Tips

Menghargai Diri Sendiri Akan Memberimu Pemahaman Bagaimana Menghargai Orang Lain. Tuluskah Kamu Menghargai Dirimu Sendiri?

Mencintai diri sendiri adalah tindakan yang egois. Benarkah? Salah! Karena Mencintai diri sendiri adalah bentuk Kamu menghargai diri Kamu sendiri. Jika Kamu tidak menghargai diri sendiri bagaimana kamu bisa menghargai orang lain?

Bagaimana mungkin orang yang tak bisa naik sepeda, mengajarkan orang lain naik sepeda, iya kan? Karena Kamu harus tahu bahwa menghargai dirimu sendiri akan memberimu suatu pemahaman bagaimana menghargai orang lain secara tulus.  Sudahkah Kamu Menghargai Dirimu Sendiri?

Jujurlah Pada dirimu Sendiri Tentang apa yang benar-benar Kamu inginkan

Sumber: Tempo.com

Sumber: Tempo.com

Sudahkan Kamu berani jujur pada dirimu sendiri tentang apa yang benar-benar Kamu kamu inginkan? Jangan-jangan Kamu hanya menjalani kehidupan saja tanpa pernah tahu apa yang kamu inginkan. Kamu hanya mengikuti keinginan orang tua, mengikuti padangan teman-temanmu tetapi Kamu tidak pernah berani jujur pada diri sendiri tentang apa yang benar-benar Kamu ingikan.

Kawan, Hidup ini singkat! Jangan buang-buang waktumu dengan mengerjakan sesuatu yang tidak pernah Kamu Sukai. Akan sangat disayangkan jika Kamu menjali kehidupan yang benar-benar tidak Kamu inginkan. Kamu menjelani kehidupan yang Kamu sendiri inginkan.  Jujurlah Pada dirimu Sendiri Tentang apa yang benar-benar Kamu inginkan.

Perlakukan dirimu sebagaimana memperlakukan pacarmu

ki daus

Sumber Gambar: http://kapanlagi.com/

Jika kamu memperlakukan pacarmu dengan penuh cinta, kebaikan, kepercayaan, apresiasi, penerimaan, dan penghargaan. Kamu rela memperjuangkan sesuatu yang mustahil untuk pacarmu. Kamu rela mewujudkan apa yang menjadi keinginan pacarmu dengan cara apapun. Maka kamu juga bisa begitu pada dirimu sendiri.

Kamu Rela menyerahkan Masa mudamu tanpa memiliki rencana dan bertidak untuk masa depan

catatanDalam hidup mengalir sajalah seperti air, begitulah nasihat  kehidupan. Tapi apakah benar Kamu rela menyerahkan hidupmu, masa mudamu, dengan mengalir begitu saja?

Kamu bingung tentang masa depanmu. Ketika ada orang bertanya, Apa cita-citamu? Apa keinginan terbesarmu di masa depan? Kamu ingin bekerja di bidang apa? Jawabanmu adalah ”aku tidak tahu”.  Benar-benar menyedihkan, ditanya mimpi untuk masa depanmu saja tidak tahun, bagaimana  bisa kamu berecana akan masa depanmu.

Kawan, Hidup ini singkat! Kamu harus mulai mengenal jati dirimu dengan baik, lalu kemudian bermimpi dan merencanakan masa depanmu, berani mewujudkan mimpimu dengan bertindak, dan pada akhirnya Kamu merayakan hasilnya.

Behentilah meniru orang lain, Kamu harus lebih menghargai dirimu sendiri dengan menjadi dirimu yang sesungguhnya

Setiap Orang terlahir unik dan berbeda. Semua orang diciptakan oleh tuhan mempunya kebihannya masing-masing. Tugas Kamu menemukan, kemudian mengsahnya.

Hargailah kelebihan dan keunikanmu. Berhentilah menjadi dan meniru-niru orang lain. Kamu memang bisa menjadi orang lain, tapi pada akhirnya hal itu hanya akan menyakitimu. Segeralah menjadi dirimu sendiri.

