Feature

Memimpikan Pacaran Bak Artis Boleh Saja, Tapi Ketahui Dulu 5 Kebenaran Dari Hubungan yang Sederhana Ini

Setiap orang kerap membayangkan bagaimana rasanya berpacaran dengan gaya seperti yang dilakukan beberapa artis ternama. Kamu juga demikian, ‘kan? Padahal kita belum tentu tahu kebenaran dari hubungan sederhana dan jauh dari kata “muluk-muluk’. Apakah kamu sendiri mengetahuinya? Selagi bernafsu untuk mengejar relationship goals ala artis-artis, lebih baik kamu mengetahui dulu bahwa apa yang sebenarnya kamu angan-angankan itu hanyalah bayangan indahnya saja. Lantaran pada kenyataannya tidak semuanya seperti itu.

Tak perlu muluk-muluk mencontoh mereka yang eksis kisah percintaanya. Sebab sebenarnya kamu pun bukan hanya terinspirasi kisah syahdu sang influencer yang membagikan garis cintanya lewat media sosial. Tetapi, ada satu sisi rasa ingin pamer seperti mereka lakukan sehingga dapat membuat banyak orang iri.

Betul atau tidaknya, hanya kamu yang bisa menjawabnya. Meskipun dibalik itu semua kamu masih menerka-nerka bagaimana cara untuk dapat bahagia seperti mereka yang selalu mempertontonkan kemesraannya di luar sana. Padahal bahagia dalam berpasangan tidak seperti itu juga.

Pasangan yang Bahagia Selalu Berlaku Mesra dan Merasakan Percikan Cinta di Setiap Momennya

Di awal hubungan, banyak dari kalian yang percaya kalau dalam hubungan yang ideal itu bakal ada kemesraan, keromantisan, dan gelora asmara di setiap momennya. Mungkin itu hanya ada dibayangan kamu saja atau sang artis yang kamu follow Instagramnya. Justru hubungan yang baik adalah selalu ada tawa di setiap obrolan, karena itu menandakan kalau hubungan kalian sangat kuat dengan diselingi saling percaya satu sama lain. Keromantisan yang tersaji bisa jadi hanya embel-embel yang dilakukan tanpa ketulusan.

Pasangan yang Bahagia Tidak Pernah Bertengkar

Banyak pasangan yang memimpikan kalau pacaran yang bahagia itu tidak bakal bertengkar dan saling mencintai satu sama lain. Itu semua salah, lho! Justru bertengkar saat menjalin hubungan itu ada baiknya, dengan catatan kamu dan pasanganmu saling mempelajari karakter masing-masing. Sehingga hubungan kalian akan tumbuh semakin kuat dan erat. Jadi pertengkaran bukanlah penanda kalau kamu dan dia tidak sejalan. Mustahil ada hubungan tanpa pertengkaran, karena hal itu pun dilakukan untuk menyatukan dua kepala ke dalam suatu kesepakatan.

Bahagia Ada di Genggaman Apabila Antara Kamu dan Dia Punya Ketertarikan Sama

Kamu suka main basket dan dia juga suka main basket. Tentunya sangat meyenangkan apabila membayangkan bermain bersama. Sangatlah bahagia tentunya menjadi pasangan apabila memiliki satu kesamaan. Mungkin itu ada benarnya, meskipun tidak begitu akurat. Justru lebih menyenangkan kalau pasangan punya hobi atau ketertarikan yang berbeda, bisa jadi itu bakal lebih menarik diperhatikan dan semakin mengundang kamu untuk mengetahui dirinya lebih jauh lagi.

Bersama-sama Setiap Hari Tak Terpisahkan Dalam Jarak Satu Langkah Kaki

Itu hanyalah pemikiran kuno saja lho, tidak selamanya pasangan harus bersama-sama setiap harinya, tak terpisahkan jarak dan selalu terkoneksi. Justru kamu harus memberikan ruang kepadanya untuk sendiri, menikmati beberapa hal bersama teman-temannya dan sebagainya. Dengan kamu memberikannya ruang sendiri tak berarti kamu tidak mencintaiya lagi, tetapi kamu belajar untuk mencintainya lagi apabila bertemu nanti. Karena bakal ada rasa jenuh apabila selalu bertatap muka.

