Feature

Memilih Menikah dengan Bule Sejatinya Tak Bisa Dipandang Sepele

Jodoh bisa datang dari mana saja dan bisa siapa saja. Kalau kamu sempat mengira jodohmu adalah orang-orang di dekatmu, tapi ternyata kamu justru berjodoh dengan warga negara asing yang kebetulan sedang liburan di negaramu, bagaimana?

Menikah dengan WNA, kini sudah bukan lagi hal yang luar biasa. Bahkan banyak dari kita yang memang punya cita-cita demikian, menikah dengan bule demi memperbaiki keturunan. Ya memang sah-sah saja, tapi sebentar, memangnya sudah sejauh mana persiapan kita? Menikah dengan sesama WNI saja banyak yang harus diurusi, ya kalau hendak menikah dengan WNA, maka urusannya berkali-kali lipat lebih banyak. Hei, menikah dengan WNA jangan dikira mudah ya. Saat pacaran dan persiapan pernikahan, kamu siap-siap dibuat repot. Terpenting, sudah sejauh mana kamu bisa kompromi dengan segala perbedaan?

Hubungan dan Pernikahan Beda Ras Terlihat Seru, Kamu Sendiri Memang Sudah Siap Menyambut Fase Kehidupan yang Benar-benar Baru?

sumber: instagram

Di negara maju seperti di benua Eropa dan Amerika, pernikahan adalah privasi dan terkesan lebih inklusif. Karenanya, saat resepsi pun yang diundang hanya kerabat yang benar-benar dekat saja. Sementara kultur ini agak berbeda dengan di Indonesia. Nah kamu sendiri yakin sudah bisa menyikapinya? Untukmu yang hendak menikah dengan WNA, mungkin bisa berkaca dari resepsi pernikahan finalis Putri Indonesia 2014, Zabilla Soeprapto yang dinikahi Jimmy Tan yang berkebangsaan Belanda.

Kekompakan Bella—sapaan akrabnya—dengan calon suaminya saat itu terlihat dari keduanya yang memutuskan untuk menikah di Bali dan menggunakan konsep adat Sunda. Kultur yang berbeda tak jadi masalah berarti bagi Bella dan Jimmy yang melangsungkan pernikahan pada Oktober 2017 lalu.

Hati-hati Dalam Bertindak dan Bersikap, Jangan Sampai Kamu Terkesan Rasis Lantaran Belum Bisa Menerima Stereotip yang Ada

sumber: instagram

Namanya saja beda budaya, apalagi kalian baru bertemu saat sudah sama-sama di usia dewasa, mungkin akan menyiratkan banyak pertanyaan di benak kalian soal budaya negara masing-masing. Budaya baik dalam pergaulan, sampai manner ketika berpacaran, menjalin relasi, hingga urusan pernikahan pun pasti berbeda. Disinilah ujianmu yang sesungguhnya baru dimulai. Tapi kalau kamu sudah yakin padanya, jangan menyerah. Hargai juga setiap kultur yang ada di negara pasanganmu. Setidaknya, belajarlah dari pasangan Indah Kalalo dan Ibrahim Justin Werner yang menikah sejak 2011. Terbukti, cinta yang mereka miliki mampu melebur segala perbedaan budaya yang ada.

Terbuka Pada Pasangan Sangat Penting, Apalagi Ibaratnya Kalian Berasal Dari Dua Dunia yang Berbeda

sumber: instagram

Ini yang tak boleh disepelekan. Memang ada baiknya sebelum memutuskan menikah dengan pasangan, kamu dan pasanganmu memastikan diri sudah terbuka tentang segala hal demi mengantisipasi terjadinya salah paham akibat gesekan budaya yang berbeda. Jangankan kultur, perbedaan yang sifatnya sederhana saja bisa memancing konflik kalau kalian terperangkap pada kesalahpahaman. Cobalah belajar dari pasangan Melaney Ricardo dan Tyson Lynch. Keduanya kerap dilihat sebagai pasangan yang terbuka dan apa adanya meski berasal dari dua kultur yang berbeda bukan?

