Feature

Menikah Dengan Sahabat Katanya Kunci Pernikahan Hebat, Kamu Setuju?

Bicara soal jodoh sepertinya tak ada ujungnya. Terutama untukmu yang sampai hari ini masih menebak-nebak siapakah gerangan yang akan bersanding denganmu di pelaminan dan menikmati hari tua bersama-sama. Butuh waktu yang tak sebentar untuk menemukan siapa jodoh kita sebenarnya. Ada yang harus melewati berbagai kegagalan dalam hubungan sampai akhirnya bertemu dengan pasangan hidupnya, ada juga yang ternyata menikah dengan teman dekatnya selama ini.

Bukankah menarik jika membicarakan soal persahabatan (dengan lawan jenis tentunya) yang berakhir di pelaminan. Yang paling fenomenal misalnya, pasangan Ayudia Bing Slamet dengan Ditto Percussion. Keduanya sudah bersahabat sejak bangku sekolah, hingga berakhir duduk di pelaminan bersama-sama. Atau semisal Kanye West dan Kim Kardashian. Pasangan fenomenal asal Hollywood itu juga mengawali kisah asmaranya lewat jalinan persahabatan.

Adanya fenomena semacam ini sejatinya berangkat dari fakta sederhana. Seseorang bisa mencintai lawan jenisnya karena sudah mengenalnya dengan baik. Berdasarkan sebuah polling di Amerika Serikat terhadap 801 orang yang dilakukan oleh Monmouth University Polling Institute pada Januari 2017, sebanyak 88 persen mengaku bahwa pasangan mereka adalah sahabat baiknya.

Sejatinya wajar saja hal ini bisa terjadi. Jika seseorang jatuh cinta dan memilih sahabat baiknya untuk dijadikan kekasih, hal itu lantaran kepercayaan yang terbangun memang sangat kuat diantara sahabat. Selain itu, antara dua sahabat, umumnya punya kecenderungan untuk saling menjaga satu sama lain dan mengerti satu sama lain.

Tak Ada yang Perlu Disembunyikan Lagi, Sekalipun dengan Tingkah Anehnya yang Sering Membuatmu Geli

Jalinan persahabatan yang terjalin selama sekian tahun membuat kamu dan dia jadi tidak lagi jaim, dan merasa tak ada yang perlu disembunyikan lagi. Situasinya mungkin berbeda dengan pasangan yang dari awal dekat PDKT memang niatnya untuk berpacaran, sehingga hanya menampilkan yang baik-baiknya saja. Sementara, kalau kamu dan dia sudah lama bersahabat, pasti sekalipun tingkahnya kadang sering aneh dan membuatmu geli, tapi kamu tetap bisa menerima dia apa adanya tanpa ada rasa ilfeel atau apa pun.

Tak Akan Ada Kekangan Dari Pasangan. Selagi Kamu Senang dengan Kehidupanmu, Maka Dia pun Ikut Senang

Bukankah menyenangkan rasanya kalau kamu dan dia sama-sama tahu kesukaan masing-masing, hingga berbagi ide travelling. Keuntungan menikah dengan sahabat adalah kamu tak akan menemukan kekangan darinya. Selagi kamu pergi untuk bersenang-senang, maka dia pun akan ikut senang. Dia sudah mengenalmu, paham apa yang menjadi maumu, sehingga hal-hal sepele tak akan menimbulkan pertengkaran.

Kalian Tak Akan Berdiam Lama-lama Saat Ada Masalah, Kamu Tak Ingin Membuat Pasanganmu Jengah

Hubungan persahabatan yang telah terjalin sejak lama membuat kamu sudah begitu mengenal sahabatmu, sehingga kamu tak perlu pusing-pusing menebak apa yang akan dilakukannya jika sedang marah. Dilain sisi, kamu pun jadi tahu respon apa yang perlu dilakukan jika dia sedang marah. Karena sudah terbiasa bersama, kalian tak akan betah berdiam diri berlama-lama saat ada masalah. Kalau ada hal yang salah, kalian akan lebih cepat menyadari dan sama-sama menegur tanpa harus menyalahkan satu sama lain.