Kamu Tidak Menghargai Dirimu dengan Membatasi Dirimu Sendiri

gb_mengurungdiri

sumber gambar: http://wallpaperose.com

Kamu selalu merasa Kamu tidak berkembang, tapi sudahkah Kamu merasa jika sebenarnya itu karena sika kamu yang membatasi dirmu sendiri? Kamu sudah menilai dirimu tidak bisa melakukan suatu pekerjaan padahal kamu belum pernah benar-benar melakukannya atau kamu merasa kamu tidak pantas mendapatkan orang yang kamu cintai.

Kamu Terlalu Fokus pada Kekurangan tapi Mengabaikan kelebihan dirimu. Kamu Sesungguhnya Akan Luar Biasa jika Memaksimalkan Kelebihanmu Sendiri

Manusia yang selalu menghabiskan waktu untuk mengeluh dan komplain mengenai kekurangannya, akan gagal melihat kelebihan yang sebenarnya ada pada dirinya. Bayangkan saja apabila  Stephen Hawking yang syaraf motoriknya tidak berfungsi dengan baik, terus menerus meratapi cacat tubuhnya, apa mereka bisa menjadi figur-figur yang sukses?

Tuhan itu adil, Ia tidak akan menciptakan manusia yang tidak bisa melakukan apapun. Manusia pasti memiliki jalan kesuksesannya masing-masing. Sekarang semuanya tergantung dirimu sendiri, sudahkah kamu berhenti mengeluh dan mencoba mengembangkan kelebihanmu?

Kamu Terlalu Fokus pada Kekurangan Tapi Tidak berusaha memperbaiki kekuranganmu

Kamu mengetahui kekuranganmu tetapi kamu tidak berusaha untuk memperbaikinya. Kebiasaan dan tingkah laku yang buruk adalah sesuatu yang bisa kamu perbaiki ketika kamu sudah menyadarinya. Jangan selalu memakai alasan bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Memang selalu akan ada kekurangan, tidak peduli seberapa keras kamu berusaha. Namun memang itulah tujuan manusia hidup, untuk terus belajar. Live from zero to hero and die still as a hero.

Sabarlah, Semua butuh proses. Meraih target itu perlu waktu dan proses

sabar

Jangan terburu-buru mencapai sesuatu, dan jangan pula kehilangan kesabaran. Poin mendasar dalam hidup adalah memperbaiki dirimu sendiri, dan itu memerlukan cukup waktu.

Kamu harus lebih bersabar ketika mewujudkan mimpi-mimpimu, semua butuh proses. Mie yang katanya instan saja butuh proses untuk memasaknya. Hargai dirimu dengan bersabar menjalani proses dan menikmati setiap moment perjuanganmu.

“Hidup tidak dihitung dari banyaknya tahun yang telah dilewati, tetapi dihitung dari banyaknya momen menakjubkan yang membuatmu menahan napas, serta dihitung dari banyaknya tangis bahagia yang mengalir dari matamu.”

Katanya Memikirkan Diri Sendiri itu Egois, Padahal tidak Selamanya memikirkan diri sendiri itu Egois!

memikirkan diri sendiri

Kamu merasa dirimu Kamu egois karena terlalu memikirkan diri sendiri. Tidak selamanya memikirkan diri sendiri itu egois. Dengan memikirkan diri sendiri terlebih dahulu, Kamu sedang menghargai dirimu sendiri.

Misalnya Kamu memikirkan diri sendiri agar tidak sakit. Jika kamu sakit apakah kamu bisa membantu orang lain? Jika kamu tidak merawat dirimu sendiri apakah kamu bisa merawat orang lain dengan efektif?

Waktumu Terbatas kawan! Maksimalkan setiap yang Kamu kerjakan

waktunya terbatas

Ingat waktumu terbatas, sebaiknya Kamu selalu lakukan yang terbaik dari apa yang Kamu kerjakan. Kamu harus mengerjakannya dengan penuh kerja keras, kerja keras dan kerja tuntas. Tetapi ketika tidak mampu mencapai kesempurnaan  kamu harus iklas, maka itu bukanlah kegagalan. Berhentilah mengkritik diri sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dia yang Serius Mencintai, Tak Akan Pergi Meski Tahu Seburuk Apa Masa Lalumu

Kamu mungkin punya masa lalu yang suram. Tentang kisah lama dengan mantan pacar, hingga kejadian lain yang mungkin jadi kesalahan besar. Menyesalinya tentu tak akan merubah situasi, apa yang sudah terjadi biarlah terjadi. Hanya saja, peristiswa tak enak di masa lalu akan jadi sesuatu yang menganggu pikiranmu.

