan chat dengan emoji love di dalamnya. tapi tetap saja dia menanggapinya datar.

5. Tak Ada yang Namanya Panggilan Sayang Khusus

Jika pasangan lainnya memiliki panggilan sayang yang bermacam-macam, dengan pacar yang cuek kamu tak akan pernah memilikinya. Yang terpenting baginya, dia tahu bahwa kamu menyayanginya dan dia menyayangimu tak peduli dengan apapun panggilan sayang yang digunakan.

6. Tapi Diam-diam Dia yang Paling Mengerti Kamu

Meski dia cenderung cuek dan terkesan tak pernah mau tahu apapun tentangmu. Namun nyatanya dia adalah orang yang mengerti saat kamu sedang bahagia maupun bersedih.

7. Kejutan Kecil Saja Bisa Membuatmu Meleleh Sepanjang Waktu

Karena dia jarang memberikan kejutan atau hal istimewa, jadi tak heran jika sekalinya dia memberikan kejutan kecil pun akan terasa sangat istimewa. Bisa-bisa kamu baper abis dibuatnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Backpackeran ke Lombok 3 Hari dengan 500 Ribu? Bisa Kok, Begini Panduannya!

Lombok merupakan salah satu destinasi wisata yang banyak diminati oleh wisatawan. Nah jika kamu ingin berkunjung ke sana tapi kamu nggak punya tabungan yang cukup banyak, kamu nggak perlu khawatir. Kamu bisa kok backpackeran ke Lombok selama 3 hari dengan budget sekitar 500 ribuan saja. Begini tipsnya…

Agenda di Hari Pertama, Pergi ke Pantai Senggigi dan Kota Mataram

Jika kamu sudah sampai di Bandara Internasional Lombok Praya, kamu bisa mampir ke warung nasi puyung di Praya. Tempat kuliner ini cukup terkenal di kalangan traveler. Setelah itu kamu bisa pergi ke Senggigi dengan naik Damri. Sesampainya di Senggigi kamu bisa menyewa motor untuk 3 hari. Selanjutnya kamu bisa mengeliling Senggigi dan menikmati wisata kuliner di Kota Mataram. Untuk bermalam, kamu bisa menginap di rumah singgah backpacker di Mataram secara gratis loh.

Agenda Hari Kedua, Pergi ke Kawasan Mandalika

Di kawasan Mandalika kamu bisa berkunjung ke Pantai Kuta, Tanjung Aan, Desa Sade dan masih banyak yang lainnya. Setidaknya butuh waktu sekitar 1 jam untuk perjalanan dari rumah singgah ke Kawasan Mandalika ini. Kamu bisa mulai dengan berkunjung ke Desa Sade terlebih dahulu untuk melihat rumah sasak beserta kain khas Lombok yang juga bisa kamu jadikan oleh-oleh untuk keluarga.

Selanjutnya kamu bisa perhi ke Pantai Kuta dan makan siang di dekat pantai. Setelah makan siang kamu bisa menjelajahi banyak tempat yang ada di dekat Pantai Kuta seperti Mawun, Seger, Selong Belanak, Tanjung Aan. Ingat, akan lebih baik jika kmau cepat kembali ke Kota Mataram sebelum malam, karena hal itu mugkin saja akan membahayakan keselamatanmu.

Agenda Hari Ketiga, Pergi ke Air Terjun Sindanggile, Tiu Kelep atau Air Terjun Benang Kelambu

Kamu bisa mengunjungi ketiga atau beberapa saja dari tiga air terjun ini. Lebih baik kamu berangkat dari pagi karena lokasinya cukup jauh.  Untuk mencapai lokasi Air Terjun TTiu Kelep dan Sindanggile butuh waktu sekitar 2 jam. Sedangkan untuk ke Air Terjun Benang Kelambu hanya butuh waktu 1 jam dari Mataram. Setelah puas bermain di air terjun, kamu bisa makan siang dan berkemas untuk persiapan pulang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Berkaca dari Kasus Anak Denada, Orangtua Sudah Saatnya Mewaspadai Gejala Leukemia pada Anak

Sakit leukemia yang diderita Shakira Aurum, putri artis kawakan Denada, harusnya menjadi perhatian bagi kita semua. Karena penyakit kanker darah atau Leukemia ini bisa menyerang semua tingkatan usia, terutama anak-anak.

