Feature

Menengok Seberapa Narsis Kamu di Media Sosial

Suatu kali ketika sedang asik membuka instagram, ada satu potret dari teman yang kamu pikir berlebihan. Hingga tanpa sadar dalam hati kamu berujar “Dih, narsis amat nih orang!”  Padahal setiap orang punya kadar narsis yang berbeda-beda, sebab itu apa yang kita pikir berlebihan kadang bukanlah sebuah masalah untuk orang.

Zaman berubah, bahkan Presiden kitapun kini kian gemar membagikan berbagai macam Vlog di laman Youtubenya. Disatu sisi ada yang menilai bahwa ini adalah sebuah pilihan yang baik, karena dengan begitu  masyarakat bisa tahu. Bagaimana seorang presiden menjalani hari dengan segudang tugas kenegaraan dan kehidupan pribadinya. 

Hal lain yang tak kalah menarik, adalah cara narsis oleh para pejabat kita. Yap, mulai dari membuat tread panjang yang mengundang banyak balasan, hingga syair-syair yang memenuhi laman media sosial. Lalu jika ingin dibandingkan, manakah mereka yang jauh lebih narsis? jelas saja tak ada, sebab masing-masing punya pendukung yang tak ingin idolanya dicela. 

Semua berubah, kini siapa saja memang bisa unjuk gigi di hadapan kamera, tapi pernahkah kamu berpikir bahwa kita juga jadi salah satu dari orang-orang yang biasa kita cemooh dengan kata narsis. Ini bukanlah sebuah tudingan untuk menempatkan siapapun sebagai pihak yang akan dijatuhi hukuman, atau menyandang gelar “narsis” yang sungguhan. 

Kali ini kami hanya ingin membantu untuk menengok, sejauh apa tingkat narsismu di akun-akun media sosial kepunyaannmu.

Katamu Kau Tak Narsis, Tapi Membagikan Potret Swafoto Jadi Kebiasaan

Ini jadi tanda pertama yang bisa kamu lihat pada diri sendiri. Coba lihat kembali, foto-foto yang kamu pajang pada akun instagram atau facebook milikmu. Jika ternyata sebagian besar isisnya adalah foto selfie, itu artinya kamu sedang berada pada tingkat sejajar dari mereka yang narsis.

Diambil dalam jumlah yang cukup banyak, tapi hanya akan ada satu foto yang dikirimkan. Setelah melalui beberapa tahap editan, kamu mungkin berharap akan mendapat pujian dari apa yang baru saja kamu kirimkan. Sialnya lagi tak akan berlangsung dalam rentan waktu yang jauh, justru berubah jadi kebiasaan yang terlihat sebagai kebutuhan.

Ciri Lainnya, Kamu Mungkin Tak Suka Posting Foto Tapi Kerap Berkirim Status Meski Itu Adalah Sesuatu yang Tak Penting

Barangkali kamu berpikir bahwa semua orang perlu tahu apa yang terjadi dalam hidupmu. Sehingga tanpa merasa bahwa ini adalah bentuk dari narsis kamu selalu mengirimkan hal-hal yang sejatinya tidaklah diperlukan oleh orang.

Bagimu mengakses media sosial jadi kebiasaan, hingga sudah jadi sesuatu yang perlu untuk dilakukan. Hal ini juga bisa jadi salah satu indikasi bahwa sebenarnya, kamu sedang kecanduan. Ya, kecanduan media sosial.

Meski Kadang Ada Manfaat Lain yang Mungkin Didatangkannya

 

Nah, in mungkin jadi berita baiknya. Karena disetiap sikap tentu ada nilai plus dan minusnya. Jika minusnya mungkin akan ada banyak orang yang tak suka atas apa yang kerap kamu kirimkan. Point plusnya mungkin ini bisa jadi bahan untuk melatih kepercayaan diri.

