Feature

Menemanimu Sejak Saat Susah, Kali Ini Biarkan Aku Melepaskanmu Saja…

Sekian lama bersama, kupikir aku jadi orang paling tahu kamu siapa. Menebak-nebak kamu tak akan mendua, hingga percaya bahwa akulah perempuan satu-satunya. Meski akhirnya aku harus membuka mata, karena ternyata aku salah. Ya, aku salah karena sudah terlalu percaya.

Cobaan berat untuk hubungan yang kupikir akan datang dari luar, justru lahir dari dia yang kusayang. Entah karena kau yang tak sepenuhnya sayang, atau aku yang memang tak bisa melihat kebohongan. Ini bukan tentang tak mampu setia atau rasa jenuh semata. Bagiku pengkhianat jelas tak bisa dikategorikan sebagai kebenaran. Sekalipun katamu itu hanyalah salah satu kekhilafan.

Menjadikanku Teman Kala Susah, Kupikir Kau Takkan Berubah Tapi Ternyata Aku Salah

“Tak semua perempuan mau hidup susah untuk memulai segalanya” Katamu, di satu sore yang pernah kita nikmati berdua. Dan kalimat tersebut jadi hal lain yang membuatku kian percaya, bahwa dirimu benar bersyukur atas hadirku. Tak pernah merasa butuh dibalas jasanya, apa yang selama ini kulakukan untuk hubungan kita berdua. Lahir dari ketulusan dan sayang yang memang benar adanya.

Manusiawi memang, jika katanya tak ada orang yang pernah puas dengan apa yang dimilikinya. Hal itu pulalah yang mungkin kamu rasa. Tak berpikir bahwa hatiku akan terluka, tanpa merasa berdosa membagi hati dengan perempuan lainnya. Meski sudah mengelak setiap kali ku bertanya, aku bisa rasa bahwa dirimu mulai terlihat berbeda.

Aku salah, karena sudah terlalu percaya dan yakin bahwa kamu adalah lelaki yang setia.

Janji yang Pernah Ada Seolah Hanya Kata Kiasan Belaka dan Tak Lagi Bermakna

Lain dari sosok yang dulu kukagumi, perubahanmu yang terbilang cepat membuatku tak lagi bisa memahamimu dengan baik. Seolah aku tak pernah jadi bagian besar, dari segala mimpi yang kau punya. Semua janji dan mimpi bersama hilang begitu saja, tanpa tahu apa alasannya.

Pergi melipir untuk mencintai hati yang baru, dia yang dulu kucintai begitu dalam tak lagi ada pada dirimu yang sekarang. Tak terlihat menunjukkan sikap yang bersalah, semua pengakuan bohongmu hanya terdengar angin lalu saja. Tak bermakna dan tak juga tersirat rasa sesal apa-apa.

Aku Mungkin Bisa Bertahan dan Memaksamu untuk Kembali Sayang, Tapi Cinta yang Baik Tak Begitu Sayang

Beberapa teman memang menyarankanku untuk bertahan. Menunggumu kembali sabar dan tak lagi berbuat kesalahan. Menjaga hatiku untuk diriku seorang dengan semua tekanan yang mungkin bisa kulakukan. Untungnya, isi hati dan kepala mulai pulih dan membaik. Cinta yang baik untuk tentang bagaimana satu pihak ditekan untuk bersama. Tapi bagaimana keduanya bisa tetap bertahan tanpa diminta.

Sudah Kucoba untuk Kembali Bersama, Tapi…

Pernah kupikir untuk kesempatan kedua, biar bagaimanapun semua manusia bisa saja salah. Dan akan sangat berdosa jika diriku tak memberi ruang untukmu bisa memperbaikinya. Beberapa waktu, kita pernah merasa biasa. Kembali dengan kebiasaan lama yang dulu sering dilakukan berdua. Hingga akhinya aku sadar, jika upaya ini tidak bekerja.

Tak ada hasil signifikan yang bisa kujadikan acuan, jika kamu sudah tak lagi menyembunyikan sesuatu dibelakangku. Kecewa di babak pertama setelah tahu kamu mendua, lagi-lagi aku harus menahan ludah. Sebab kembali kecewa lagi untuk kesekian kalinya.

Bukan Sedang Ingin Menghitung Jerih Payah, Namun Apa yang Kuterima Jelas Salah

Aku tak pernah bilang jiika selama ini sudah berbuat terlalu banyak saat pacaran. Menjadi kawan setia yang selalau bersedia mendengarmu berkeluh kesah tentang pekerjaan, hingga akhirnya bisa duduk tenang dengan segala kemewahan yang memang sudah kamu pegang.