Ya, kamu akan lebih takut untuk bertemu dan memulai hubungan baru. Merasa tak akan ada yang bisa menerima dirimu. Hingga bertanya-tanya, “bisakah ia menerimaku, jika kelak tahu masa laluku?”.

Dengar, menyesali semua kesalahan adalah sesuatu yang lumrah. Tapi merendahkan diri hanya karena pernah berbuat salah, bukanlah jalan keluarnya. Kamu layak dan akan selalu layak untuk dicintai. Karena seseorang yang memang benar-benar mencintaimu, tak akan mempersoalkan masa lalumu.

Ia Menerimamu Sebagaimana Kamu Ada Sekarang, Bukan Melihat Apa yang Kamu Lakukan di Masa Silam

Baginya, masa lalumu adalah bagian dari hidup yang tak perlu diusik dan diganggu. Toh ia tak ada bersamamu, pada saat semua itu terjadi. Jadi tak ada alasan mengapa ia harus mempersalahkan itu dalam hubungan. Ia mencintaimu sebagai sosok yang hidup di masa sekarang, bukan ketika kamu masih jadi pasangan orang lain di kehidupan berbeda.

Selalu menerimamu dengan semua kekurangan, baginya masa depan jauh lebih penting untuk dipikirkan. Jadi kamu tak perlu khawatir dan tak pantas untuk dicintai oleh dirinya, karena ia mencintaimu dengan tulus apa adanya.

Menyesal Karena Pernah Salah adalah Sesuatu yang Biasa, Bahkan Ia Pun Mungkin Pernah Melakukannya

Semua orang punya cerita, tentang kesalahan apa saja yang mereka lakukan ketika belum bertemu pasangan yang sekarang. Mulai dari kesalahan yang disengaja, hingga hal-hal lain yang mungkin terjadi begitu saja tanpa terencana. Biarlah semuanya berlalu, kamu hanya perlu melanjutkan hidupnya dengan seseorang yang bisa menerima segala kurangmu.

Kesalahan adalah milik kita sendiri, bukan berarti jadi tolok ukur untuk menilai baik dan buruknya kita sebagai manusia. Untuk itulah ia selalu bersikap biasa, meski kini sudah tahu bagaimana kamu di masa lalu. Sebagaimana dirimu yang punya kisah buruk, barangkali ia juga punya cerita yang sama buruknya.

Sebab Bagaimana Kamu Sekarang Jauh Lebih Penting Daripada Menjadikan Masa Lalu Sebagai Penilaian

Cerita itu mungkin membuat hatimu hancur, merasa bersalah, dan tak lagi layak untuk dicintai oleh siapa saja. Tapi nyatanya, ia datang tanpa diminta. Memberimu kasih sayang yang tak ada hentinya. Tak mau disibukkan dengan perkara masa lalumu, hal yang selalau ia tunjukkan justru bagaimana besarnya cinta yang ia miliki.

Membuatmu bahagia dan tertawa, dan tak bersikap lebih suci dari kamu yang ia cintai. Dia paham, bagaimana harus bersikap sebagai pasangan yang benar. Dan menjadikan masa lalumu sebagai penilaian bukanlah sesuatu yang akan ia lakukan.

Tidak Akan Menyalahkan, Dia yang Mencintaimu Justru Akan Memberimu Kekuatan

Seseorang yang memiliki ketulusan yang sungguh, tak akan pernah bersikap lebih suci. Ia paham, jika semua orang memiliki kesalahan dan penyesalan. Sebab begitulah manusia menjalani hidupnya. Daripada menjadi hakim untuk menilai salah dan benarnya masa lalumu, ia justru bertindak untuk menunjukkan hal baik yang harus kau percayai.

Hingga akhirnya kamu tahu, jika ia memang datang dengan sebuah cinta yang sungguhan. Tak merasa lebih suci, tak pula merasa berhak untuk menyalahan. Karena ia datang untuk membuatmu lebih bahagia, lebih kuat dari hidupmu sebelumnya.