Kalian Bisa Datang ke Reuni Bersama-sama. Dia pun Tak Keberatan Memberi Izin Jika Kamu Ingin Berkumpul dengan Teman Lama

Hal seru lainnya yang bisa kamu lakukan jika menikahi sahabatmu yaitu teman-temannya pun teman-temanmu juga. Ketika dia punya acara dengan teman-temannya, dia tak perlu susah lagi memperkenalkan kamu. Atau ketika dia tiba-tiba pergi seharian bersama teman-temannya, kamu pun kemungkinan sudah tahu ke mana mereka berkumpul. Tak akan ada kecanggungan jika kamu menikahi sahabatmu.

Meski Terdengar Tidak Biasa, Kamu dan Dia Luwes Saja Langsung Menjalin Relasi Tanpa Fase PDKT

Percaya tak percaya, pacaran tanpa PDKT itu bisa saja terjadi. Tentu saja kalau kamu menjalin relasi dengan sahabat baikmu. Tak perlu ada lagi gelagat sok manis untuk sekadar mengantarkan makanan atau apa pun. Justru dengannya kamu akan lebih luwes dan bisa bertingkah sesantai mungkin. Sekali lagi, tak ada jaga image atau apa pun saat berada di dekatnya. Kamu mau menggandeng tangannya atau iseng mencubit lengannya pun tak masalah. Karena kalian memang sudah terbiasa bersama.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Buatmu yang Menolak Mencuci Handuk Seminggu Sekali

Tak peduli handukmu masih wangi atau tidak, jika sudah seminggu, sudah ada bakteri yang berdiam diri disana. Dan ini berlaku juga untuk seprei yang menempel di kasur tempat tidurmu. Pada dasarnya, bakteri dan jamur akan mulai menumpuk setelah handuk digunakan untuk mengeringkan tubuh. Namun pertumbuhan bakteri dan kuman bisa melambat jika handuk tidak lembap atau segera dikeringkan setiap kali selesai digunakan. Agar lebih paham, kamu perlu tahu beberapa fakta yang terjadi atas handukmu bahkan sejak 3 kali pemakaian.

Bakteri Sangat Mudah Berlipat Ganda Pada Handuk Kita

Anggapan jika handuk hanya digunakan untuk menggosok tubuh setelah mandi, membuat kita berpikir bahwa kain tersebut tidak kotor kan? Lagipula ditaruhnya pun digantungan, sehingga besar kemungkinan ia terhindar dari debu atau kotoran lain. Tapi, itu yang kita bayangkan.

Padahal yang sesungguhnya terjadi, ketika kita menggunakan handuk selepas mandi itu akan jadi awalan untuk bakteri berkembang biak di sana. “Itu terus menumpuk saat kamu menggunakan handuk lagi, hari demi hari,” kata Chuck Gerba, PhD, profesor mikrobiologi di University of Arizona.

Bahkan nih, sebuah studi yang dipimpin oleh Dr. Gerba menemukan jika handuk bekas memiliki bakteri coliform 1.000 kali lebih banyak daripada yang baru dibeli. Ditambah lagi, bakteri menyukai lingkungan yang gelap dan lembab, sehingga mereka akan tumbuh subur di kamar mandi beruap dengan pintu tertutup, tempat dimana kita menggantungkan handuk. Dengan kata lain, handuk jadi salah satu benda tempat bakteri paling banyak bersarang.

Dan Hasilnya Bisa Membuat Kulit Infeksi dan Jerawatan

Ingat ya, menggosok wajah dengan handuk kotor membuat kita beresiko terkena infeksi. “Ketika kita menggunakan handuk dengan penuh semangat, kita sering menggaruk kulit tubuh dan wajah,” kata Dr. Gerba.

Nah kerusakan kecil di kulit kita — yang munkgin jarang diperhatikan — memberi jalan masuk bagi bakteri ke dalam tubuh. Namun, hal tersebut menjadi sesuatu yang “sangat tidak biasa” jika tubuh justru menerima penyakit dari handuk kita, kata Aaron Glatt, MD, FACP, FIDSA, FSHEA, juru bicara Masyarakat Penyakit Menular Amerika dan ketua kedokteran dan epidemiologi rumah sakit di South Rumah Sakit Komunitas Nassau.

