Feature

Menghadapi Rekan Cerewet dan Terlalu Ceria Bisa Kamu Lakukan Tanpa Banyak Bicara

Bertemu orang yang dikenal suka bicara alias cerewet seringkali jadi tantangan. Terutama jika kamu punya kepribadian kontras dengannya. Dia banyak bicara, sementara kamu tidak. Dia suka mengobrol, sementara kamu lebih suka mendengarkan musik.

Suka tidak suka, orang semacam ini pasti ada di sekitarmu. Mungkin di tempat kerjamu, mungkin di rumahmu, atau pada lingkup teman-teman terdekatmu. Orang yang suka bicara sejatinya jago mencairkan suasana. Bayangkan bila tidak ada dia, pasti suasana akan terkesan kaku dan kikuk. Hanya saja, jika kamu kebetulan sedang ingin eye-to-eye alias bicara empat mata padanya, setidaknya kamu harus tahu siasat agar cerewetnya tidak terus-terusan terbawa.

Kalau Kamu Punya Sesuatu yang Ingin Dibicarakan, Katakan Padanya Tanpa Perlu Sungkan

Menyela pembicaraan memang terkesan tidak sopan dan tidak menghargai lawan bicara. Tapi biasanya kamu pasti dibuat pusing sendiri kalau lawan bicaramu kebetulan suka bicara bahkan seakan tak memberi ruang untukmu agar bisa gantian berbicara. Sebaiknya jika memang kamu bertemu orang yang seperti ini, hampiri dia dan katakan sejak awal kalau ada hal yang ingin kamu bicarakan. Percayalah, orang dengan pembawaan ceria sekaligus cerewet, tak selamanya egois hendak didengarkan. Ada kalanya mereka akan jadi pendengar yang baik untuk setiap hal yang hendak kamu katakan.

Jangan Menyela, Jadilah Pendengar yang Baik dan Tunggulah Sampai Dia Selesai Bicara

Sekali lagi, menyela pembicaraan orang lain, secerewet apa pun lawan bicaramu memang tidak disarankan. Jika kamu sedang terlibat percakapan dengannya, kemudian ditengah percakapan tetiba kamu teringat satu hal yang hendak dikatakan, sebaiknya tahan dulu. Biarkan dia menggulirkan setiap cerita. Tunggu datangnya momen kamu bisa mengutarakan hal yang hendak kamu katakan. Percayalah, walau dia mendominasi, pasti ada satu titik dimana ketika dia selesai bicara, dia akan terdiam sejenak. Saat itulah giliranmu berbicara padanya.

Tanyakan Sesuatu yang Pilihan Jawabannya Hanya ‘Ya’ Atau ‘Tidak’

Hal ini berlaku khususnya untukmu yang memang sudah jengah bila harus mendengarkannya selama berjam-jam. Cara ini bisa saja efektif. Cukup ajukan pertanyaan dimana dia hanya akan menjawab salah satu dari ‘ya’ atau ‘tidak’. Dengan demikian, pembicaraanmu dengannya pun jadi lebih singkat dan kamu menemukan jawaban dari apa yang hendak kamu tanyakan.

Dalam Sebuah Grup, Kalau Dia Sudah Terlalu Banyak Bicara, Ajukan Pertanyaan ke Anggota Grup yang Lain

Menemukan orang yang terlalu suka bicara di dalam sebuah forum diskusi atau grup tertentu seringkali membuat anggota yang lain kesal sendiri. Apa lagi kalau dia pun tak bisa mengontrol diri untuk mencukupkan pembicaraannya. Selain memakan waktu, orang semacam ini jadi mengambil porsi orang lain untuk mengutarakan pendapatnya. Kalau kebetulan kamu sedang terjebak dalam situasi semacam ini, cobalah untuk menengahi pembicaraan. Caranya cukup angkat tangan dan ajukan pertanyaan ke anggota lain yang mungkin duduk di sebelahnya. Pembicaraan pun terhenti dan rekanmu yang sudah terlalu banyak bicara pun akan mengalihkan fokusnya terhadap pertanyaanmu.

