Trending

Mengenal Lebih Dekat, Group Musik Religi Sabyan Gambus yang Sedang Digandrungi Para Milenials

Setelah video dan lagu merdu milik mereka banyak didendangkan, kali ini kami ingin mengajak kamu mengenal mereka lebih dalam. Ya, mereka yang dimaksud adalah Group Musik Relgigi Sabyan Gambus.

Dibentuk sejak tahun 2015 lalu, konon grup musik ini terdiri dari enak orang. Mulai dari Khoirunnisa alias Nissa sebagai vokalis, Ahmad Fairuz alis Ayus di keyboard, Sofwan Yusuf atau Wawan pada perkusi, Kamal pemegang darbuka, Tubagus Syaifulloh alias Tebe pemain biola, dan Anisa Rahman sebagai backing vokal.

Sumber : www.instagram.com/sabyan_gambus/

Dilansir dari Kompas.com, konon nama Sabyan Gambus diambil dicetuskan oleh sang komando mereka, yakni Ayus yang juga berperan sebagai pemain keyboard. Dimana kata Sabyan adalah nama anak dari Ayus.

Bermula dari menjadi pengisi acara hajatan kini nama mereka kian dikenal banyak orang. Yap, ini bisa kita lihat dari banyaknya jumlah views pada akun Youtube milik grup musik mereka yang kini sudah memiliki subscribers 1,9 juta orang. Padahal video yang sudah mereka unggah hanyalah 8 video.Kini, mereka terlihat semakin sering muncul di layar kaca, hingga mengisi beberapa acara lain yang tak kalah hebat dari para grup-grup musik lainnya.

Sumber : www.instagram.com/sabyan_gambus/

Sosok Nissa, konon disebut-sebut sebagai dewi keberuntungan, sebab tak hanya parasnya yang indah dipandang mata. Suara merdu darinya, juga jadi hal lain yang membuat ia dicintai banyak pendengar musik mereka. Tadinya, mereka masih hanya mengunggah video-video cover lagu yang mereka buat.

Sumber : www.youtube.com

Ditulis dan diarasemen oleh Ayus sang pemain keyboard, pada 23 Mei 2018 lalu, untuk pertama kalinya mereka merilis single pertamanya yang berjudul “Ya Maulana”. Dan menariknya lagi,  hingga kini, video klip lagu tersebut sudah ditonton hampir 20 juta orang, dan sampai ini dituliskan, video tersebut maih berada pada trending topik peringkat ke 16 di youtube.

Menyajikan musik yang berbeda dari aliran musik gambus lainnya, Sabyan Gambus jadi grup musik shalawatan pertama yang berhasil disukai hampir seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari yang tua sampai yang muda. Sukses selalau untuk Sabyan Gambus!

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Berkunjung ke Vatikan, Menteri Susi Penuhi Undangan dari Paus Fransiskus dan Bahas Isu Kelautan

Pada salah satu agenda kerja di Eropa baru-baru ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terlihat mengunjungi Vatikan untuk memenuhi undangan dari Paus Fransiskus. Yap, Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Vatikan Wanry Wabang mengungkapkan, Ibu Susi berkunjung ke Vatikan dalam rangka menghadiri audiensi dengan Paus bersama ribuan umat Katolik dan wisatawan non-Katolik.

Undangan tersebut beliau terima, tatkala menghadiri acara Our Ocean Conference di Bali 29-30 Oktober beberapa waktu lalu. Dalam acara yang berlangsung di Aula Paolo Sesto Vatikan, Rabu (12/12) lalu, pukul 09.00-11.00 waktu setempat tersebut. Menteri perempuan yang terkenal dengan kata “Tenggelamkan” itu, berkesempatan untuk bersalaman dengan Paus Fransiskus dan menyampaikan ucapan terima kasih atas surat Paus yang dikirimkan pada acara Our Ocean Conference 2018 serta mengundang Paus ke Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih secara langsung atas dukungan dan komitmen Vatikan yang disampaikan oleh H.E Archbishop Piero Pioppo…,” ucap bu Susi seperti dilansir dari Antara, Jumat (14/12)

Selain itu, Menteri Susi juga melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Vatikan Monsinyur Paul Richard Gallagher di Istana Apostolik Vatikan. Adapun tujuan pertemuan itu adalah untuk membahas pengertian antara Vatikan dan Indonesia mengenai upaya penanggulangan pencurian ikan dan “perbudakan” di sektor perikanan.

Kepada Susi, Paus menyatakan akan terus mendoakan dan memberikan dukungan bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Dan Vatikan juga berjanji, untuk setuju membantu upaya Indonesia mengangkat isu hak-hak kelautan di forum PBB.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top