Feature

Menebak Kepribadian Orang Ternyata Bisa Dilihat dari Pilihan Hewan Peliharaannya

Berkesempatan memiliki seekor atau dua ekor peliharaan di rumah pasti menyenangkan. Selain jadi hiburan tersendiri, keberadaan hewan peliharaan seringkali bisa jadi pengganti teman. Baik teman ngobrol maupun teman untuk bersantai. Setelah seharian lelah beraktivitas, rasanya lelah tersebut menguap entah kemana saat melihat hewan peliharaan tampak menantimu setelah seharian pemiliknya tak muncul. Bagi penyayang binatang, momen semacam ini sangatlah membuat hati tersentuh.

Dilain sisi, tahukah kamu? Ternyata menebak kepribadian pun tidak hanya dilakukan lewat psikotes maupun teori golongan darah saja. Kamu bisa menilai karakter seseorang bahkan dengan pilihan hewan peliharaannya saja. Mungkin untukmu yang tidak memiliki peliharaan, rasanya aneh. Tapi nyatanya memang ada ikatan yang terjadi antara pemilik dan hewan peliharaan jika mereka sudah merasa saling klop satu sama lain.

Memelihara Seekor Kucing Menandakan Dia Sosok yang Kreatif dan Senang Berpetualang

Orang yang menyukai kucing diyakini punya sifat yang kreatif dan suka berpetualang, hanya saja kepribadiannya kurang stabil. Pemicu kepribadian yang kurang stabil lantaran sosok seperti ini punya sifat yang introvert dan nonkonformis. Kendati demikian, mereka yang memelihara kucing dianggap punya level kecerdasan yang cukup tinggi. Seorang peneliti, Denise Guastello mengungkapkan bahwa pemilik kucing biasanya memiliki kepribadian yang mandiri namun cenderung menutup diri dan berhati-hati terhadap orang lain.

Sementara yang Bertahun-tahun Memelihara Anjing, Tandanya Dia Sosok yang Berkarakter

Orang yang memilih anjing sebagai hewan peliharaan umumnya punya stamina yang sehat dan mudah beradaptasi dengan stres, serta jarang menghadapi depresi. Kehadiran anjing sebagai peliharaan mereka diketahui mampu mengurangi rasa kesepian serta menghadirkan perasaan hangat saat di rumah. Karenanya, apabila kamu atau mungkin temanmu memelihara anjing, pasti dalam dirinya akan muncul kepribadian ekstrovert, mudah setuju, namun teliti dalam bertindak.

Meski Terkesan Nyentrik dan Beda Sendiri, Para Pemilik Reptil Dianggap Punya Kepribadian yang Paling Mandiri

Menurut survei yang dilakukan University of Hertfordshire di Inggris, mereka yang memelihara reptil adalah orang yang punya kepribadian paling mandiri dibandingkan dengan pemilik hewan lain. Reptil seperti iguana, kadal, hingga biawak memang tidak memiliki tampilan yang menggemaskan. Demikian pula pemiliknya. Mereka tidak merepresentasikan diri mereka sebagai orang yang penuh cinta. Dilain sisi, mereka juga tidak terlalu tergantung pada orang lain, serta kurang menyukai humor.

Sementara Mereka yang Suka Mendengarkan Kicauan Burung Berarti Fleksibel dalam Berbagai Pekerjaan

Mereka yang jatuh cinta dengan unggas yang satu ini ternyata dikenal sebagai orang yang periang, supel, dan ekspresif. Sifatnya itu membuat dirinya mudah menyesuaikan diri dengan pekerjaan apa pun yang ditekuninya. Sebuah studi yang dilaporkan oleh Psycological Report mengatakan bahwa mereka yang memelihara burung ternyata mengantongi level dominasi tinggi yang sangat bermanfaat dalam berbagai profesi.

Punya Teman yang Suka Berbicara Pada Ikan Hingga Berjam-jam? Ternyata Mereka punya Nilai Diri yang Beragam

Kamu atau temanmu yang memelihara ikan cenderung punya tipe kepribadian yang mudah memikat orang lain. Orang-orang yang suka dengan ikan dikenal dinamis namun introvert. Dilain sisi, mereka juga memiliki gaya hidup yang beragam, termasuk bagaimana cara mereka menilai dan menempatkan diri pada suatu hal. Studi yang dilakukan University of Oregon menyebutkan bahwa pemelihara ikan cenderung optimis, sinis, menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap hal-hal yang mewah, serta menyukai beragam budaya. Umumnya tipe pemelihara ikan memiliki jiwa muda yang suka kebebasan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Nuansa Penerbangan yang Tidak Dirasakan Oleh Kamu yang Menjadi Penumpang

Bepergian keluar kota atau ke luar pulau memang paling efisien ditempuh dengan pesawat. Selain nyaman, ketepatan waktu pun menjadi perhitungan. Meskipun ada beberapa maskapai yang kerap delay atau meleset dari jadwal. Namun, sebagai penumpang ternyata ada beberapa hal yang tidak diraskan saat terbang dengan pesawat. Tetapi hanya seorang pilot lah yang merasakan.