Karena Seburuk Apapun Masa Lalu, Kamu Selalu Berhak untuk Dicintai dan Mencintai

Jangan pernah berpikir jika hidupmu tak akan lagi berguna hanya kesalahan masa lalu yang kamu punya. Daripada meratapi sesuatu yang sudah tak bisa dirubah lagi, jauh lebih baik jika kamu menjadikannya sebagai ajang untuk belajar. Merubah diri menjadi lebih baik, dan fokus pada kehidupan yang kini sedang dijalani.

Siapapun kamu dan bagaimana pun adanya dirimu, kamu selalu dan selalu layak untuk dicintai dan mencintai. Jangan biarkan masa lalu merenggut bahagia, dan percayalah pada dia yang memang ingin menawarkan cinta. Karena dia yang tulus menyanyangi tak akan pernah pergi meski tahu seberapa buruknya masa lalumu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Berjodoh Tak Harus Pacaran, Karena Pacaran Pun Belum Tentu Jadi Jodoh Sungguhan

Seolah tak pernah ada habisnya, status jomblo atau sendiri memang selalu dianggap sebagai sesuatu yang menyedihkan. Dijadikan bahan olokan hingga membuat seseorang tak percaya diri jika harus ditanyai oleh orang lain. Hey, meski saat ini kamu sedang tak punya pacar, untuk perkara jodoh tak ada yang perlu kamu khawatirkan. Karena mereka yang berpacaran belum tentu bisa berakhir di pelaminan.

Percaya deh, urusan jodoh tak selalu harus dilalui dengan fase pacaran. Bahkan beberapa orang berhasil menikah meski tak pernah berpacaran. Sedangkan mereka yang berpacaran, sering berakhir dengan sebuah perpisahan. Satu hal yang perlu selalu kamu ingat, dia yang kelak menjadi jodohmu akan datang dengan cara-cara yang istimewa dan tak terduga.

Tak Pacaran Bukan Berarti Tak Akan Bertemu Pasangan

Biarkan semua orang mengutarakan pendapatnnya. Apalagi mereka yang sering bilang kalau tak pacaran tak akan bertemu jodoh. Kamu tak bisa menahan mereka untuk tak perlu berkata demikian. Tapi kamu berhak untuk selalu percaya tentang konsep jodoh yang berbeda dari pemahaman mereka.

Pacaran bukanlah sebuah keharusan yang wajib dijalan semua orang untuk bisa bertemu pasangan. Bertahun-tahun bersama, bisa jadi kamu tak berjodoh dengannya. Lalu sebaliknya, tak pernah terlibat dalam hubungan pacaran. Tiba-tiba saja kamu yakin dan percaya untuk menikahi seseorang.

Sebab Sekuat Apapun Kamu Menjaganya, Jika Memang Bukan Jodoh ya Tetap Akan Pergi Juga

Bertahun-tahun bersama, saling sayang dan mengerahkan semua rasa. Di pertengahan jalan, hubunganmu bisa kandas begitu saja. Dari sini kita harusnya paham, jika hubungan dua orang yang berpacaran bisa berakhir dengan mudah jika memang keduanya tak ditakdirkan untuk bersama.

Sebaliknya, jangankan untuk berpacaran, bertemu dan bertegur sapa pun mungkin tak pernah. Lalu entah bagaimana caranya, tiba-tiba dipertemukan, tiba-tiba saling perhatian, jatuh cinta lalu saling sayang. Kamu harus tahu, jika cinta selalu punya cara yang berbeda untuk hadir atas hidup dua orang manusia.

Namun Dia yang Sudah Digariskan Bersama, Akan Selalu Punya Cara untuk Datang Meski Tak Diminta

Seperti yang tadi sudah dijelaskan, kamu tak akan pernah bisa menebak bagaimana semesta bekerja. Menaruhmu pada cinta yang salah, membuatmu terluka, hingga akhirnya hampir menyerah dengan konsep cinta sejati yang konon akan membuat bahagia.

Tapi pada satu waktu yang tak terduga, dia yang menjadi pasangan hidup, bisa saja datang dengan tiba-tiba. Menawarkanmu hati yang tulus, lalu mengajakmu menikah tanpa harus berpacaran terlebih dahulu sebagaimana biasanya. Asal kamu yakin dan bisa memastikan dia adalah orang yang tepat, percayalah ia memang jodoh yang Tuhan kirimkan.

