Tips

Memilih Tempat Makan: Jangan Terlalu Percaya pada Foto di Instagram

Segala sesuatu bisa dicari dengan telepon genggam. Tanpa terkecuali, memilih tempat makan. Tak hanya mendengar saran dari kawan, instagram jadi salah satu media yang sering sekali dipakai untuk menentukan, “Mau makan dimana kita, Kawan?”

Selain memeriksa semua ulasan di yang netizen lain berikan, foto-foto yang berseliweran di akun resmi dari tempat makan yang ingin dikunjungi, jadi hal lain sebagai bahan pertimbangan mau makan di sana atau di tempat lain. Setelah, itu selalu ada dua kemungkinan. Puas dengan ekspektasi dari Instagram atau kecewa karena kenyataan yang didapati jauh dari perkiraan.

Ulasan dan Foto yang Dibagikan, Kadang-kadang Tak Murni Datang dari Pengunjung Tempat Makan

Jadi, usut punya usut, jika kamu cukup jeli untuk memerhatikan aktivitas di media sosial dari sebuah restoran atau tempat makan, ada beberapa akun yang kerap kali terlihat berseliweran untuk memberikan komentar. Dan yang pasti, itu komentar baik untuk tempat makan tersebut.

Kepalang percaya apa yang terlihat pada beberapa kolom ulasan, kita sering menjadikan itu sebagai acuan. Jika tempat yang sedang jadi incaran ini mungkin memang benar-benar bagus, makanannya enak, hingga fasilitasnya pun yahud. Padahal, tak selalu, loh! Kadang kala, mereka yang memberi komentar adalah orang-orang bayaran yang memang disengaja, ya walau tak semua tempat makan melakukan hal yang sama.

Filter Foto yang Ciamik, Jadi Hal Lain yang Tak Perlu Dipercayai

Jangan terlalu berharap banyak pada potret yang enak dipandang. Kecanggihan ponsel dan teknologi sering kali menipu mata. Yap, di Instagram misalnya. Beberapa sudut ruangan, hingga meja dan kursi di suatu tempat makan selalu terlihat menarik dan tertata dengan baik. Padahal kalau sudah ke tempat aslinya, yang didapati seringnnya berbeda.

Benar memang, kita ‘kan ke sana untuk makan. Bukan mempermasalahkan foto-foto bagus yang ada di akun instagram. Namun, lebih dulu diberi suguhan pemandangan yang indah-indah, otomatis memaksa kita untuk ikut berandai-andai dan membayangkan sesuatu yang apik akan ada di depan mata. Hmmm, sayangnya situasi memang sering lebih indah jika menjadi foto saja.

Karena Ekspektasi Kadang Tak Sesuai dengan Kenyataan yang Didapati

Yap, di foto mungkin taman restorannya hijau dan subur. Padahal kenyataannya, gersang dan kering kerontang. Di foto, meja dan kursinya terlihat bagus dan menawan, padahal yang didapati justru jauh dari harapan. Hal-hal remeh seperti ini kadang jadi sesuatu yang membuat diri kecewa. Apalagi jika ternyata makanannya juga tak seenak komentar para netizen yang budiman. Meski kadang lidah orang berbeda dalam mengecap rasa, tapi jangan terlalu berekspekatasi tinggi, ya!

Demi mencari tahu lebih jelas, kamu bisa melihat ulasan yang ada di akun resmi dari tempat makan tersebut saja. Coba lihat beberapa foto hasil tag, yang orang lain lakukan. Biasanya, ini lebih terlihat murni daripada yang ada di laman Instagram mereka.

Kalau Masih Ingin Percaya Ulasan di Media Sosial, Pastikan Lebih Banyak Komentar Baik daripada Buruknya

Tak ada yang salah memang dari percaya kolom komentar di media sosial. Karena biar bagaimanapun, masih banyak tempat makan yang memang mendapat komentar baik dan juga memiliki pelayanan serta suasana yang apik pula. Tinggal bagaimana kita pintar-pintar mencari tahu saja, apalagi jika belum pernah mengunjunginya sebelumnya.

Nah, untuk itu, belajarlah untuk bisa memahami dan mendeteksi dengan baik, berapa banyak komentar baik yang dibubuhkan di ulasan. Ini tak hanya tentang pelayanan saja ya, tapi lihat juga komentar atas rasa makanan yang dijajakan oleh mereka. Tempat bagus, tapi makanannya tak enak, untuk apa? Toh kamu tak akan kenyang juga ‘kan hanya dengan foto  yang terkesan instagramable?