Mencintai Keluarga Satu Sama Lain

Jangan pernah juga kamu membayangkan kalau pasanganmu akan sangat mencintai keluargamu, atau begitu pula kamu bakal mencintai keluarganya. Ada atau tidaknya rasa cinta sebenarnya tidak begitu penting, yang penting ia ataupun kamu menjaga norma, adat ,dan kesopanan tanpa menyinggung perasaan, sekaligus berbuat baik. Tentunya hal ini bisa saja salah, tapi sebelum kamu mengira dia bakal mencintai keluargamu, lebih baik kamu mengetahui dulu apakah dia cinta atau tidak denganmu secara tulus.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Kurang Tidur Bisa Merusak Otak, Maka Coba Atasi dengan Beberapa Hal Ini

Apakah kamu salah satu orang yang menyepelekan perihal tidur? Nah ternyata tidur merupakan salah satu proses restoratif yang paling penting pada tubuh, yang biasa dikenal sebagai sistem glymphatic menggunakan masa tidur sebentar untuk membuang zat buangan untuk keluar dari tubuh.

Namun ternyata kekurangan tidur bisa menyiksa tubuhmu jauh dari dari sekedar nggak bisa membuang sampah biologis tubuh. Kurang tidur bisa membuat otakmu dalam keadaan yang berbahaya.

Kenali Dulu Proses Pembersihan Diri Secara Biologis dalam Otakmu

Di dalam otak, terdapat dua sel pendukung, yaitu microglia dan astrocytes. Dimana kedua sel pendukung itu berfungsi untuk membantu aktivitas otak agar tetap prima dan bentuknya tetap utuh. Sel-sel ini terus bertugas membersihkan otak bahkan saat kamu tengah terjaga sekalipun.

Kurang Tidur Bisa Berdampak Pada Proses Pembersihan Otak Secara Keseluruhan

Sebelumnya sudah dilakukan penelitian oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Michele Bellesi dari Marche Polytechnic University di Italia mengelompokkan tikus ke dalam empat grup untuk kemudian dijadikan bahan guna mempelajari otak mereka di bawah pengaruh gangguan tidur.

Kurang Tidur Bisa Mengubah Fungsi Astrocyte

Semakin kamu kekurangan tidur, maka aktivitas astrocyte yang terlihat di synapsis meningkat. Astrocyte akan berubah fungsi hingga memakan synapsis-synapsis otak.

Aktivitas Microglia yang Meningkat Tajam Dimana Bisa Menyebabkan Gangguan Otak Alzheimer

Para peneliti juga memeriksa aktivitas microglia. Nyatanya microglial phagocytosis bisa juga menjadi ganas akibat kurangnya tidur. Namun hal ini hanya terjadi pada orang yang mengalami gangguan tidur kronis. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa aktivitas microglia yang berkesinambungan terkait dengan gangguan-gangguan otak seperti Alzheimer’s dan gangguan neuro-degeneratif.

Sebenarnya untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan, solusinya sangatlah mudah. Cobalah mulai saat ini untuk tidur dengan cukup. Jangan biasakan begadang jika memang tak ada urusan yang mendesak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

10 Hal yang Dulu Pernah Kamu Rasakan, Kala Dirimu Jadi Anak Lab!

Jika kamu hendak memilih jurusan,ada banyak hal yang harus kamu pertimbangkan. Terlebih jika kamu memiliki minat di bidang science. Tentu saja kamu harus menyiapkan dirimu untuk bersahabat dengan yang namanya laboratorium.