Pada salah satu wawancaranya dengan Vice, Dr.Ferretti seorang penulis buku kesehatan dan dokter yang juga mempelajari sikap-sikap orang ini berkata bahwa “Saat ini hanya ada dua persen populasi yang mengidap narsisisme patologis,”, Dalam kadar yang modoerat, sifat-sifat narsis bisa bermanfaat dalam pekerjaan.”

Biasanya, narsisisme bisa jadi hal baik kalau hal tersebut bersifat “adaptif,” menurut Ferretti. Misalnya, seperti rasa percaya diri, sampai kemampuan untuk menghadapi tuntutan kehidupan sehari-hari. Semua itu merupakan sifat positif walau juga memiliki sedikit kesamaan dengan sifat narsis.

Namun Bukan Berarti Kamu Tak Bisa Berubah, Sebab Kamu Hanya Butuh Upaya Demi Menyudahinya

Bisa, tapi jelas perlu upaya!

Karena ini bukanlah sesuatu yang mudah untuk dirubah. Sikap narsis yang kita miliki sebenarnya jadi salah satu bentuk kecanduan akan media sosial. Sebagai langkah awal, mulailah untuk mengurangi omong kosong yang kadang tak berguna. Sebaliknya mulailah untuk mendengar lebih banyak dari biasanya.

Jika memang dirasa perlu, kamu juga bisa mencari seseorang yang mungkin cocok untuk diajak berbincang untuk perkara yang sedang ingin kamu ubah ini. Usahakan ia adalah orang yang tepat, tak terkontaminasi secara berlebih oleh candu yang kamu alami.

Karena Daripada Berkeluh Kesah di Instagram, Lebih Baik Gunakan Waktu Untuk Berbincang dengan Mereka yang Ada Disekitarmu

Kamu memang wajib membatasi dirimu, dengan mengurangi jumlah postingan yang biasanya kamu kirimkan. Baik berupa foto atau status update-an.

Bahkan masih dalam wawancara yang sama Ferretti mengatakan bahwa sebaiknya, kamu hanya boleh melihat postingan di media sosial hanya satu jam dalam sehari. Konon ini akan lebih menyehatkan diri, dari gangguan keinginan untuk dikenal dalam dunia maya.

Dan daripada kamu harus terlihat manyun dan galau di instagram, cobalah untuk lebih banyak mendengar akan saja yang dibicaraka oleh orang-orang sekitar. Ini akan jadi salah satu cara untuk membantumu melupakan keinginan-keinginan untuk dilihat di Media Sosial. 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Ternyata Laki-laki Bertubuh Pendek Lebih Sering Marah Dibanding Mereka yang Tinggi

Kalau harus diperhatikan, seorang lelaki yang bertubuh pendek ternyata lebih sering marah dan mudah terbakar cemburu dibanding mereka yang lebih tinggi. Tapi ini bukan sekedar perkiraan biasa. Karena dari hasil temuan para ilmuwan yang melakukan penelitian di Centres for Disease Control di Atlanta, ternyata lelaki bertubuh pendek lebih mudah terpancing emosi.

Menariknya lagi, penelitian yang dilakukan terhadap setidaknya 600 lelaki berusia 18 sampai 50 tahun ini, juga menemukan bahwa laki-laki bertubuh pendek juga lebih mudah emosi dan melakukan kekerasan dibanding mereka yang bertubuh  tinggi.

Hasil dari penelitian tersebut berkata, bahwa mereka yang pendek menganggap dirinya kurang maskulin yang kemudian bisa memicu tingkat ketakutan dan amarah dalam diri mereka.

Sumber : The Mirror

Disamping itu, penelitian lain yang dilakukan ilmuwan di Universitas Oxford juga mengungkapkan jika alasan seseorang bertubuh pendek lebih mudah marah sebenarnya sangat sederhana. Rasa percaya diri yang kurang, ditambah anggapan masyarakat tentang orang pendek kurang menarik, menjadikan mereka lebih mudah marah hingga berpikir negatif.

