Feature

Menggeluti Pekerjaan Ini Bisa Membuat Kaya Raya, Meski Tak Punya Gelar Sarjana Sekalipun!

Gelar sarjana yang sering dianggap sebagai syarat utama untuk kesuksesan seseorang dimasa depan nyatanya tidak selalu benar.  Meski tanpa gelar sarjana sekalipun kita bisa sukses bahkan hingga kaya raya dengan menggeluti beberapa jenis pekerjaan lain. Hanya bermodalkan kecintaan serta kemampuan diri untuk pekerjaan yang memang kita bisa tekuni dengan baik, menjadi kaya raya pun tak lagi menjadi khayalan belaka.

Fakta yang kita temui banyak orang yang masih kebingungan ingin bekerja di mana dan sebagai apa meski sudah memiliki gelar sarjana sekalipun, seperti data yang berhasil dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2016 tercatat sebesar 5,5 persen.

Ini berarti dari 100 angkatan kerja terdapat sekitar lima hingga enam orang penganggur. Tercatat tingkat pengangguran sarjana meningkat dari 5,34 persen pada Februari 2015 naik menjadi 6,22 persen pada Februari 2016. Alasan untuk pengangguran  tersebut pasti beragam. Namun disisi lain meski tanpa gelar sarjana kita tetap bisa bekerja dibeberapa bidang pekerjaan ini jika memang kita mampu.

Memiliki kemampuan akting yang bagus, mungkin kamu cocok untuk menjadi aktor atau aktris!

Serba-serbi menjadi artis adalah pilihan paling menjanjikan untuk bisa menjadi kaya raya meski tak memiliki gelar sarjana sekalipun. Berbekal kepercayaan diri dan mau belajar untuk menekuni dunia akting pekerjaan ini bisa menajadikan kamu kaya raya. Untuk bisa ke sana bisa ditempuh dari beberapa cara ada yang memilih untuk ikut kursus di sebuah sanggar seni, modeling bahkan lenong.

Namun jika sudah memiliki kepercayaan diri yang kuat bisa langsung mendaftarkan diri pada agency yang memang sudah terpercaya telah mengorbitkan beberapa aktor atau aktris ternama.  Tidak perlu khawatir untuk masalah penampilan dan fisik yang mungkin tidak menunjang, kamu bisa melihat beberapa artis yang muncul di tv dengan fisik yang pas-pasan tapi masih malang melintang di tv dengan bayaran yang cukup membuat terpana.

Meski ada sekolahnya, menjadi fashion designers berbekal hobi saja sudah cukup untuk memulainya!

Menempuh pendidikan dijurusan fashion design tidaklah mudah, selain butuh biaya yang cukup tinggi kamu juga akan dipaksa untuk mau mempelajari teori ilmu komunikasi hingga filsafat seni dan beberapa mata kuliah lain yang jika dipikir-pikir sebenarnya sungguh tidak ada hubungannya dengan dunia fashion design, mata kuliah pancasila dan kewarnegaraan misalnya.

Dimana konsep pendidikan dengan model seperti ini tidak selalu bisa diterima oleh orang-orang, hal baiknya adalah untuk menjadi seorang fashion designers, kamu tak diwajibkan memiliki gelar sarjana. Hal yang perlu kamu lakukan hanyalah tetap mengembangkan kemampuan dan membagun jaringan yang bisa mengembangkan nama kamu seabgai fashion designers. Hobi dan kecintaan yang kamu miliki rasanya sudah cukup untuk modal memulai kiprah didunia fashion sebagai seorang designer. Dengan tetap mengembangkan kemampuan dan pengetahuan didunia tersebut, karena ini adalah salah satu profesi yang memang sangat menjanjikan.

Tidak jauh berbeda dengan aktor dan aktris, mempunyai kemampuan vokal yang diatas rata-rata bisa mengantarmu menjadi penyanyi yang sukses

Jika kebetulan memiliki talenta dengan kemampuan menyanyi diatas rata-rata memilih profesi sebagai penyanyi adalah hal yang baik dengan prospek yang memang menjanjikan. Untuk mengembangkan dan melatih vokal yang dimiliki kamu bisa mengikuti sekolah vokal. Di sana kemampuan menyanyimu akan lebih dikembangkan untuk lebih matang lagi, selanjutnya kamu bisa mulai menjual kemampuanmu sebagai seorang penyanyi.