Aku tak bilang jika semua yang kau miliki sekarang adalah berkat aku yang tak pernah absen dibelakang. Biar bagaimanapun semua usaha itu lahir dari kegigihanmu. Tapi, ditinggalkan begitu saja saat semuanya sudah terasa mudah. Bukanlah sebuah perbuatan adil yang harus kuterima. Aku jelas tak bisa menahanmu, tapi dikhianati tanpa kutahu dimana letak salahku adalah hal terperih yang akan selalu aku ingat darimu.

Menyerah Bukan Berarti Kalah, Aku Hanya Ingin Hidupku Lebih Bahagia

Titik ini memang membawaku keluar dari kebiasaan lama. Tak lagi berlama-lama menimbang pperasaan. Keputusanku untuk melepaskanmu adalah cara terbaik untuk kita berdua. Dirimu tak lagi perlu merasa berdosa karena membuang kekasihmu yang telah bersama sekian lama. Sedangkan aku bisa belajar ikhlas untuk merelakanmu dengan perempuan lainnya.

Perkara sayang dan semua rasa cinta, memang tak bisa hilang dengan mudah. Beberapa hal yang terlihat mata, masih saja membawaku teringat pada kenangan kita. Tapi memaksa untuk terus bersama, jelas tak bisa. Untuk itu, aku belajar melepaskan genggaman, agar bisa digenggam oleh tangan lain yang lebih bisa membuatku bahagia lebih darimu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Presenter Andre Taulany Memilih Bungkam Atas Kasus yang Menimpa Sang Istri

Presenter dan artis komedi Andre Taulany mengungkapkan alasannya jika beberapa hari ini ia memilih diam. Ia memutuskan tak langsung memberi penjelasan di media sosial berkait postingan istrinya, Erin Taulany, yang kontroversial sehingga membuat dirinya dilaporkan ke polisi oleh pengacara bernama Muhammad Firdaus Oiwobo atas dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial terhadap calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto.

“Daripada saya ikutan komentar, mending saya diam aja. Kan kita belum tahu bukti-buktinya,” ujar Andre, seperti dikutip dari Kompas.com, Rabu (24/4/2019).

Tanpa penjelasan apa-apa kepada warganet yang tak terima dengan isi Insta Story akun Instagram bernama @erintaulany, mantan vokalis grup band Stinky ini tiba-tiba menyambangi Polda Metro Jaya. Andre mengaku bahwa ada dugaan akun istrinya itu diretas karena tak bisa diakses pada sekitar 20-an April 2019 dan merasa harus melaporkannya ke polisi.

“Saya mendampingi istri melaporkan ke sana (kantor polisi). Ada penyalahgunaanlah,” katanya. Namun, sebagian pihak sudah tersulut emosi karena postingan tersebut. Menanggapi kontroversi yang menerpa istrinya saat ini, Andre memberi jawaban bijak.

“Biasalah semua cobaan harus ada hikmahnya, kita hadapi aja, insya Allah baik-baik,” ucap Andre.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Cerita Korban Pemerkosaan dan Kepedulian yang Dibutuhkan dalam Film “27 Steps of May”

Harus diakui, jika isu tentang kekerasan seksual terhadap perempuan selalu menjadi topik yang sexy untuk dibahas. Barangkali, itulah yang juga dipikirkan oleh sutradara Ravi Bharwani yang kemudian melahirkan film terbarunya berjudul ’27 Steps of May’.

Sebelum tayang pada 27 April 2019 mendatang secara reguler, kamu perlu tahu jika film ini sudah berhasil melenggang di beberapa pagelaran film di beberapa negara. Seperti Cape Town Internasional Film Market & Festival, Goteborg Film Festival, Bengaluru International Film Festival, dan Busan International Film Festival. Dan tak hanya itu saja, ‘27 Steps of May’ juga mendapat antusiasme yang cukup epic pada penayangannya di Jogja-NETPAC Asian Film Festival dan Plaza Indonesia Film Festival.

Ravi Bharwani bercerita, setidaknya ia membutuhkan waktu selama kurang lebih lima tahun, untuk memproduksi film tersebut. Dan salah satu kesulitan yang dirasakan Ravi selama menggarap film ini adalah mengatur waktu dengan baik.

Sumber : https://www.instagram.com/27stepsofmay/

Ceritanya dimulai dari sosok remaja perempuan berusia 14 tahun bernama May (Raihaanun). Dirinya diperkosa oleh beberapa lelaki yang tak dikenal. Dan seperti yang sudah kalian bayangkan, selapas peristiwa itu, hidup May berubah.