Nah, untuk sekedar bernostalgia pada masa-masa jadi anak IPA di SMA atau kamu yang juga jadi Mahasiswa dengan jurusan yang berhubungan dengan Lab. Berikut ini adalah hal-hal yang sering kamu rasakan. Kira-kira apa saja ya?

1. Harus Melewati Banyak Anak Tangga untuk Mencapai Laboratorium

Sebagai anak lab, kamu harus memiliki fisik yang juga kuat. hal ini dikarenakan pada umumnya laboratorium di sekolah atau universitas terletak di lantai paling atas. Jadi kamu perlu menaiki anak tangga yangcukup banyak untuk sampai di ruangan laboratorium.

2. Kalau Jas Lab Sampai Ketinggalan, Opsinya Hanya Satu yaitu Balik Lagi

Jas lab menjadi perlengkapan penting yang harus dipakai saat berada di laboratorium. Jadi saat jas laboratoriummu ketinggalan, otomatis kamu harus rela balik lagi untuk mengambilnya.

3. Datang Lebih Pagi

Anak Lab nggak boleh sampai terlambat. Terlebih biasanya praktikum lebih sering dilakukan di pagi hari dan kamu harus sudah ada di lab 15-20 menit sebelum praktikum dimulai.

4. Pulang Larut Malam

Kamu harus siap saat harus merelakan waktu soremu untuk menyelesaikan tugas di laboratorium. Tapi dengan hal ini kamu akan terlatih menjadi pribadi yang lebih dewasa kok.

5. Bermalam di Lab

Jika kamu merupakan mahasiswa tingkat akhir, kamu harus siap jika suatu hari harus bermalam di laboratorium. Kesannya memang menyeramkan, namun hal ini harus kamu lakukan untuk menyelesaikan penelitianmu secepatnya.

6. Tanggung Jawab Kalau Sampai Ada Alat Gelas Pecah

Harga untuk peralatan laboratorium cukup mahal, terlebih untuk kalangan mahasiswa. Jadi lebih baik kamu lebih berhati-hati lagi saat berada di lab. Jangan sampai kamu memecahkan alat gelas, karena kamu harus menggantinya jika hal itu sampai terjadi.

7. Menangisi Laporan yang Belum Selesai

Pertanyaan tentang laporan sudah selesai atau belum sama halnya dengan pertanyaan “kapan nikah?” bagi seorang anak lab. Kamu harus menyiapkan energi ekstra untuk mengerjakan segala praktikum dan laporannya.

8. Tertidur di Lab

Saking lelahnya, tak jarang kamu bisa sampai ketiduran di lab. Hal ini bisa terjadi karena pada umumnya anak lab memang menghabiskan sebagian besar waktunya di laboratorium.

9. Selfie Pakai Jas Lab

Ya namanya juga anak lab, pasti juga nggak lepas dengan yang namanya jas lab dan perangkat laboratorium lainnya. Meski begitu, tentu saja kamu tak akan mau ketinggalan buat update di medsos. Alhasil foto yang kamu update adalah foto dengan jas lab.

10. Cinta Lokasi di Lab

Karena kamu menghabiskan sebagian besar waktumu di laboratorium, akhirnya kamu tak bisa melihat dan berdekatan dengan cewek atau cowok di luaran sana. Alhasil, kamu bisa saja cinlok di lab dengan temanmu satu jurusan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Meski Cinta, Tak Berarti Boleh Pinjamkan Barang Ini pada Pasanganmu

Bagi yang namanya pasangan, berbagi barang ini-itu sudah jadi hal biasa memang. Kamu pun tak keberatan sebab yang meminjam barang adalah orang yang kamu sayangi. Sejatinya maklum kalau kamu berpikir demikian. Dan bukan jadi hal yang aneh juga kalau kamu sering pinjam-meminjam barang dengan pasangan. Tapi bukan berarti semua barang-barang patut dipinjamkan, lho.