Semua Hal Sudah Ditentukan, Kita Hanya Bertugas Menjalankan

Tak perlu mendesak Tuhan agar mempertemukanmu dengan seseorang yang bisa jadi pacar. Atau mengutuki keadaan karena masih saja sendiri dan jadi bahan pergunjingan kawan-kawan. Teruslah berjalan untuk semua hal yang ingin kamu lakoni, apapun itu yang akan terjadi di hari esok biarlah jadi kejutan.

Hadapi semuanya dengan tenang, sembari belajar jadi orang yang lebih baik dari kehidupan sebelumnya. Sebagai seorang manusia, kita hanya bertugas untuk menjalankan semuanya. Tak perlu terlalu khawatir akan sesuatu yang belum terlihat bagaimana akhirnya.

Jangan Pula Risau Pada Cibiran Orang, Sebab Mereka Bukan Tuhan

Dengar, mendengarkan semua omongan orang tak akan ada habisnya. Tak tahu apa yang kita hadapi, semua teman dan kawan hanya bisa berkomentar. Tak bijak dalam mengatasinya, bisa-bisa kitalah yang pusing sendiri. Untuk itu, tanpa bermaksud mengabaikan mereka yang sebenarnya mungkin hanya ingin menunjukkan kepedulian. Belajarlah untuk abai pada cibiran-cibiran yang tak bermanfaat untuk kehidupan. Sebab, sebaik apapun kita menjalani hidup, tak akan pernah sempurna di mata orang.

Tetap Perbaiki Diri dan Agar Dipertemukan dengan Dia yang Kau Ingini

Konon, jodoh ada cerminan diri. Kalau kamu memang memiliki peringai baik, maka dia yang akan menjadi jodoh juga akan baik. Sebaliknya, jika kita masih saja berkelakuan buruk, besar kemungkinan dia yang menjadi pasagan juga punya kelakuan yang tak benar. Terserah dirimu, mau percaya tentang konsep ini adalah hakmu. Tapi perihal memperbaiki diri, adalah sesuatu yang wajib kita lakoni. Meski tak bertujuan untuk segera dipertemukan dengan jodoh, berubah ke arah yang lebih baik bukanlah sebuah kesalahan.

Karena Meski Tak Berpacaran, Kalau Sudah Jodoh Pasti Akan Dipertemukan

Jodoh adalah perkara takdir dari Tuhan, tak bisa dielak dan diganggu gugat. Sekuat apapun ditolak jika memang sudah berjodoh tentu akan bertemu juga dan begitu pula sebaliknya, meski susah payah dijaga kalau memang tak berjodoh tetap akan berpisah juga. Pacaran hanyalah satu fase yang dinilai bisa menghantarkanmu kepada pernikahan, tapi tak bisa memastikan hubungan akan berakhir di pelaminan.

Ini adalah sebuah persoalan yang sebenarnya tak perlu dijadikan kekhawatiran. Jadi tak perlu khawatir berlebihan. Karena jika memang sudah berjodoh ia akan tahu kemana ia akan pulang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Untuk Laki-laki, Cintailah Perempuanmu Seutuhnya Bukan Sebutuhnya!

Sebelum berhasil mendapatkan hati seorang perempuan, konon laki-laki akan berbuat apa saja untuk merebut hatinya. Sialnya, setelah resmi menjadi pacar atau suami. Beberapa lelaki justru berubah, tak lagi semanis dan sebaik saat sedang pendekatan. Seolah ada yang hilang dari mereka, perempuan yang paham pasti akan bisa melihat perbedaannya.

Padahal, salah satu tanggung jawab seorang lelaki selepas menjadi pacar atau suami adalah dengan mencintai pasangannya secara utuh bukan hanya ketika sedang butuh. Pacar atau istrimu bukanlah sebuah benda yang bisa kamu cari ketika kamu inginkan dirinya. Untuk itu, selalulah bijak dalam bersikap. Perlakukan ia baik sebagaimana kamu ingin diperlakukan.

Jangan Hanya Tahu Berkata Cinta, Kamu Wajib untuk Tetap Menjaga Semua Rasa

Sebagaimana yang tadi sudah dijelaskan diatas, para kaum adam selalu akan bersikap manis untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Maka untuk bisa menilai seberapa teguh ia pada janjinya adalah bagaimana ia bersikap setelah sah menjadi pacar atau suami.