Jika memang kemampuanmu banyak dinikmati,  hal itu akan memberikan jalan menuju popularitas yang lebih baik. Bayaran yang akan diterima pun tak tanggung-tanggung bisa berkisar jutaan hingga puluhan juta hanya untuk sekali manggung. Sebut saja Agnes Mo yang mendapat bayaran kurang 100 juta rupiah hanya untuk sekali show saja.

Memiliki kemampuan dan nama besar di lapangan hijau, pemain sepak bola mampu meraup pendapatan yang tak sedikit

Menjadi pemain sepak bola bisa dikatakan memiliki tingkat pamor dan popularitas yang sama tingginya dengan aktor atau aktris, apalagi jika sudah memiliki nama yang besar di lapangan hijau. Kemampuan bermain seorang atlit sepak bola diberi bayaran dengan nilai yang cukup fantastis. Salah satu contoh nyata yang bisa kamu lihat adalah pemain sepak bola dari klub Real Madrid Cristiano Ronaldo menerima bayaran sekitar 365 ribu pound per pekannya (sekitar Rp 5,9 miliar).

Bayaran fantastis yang diterimanya berhasil membuatnya menjadi pemain sepak bola termahal di dunia, tak hanya bayaran dari profesinya sebagai pemain sepak bola. Ronaldo juga di-endorse beberapa brand ternama, menjadi ambassador bahkan memiliki brand pakaian dalam, parfum dan hotel sendiri membuat pundi-pundinya terus terisi. Jadi tidak ada salahnya jika mencoba untuk melatih dan mengasah kemampuan untuk menjadi bintang di lapangan hijau, karena menjadi pemain sepak bola memberikanmu pendapatan yang sangat tinggi.

Tidak harus menyandang gelar sarjana sastra, kecintaaan membaca dan kemampuan bercerita bisa menjadikan kamu penulis yang handal

Untuk bisa memenangkan persaingan di dunia kerja kamu bisa mencoba jalur menjadi penulis, memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menunjukkan jati diri dan gaya bahasa untuk sebuah tulisan yang ingin kita buat bisa menjadi ajang promosi yang secara tidak langsung akan membawa kita ke dunia yang lebih luas lagi.

Bakat membaca dan kemampuan bercerita adalah dua hal yang paling penting untuk kita miliki,jika ingin menjadi seorang penulis. Royalti atau bayaran yang bisa diterima oleh seorang penulis pun cukup besar, apalagi jika sebuah tulisan yang kamu buat berhasil diangkat ke layar lebar. Sebut saja J.K. Rowling seorang penulis buku Harry Potter sekarang dia masuk ke dalam daftar salah satu orang paling kaya di dunia untuk semua royalti yang diterimanya dari hasil penjualan buku dan cerita yang telah dijadikan layar lebar.

Namun jika kamu mampu bercerita tapi sulit untuk menuangkannya dalam bentuk tulisan, jadi video blogger dan youtuber juga tak kalah menjanjikanya!

Jika sekiranya ada bibit-bibit  kreatif yang memang kamu miliki menjadi video blogger atau youtuber ini adalah hal yang boleh dicoba, konten yang bisa kita ciptakan pun beragam sesuai ketertarikan yang kita miliki. Di Indonesia sendiri sudah banyak terdapat chanel video blog dan youtube yang kreatif.

Hal ini sekaligus membuktikan bahwa dunia per-Youtube-an memang terlihat sangat menjanjikan, rupiah yang dikumpulkan dihasilkan oleh jumlah views dan share serta iklan yang masuk di kanal youtube milik kita akan terus mengalir jika konten yang kita miliki memang menarik bagi penonton.

Coba saja lihat youtuber asal Inodensia seperti SkinyIndonesia24, EdhoZell, Lastday Production, Tim2One, Comeo Project dan masih banyak channel lainya. Mereka bisa terus berkembang dan membuat konten yang lebih bagus dari hasil karya mereka di youtube, dan yang pasti profesi ini tidak memerlukan gelar sarjana, kamu hanya dituntut untuk bisa kreatif dan mengikuti perkembangan teknologi serta isu-isu terhangat untuk tetap mendapatkan viewers yang banyak.