Nuansa penerbangan yang kerap tersembunyi selama ini, ternyata coba dibocorkan oleh seorang pilot profesional yang dikutip dari Bright Side. Nuansa ini dirasakan oleh pilot karena pilot dan pramugari profesional memiliki pelatihan khusus yang setara dengan agen rahasia. Sehingga mereka peka terhadap detail terkecil, malfungsi dan hal-hal lain bahkaan saat ia duduk di kursi penumpang biasa.

Pilot Tau Terkait Pesan Delay Suatu Penerbangan

Tidak semua atau semua penumpang yang tidak tahu mengenai tertundanya penerbangan. Patrick Smith, pilot dan penulis Ask the Pilot mengatakan, kalau setiap penumpang  dapat bertanya kepada pramugari tentang permasalahan yang terjadi, sehingga membuat penerbangan anda delay.  Jika pesawat parkir di landasan terlalu lama, sekitar 20 menit atau lebih.

Pilot Kerap Memperhitungkan Jarak Pintu Darurat

Orang yang sering bepergian dengan pesawat tidak terlalu memperhatikan informasi yang diberikan tentang lokasi pintu darurat. John Chesire, salah seorang mantan pilot mengatakan bahwa ketika ia menjadi penumpang ia selalu memperhatikan pintu darurat. Demi mengukur sebarapa jauh jaraknya dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membawa para penumpang keluar apabila terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

“Saya selalu berpikir tentang jarak antara saya dan pintu darurat. Saya melakukan ini saat mengikuti pelatihan, ketika kabin diasapi, gelap, atau bahkan pesawat terbalik. Jadi saya bisa menemukan pintu itu, membukanya, dan keluar,” papar John.

Pilot Mengetahui Kalau Arah Cahaya yang Masuk Berarti Ada Perubahan Rute

Setiap pilot dapat mengetahui kalau pesawat sedang mengalami perubahan rute dari cahaya yang masuk dari jendela persawat.  Terkadang rute dapat berubah karena kondisi cuaca atau malfungsi tetapi penumpang tidak dapat diberitahu tentang hal ini guna menghindari kepanikan. Selain itu, dengan memperhatikan sudut cahaya pilot bisa memprediksi penundaan penerbangan.

Kadar Penciuman Pilot Cukup Tajam

Suara aneh, adalah tanda paling jelas bahwa kalau ada sesuatu yang aneh di pesawat. Tapi area penumpang adalah area yang keda suara, sehingga tidak bisa dirasakan. Namun pilot bisa memperhatikan tanda bahaya tidak hanya dari suara, tetapi dari bau.Menurut Tom Farrier, Mantan Direktur Safety Air Transport Association, bau mencurigakan mudah terdeteksi oleh pilot profesional, pasalnya bau-bauan seperti itu menyebar cukup bebas di kabin dan beberapa di antaranya cukup berbeda, seperti bahan bakar, cairan hidrolik, udara luar yang menyengat.

Penumpang Tidak Tahu Kalau Sandaran Lengan Dapat Dinaikkan

Sebagai penumpang pasti bung merasa kesal karena sandaran lengan tidak dapat dinaikkan. Tetapi ternyata itu semua bisa dilakukan dengan menyesuaikannya lewat kebutuhan anda. Lantaran ada tombol kecil yang dapat kamu tekat di dekat pangkal sandarang lengang. Tetapi kamu harus siap apabila pramugari meminta anda mengembalikannya ke posisi awal saat lepas landas dan mendarat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

7 Cara Membuat Kue yang Lezat dan Bikin Siapapun Ketagihan

Kue adalah salah satu jenis makanan yang banyak disukai orang. Tak heran jika kamu akan menghabiskan cukup banyak uang untuk membeli kue di hari yang spesial. Padahal sebenarnya kamu juga bisa loh membuatnya sendiri di rumah. Kamu bisa bebas memilih bahan yang berkualitas juga tentunya.

Nah, untuk itu tak ada salahnya kamu mencoba 7 cara membuat kue yang bisa bikin banyak orang ketagihan ini.

1. Mulailah dengan Belajar Resep yang Sederhana

Sumber : IDN Times

Sebagai pemula, kamu bisa mulai dengan mempelajari resep yang sederhana terlebih dahulu. Buatlah kue yang memang mudah dibuat, seperti bolu kukus atau cupcakes. Lambat laun pasti kamu akan terbiasa dengan resep yang lebih sulit dibandingkan resep sebelumnya.

2. Jangan Lupa Perhatikan Takaran Bahan yang Dipakai

Sumber : Rawpixel

Pastikan takaran bahan yang kamu pakai benar-benar tepat. Jangan asal mengira-ngira saja. Lebih baik gunakan timbangan untuk mengatur takaran agar tak meleset dari resep yang sudah ada.