Memang sih, kuman tersebut tidak membuat kita sakit. Tetapi kita jadi pihak yang justru menjemput penyakit dari handuk tersebut, dan mempersilahkan mereka berkembang biak dalam tubuh kita.

Maka jika cenderung berjerawat, itu artinya kita perlu untuk mencuci handuk setiap kali menggunakannya. Sebab, saat kita menggosok kulit dengan handuk, bersamaan dengan itu pustula kulit pun terbuka, hal ini sekaligus jadi jembatan bagi bakteri yang ada di handuk kita untuk menyerang kulit yang kemudian berubah jadi jerawat.  

Untuk Itu, Begini Cara Menjaga Handukmu Senantiasa Sebersih Mungkin

Meski katamu tak ada orang lain yang memakai atau menyentuh handukmu. Para peniliti dan ahli kulit yang namanya sudah disebutkan diatas, menyarankan agar kamu selalu mencuci handuk setidaknya setiap dua atau tiga hari sekali. Lebih dari itu, siap-siap saja akan ada mikroorganisme yang berkembang disana dan membuat handukmu kotor.

“Kita mungkin tidak sakit setelah menggunakan handuk selama dua minggu, tetapi bukan itu intinya,” kata Dr. Tierno. “Apakah kita akan mengenakan pakaian dalam yang kotor (kecuali ada keadaan darurat) setelah mandi bersih?” Ini sangat mirip dengan apa yang kita lakukan setelah beberapa kali memakai handuk dalam posisi yang masih kering. Dan tak hanya handuk, kamu juga diminta untuk membersihkan benda lainnya. “Saat kamu melakukannya, jangan lupa untuk mencuci barang-barang lain yang tidak cukup bersih juga”. sambung Dr.Tierno lagi. 

Selain kebiasaan untuk mencuci handuk pada durasi waktu yang sudah disebutkan tadi. Kita juga wajib memastikan jika handuk selalu dalam posisi kering setelah pemakaian. Ya, setidaknya taruh ia pada tempat kering yang bisa mengurangi kelembapannya setalah dipakai melap tubuh yang basah.

Alih-alih melipatnya, kita lebih disarankan untuk menjemurkan. Sehingga dengan begitu, kondisi handuk bisa tetap kering. Nah, sekarang kita sudah tahu bagaimana cara untuk menjaga kebersihan handuk kita. Jadi tak ada alasan lagi untuk tetap memakai handuk hingga berminggu-minggu lamanya. Tapi jika kamu memang ingin tubuhmu diserang kuman dan wajahmu jadi berjerawat, ya silahkan saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kenapa Membaca Itu Penting?

“Membaca tak hanya mengisi kepalamu, Ia menutrisi pikiranmu. Dan itulah keajaiban sebuah buku”

Kamu bisa mengonsumsi suplemen minyak ikan, memakan banyak buah-buahan. Ikut kelas bahasa, les berbicara, atau latihan teratur untuk segala hal setiap minggu. Ya, konon ada banyak metode yang (dipercayai) bisa meningkatkan daya ingat dan fungsi kognitif kita. Bahkan industri pelatihan otak dan penilaian diperkirakan akan mencapai 8 Miliar dollar AS pada tahun 2022 mendatang. Akan tetapi, cara termurah, termudah dan paling teruji untuk mempertajam otak manusia ada dekat di hadapan kita, yakni “membaca”.

Ini bukan sekedar bualan, fakta tentang membaca itu baik bagi otak kita tentu benar adanya. Jadi tak heran, jika para ibu kerap kali memilih untuk mematikan televisi untuk kemudian  mengajak anaknya membacca buku-buku yang bagus. Bahkan, aktivitas ini dipercayai mampu meningkatkan otak kita terhadap banyak hal.

Membantu Kita Memproses Materi Tertulis dengan Mudah

Ini adalah dampak paling mendasar yang akan kita terima dari membaca. Menerima informasi dalam bentu bahasa, kita terlatih untuk memproses materi tertulis. Entah itu dari surat, koran, majalah, kata-kata, atau kalimat yang mungkin jadi sebuah cerita.