Perkara Ini Memang Remeh, tapi Sering Berhasil Membuat Hati Kecewa

Sekilas hal ini emang tak begitu penting untuk dipikirkan. Bahkan beberapa kawan mungin bisa berkata, “Ya, kalau mau enak. Makan di tempat mahal.” Benar memang, tempat bagus tak selalu jadi jaminan untuk ukuran makanan dan pelayanan akan sesuai dengan yang kita harapkan. Tapi, bukannya tak salah juga bila mengingatkan seorang teman?

Poin penting yang ingin kami sampaikan, bukan tentang makanan enak sesuai dengan kocek yang harus dikeluarkan. Ini lebih kepada, ekspektasi-ekspekatasi kita akan tempat makan yang sering terlihat di media sosial. Terlihat enak dipandang, meski tak selalu benar. Terlihat menyajikan makanan lezat, walau kadang jauh dari kata yang diharapkan.

Mencari ulasan dari instagram sah-sah saja. Tapi jangan terlalu berharap lebih, ya!

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

10 Pertanyaan yang Sering Kamu Dapati Saat Kamu Tak Kunjung Memiliki Pacar

Status single sebenarnya bukanlah sebuah masalah yang besar. Single adalah pilihan. Namun herannya terkadang bukan orang yang menyandang status itu yang kebingungan, malah orang yang ada di sekitarnya. Kamu yang tak kunjung memiliki pasangan, pasti kerap mendapati 10 pertanyaan ini terlontar dari mulut orang lain untukmu.

1. “Kenapa Sih Kok Tidak Mau Pacaran?”

Mereka mengajukan pertanyaan ini karena penasaran dengan alasanmu masih bertahan dengan kesendirianmu. Tapi karena kamu menjadikansingle sebagai pilihan hidup, kamu biasa-biasa saja saat mendapati pertanyaan ini dan terasa sudah sangat kebal.

2. “Ada yang Deketin Kan?”

Jika kamu memutuskan untuk menjadi seorang single, pasti kamu memiliki alasan yang kuat di belakangnya. Meski begitu orang lain pasti tetap ingin tahu, selama ini masih ada kan orang yang mendekatimu.

3. “Pernah Tidak Kamu Berpikir untuk Pacaran?”

Banyak orang bertanya-tanya tentang apa yang kamu pikirkan saat kamu menjadi seorang single. Salah satunya adalah apakah kamu sendiri pernah berpikir untuk berpacaran dengan seseorang.

4. “Kamu Orang yang pemilih, Ya?”

Karena kamu tak kunjung berpacaran, akhirnya banyak orang yang memandangmu sebagai seorang yang pemilih. Padahal sebenarnya kamu hanya menunggu jodoh terbaik yang Tuhan siapkan untukmu.

5. “Bagaimana Perasaanmu Saat Melihat Teman atau Orang Lain Pacaran?”

Padahal kamu tak ada masalah dengan orang yang berpacaran di depan matamu secara langsung. Namun masih saja banyak orang mempertanyakan hal ini kepadamu.

6. “Sebenarnya Usia Berapa Sih Kamu Mau Pacaran?”

Saking gemasnya orang lain melihatmu yang betah dengan status single-mu, mereka sampai mempertanyakan hal ini padamu. Kenapa sampai kamu masih bertahan tanpa seorang pasangan dan sebenarnya mau pacaran pada usia berapa sih kamu itu.

7. “Apa Kamu Pernah Dijodohkan?”

Pasti banyak orang berpikir bahwa dengan jangka waktumu menjadi seorang single, sudah banyak teman dan keluarga yang menjodohkanmu dengan seseorang. Dan inilah yang ingin dicari tahu oleh orang tersebut, apakah kamu pernah dijodohkan atau tidak.

8. “Pernah Tidak Sih Kamu Merasakan yang Namanya Jatuh Cinta?”

Siapa tahu kamu pernah mencoba memulai menjalin hubungan, meski akhirnya gagal juga. Alasannya pun tentu beragam. Orang akan mempertanyakan mengenai hal ini saat kamu tak kunjung memiliki pasangan.

9. “Apa Kamu Tidak Ingin Pacaran?”

Ada banyak hal yang ingin kamu capai terlebih dulu. Tapi banyak orang langsung saja mempertanyakan tentang apakah kamu ingin pacaran atau tidak. Jawabannya tentu iya tapi bukan untuk saat ini.

10. “Apakah Kamu Takut untuk Memulai?”

Rasa takut pasti ada, karena kamu sudah lama bertahan dengan status single-mu. Entah apa alasan yang membuat kamu bertahan, tak ada yang tahu. Mungkin ini jugalah yang dikhawatirkan oleh orang-orang terdekatmu. Mereka takut jika ketakutanmu membuatmu terus bertahan dalam kesendirian dalam jangka waktu yang panjang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Inilah 7 Tipe Mantan Mahasiswa Setelah Lulus Kuliah

Momen kelulusan adalah momen yang paling ditunggu banyak mahasiswa tingkat akhir. Namun kehidupan pasca lulus kuliah, tak semua orang suka menjalaninya. Ada beberapa tipe mantam mahasiswa setelah lulus dari Universitas tempatnya menuntut ilmu dulu. Apa saja sih tipenya? Mungkin kamu termasuk salah satunya.