3. Pilih Bahan yang Berkualitas

Sumber : picjumbo.com

Kue yang enak tentu terbuat dari bahan yang berkualitas. Karenanya usahakan untuk selalu memilih bahan yang berkualitas ya untuk kue yang akan kamu buat. Pastikan semua bahan dalam keadaan yang baik.

4. Atur Temperatur Oven dengan Tepat

Sumber : Pratesi Living

Hal lain yang harus kamu perhatikan adalah temperatur oven. Jika temperatur oven sempurna, maka kematangan kue pun akan sempurna. Jangan menyepelekan hal yang satu ini. Karena sudah banyak kasus kue tak matang sempurna karena kesalahan dalam mengatur temperatur oven.

5. Pastikan Waktu Memasaknya Pas

Tak hanya temperatur oven saja yang harus diperhatikan, waktu memasak pun perlu mendapat perhatian khusus. Jika waktu idealnya 30 menit maka masaklah dengan waktu tersebut. Karena jika kamu memasaknya terlalu cepat atau terlalu lama, hal itu akan berimbas pada hasil kematangan kue buatanmu.

6. Pastikan Resep yang Digunakan Memang Sudah Tepat

Senjata utama dalam membuat kue ada pada resepnya. Karena itu usahakan untuk memilih resep yang benar-benar sudah tepat. jangan mengikuti resep yang hanya abal-abal saja.

7. Dinginkan Kue dengan Baik Setelah Matang

Yang terakhir dan tak kalah pentingnya adalah proses pendinginan kue. Jangan lupa diamkan dulu kue di loyang sebelum kamu keluarkan, kurang lebih selama 5 menit. Setelah itu kamu baru bisa memberikan topping sesuai keinginanmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Sangat Ironis, Nyatanya Sarjana Kerap Kalah Bersaing di Dunia Kerja

Saat ini, dunia ada pada level yang sangat ironis. Banyak anak yang menempuh pedidikan setinggi yang mereka bisa, yaitu level sarjana. Namun pada kenyataannya, ijazah bukanlah segalanya. Ada banyak sarjana yang masih menjadi pengangguran di luar sana. Faktor yang memengaruhi hal ini pun beragam, berikut adalah 7 faktor yang sering muncul.

1. Sempitnya Lapangan Pekerjaan

Ini menjadi faktor yang memengaruhi banyaknya sarjana yang menganggur. Para sarjana semakin bertambah setiap waktu, namun lapangan pekerjaan tak selalu bertambah juga. Sehingga akhirnya banyak sarjana yang tak mendapatkan pekerjaan yang selayaknya.

2. Ketidaksesuaian Keahlian Lulusan dengan Kriteria yang Dibutuhkan

Hal lain yang menjadi faktor banyaknya sarjana yang masih menganggur adalah ketidaksesuaian keahlian lulusan dengan kriteria yang dibutuhkan. tentu saja setiap tempat kerja yang membuka lowongan pekerjaan akan mengajukan beberapa persyaratan seperti keahlian lulusan yang sesuai dengan posisi yang dibutuhkan.

3. Pandangan yang Salah Mengenai Sarjana

Sebagian besar mahasiswa memiliki paradigma yang salah dari awal. Mereka memandang bahwa nanti saat mereka lulus, mereka akan menjadi pekerja di sebuah perusahaan atau lembaga tertentu. Tanpa memikirkan alternatif lain, seperti membangun sebuah bisnis sendiri.

4. Kurangnya Soft Skill yang Dimiliki oleh Para Sarjana

Seringkali para mahasiswa berfokus pada hal-hal yang bersifat akademis dan melupakan yang namanya soft skill. Sehingga saat mereka lulus, tak banyak sarjana yang memiliki soft skill cukup baik.

5. Banyaknya Sarjana yang Memilih Bekerja Dibanding Mempekerjakan

Jika dilihat lebih seksama, sebagian besar sarjana adalah mereka yang lebih memilih untuk bekerja pada orang dibanding mempekerjakan orang. Alasannya tentu juga bervariasi.

6. Ego Para Sarjana yang Tinggi dalam Memilih Pekerjaan

Pada dasarnya kita tak pernah tahu pekerjaan apa yang sudah menanti kita saat sudah lulus nanti. Banyak sarjana yang cenderung malu untuk mendapati pekerjaan yang menengah ke bawah. Hal ini juga disebabkan oleh pandangan mereka bahwa mereka adalah seorang sarjana, seharunya mereka juga mendapatkan pekerjaan yang lebih tinggi dibanding orang yang lulusan setara SMA.

7. Tujuan Kuliah yang Salah

Tujuan kuliah yang salah juga bisa menjadi penyebab kenapa banyak sarjana yang sampai saat ini masih menjadi pengangguran. Jika niat kuliah dari awal sudah dalah, biasanya akan sulit bagi seseorang untuk memiliki keseriusan dalam mendalaami ilmu. Hasilnya, saat lulus, kepercayaan diri mereka juga akan rendah saat terjun langsung di dunia kerja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top