Sel utama syaraf kita bekerja untuk mencari sesuatu yang menjadi pusat perhatian setiap kali membaca. Informasi yang terlihat dihantar pada otak, sehingga kita bisa mengerti lebih cepat. Dan memaksa otak kita untuk berpikir lebih cepat dan keras.

Bahkan Maryanne WWolf, EdD, selaku direktur UCLA Center for Dyslexia, Diverse Learners, and Social Justice, mengatakan “Biasanya, ketika anda membaca, anda akan memiliki lebih banyak waktu untuk berpikir” Dan tak hanya itu saja, beliau juga menambahkan, jika

“Membaca memberi kita jeda yang unik untuk memahami dan mengerti. Berbeda dengan ketika kita sedang mendengar bahasa lisan atau menonton film dan kaset” ungkapnya.

Membantu Kita Meningkatkan Memori

Sebuah penelitian kecil di Emory University menemukan bahwa beberapa manfaat membaca bertahan selama lima hari. “Kami menyebutnya aktivitas bayangan, hampir seperti memori otot,” kata Gregory Berns, PhD, direktur Center for Neuropolicy at Emory.

Baik, kamu mungkin akan berkata jika ini bukanlah sesuatu yang menakjubkan. Sebab membaca memang memberikan latihan pemahaman akan bahasa bagi otak. Tetapi, membaca juga memberikan energi positif pada bagian otak yang bertanggung jawab atas aktivitas motorik dalam diri kita. Sehingga kita bisa bergerak lebih leluasa untuk melakukan sesuatu sebagai bentuk respon dari apa yang kita baca. 

Bahkan meski kita berkata tak senang bepergian dengan menaiki motor, ketika kita sedang membaca kalimat yang menjelaskan kita sedang naik motor. Otak akan bekerja untuk membayangkan, seolah-olah kita sedang melakukan sesuatu seperti yang sedang kita baca.

Dan Kata Peneliti, Membaca Bacaan Sastra Sangat Memberikan Pengaruh Baik Pada Otak Kita

Meski serupa membaca, ternyata jenis bacaan pun memberikan pengaruh yang berbeda-beda. Hasil penelitian yang dilakukan di Stanford University menyebutkan jika membaca bacaaan sastra akan memberikan latihan khusus yang baik pada otak manusia.

Penelitian ini dilakukan pada orang-orang yang membaca novel Jane Austen, dan para peneliti menemukan jika ada peningkatan aliran darah ke area otak yang mengotrol fungsi kognitif dan eksekutif, sebagai lawan dari efek membaca yang dilakukan dengan lebih santai dan tenang.

Lalu Akankah Juga Berpengaruh Serupa Pada Pembaca yang Mengalami Disleksia?

Ketidakmampuan pengidap disleksia dalam memahami atau menyusun kalimat, jadi pertanyaan lain yang mungkin sedang kita pikirkan. Akankah membaca memberikan pengaruh yang sama pada mereka? Jawabannya, Ya!

Para ilmuwan di Universitas Carnegie Mellon mempelajari anak-anak usia delapan hingga sepuluh tahun yang pola membaca di bawah rata-rata dan tak tentu arahnya. Mereka menjalani perbaikan waktu membaca dengan waktu sekitar seratus jam selama penelitian.

Dan ternyata aktivitas tersebut menunjukkan perbaikan secara signifikan dalam meningkatkan kualitas materi pada otak mereka. Informasi yang diterima, tetap bisa diproses dengan baik. Dengan kata lain, Otak anak-anak ini telah mulai menyesuaikan diri dengan cara-cara yang dapat bermanfaat bagi seluruh otak, dan tidak hanya korteks temporal yang berpusat pada membaca.

Itulah Mengapa, Membaca dengan Cermat Perlu Dijadikan Kebiasaan

Dalam buku barunya, Reader, Come Home, Wolf mengatakan jika dirinya saja yang bekerja dengan cara menulis. Masih butuh membaca lebih banyak untuk bisa memahami banyak hal. Sialnya, kebiasaan ini mulai bergeser oleh kehadiran layar ponsel yang lebih sering dipegang dan dibaca.

Nah untuk itu, agar bisa lebih leluasa menyelesaikan bacaan dan terus menambah daftarnya. Ia menyarankan kita untuk segera mematikan ponsel ketika ingin membaca. Tak perlu lama-lama, sisihkan waktu satu atau dua jam setiap hari untuk membaca buku apa saja.

