Tips

Pengalamanku Mencairkan Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan Mungkin Bermanfaat Untukmu

Sudah berhenti kerja, atau ter-PHK, lalu butuh uang untuk tambahan modal usaha atau lantaran dompet makin tipis dan saldo tabungan makin tiris? Cairkan dana Jaminan Hari Tua kamu. Bisa kok! Loh bukannya harus menunggu lima tahun dulu baru bisa dicairkan? Itu yang kemarin sempat diributkan bukan?

Semula aku pun berpikir begitu. Satu setengah tahun sudah berlalu sejak resmi resign dari perusahaan terakhir tempatku bekerja dulu. Sejak diangkat menjadi karyawan tetap Alhamdulillah mendapatkan tunjangan JHT dari kantor. Nah, setelah resign aku dibekali printout yg berisi jumlah saldo JHTku. Dalam printout itu terdapat penjelasan bahwa dana tersebut baru bisa dicairkan minimal setelah 5 tahun terhitung sejak berhenti kerja. Jadi ya, printout itu ku lipat dan ku simpan rapat di dalam dompet setidaknya sampai beberapa bulan yang lalu.

Namun ternyata terhitung per 1 September 2015, setiap peserta BPJS Ketenagakerjaan berhak mencairkan dana JHTnya minimal 1 bulan setelah berhenti kerja. Aku mengetahui hal ini setelah mengunjungi langsung kantor BPJS. Nah, apa yang harus dipersiapkan untuk mencairkan dana tersebut?

Siapkan Mental Menanti Antrian

antri

Ini bagian terpenting yang harus kamu pahami. Pengalamanku di kantor BPJS Ketenagakerjaan Fatmawati Jakarta setiap hari, kantor ini melayani sekitar 200 form pengajuan klaim. Itu hanya yang klaim. belum lagi yang lain-lain. Hasilnya kamu harus mengantri.

Antri untuk apa? Antri untuk mengambil nomor antrian. Jadi pertama yang kamu lakukan adalah mengantri untuk sekedar mengambil nomor antrian pelayanan. Dan percayalah kamu perlu kesabaran ekstra untuk ini

Bersabar Untuk Dua Minggu

kalender

Aku mengantri nomor antrian pada tanggal 21 September 2015. Ketika itu aku diberikan nomor antrian ke 87. Untuk hari itu? Tidak. Aku akan dilayani dengan nomor urut 87 pada tanggal 6 oktober 2015. Yup, itu artinya 2 Minggu kemudian. Untuk urusan uang memang butuh kesabaran luar biasa bukan?

Sambil Mengambil Nomor Antrian, Kamu Harus Mengisi Form Klaim

isi form

Ketika tadi kamu mengambil nomor Antrian, kamu juga jangan lupa untuk mengisi form pengajuan klaim Jaminan Hari Tua kamu. Perlu kamu cermati layanan pengambilan nomor antrian dan pengisian form ini hanya buka jam 7 pagi sampai jam 10 pagi setiap harinya. Jangan Sampai Terlewat ya!

Siapkan Segala Dokumenmu, Jangan Sampai Ada Tertinggal

lamaran kerja

Perhatikan kesiapan dokumen kamu. Sangat tidak lucu kamu sudah mengantri sekian lama, dengan menunggu dua minggu, tapi dokumen kamu tak lengkap. Berikut dokumen yang wajib kamu siapkan:

  • Fotocopy Surat Referensi Kerja dari perusahaan
  • Kartu Jamsostek atau kartu BPJS Ketenagakerjaan
  • Fotocopy Kartu Keluarga juga menyertakan/memperlihatkan yang asli
  • Fotocopy KTP juga menyertakan/memperlihatkan yang asli
  • Fotocopy Buku Tabungan yang akan digunakan untuk menerima pembayaran JHT. Pastikan nomor rekeningnya masih aktif

Di Hari H, Pertama Kunjungilah Loket Pemerikasaan Dokumen

dokumen

Pada tahap inilah, peserta dipanggil sesuai nomor urut yang sudah diberikan bersamaan dengan pengambilan formulir sebelumnya. Petugas akan memeriksa kelengkapan persyaratan yang kita bawa, jika dinyatakan lengkap kita akan diberikan nomor antrian baru untuk ke tahap selanjutnya. Iya betul, nomor antrian lagi. Sabar ya.

Kedua, loket Verifikasi Data

verifikasi

Pada tahap ini petugas memferivikasi data kita, sesuai dengan database yang terekam di BPJS ketenagakerjaan lalu mencocokannya dengan kelengkapan persyaratan yang kita bawa, seperti nomor ktp, nama perusahaan tempat kita bekerja, alamat dan lain sebagainya.

Setelah melakukan verifikasi data dan semua persyaratan lengkap petugas menginformasikan jumlah saldo JHT yang kita miliki yang akan ditransfer ke nomor rekening yang kita daftarkan di form. Petugas juga mengembalikan salinan form pengajuan klaim serta semua dokumen asli yang kita perlihatkan.