Belajar otodidak dengan memanfaatkan teknologi, kamu juga bisa jadi website developer dengan bayaran tinggi!

informasi

Seiring dengan kemajuan era digital dan teknologi menurut Forbes, pekerjaan sebagai pengembang web, pengembang software/game, dan programmer akan menghasilkan gaji yang terus meningkat bagi pelakunya setiap tahun seiring meningkatnya kebutuhan manusia akan internet. Kebutuhan industri untuk pekerjaan-pekerjaan ini diperkirakan akan terus berkembang hingga 2022 nanti.

Tak hanya mereka memang memiliki latar belakang pendidikan dari jurusan IT saja, nyatanya siapapun kamu bisa belajar secara otodidak untuk menekuni profesi ini. Kejelian mata dan kemampuan belajar yang kuat menjadi modal untuk mendapatkan bayaran yang lumayan tinggi. Bahkan satu website saja bisa dihargai sekitar puluhan atau belasan juta rupiah. Menggiurkan bukan?

Dan yang paling menarik adalah menjadi bos atas diri sendiri tanpa perlu gelar sarjana, yaitu pengusaha!

menunda pekerjaan

Untuk profesi yang satu ini mungkin sudah tidak perlu diragukan lagi, meski menjadi pegusaha memang akan terlihat susah diawal tapi dengan berbekal ketekunan dan semangat pantang menyerah untuk memasarkan produk dari usaha yang kita miliki perlahan kamu akan mulai dikenal dan yang pasti ini akan memberikan pengaruh baik untuk prospek usaha kita selanjutnya.

Dan yang pasti untuk menekuni sebuah usaha kamu tidak perlu menunggu embel-embel sarjana, kamu bisa menjadi bosa atas diri sendiri dengan pendapatan yang juga tinggi. Coba lihat almarhum Bob Sadino pemilik perusahaan makanan ternama yang masih berdiri hingga saat ini, lalu ada Susi Pudjiastuti pengusaha sukses yang juga menjabat sebagai salah satu menteri di kabinet kerja presiden Joko Widodo.

Tanpa perlu mengenyam pendidkan yang tinggi nyatanya kamu yang bukan sarjana juga bisa sukses bahkan kaya raya, kuncinya terus belajar dan jangan pernah berhenti untuk mengembangkan kemampuan diri agar bisa tetap bertahan dalam  persaingan yang ada.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dilema Memilih Tempat Kerja : Suasana yang Nyaman atau yang Bergaji Besar?

Untuk kamu yang baru saja lulus, kesulitan memilih tempat kerja bisa jadi dilema. Ingin memilih tempat kerja yang nyaman atau yang menawarkan gaji besar. Tapi tak hanya dirasakan oleh para fresh gradute saja, karyawan yang sudah lama bekerja pun sering bimbang. Sudah merasa nyaman di tempat kerja yang sekarang, tapi juga butuh tambahan penghasilan demi masa depan.

Suasana seperti ini, sering mengacau pikiran. Bahkan sering menjebak kita dan tak bisa menentukan, mana yang baiknya dipilih. Nah, sebelum menentukan pilihan yang mungkin bisa jadi terbaik untukmu. Ada untung-rugi yang harus kamu pahami terlebih dahulu, dari pekerjaan nyaman atau yang bergaji besar.

Bekerja Nyaman Bisa Mengurangi Tekanan dan Berpeluang Mengambil Pekerjaan Sampingan

Jika kamu kebetulan berhasil masuk ke dalam perusahaan besar yang sudah mapan. Biasanya perusahan tidak memberi tekanan yang besar pada karyawan. Sebaliknya, kamu bisa bekerja dengan nyaman dan suasana yang juga jauh dari kata stres.

Selain itu, karena teknan yang ada tak begitu besar. Tempat bekerja seperti ini biasa memberimu waktu luang yang lebih besar. Sehingga kamu bisa memanfaatkannya untuk melakukan kegiatan atau pekerjan lain yang mungkin bisa jadi sumber penghasilan. Memulai bisnis di rumah atau membuka online shop, misalnya.

Tapi Dampak Buruknya Bisa Membuatmu Malas, Kurang Profesional dan Takut Akan Tantangan

Pola yang sudah lama terpatri atas orang-orang yang terlalu nyaman di pekerjaannya sekarang adalah susah keluar untuk memulai pekerjaan lain. Lagipula situasi sekarang ini sudah cukup nyaman, kalau harus keluar belum tentu bisa menemukan yang nyamannya sama. Begitu kira-kira gambarannya.