Yang Terpenting, Kamu dan Dia Sama-sama Kompak, Solid, dan Berkomitmen Kuat dalam Menyikapi Perbedaan Budaya maupun Pola Pikir yang Ada

sumber: instagram

Pondasi yang cukup kuat pun mutlak dibutuhkan untuk membangun rumah tangga bersama calonmu yang notabene WNA. Begini, tanpa pondasi yang kuat, sebuah hubungan rentan goyah bukan? Untuk itulah komitmen yang kuat dibutuhkan sebagai pondasi utamamu kelak bersama pasangan. Terlebih adanya perbedaan latar belakang pastinya akan jadi tantanganmu tersendiri.

Sukar rasanya menyatukan dua hati kalau tak ada kekompakkan. Belum lagi harus menghadapi sikap dari orang luar. Coba tengok saja pernikahan Daniel Mananta dan Viola Maria. Pasangan yang menikah sejak 2011 ini memilih membangun pondasi yang kuat daripada berkompromi dengan dunia luar. Terbukti, Daniel sukses menjaga privasi pernikahannya selama bertahun-tahun sampai akhirnya ia sendiri yang memberitahu kalau dirinya sudah berkeluarga dengan menikahi Viola.

Belajarlah Tentang Segala Hal dan Aturan dalam Rumah Tangga Menurut Calonmu, Bahkan Jangan Abaikan Perkara Hukum-hukum Pernikahan yang Berlaku di Negaranya

sumber: instagram

Saat kamu memahami sudut pandangnya soal aturan rumah tangga, maka kamu akan bisa mengambil keputusan-keputusan bersama dengan lebih bijak. Karenanya penting sekali kamu dan dia tahu juga sedikit tentang hukum-hukum pernikahan yang berlaku di negara masing-masing sehingga saat menikah, kamu dan dia bisa sama-sama menghormati budaya soal pernikahan dari masing-masing tempat. Yang terbaru, kamu mungkin tahu pernikahan Ario Bayu dengan Valentina Fayen. Pasangan beda negara ini mengajarkan kalau menikah pun bukan perkara cinta yang bisa membungkam jarak, melainkan soal pengertian agar sama-sama mau belajar tentang kultur satu sama lain.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pemilu Sudah Terlewatkan, Mari Sudahi Ajang Kubu-kubuan

Hampir satu tahun terakhir, kita semua jadi saksi bagaimana pesta demokrasi melahirkan berbagai macam kejadian. Teman lama yang mendadak bermusuhan, adu pendapat yang jadi sumber pertengkaran, hingga saling ejek atas pilihan yang tak sesuai dengan hal yang kita lakukan.

Banyak drama yang sudah kita saksikan bersama. Gilanya fanatisme atas usungan kepala negara, sampai perselisihan hebat yang terjadi pada beberapa grup whatsApp keluarga. Serupa dengan para legislatif yang gagal mendapat suara, kita semua juga pasti sudah lelah menyaksikan ajang kubu-kubuan yang selama ini jadi tembok pemisah.

“Tujuh belas April lalu, jadi penentu. Siapa yang menang dan kalah”

Untuk itu seharusnya kita pun bisa kembali seperti semula. Tak lagi memblokir teman lama karena sering memberikan komentar negatif atas pilihan kita. Kembali menyapa tetangga, meski pilihan kita kalah dan pilihannya jadi juara.

Perlu diingat, jika tak ada satupun peristiwa yang mampu memisahkan kita semua sebagai saudara sebangsa. Pemilu itu pesta demokrasi, bukan ajang yang bertujuan untuk mencerai-beraikan kita dari hidup bermasyarakat. Setiap usungan kita tentu punya niat dan maksud, dan kita percaya jika perjuangan mereka adalah yang terbaik yang patut dipilih. Namun bukan berarti, orang lain harus bisa mengerti. Sebab, setiap kepala memiliki cara pandang yang berbeda. 

Ingat, Bangsa yang merdeka adalah mereka yang bisa menerima perbedaan yang lahir dari tiap kepala. Ketidaksukaan kita pada satu pihak tertentu, tak lantas jadi alasan untuk memaksakan kehendak pada teman lain yang belum tahu. Sebagaimana kita yang merasa berhak untuk memilih sesuatu, orang lain pun memiliki hak serupa untuk menyuarakan apa yang dirasanya perlu.