Sudah, Mari Berdoa Menanti Transferan Dana

Prosesnya sesederhana itu. Langkah selanjutnya, kamu hanya perlu duduk manis menanti datangnya dana tersebut. Secara prosedur tertera bahwa kita harus menunggu paling lambat 1 minggu setelah klaim. Pengalamanku hanya cukup menunggu satu hari, alias keesokan harinya sudah ditransfer.

Nah, sudah siap mencairkan danamu? Gunakan dana itu dengan bijak ya. Sukses selalu untuk kamu, aku dan kita.

1 Comment

1 Comment

  1. Irawati Hamid

    December 3, 2015 at 8:11 am

    wahh, info yang menarik sekali, ternyata JHT bisa cair setelah resign yah, sebelumnya saya pikir dananya baru cair setelah 5tahun kepesertaan kita dan ada info terbaru yang saya dengar JHT baru bisa dicairkan setelah kita memasuki usia pensiun, tapi setelah membaca artikel ini saya jadi tahu ternyata pencairan JHT tidak selama itu..

    terimakasih informasinya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Lewat 5 Usaha Sampingan Ini, Ibu Rumah Tangga Juga Bisa Mandiri Secara Finansial

Saat ini sudah nggak jaman ada ibu rumah tangga yang hanya menganggur dan menggantungkan diri pada jatah bulanan dari suami. Ditambah lagi saat ini jaman sudah modern, dan peluang untuk bekerja sambilan sangatlah terbuka lebar bagi kamu yang memang berniat mendapatkan uang tambahan.

Nah, ini dia 5 usaha sampingan yang bisa kamu lakukan sebagai seorang ibu rumah tangga.

1. Usaha Kerajinan Tangan

Jika kamu adalah orang yang kreatif dalam menghasilkan suatu barang, mungkin usaha ini cocok untuk kamu jadikan usaha sampinganmu sebagai ibu rumah tangga. Hasil kerajinan tangan yang kamu buat bisa kamu jual dengan harga yang menurutmu pantas untuk hasil kerajinan tanganmi.

2. Usaha Katering

Biasanya ibu-ibu pandai dalam hal memasak. Kamu bisa mulai usaha katering kecil-kecilan dulu. Jika nanti kamu sudah punya nama dan cukup modal, pasti usahamu bisa berkembang dengan sendirinya.

3. Usaha Online Shop

Daripada mandengin media sosial untuk bergosip saja, nggak ada salahnya kamu mencoba usaha yang satu ini. Tinggal unggah produk yang ingin kamu jual, siapa tahu temanmu di media sosial ada yang berminat untuk membelinya.

4. Usaha Rias Kecantikan

Jika kamu punya kemampuan merias wajah dan suka bermain make-up. Kamu bisa mencoba usaha rias untuk pengantin atau untuk acara tertentu. Nah kalau kamu ingin menggali kemampuanmu lebih dalam, kamu bisa mengikuti kursus kecantikan terlebih dahulu.

5. Membuka Jasa Bimbingan Belajar

Pengetahuan yang sudah kamu miliki akan lebih baiknya jika kamu salurkan dengan membuka jasa bimbingan belajar untuk anak-anak tetangga terdekatmu. Apalagi jika kamu adalah seorang sarjana. Meskipun nggak bisa jadi pengajar sepenuhnya, setidaknya kamu tidak membiarkan ilmumu sia-sia begitu saja.

1 Comment

1 Comment

  1. Irawati Hamid

    December 3, 2015 at 8:11 am

    wahh, info yang menarik sekali, ternyata JHT bisa cair setelah resign yah, sebelumnya saya pikir dananya baru cair setelah 5tahun kepesertaan kita dan ada info terbaru yang saya dengar JHT baru bisa dicairkan setelah kita memasuki usia pensiun, tapi setelah membaca artikel ini saya jadi tahu ternyata pencairan JHT tidak selama itu..

    terimakasih informasinya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Untuk Hari Tuamu Nanti, Ini 5 Investasi yang Kamu Butuhkan

Setiap orang bekerja untuk memiliki masa depan yang baik tentunya. Namun bagaimana jika kamu sudah pensiun nantinya, sedangkan kamu hanya pegawai swasta yang tidak menerima uang pensiunan setelah kamu berhenti bekerja.

Nah mungkin 7 investasi ini bisa kamu coba mulai sejak dini agar kehidupan masa tuamu terjamin nantinya.

1. Desposito

Kamu bisa mendepositokan dana bebasmu. Kamu bisa menambah jumlah uang yang akan kamu investasikan untuk jangka waktu tertentu. Hal ini karena bunga tabungan deposito terhitung lebih tinggi jika dibandingkan dengan tabungan biasa.

2. Emas

Harga emas setiap tahunnya biasanya semakin meningkat. Kamu bisa memanfaatkan keadaan ini untuk melakukan sebuah investasi. Kamu bisa menyesuaikan emas yang akan kamu beli dengan jumlah uang yang kamu miliki.