Sebagai perempuan kamu bisa melihat, masihkah ia bersikap sama manisnya atau sudah berbeda dan lupa pada janjinya. Dan teruntuk para lelaki, tanpa harus diperingati, harusnya kamu paham bagaimana bersikap sebagai seseorang yang jantan. Tak lari dari semua yang kamu ucapkan dan selalu bertahan demi cinta kepada sang perempuan.

Tak Ada Manusia yang Sempurna, Jangan Pergi Hanya Karena Perempuanmu Banyak Kurangnya

Setelah menjadi pacarnya, kamu mungkin baru tahu jika ada beberapa kekurangan yang ia miliki. Entah sesuatu yang kurang berkenan atau hal lain yang mungkin tak kamu sukai. Tanpa harus buru-buru kabur dan pergi karena ia punya banyak kekurangan. Cobalah untuk membicarakan semua yang menurutmu kurang berkenan dan sebaiknya dihilangkan.

Dengan begitu perempuanmu bisa tahu, apa yang perlu dilakukannya demi membuat dirimu nyaman. Ingat, hubungan akan bisa berjalan dengan baik jika ada komunikasi yang baik. Jadi jangan main asal pergi ya.  

Karena Mencintai Tanpa Berharap Balas adalah Bentuk Lain dari Cinta yang Sesungguhnya

Seorang laki-laki yang memang sungguh-sungguh mencintai tak akan pernah bosan untuk terus memberi perhatian. Lebih dari itu, ia akan selalu bersikap sebagai pahlawan untuk  memenuhi semua yang dibutuhkan seorang perempuan. Ia memberi dengan tulus, karena merasa perempuannya layak mendapatkan itu.

Kamu perlu tahu, jika rasa cinta yang tulus tak pernah ragu-ragu. Itulah mengapa seorang laki-laki akan rela berbuat apa saja tanpa berharap mendapat balasan dari perempuannya. Hingga kelak kamu akan sadar bahwa cinta yang kalian berdua miliki adalah sesuatu yang luar biasa berbeda dari yang biasanya.

Tak Boleh Sampai Salah, Perempuanmu adalah Tulang Rusuk Bukan Tulang Punggung

Untuk urusan mencari nafkah atau berbagi materi ketika masih pacaran, tentulah tak salah. Sebagaimana lelaki yang bekerja, perempuan pun punya hak serupa untuk membantu perekonomian keluarga. Tapi dengan catatan, sebagai laki-laki kamu tetap jadi pihak yang bertanggung jawab atas kehidupan dan mencari materi untuk kebutuhan.

Tetapi jika kenyataan yang terjadi justru sebaliknya, dimana kamu menjadikan perempuanmu sebagai tulang punggung keluarga. Itu artinya ada yang salah dengan pemahamanmu sebagai laki-laki untuknya.

Akan Selalu Ada Masalah, Tapi Bukan Berarti Kamu Bebas Meninggalkannya

Hubungan yang baik bukan yang tak pernah diterpa masalah. Pada beberapa fase kehidupan dan percintaan, akan ada yang namanya pasang surut untuk hubungan. Kalian mungkin akan bertengkar, saling marah dan menyalahkan, merasa jengkel atau kecewa pada pasangan, hingga kepada pertengkaran lain yang bisa membuat kita hampir menyerah.

Tapi, seorang lelaki tak pantas menjadikan hal semacam ini sebagai alasan untuk meninggalkan perempuannya. Kamu bertanggung jawab untuk tetap menyelesaikan masalah. Bahkan jika memang tetap harus berpisah, kamu tak boleh pergi begitu saja. Tetap bertahan dan jelaskan kepadanya apa yang menjadi sumber masalah dalam hubungan kalian berdua.

Dan Bersikaplah Baik dengan Sepenuhnya, Bukan Hanya Ketika Kamu Membutuhkan Dirinya Saja

Tak peduli apa yang akan terjadi, kamu patut untuk selalu berjaga atas rasa cinta pada si dia. Tetap bertahan dan memperlakukannya baik sepanjang waktu, bukan hanya ketika dirimu butuh dan ingin dia ada di dekatmu. Jangan egois dengan hanya mementingkan dirimu sendiri saja, kamu juga perlu sadar bahwa perempuanmu juga tak suka jika kamu hanya mencarinya ketika sedang butuh saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top