Kalau Belum Mempan Juga, Tak Ada Salahnya Memasang Wajah Bosan Saat Kalian Tengah Berhadap-hadapan

Namun jika semua cara di atas tidak mempan juga dan dia tetap tidak memberikan tanda untuk menyudahi pembicaraan, langsung saja kamu memasang tampang bosan dan lelah. Kebanyakan orang akan langsung peka dengan ekspresi wajah lawan bicaranya. Semoga saja dia langsung tersadar kalau dirinya ternyata sudah terlalu banyak bicara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Lewat 5 Usaha Sampingan Ini, Ibu Rumah Tangga Juga Bisa Mandiri Secara Finansial

Saat ini sudah nggak jaman ada ibu rumah tangga yang hanya menganggur dan menggantungkan diri pada jatah bulanan dari suami. Ditambah lagi saat ini jaman sudah modern, dan peluang untuk bekerja sambilan sangatlah terbuka lebar bagi kamu yang memang berniat mendapatkan uang tambahan.

Nah, ini dia 5 usaha sampingan yang bisa kamu lakukan sebagai seorang ibu rumah tangga.

1. Usaha Kerajinan Tangan

Jika kamu adalah orang yang kreatif dalam menghasilkan suatu barang, mungkin usaha ini cocok untuk kamu jadikan usaha sampinganmu sebagai ibu rumah tangga. Hasil kerajinan tangan yang kamu buat bisa kamu jual dengan harga yang menurutmu pantas untuk hasil kerajinan tanganmi.

2. Usaha Katering

Biasanya ibu-ibu pandai dalam hal memasak. Kamu bisa mulai usaha katering kecil-kecilan dulu. Jika nanti kamu sudah punya nama dan cukup modal, pasti usahamu bisa berkembang dengan sendirinya.

3. Usaha Online Shop

Daripada mandengin media sosial untuk bergosip saja, nggak ada salahnya kamu mencoba usaha yang satu ini. Tinggal unggah produk yang ingin kamu jual, siapa tahu temanmu di media sosial ada yang berminat untuk membelinya.

4. Usaha Rias Kecantikan

Jika kamu punya kemampuan merias wajah dan suka bermain make-up. Kamu bisa mencoba usaha rias untuk pengantin atau untuk acara tertentu. Nah kalau kamu ingin menggali kemampuanmu lebih dalam, kamu bisa mengikuti kursus kecantikan terlebih dahulu.

5. Membuka Jasa Bimbingan Belajar

Pengetahuan yang sudah kamu miliki akan lebih baiknya jika kamu salurkan dengan membuka jasa bimbingan belajar untuk anak-anak tetangga terdekatmu. Apalagi jika kamu adalah seorang sarjana. Meskipun nggak bisa jadi pengajar sepenuhnya, setidaknya kamu tidak membiarkan ilmumu sia-sia begitu saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Untuk Hari Tuamu Nanti, Ini 5 Investasi yang Kamu Butuhkan

Setiap orang bekerja untuk memiliki masa depan yang baik tentunya. Namun bagaimana jika kamu sudah pensiun nantinya, sedangkan kamu hanya pegawai swasta yang tidak menerima uang pensiunan setelah kamu berhenti bekerja.

Nah mungkin 7 investasi ini bisa kamu coba mulai sejak dini agar kehidupan masa tuamu terjamin nantinya.

1. Desposito

Kamu bisa mendepositokan dana bebasmu. Kamu bisa menambah jumlah uang yang akan kamu investasikan untuk jangka waktu tertentu. Hal ini karena bunga tabungan deposito terhitung lebih tinggi jika dibandingkan dengan tabungan biasa.

2. Emas

Harga emas setiap tahunnya biasanya semakin meningkat. Kamu bisa memanfaatkan keadaan ini untuk melakukan sebuah investasi. Kamu bisa menyesuaikan emas yang akan kamu beli dengan jumlah uang yang kamu miliki.