Bersumber dari catatan Ikatan Dokter Anak Indonesia, kasus penyakit kanker selalu naik tiap tahun. Di tahun 2014 angka kasus mencapai 144 pasien baru. Tahun berikutnya kembali naik menjadi 206 pasien. Dan di tahun 2016 kembali meningkat menjadi 252 kasus. Belum ada alasan pasti kenapa sel kanker ini tumbuh di badan-badan mungil itu.

Berdasarkan jumlah yang dikumpulkan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, leukemia menduduki posisi pertama sebagai kanker yang paling menghantui kesehatan anak-anak. Untuk itu peran orangtua dalam kasus ini sangatlah dibutuhkan. Karena penyakit ini masuk dalam kategori berbahaya.

Leukemia bisa terjadi karena multifaktor lho, seperti faktor genetik, zat kimia, virus dan radiasi. Dikutip dari depkes.go.id kanker darah atau Leukemia bisa menyerang bayi hingga anak berusia 18 tahun. Faktor lainnya adalah makan yang mengandung zat karsinogen yang merangsang pertumbuhan sel kanker. Seperti makanan yang dibakar, berpengawet, dan makanan olahan.

Buah Hati Mengalami Demam di Malam Hari

Seperti yang sudah disebutkan peran orangtua dalam menanggulangi kanker pada anak memang sangat penting, terutama untuk mengetahui gejala yang terjadi. Beberapa gejala yang sangat khas dapat membuat kamu memiliki gambaran tentang apa yang terjadi pada si buah hati. Seperti saat anak kerap mengalami demam bahkan hingga mengeluarkan keringat di malam hari. Sering mengalami demam karena adanya reaksi sel darah putih yang tidak bisa bekerja dengan baik, dalam melawan virus yang masuk ke dalam tubuh.

Timbul Rona Pucat di Wajah

Anak memang memiliki rasa ingin bermain yang tinggi, hingga kerap melampaui kesehatannya. Salah satu gejala yang menandakan anak terkena kanker darah adalah rona pucat di wajahnya. Seringkali merasa kelelahan terjadi karena anak mengalami penurunan sel darah merah. Selain itu, anak juga sering mengalami infeksi karena sel-sel darah putih yang belum matang pada anak yang didiagnosa leukemia jumlahnya begitu banyak dan tidak dapat melakukan fungsinya dengan yang benar. Apabila gejala ini terjadi kamu harus membawanya ke dokter untuk mendapatkan informasi yang lebih kredibel.

Mengalami Nyeri pada Bagian Tulang Belakang

Jika tulang belakang pada anak-anak sering mengalami rasa nyeri, jangan dianggap anak mengalami pegel-pegel biasam lho. Karena hal ini disebabkan lantaran sel darah individu yang diagnosa terkena leukemia masuk ke dalam selaput antara tulang dan juga otot. Maka dari itu anak sering mengalami rasa nyeri di bagian tulang belakang.

Berat Badan Mengalami Penurunan Secara Drastis

Berat badan pada anak yang mengalami penurunan drastis juga perlu diperhatikan. Apalagi penurunan berat badan disertai dengan gangguan kesehatan, hal itu lebih rentan kepada infeksi yang menyerang pada anak. Orangtua harus perhatikan berat badan pada anak, sekaligus memperhatikan kondisi kesehatannya.

Mengalami Pembengkakan di Daerah Leher dan Ketiak

Jangan anggap sepele apabila anak mengalami pembengkakan pada bagian leher dan ketiak. Karena pembengkakan yang terjadi bukanlah seperti benjol biasa. Jika terjadi pada daerah kelenjar getah bening lebih baik kamu periksakan ke dokter. Anak mengalami perut yang membesar dikarenakan limfa yang ada di bagian perut mengalami masalah. Selain itu gejala khas yang menyerang adalah anak mengalami mimisan yang disertai bintik-bintik merah pada tubuh.

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top