3. Saham

Saat ini investasi berupa saham sedang banyak diminati oleh para kaum muda. Kamu juga bisa mencobanya. Kamu bisa membeli saham dalam jumlah tertentu, artinya kamu akan menjadi seorang pemilik saham dari perusahaan yang kamu jadikan pilihan untuk berinvestasi.

4. Pendidikan

Investasi yang satu ini merupakan investasi yang sangat penting. Kamu bisa memanfaatkan dana bebasmu untuk mendaftar kelas yang mengasah kemampuanmu seperti kursus memasak, bisnis, atau kursus bahasa asing.

5. Properti

Kamu bisa melakukan investasi dengan membeli sebuah apartemen di kota besar. Saat ini lahan di kota-kota besar sudah sangatlah minim, sehingga banyak orang kesulitan untuk mendapatkan lahan guna dijadikan tempat tinggal. Karenanya kamu bisa memanfaatkan apartemen yang kamu miliki untuk disewakan.

1 Comment

1 Comment

  1. Irawati Hamid

    December 3, 2015 at 8:11 am

    wahh, info yang menarik sekali, ternyata JHT bisa cair setelah resign yah, sebelumnya saya pikir dananya baru cair setelah 5tahun kepesertaan kita dan ada info terbaru yang saya dengar JHT baru bisa dicairkan setelah kita memasuki usia pensiun, tapi setelah membaca artikel ini saya jadi tahu ternyata pencairan JHT tidak selama itu..

    terimakasih informasinya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Jangan Khawatir, Keuanganmu Aman Jika Kamu Punya 6 Kebiasaan Ini!

Tidak semua orang pandai dalam hal mengatur keuangan. Nah bagi mereka yang tak pandai mengatur keuangannya sendiri, pasti mereka akan lebih sering merasakan sulitnya hidup di tanggal tua alias di akhir bulan dimana uang gaji sudah mulai menipis.

Jadi kamu harus lebih hati-hati dalam mengatur keuangan. Tapi tenang saja, jika kamu punya 7 kebiasaan ini, kemungkinan besar keuanganmu akan tetap aman sampai tanggal gajian berikutnya.

1. Menyisihkan Uang Setiap Kali Habis Gajian

Menabung adalah hal yang wajib kamu lakukan. Tentu kamu ingin memiliki masa depan yang terjamin bukan? Kamu bisa mengakalinya dengan menyisihkan beberapa uang dari jumlah gajimu keseluruhan. Misalnya kamu bisa menyisihkan minimal 20% dari gajimu dalam sebulan.

2. Prioritaskan yang Menjadi Kebutuhan, Bukan Keinginan

Jika kamu menuruti segala keinginanmu, hal itu tak akan ada habisnya. Seberapa besar pun gajimu, itu tak akan cukup untuk memenuhi semua keinginanmu. Untuk itu kamu perlu memprioritaskan kebutuhanmu di atas keinginanmu.

3. Membuat List Skala Prioritas

Agar kamu tak terlalu bingung dalam menentukan mana yang harus didahulukan, kamu bisa membuat list skala prioritasmu. Misalnya kamu perlu menyisihkan uang untuk membayar kost, kemudian membayar tagihan listrik dan internet, baru kemudian membeli keperluan bulananmu.

4. Menggunakan Aplikasi  untuk Mengatur Keuangan

Jika kamu masih seorang pemula, kamu bisa menggunakan bantuan aplikasi yang bisa membantumu untuk mengatur pemasukan dan pengeluaranmu setiap bulan. Tapi akan lebih baik lagi jika kamu melakukannya dengan caramu sendiri tanpa bantuan aplikasi atau pun orang lain.

5. Cari Jalur Alternatif untuk Menekan Pengeluaran

Jika kamu adalah orang yang suka travelling, cobalah untuk pergi ke tempat-tempat wisata yang low budget, atau kalau bisa yang nggak ada tiket masuknya alias gratis. Jika kamu suka menonton film di bioskop, kamu bisa menggunakan alternative dengan berlangganan jasa TV kabel atau streaming video yang tak terlalu banyak memakan biaya.

6. Jangan Terlalu Menyediakan Banyak Uang Cash di dalam Dompet

Jika kamu adalah orang yang sangat doyan belanja, usahakan untuk tidak menaruh banyak uang di dompet dan jangan membawa kartu debit maupun kartu kredit. Atau kamu bisa menyembunyikan kartumu di sela dompet yang tak terlihat oleh matamu agar kamu tak lupa diri dalam hal belanja.

1 Comment

1 Comment

  1. Irawati Hamid

    December 3, 2015 at 8:11 am

    wahh, info yang menarik sekali, ternyata JHT bisa cair setelah resign yah, sebelumnya saya pikir dananya baru cair setelah 5tahun kepesertaan kita dan ada info terbaru yang saya dengar JHT baru bisa dicairkan setelah kita memasuki usia pensiun, tapi setelah membaca artikel ini saya jadi tahu ternyata pencairan JHT tidak selama itu..

    terimakasih informasinya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top