Padahal ini adalah sebuah pola pikir yang salah. Karena biar bagaimana pun, pandangan seperti ini akan membuat kita menutup diri pada hal-hal lain. Merasa tak sanggup untuk mengikuti tantangan, hanya karena tak siap untuk berkompetisi dengan orang luar.

Selain itu, aturan yang fleksibel di tempat kerja yang nyaman juga banyak membentuk watak buruk bagi karyawan. Karena tak ada larangan yang begitu keras, kamu bisa saja berubah jadi orang yang sembrono. Telat membuat laporan, hingga datang terlambat setiap ada meeting bulanan. Ya, kamu tak profesional.

Akan Tetapi Jika Gajinya Lebih Besar Mampu Menjamin Finansial dan Membuatmu Kian Profesional

Untuk situasi ini, keuntungan dari segi finansial jelas jadi kelebihan yang wajib disyukuri. Biar bagaimana pun, pundi-pundi harus tetap terisi. Nominal pendapatan yang bertambah, setidaknya akan membantu kita memenuhi kebutuhan harian pada tingkat yang lebih baik. Syukur-syukur bisa menyisihkan jumlah tabungan yang lebih besar untuk masa depan.

Tapi jangan buru-buru senang dulu, karena jika gaji yang ditawarkan memang lebih besar. Ada kemampuan yang seimbang yang harusnya kita bayarkan. Tekanan yang datang untuk capaian pendapatan yang telah ditentukan akhirnya merubahmu jadi sosok yang mampu berkompetisi dengan baik. Karena mau tak mau kamu harus bergerak untuk mencapai targetmu, yang sebenarnya juga baik untuk mengembangan karir dan membuatmu kian profesional.

Namun Sialnya Kamu Jadi Mudah Stres Karena Tekanan yang Lebih Besar dengan Waktu Luang yang Terbatas

Yap, dituntut untuk mencapai target yang ditentukan, terpaksa membuat kita berjuang keras untuk terus bekerja. Beberapa hal yang akan terasa kian dekat, tentu saja stres kalau-kalau targetnya masih belum kesampaian juga. Selain itu, waktu untuk bisa beristirahat meski sekedar beleha-leha sebentar. Akan hilang, diganti dengan konsentrasi untuk mengurus pekerjaan.

Bahkan kalau bisa, seluruh waktu yang ada dalam hidupmu akan kamu serahkan untuk terus fokus bekerja sampai apa yang sudah ditentukan perusahaan bisa di dapat dengan cepat. Gajinya memang besar, tapi setara dengan itu tingkat stres yang kamu dapat juga kian besar.

Lalu, Kemana Pilihanmu Akan Jatuh?

Sesungguhnya, ini bukanlah pilihan yang sulit. Karena kamu hanya butuh mencari apa yang sebenarnya kamu butuhkan. Sembari menemukan jawaban, kamu pun perlu mempersiapkan diri untuk kemungkinan lain yang nantinya akan dirasakan.

Jika kamu memilih untuk berada pada zona kerja yang nyaman, mungkin penghasilan yang akan kamu dapatkan lebih sedikit. Dan begitu sebaliknya, jika kamu memilih untuk berada  pada tempat kerja yang bergaji besar. Cobalah bersiap untuk tekanan besar serta waktu luan yang mulai terbatas.

Tanyakan pada dirimu sendiri, mana pilihan yang sesungguhnya kamu cari. Sembari menyiapkan kemampuan, untuk resiko yang juga akan diemban.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kantor yang Bebas Berpakaian, Tak Berarti Kamu Boleh Datang dengan Pakaian Rumahan

Di era sekarang sebuah kantor atau perusahaan tidak lagi menekankan karyawannya harus memakai office look. Meskipun tidak semua, tapi beberapa start up telah melakukan kebijakan ini. Apalagi kantor-kantor di bidang kreatif. Pasalnya, ada yang berujar bahwa berpakaian rapih saat ke kantor adalah suatu tekanan. Entah bisa dibenarkan atau tidak, yang jelas generasi milenial sangat senang mendapatkan kantor bebas berpakaian.