Namun tak selalu buruk, karena selain hasil temuan yang tadi sudah disebutkan. Peneliti tersebut juga menemukan fakta bahwa tak semua laki-laki bertubuh pendek lebih mudah marah. Karena, penelitian lain juga menemukan bahwa beberapa laki-laki pendek bahkan memiliki kesabaran yang lebih baik. Beberapa dari mereka juga memiliki rasa percaya diri tinggi, bahagia yang natural dan kemampuan menerima diri sendiri yang lebih baik.

Sumber : YouTube

Dengan kata lain, kita pun harus tahu jika faktor fisik bukanlah satu-satunya pemicu untuk seseorang, (khususnya laki-laki) kehilangan rasa percaya dirinya. Karena biasanya, ada beberapa hal lain yang juga mempengaruhinya. Mulai dari faktor ekonomi, lingkungan, keluarga, dan pekerjaan yang dimiliki.

Karena tinggi pendeknya seseorang kadang bukanlah sebuah jaminan bahwa ia mudah marah, cemburu atau tak percaya diri. Karena semuanya itu, kembali pada masing-masing pribadi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Melanie Putria dan Angga ‘Maliq & D’Essentials’, Resmi Bercerai!

Berbeda dengan Angga yang tak tampak dalam persidangan, Melanie Putria terlihat hadir dengan didampingi oleh kuasa hukumnya, pada sidang perceraiannya, yang digelar di Pengadilan Agama Jakarta Barat, kemarin Senin (21/1).

Dan atas kesepakatan bersama, keduanya akhirnya resmi bercerai sebagaimana hasil putusan yang dibacakan oleh hakim.

“Hari ini dikarenakan bukti sudah cukup, keterangan saksi juga sudah menguatkan alhamdulillah hari ini juga sekalian putusan. Sudah resmi bercerai,” ujar Indah Dewi Yani, kuasa hukum Melanie saat ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Barat, dikutip dari laman detik.com.

Ternyata proses perceraian keduanya sudah sejak lama dilangsungkan dan sepakat berpisah dengan baik-baik. 

Sebelumnya, keduanya menikah pada 7 Maret 2010 lalu. Dari pernikahannya itu, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Sheemar Rahman Purariredja. Jarang terlihat dalam gosip miring, keduanya tampak mesra di sosial media. Namun, mendadak harus berpisah setelah 8 tahun berumah tangga.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Dihargai Rp. 1.500/Kg, Petani di Banyuwangi Buang Buah Naga ke Sungai

Dinilai tak mendapat harga yang cukup mempuni, beberapa petani buah Naga di Bayuwangi terlihat membuang hasil panen ke sungai. Hanya dihargai sekitar Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per kilogram (kg). Tindakan para petani yang membuang buah naga ke sungai ini jadi salah satu bentuk protes atas merosotnya harga buah tersebut.

Dikutip dari laman Detik.com, Hari candra setyawan (29), warga Dusun Silirbaru Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi mengaku, anjloknya buah naga di Banyuwangi membuat dirinya merugi.

“Terpaksa saya buang ke sungai karena memang tidak laku. Dijual pun juga tidak nutut dengan ongkos petani,” ujarnya kepada wartawan, Senin (21/1/2019).

Dan dari foto dan video yang beredar luas di dunia maya, konon kegiatan membuang buah naga tersebut adalah kali kedua. “Ini bentuk protes kami karena buah naga dari Banyuwangi tidak laku dipasarkan. Kemarin kita buang 100 kilo. Ini lebih banyak lagi. Hampir 200 kilogram,” tambahnya.

Dianggap tak bisa mengembalikan modal, beberapa petani buah naga di wilayah sekitaran Banyuwangi, yakni di Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, akhirnya mempersilahkan masyarakat untuk memetik sendiri buah naga di kebunnya.

“Silakan kalau mau ambil sendiri di kebun. Gratis. Harga tidak nutup dengan ongkos petik,” ujar Ukri, dikutip masih dari laman yang sama.

Situasi ini sudah berjalan sekitar 2 minggu lebih, padahal menurut Ukri para petani baru bisa dikatakan mendapat untung jika harga buah naga diatas Rp. 6.500/kg.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top