Ada luka yang tak bisa ia jelaskan, sehingga membuatnya menutup diri dari dunia luar. Dan ternyata kesedihan tersebut juga dirasakan oleh sang ayah yang diperankan oleh Lukman Sardi. Pepatah ‘Hidup enggan mati tak mau’, barangkali jadi sesuatu yang menggambarkan bagaimana May dan sang Ayah kemudian menjalani hidupnya. Dua orang ini terjebak dalam sebuah kekacauan yang semakin hari semakin menyakiti hati. Bagaimana situasinya? Silahkan tonton sendiri ya.

Jika selama ini kita hanya bisa berucap ‘kasihan’ atau merasa ‘iba’ pada para perempuan yang jadi korban pemerkosaan. Film ini akan membawa kita memahami mereka lebih dekat. Bagaimana May mengemban semua trauma dan ketakutannya. Meski tak banyak mengumpar kata-kata, kemampuan akting Raihaanun jadi sihir magis yang kemudian membawa kita turut merasakan penderitaannya.

Sumber : https://www.instagram.com/27stepsofmay/

Selanjutnya, kita juga akan menyaksikan bagaimana perasaan seorang Ayah tatkala mendapati putirnya jadi korban atas perbuatan keji dari orang-orang yang tak dikenal. Dan untuk perihal ini, bisa kita pahami dari emosi yang ditunjukkan oleh Lukman Sardi. Tak bisa berbuat banyak, ia meluapkan emosi diatas ring tinju yang akhirnya memberinya luka setiap kali pulang ke rumah. Dari sini, kita tahu jika luka yang dirasakan oleh sang anak jadi luka yang berlipat ganda bagi orangtua.

Makna lain yang juga ditampilkan adalah, korban pemerkosaan atau mereka yang pernah menerima kekerasan seksua, tak bisa sembuh dalam waktu cepat. Semuanya butuh waktu dan upaya untuk meredam semua luka. Sebagaimana May yang menutup diri dan tak mau bicara bertahun-tahun lamanya. Jika harus digambarkan, film ini jadi salah satu perpanjangan lidah oleh mereka yang pernah mengalami hal serupa seperti yang dirasakan oleh May. Sekaligus jadi pengingat bagi kita orang-orang yang mungkin berada di dekat mereka.

Sumber : https://www.instagram.com/27stepsofmay/

Berdurasi 112 menit, film ini juga akan dibintangi Ario Bayu dan Verdi Solaiman. Dan sebelum penayangan resminya, ‘27 Steps of May’ sudah berhasil menyabet 3 penghargaan, yakni ‘Film Panjang Asia Terbaik’ (Golden Hanoman Award) di Jogja-NETPAC Asian Film Festival, dan dua penghargaan lainnya diraih dalam Festival Film Tempo 2018 di kategori ‘Aktris Pilihan Tempo’ dan ‘Penulis Skenario Pilihan Tempo’.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Positif Pakai Narkoba,Yoochun JYJ Pensiun dari Dunia Hiburan

Pihak kepolisian Korea Selatan menyatakan penyanyi sekaligus aktor Yoochun JYJ positif mengkonsumsi narkoba setelah melakukan pemeriksaan bersama Hwang Hana. Seturut dengan munculnya kabar ini, pihak manajemen pun akhirnya buka suara.

Manajemen yang membawahi JYJ, C-Jes Entertainment, merilis pernyataan resmi soal Yoochun. Dalam pernyataannya tersebut, musisi yang juga aktor itu memutuskan untuk pensiun dari dunia hiburan. Berikut pernyataan lengkapnya:

Halo, ini C-Jes Entertainment.

Kami mengikuti semua investigasi dengan memegang kepercayaan soal klaim Park Yoochun yang mengaku tidak bersama. Namun kemarin, kami mengetahui dari pemberitaan bahwa pihak forensik menyatakan dirinya positif narkoba.

Saat sedang menunggu kabar baik dari investigasi dengan memberikan kepercayaan pada Yoochun, kami dihadapkan dengan pemberitaan seperti itu dan merasa sedih. Setelahnya kami memutuskan bahwa kami tak bisa lagi memberikan kepercayaan kepada Park Yoochun. Kami memutuskan untuk membatalkan kontrak dengan sang artis.

Seperti yang sebelumnya dinyatakan, Yoochun akan berhenti dari dunia hiburan, membatalkan semua jadwal mulai hari ini ke depan.

Kami memahami beratnya situasi ini dan merasa sangat bertanggung jawab. Kami akan memastikan peristiwa seperti ini tak akan terjadi lagi melalui regulasi dan perubahan kebijaksanaan yang ketat.

Sekali lagi, kami memohon maaf karena telah menimbulkan kekhawatiran.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top