Selepas jari yang sudah berwarna ungu, setelah puas karena telah menggunakan hak suaramu, mari kembali bersatu. Sebagaimana gerai pakaian atau restauran yang tak membeda-bedakanmu menikmati diskon bersadarkan pilihan suara, ayo lupakan semua perbedaan dan pertentangan yang kemarin ada.

“Saatnya kembali menjadi Indonesia, yang meski berbeda-beda tapi tetap satu jua”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Bus Terguling dan Tewaskan 29 Orang di Portugal

Sedikitnya 29 orang tewas setelah kecelakan bus turis yang mengangkut puluhan turis Jerman jatuh menggelinding di salah satu pulau di Portugal, Madeira. Kecelakaan terjadi pada pukul 18.30 waktu setempat, Rabu 17 April 2019 setelah pengemudi disebutkan kehilangan kendali kemudi di persimpangan dan tikungan yang jalannya tak mulus sebagaimana diberitakan kantor berita Portugal, Lusa.

Bus tersebut jatuh di jalanan di dataran tinggi, kemudian berguling dan menimpa atap rumah di pemukiman yang berada di area bawah.

“Saya sampai tak bisa berkata-kata atas kecelakaan fatal ini. Saya tak sanggup melihat penderitaan dan duka yang dialami korban,” kata Wali Kota setempat, Filipe Sousa.

Ia mengatakan seluruh turis dalam bus tersebut merupakan warga negara Jerman, namun tak menutup kemungkinan ada beberapa warga lokal diantara mereka. Korban tewas 11 orang lelaki dan 17 orang wanita, kemudian satu orang wanita lainnya meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Sementara itu, pemimpin pemerintahan daerah Madeira, Pedro Calado mengatakan, bus tersebut sebenarnya memenuhi standar keselamatan dan keamanan. Karenanya ia mengungkapkan, masih terlalu dini memastikan penyebab kecelakaan maut tersebut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Aktris Senior Michelle Yeoh Dapat Peran untuk Sekuel ‘Avatar’

Sekuel film Avatar tengah digarap. Para kru film masih mencari pemeran untuk melengkapi peran di dalam film tersebut. Kabar terbaru menyebutkan giliran aktris senior Michelle Yeoh yang bergabung di kisah fiksi ilmiah tersebut. Melansir The Hollywood Reporter, Yeoh mendapat berperan sebagai ilmuwan bernama Dr. Karina Mogue. Ia akan beraksi di Pandora, tempat tinggal para makhluk berwarna biru yang disebut suku Na’vi.

“Sepanjang karirnya, Michelle selalu menciptakan karakter yang unik dan mudah diingat. Saya berharap dapat bekerja sama dengan Michelle untuk melakukan hal yang sama di sekuel ‘Avatar’,” kata sutradara James Cameron.

Nama Yeoh sudah diakui sebagai aktris senior Internasional. Dirinya sudah terjun di dunia perfilman sejak tahun 1984 dimana sudah sekitar 47 film dan empat serial yang dibintanginya.

Beberapa penampilan yang paling diingat adalah ketika Yeoh tampil dalam film ‘Memoirs of a Geisha’ (2005) dan ‘The Mummy: Tomb of the Dragon Emperor’ (2008). Terakhir, ia berperan sebagai Eleanor Young dalam ‘Crazy Rich Asians’ (2018).

Februari lalu, Cameron membenarkan judul-judul film sekuel Avatar yang sempat bocor pada November lalu. Di antaranya ‘Avatar: The Way of Water’, ‘Avatar: The Seed Bearer’, ‘Avatar: The Tulkun Rider’ dan ‘Avatar: The Quest for Eywa’.

“Saya tak bisa mengkonfirmasi ataupun membantah. Baik, begini yang bisa saya katakan. Judul-judul itu merupakan judul yang sedang dipertimbangkan. Dan belum ada keputusan akhir yang dibuat,” ujarnya beberapa waktu lalu. Cameron memang tengah bekerja keras menyelesaikan empat sekuel ‘Avatar’ yang rilis perdana 10 tahun lalu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top