Jika kamu masih bingung untuk memulai darimana, cobalah cari daftar 100 buku yang wajib dibaca sebelum kamu mati.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Hasil Studi : Perempuan yang Doyan Selfie Seksi, Berarti Sedang Krisis Ekonomi

Digadang-gadang sebagai bentuk ekspresi diri, potret selfie cukup banyak digemari. Mulai dari menjadi trend di sosial media, hingga pose-pose menggoda dari para kaum hawa. Tak ada yang salah memang, toh setiap orang berhak melakukan apa saja di sosia media miliknya. Selama hal tersebut tak menganggu orang dan melanggar UU, ya sah-sah saja.

Menariknya, maraknya presentasi para perempuan yang kerap mengunggah potret selfie, ternyata membuat para peneliti dari University of New South Wales (UNSW) di Australia, tertarik untuk melakukan penelitian. Sebab, dibandingkan generasi sebelumnya, generasi saat ini, dinilia tidak canggung foto sensual di sosial media.

Awalnya Para Peneliti Mencari Tahu, Latar Belakang dan Karakter Setiap Perempuan yang Doyan Foto Sensual

Dengan menggunakan hastag sexy, hot, dan kata-kata sensual lainnya, tim peneliti berhasil mengumpulkan foto-foto dan melacak lokasi pengunggah foto tersebut. Para tim peneliti dari UNSW mengumpulkan 68.562 foto sensual yang diunggah di media sosial seperti Twitter dan Instagram. Foto-foto tersebut terkumpul dari 113 negara, termasuk Indonesia. 

Setelah mendapatkan lokasi pengunggah, tim peneliti kemudian mencari data tentang informasi di lokasi tersebut, baik persoalan gender maupun ekonomi. Nah, Dari penelitian tersebut, mereka menemukan fakta jika para perempuan yang gemar selfie sensual ternyata kebanyakan berada di wilayah yang memiliki ketimpangan ekonomi sangat tinggi.

Dr Khandis Blake, selaku pemimpin tim peneliti mengatakan jika temuannya ini ternyata berbeda dengan perkiraannya sebelumnya. Karena, tadinya ia menyangka jika mereka yang suka berselfie seksi kebanyakan berasal dari kota. Tapi ternyata tidak! Dan dibandingkan perkotaan, daerah dengan tingkat ekonomi rendah ternyata lebih banyak menyumbang foto-foto sensual di dunia maya.

Dan Ternyata Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Mereka Berani Mengunggah Foto Selfie Seksi di Dunia Maya

Dijadikan sebagai ajang untuk menarik perhatian. Menurut Dr Khandis Blake, ketimpangan ekonomi di daerah-daerah menjadikan banyak perempuan gelisah dengan status sosialnya. Demi  “menyelamatkan” status sosialnya, mereka akan lebih berani mempertontonkan seksualitas guna menaikkan pamor.

Lebih lanjut, Dr Khandis Blake juga menjelaskan, jika selfie dengan pose seksi bisa menjadi jembatan perempuan untuk meningkatkan perekoniman, dengan harapan kelak akan dilirik oleh lelaki yang tingkat ekonominya lebih baik.

Lagipula Selfie Tak Butuh Banya Biaya, Mereka Bisa Menarik Perhatian dengan Mudah

Sebagian besar, potret selfie tersebut dilakukan dengan alat seadanya. Cukup dengan kamera pada ponsel, filter editing dan beberapa aplikasi yang bisa merubah penampilan. Mereka bisa terlihat cantik bahkan meski nyatanya jauh dari hasil yang dibagikan pada laman Instagram.

Yap, selfie seksi bisa jadi alternatif untuk meningkatkan popularitas tanpa mengeluarkan banyak anggaran. Setelah merasa dirinya sudah banyak dikenal, biasanya mereka akan memakai kesempatan ini untuk menghasilkan uang dengan menerima endorsement.

Jadi, selain haus akan pujian, para perempuan yang doyan mengunggah foto-foto seksi di sosial media juga krisis dalam hal ekonomi dan jati diri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top