Perlu diketahui ketika diberikan kebebasan, bukan berarti datang dengan berpakaian semaunya dan seenaknya. Meskipun bebas, kamu juga mesti tahu aturan. Pada dasarnya aturan tersebut mengacu kepada etika, karena tak mungkin kamu hanya memakai kaus kutang dan celana pendek ke kantor kan? selain tidak enak dipandang, itu sama saja kamu telah menyepelekan tempat kamu bekerja.

Setidaknya bebas berpakaian adalah minimal kamu mengenakan T-shirt dan jeans ke kantor. Dan pastikan kamu tidak berpakaian seperti ini saat berangkat ke kantor ya.

Bebas Tapi Sopan, Jangan Memakai Pakaian Rumahan

Mungkin kamu memiliki kaus kesayangan yang sampai belel pun kamu tetap nyaman memakainya. Tapi, nyaman buatmu belum tentu nyaman di mata orang lain. Pakaian yang seperti itu sebaiknya kamu kenakan saat di rumah, bukan berangkat ke kantor. Meskipun bebas berpakaian bukan berarti tidak ada aturan lho. Kamu harus kenakan pakaian yang setidaknya enak dipandang.

Memakai Pakaian yang Kusut

Tentu penampilan dapat menopang mood seseorang dalam bekerja. Tidak bagusnya penampilan pasti akan menganggu konsenstrasi saat di kantor. Terutama saat kamu mendapatkan komentar dari karyawan lain, atau melihat seseorang yang melihatmu secara tidak enak. Untuk itu perhatikan pakaianm.

Apalagi jika menggunakan pakaian kusut, jelas sangatlah tidak enak dipandang. Sebisa mungkin kamu harus membawa pakaian ganti untuk mengganti pakaianmu yang kusut. Apalagi kalau kamu ke kantor naik angkutan umum.

Memakai Pakaian yang Sudah Dipakai di Hari Sebelumnya

Mungkin kamu memiliki sikap yang terlalu cuek soal pakaian. Apalagi mengetahui kalau kantor kamu adalah kantor yang bebas berpakaian. Secuek-cueknya kamu dengan penampilan, tak semestinya juga kamu memakai pakaian yang sudah dipakai di hari sebelumnya. Jangan heran kalau kamu mendapatkan cap jorok dari teman-teman kantor lantaran pakaianmu tidak diganti-ganti.

Jangan Sampai Memakai Sandal Ke Kantor Karena Tidak Etis

Dalam suatu kondisi seperti hujan, kamu mungkin bisa memakai sandal ke kantor karena sepatumu kebasahan atau semacamnya. Tetapi di luar dari kondisi tersebut, memakai sandal ke kantor sangatlah tidak etis. Apalagi kalau dilihat teman kerja dan bosmu, otomatis kamu akan dipandang berbeda. Lain kasusnya apabila bos dan teman kantor memang memperbolehkan memakai sandal.

Mengenakan Piyama Saat Bekerja

Lebih kacau lagi kalau kamu mengenakan piyama saat bekerja. Jelas saja itu sudah salah, karena piyama adalah pakaian untuk beristirahat bukan bekerja. Kamu bisa mengenakan piyama ke kantor apabila saat itu sedang ada pesta kostum atau semacamnya. Karena kami yakin sebebas apapun kantormu pasti tidak srek apabila melihat seseorang mengenakan piyama saat bekerja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pertama dalam Sejarah APBN, Penerimaan Negara Tembus 100%

Sehari sebelum perayaan Tahun Baru 2019 kemarin, Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani Indrawati mengumumkan penerimaan negara 2018 mencapai 100%.  Belia juga mengatakan jika capaian tersebut adalah yang pertama kali dalam sejarah APBN.

Sri Mulyani menjelaskan, pemerintah meraup penerimaan sebesar Rp 1.894,72 triliun atau 100% dari target APBN 2018. Dan adapun sumbernya antara lain dari perpajakan, yakni pajak dan bea cukai, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan hibah.

“Pada tahun ini untuk pertama kalinya Kementerian Keuangan tidak mengundang-undangkan APBN Perubahan dan tahun 2018 ditutup dengan Penerimaan Negara sebesar 100%,” kata Sri Mulyani dalam keterangannya di Jakarta, Senin (31/12/2018), sebagaimana dikutip dari detik.com. 

Dan, kabarnya hasil dari pencapaian ini akan dilaporkan oleh Sri Mulyani kepada Presiden Joko Widodo, hari ini Selasa (1/1/2019).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top