1. Tipe Sulit Move On

Mereka yang termasuk tipe ini adalah orang yang sulit move on dari kehidupannya sebagai mahasiswa dulu. Bagi mereka kehidupan perkuliahan lebih menyenangkan karena mereka tak perlu memikirkan tentang dunia kerja pasca lulus dari Universitas.

2. Tipe Pekerja Keras

Tipe pekerja keras adalah mereka yang anti dengan istilah menganggur. Meskipun mereka belum mendapatkan pekerjaan tetap, mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan hal yang bermanfaat, mungkin salah satunya adalah merintis usaha baru.

3. Tipe Pengembara

Mereka yang masuk dalam kategori tipe ini adalah orang yang suka melakukan travelling. Momen setelah lulus banyak dihabiskannya untuk mengunjungi banyak tempat baru yang menurutnya menarik untuk dikunjungi.

4. Tipe Rumahan

Tipe rumahan adalah mereka yang lebih suka menghabiskan waktu mereka di rumah. Kebanyakan sih memiliki hobi tidur dan nonton film kesukaan di dalam kamar. Sehingga tak ada alasan buat mereka untuk pergi ke luar rumah.

5. Tipe Penyuka Keramaian

Tipe ini akan menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang. Entah itu berkumpul dengan teman-temannya di suatu tempat seperti cafe atau pergi menonton konser musik favorit mereka.

6. Tipe Media Sosial

Tipe media sosial ini adalag tipe orang yang tak bisa lepas dari media sosial barang sebentar saja. Saat bangun tidur, hal pertama kali yang akan dilakukan adalah mencari smartphone miliknya untuk membuka media sosialnya.

7. Tipe Romantis

Orang yang termasuk tipe ini biasanya orang yang memang memilih untuk menikah setelah lulus kuliah. Kebanyakan sih sedari SMA memang sudah punya pasangan, sehingga setelah lulus inginnya cepat-cepat menikah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

5 Hal Lucu yang akan Kamu Rasakan Saat Berjodoh dengan Sahabat Sendiri

Jodoh, kematian dan rezeki adalah rahasia Tuhan. Kamu tak akan pernah tahu dengan siapa akhirnya kamu berjodoh. Dengan orang yang belum pernah kamu kenal atau justru dengan orang yang susah sangat kamu kenal. Ada loh pasangan yang akhirnya berjodoh dengan sahabat sendiri.

Terbiasa dengan hubungan luwes yang terasa santai dan menyenangkan. Beberapa kali, kamu mungkin akan merasa aneh. “Kok bisa ya sampai berjodoh sama sahabat sendiri?. Nah, setidaknya berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin kamu rasakan ketika nanti berjodoh dengan sahabatmu sendiri.

1. Tertawa Sendiri Saat Memandang Wajah Pasangan

Saat kamu memandang wajahnya, itu sudah mengingatkanmu tentang apa yang sudah kalian lewati bersama. Dengannya? mungkin kamu tak pernah berpikir sebelumnya bahwa kamu akan berjodoh dengan sahabatmu yang konyol itu, dan itu kerap membuatmu tertawa hanya dengan memandang wajahnya saja.

2. Sering Berantem Saat Bertemu Namun Rindu Saat Sedang Jauh

Bahkan kamu pun sering bingung dengan tingkahmu ini. Saat pasanganmu ada di sampingmu justru kamu sangat sering bertengkar. Namun saat kamu berjauhan dengannya, rasanya rindumu begitu memuncak.

3. Berniat Romantis Namun Akhirnya Jadi Ledekan

Sebagai sepasang sahabat, kamu dan dia memang tak pernah bertingkah romantis. Jadi makhlum jika setelah menikah saat kamu maupun dia ingin mencoba romantis, selalu berakhir dengan ledekan satu sama lain.

4. Tak Jaim untuk Saling “Mempermalukan”

Kalian memang saling mencintai sebagai satu pasangan, namun humoris di dalam hubunganmu dengannya memang sudah besar. Sehingga tak ada lagi rasa jaim untuk mempermalukan satu sama lain.

5. Tak Mau Saling Mengalah untuk Berbagi Sesuatu

Bisa diambil contoh, untuk hal kecil seperti nonton TV. Kamu sering berebut remote control dengannya. Tak ada salah satu dari kalian yang mau mengalah. Bisa dibilang tingkahmu dengan pasangan layaknya anak kecil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top