3. Saham

Saat ini investasi berupa saham sedang banyak diminati oleh para kaum muda. Kamu juga bisa mencobanya. Kamu bisa membeli saham dalam jumlah tertentu, artinya kamu akan menjadi seorang pemilik saham dari perusahaan yang kamu jadikan pilihan untuk berinvestasi.

4. Pendidikan

Investasi yang satu ini merupakan investasi yang sangat penting. Kamu bisa memanfaatkan dana bebasmu untuk mendaftar kelas yang mengasah kemampuanmu seperti kursus memasak, bisnis, atau kursus bahasa asing.

5. Properti

Kamu bisa melakukan investasi dengan membeli sebuah apartemen di kota besar. Saat ini lahan di kota-kota besar sudah sangatlah minim, sehingga banyak orang kesulitan untuk mendapatkan lahan guna dijadikan tempat tinggal. Karenanya kamu bisa memanfaatkan apartemen yang kamu miliki untuk disewakan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Jangan Khawatir, Keuanganmu Aman Jika Kamu Punya 6 Kebiasaan Ini!

Tidak semua orang pandai dalam hal mengatur keuangan. Nah bagi mereka yang tak pandai mengatur keuangannya sendiri, pasti mereka akan lebih sering merasakan sulitnya hidup di tanggal tua alias di akhir bulan dimana uang gaji sudah mulai menipis.

Jadi kamu harus lebih hati-hati dalam mengatur keuangan. Tapi tenang saja, jika kamu punya 7 kebiasaan ini, kemungkinan besar keuanganmu akan tetap aman sampai tanggal gajian berikutnya.

1. Menyisihkan Uang Setiap Kali Habis Gajian

Menabung adalah hal yang wajib kamu lakukan. Tentu kamu ingin memiliki masa depan yang terjamin bukan? Kamu bisa mengakalinya dengan menyisihkan beberapa uang dari jumlah gajimu keseluruhan. Misalnya kamu bisa menyisihkan minimal 20% dari gajimu dalam sebulan.

2. Prioritaskan yang Menjadi Kebutuhan, Bukan Keinginan

Jika kamu menuruti segala keinginanmu, hal itu tak akan ada habisnya. Seberapa besar pun gajimu, itu tak akan cukup untuk memenuhi semua keinginanmu. Untuk itu kamu perlu memprioritaskan kebutuhanmu di atas keinginanmu.

3. Membuat List Skala Prioritas

Agar kamu tak terlalu bingung dalam menentukan mana yang harus didahulukan, kamu bisa membuat list skala prioritasmu. Misalnya kamu perlu menyisihkan uang untuk membayar kost, kemudian membayar tagihan listrik dan internet, baru kemudian membeli keperluan bulananmu.

4. Menggunakan Aplikasi  untuk Mengatur Keuangan

Jika kamu masih seorang pemula, kamu bisa menggunakan bantuan aplikasi yang bisa membantumu untuk mengatur pemasukan dan pengeluaranmu setiap bulan. Tapi akan lebih baik lagi jika kamu melakukannya dengan caramu sendiri tanpa bantuan aplikasi atau pun orang lain.

5. Cari Jalur Alternatif untuk Menekan Pengeluaran

Jika kamu adalah orang yang suka travelling, cobalah untuk pergi ke tempat-tempat wisata yang low budget, atau kalau bisa yang nggak ada tiket masuknya alias gratis. Jika kamu suka menonton film di bioskop, kamu bisa menggunakan alternative dengan berlangganan jasa TV kabel atau streaming video yang tak terlalu banyak memakan biaya.

6. Jangan Terlalu Menyediakan Banyak Uang Cash di dalam Dompet

Jika kamu adalah orang yang sangat doyan belanja, usahakan untuk tidak menaruh banyak uang di dompet dan jangan membawa kartu debit maupun kartu kredit. Atau kamu bisa menyembunyikan kartumu di sela dompet yang tak terlihat oleh matamu agar kamu tak lupa diri dalam hal belanja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top