Sekalipun kamu dan dia sudah bersama sekian lama, ada lho benda yang hanya diperuntukan bagi pribadi alias satu individu saja. Sebab kalau dipinjamkan justru membawa ancaman kesehatan tersendiri. Untuk itu, coba cek dulu apakah kamu masih sering menggunakan barang-barang ini berbarengan? Sebab kalau iya, cobalah berhenti dari kebiasaan itu. Dan kalau pasanganmu bertanya, jelaskan saja kalau semua ini demi alasan kesehatan.

Mendengarkan Musik Berdua Lewat Earphone Memang Romantis, Hanya Saja Apa Kamu Tega Membiarkan Pasanganmu Jadi Berisiko Kena Infeksi?

Setiap orang sejatinya memiliki bakteri unik di dalam telinga. Jumlahnya pun berbeda-beda. Bakteri ini ada untuk menyeimbangkan kinerja telinga. Nah, kalau kamu justru terbiasa memakai earphone bersama-sama, yang ada keseimbangan bakteri ini terganggu dan tak menutup kemungkinan memicu terjadinya infeksi telinga.

Agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, lebih baik gunakan earphone masing-masing. Pun kalau kamu dan dia mau mendengarkan musik bersama-sama, maka gunakan speaker saja atau beli earphone yang dibuat sengaja untuk pasangan.

Deodoran Itu Dibeli Bukan untuk Dipakai Bersama-sama

Kendati deodoran memiliki kandungan antibakteri, tapi permukaan roll deodoran yang melakukan kontak langsung dengan kulit ketiak seseorang pasti akan terkontaminasi bakteri. Untuk itu, jangan sekalipun memberikan deodoranmu untuk dipakai bersamaan. Selain tak menyehatkan kulit, memakai deodoran bersama-sama justru bisa dianggap jorok karena kamu dan dia terkesan saling berbagi bakteri.

Pun dengan Skincare atau Masker…

Masker sudah jadi kebutuhanmu baik perempuan maupun laki-laki. Sebenarnya tak masalah kamu dan dia berbagi produk masker yang sama, masalahnya, cobalah untuk tidak memakai satu kuas untuk memulaskan masker ke dua permukaan wajah. Artinya, akan lebih baik kalau kamu dan dia punya kuas yang berbeda saat sama-sama membersihkan muka.

Kamu perlu tahu, membersihkan wajah dengan kuas atau spons bisa membuat kuman dan bakteri di permukaan wajah jadi menempel pada kuas. Kalau kuasnya dipakai oleh orang lain, otomatis kuas tersebut mentransfer bakteri, bukan? Karenanya, selain menghindari berbagi pemakaian kuas, cobalah untuk rutin membersihkan kuas dan ganti kuas setiap 2-3 bulan sekali.

Sandal Rumahan Pun Bisa Jadi Media Transfer Kuman Lho, Kawan…

Kamu pasti sering, kalau habis dari kamar mandi, kamu kemudian langsung memakai sandal sehingga membuat kondisi sandalnya lembab. Nah, kondisi semacam ini yang bisa mempercepat pertumbuhan jamur di alas kakimu. Bayangkan kalau pasanganmu juga memakai sandal yang sama, berarti ada kemungkinan jamur pun jadi berpindah ke permukaan kakinya, bukan? Untuk itu, lebih baik terbiasa gunakan sandal milik masing-masing. Serta jangan lupa, cuci sandalmu sering-sering dengan sabun atau zat disinfektan seperti cuka.

Sama Halnya dengan Sandal, Kamu dan Pasangan Pun Tak Dianjurkan Memakai Handuk Bersama

Handuk adalah benda yang paling banyak menyerap cairan dari permukaan kulitmu, bukan? Kemungkinan handuk lembab, berjamur, dan tempat bakteri bersarang pun jelas ada. Untuk itu, sangat tidak dianjurkan kamu dan pasangan untuk berbagi handuk. Karena kalau pasanganmu terkena masalah kulit, kemungkinan kamu pun jadi ikut kena sekalipun kamu sudah berusaha menjaga kebersihan semaksimal mungkin.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top