Feature

Membuka Hati Setelah Disakiti, Jadi Sesuatu yang Sulit untuk Dijalani

Menjalani hidup setelah patah hati, jadi masa sulit yang berat sekali untuk dilalui. Bayang-bayang memori, hingga kecewa ditinggal pergi menjadi sekelumit beban yang sulit dilupakan. Susah payah berupaya menghilangkan semua kenangan, yang didapat justru kegagalan. Sebab biasanya, semakin giat kita berupaya melupakannya, kian sulit pula ia hilang dari kepala.

Mereka yang tak tahu rasanya, barangkali akan memberi saran untuk kembali membuka hati. Tapi, asal kalian tahu saja, kembali mencinta setelah merasakan luka, bukanlah perkara mudah.

Setelah Kecewa dari Hubungan Sebelumnya, Ada Trauma untuk Kembali Mencinta

Tak ada yang bisa menjamin sikap seseorang pada kita. Dia yang tadinya dicinta bisa saja berbalik dan mendua. Menyakiti diri, hingga menyesal karena pernah mempercayainya dengan sepenuh hati. Benar memang, jika kita tak bisa memukul rata semua orang. Karena biar bagaimanapun, dari sekian ribu lelaki yang jahanam, masih ada satu dua yang tulus sungguhan.

Namun, untuk bisa melakukan apa yang dikatakan barusan, jelas tak mudah. Walau katanya, tak semua orang itu sama, akan selalu ada kekhawatiran yang memenuhi isi kepala. Takut kalau cinta ini akan berakhir dengan cara yang sama. Tak hilang dalam waktu cepat, butuh waktu menghilangkan ketakutan  yang dirasa.

Belum Bisa Move On, Kembali Bersama Mantan Jadi Sesuatu yang Kerap Dipikirkan

Kalau hubungan sebelumnya masih berjalan sebentar mungkin mudah dilupakan dan takkan menjadi beban, lalu bagaimana jika ternyata hubungan dengannya sudah dijalani bertahun-tahun lamanya? Bahkan memori bersamanya, sudah sulit dihilangkan karena sudah kelewat banyak. Berharap kembali, karena masih merasa belum siap sendiri.

Lupakan dulu kenyataan berpisah yang memang nyatanya benar. Tapi belajar untuk bisa segera move on tak semudah membalikkan telapak tangan. Kamu bisa bilang, si dia tak pantas untuk diperjuangkan. Tapi kadang-kadang, hal-hal baik lain yang pernah ia perbuat jadi sesuatu yang sulit dilupakan.

Masih Sulit Percaya, Takut Terluka dengan Cara yang Sama

Disakiti berkali-kali, putus dan kembali menjalin kasih lagi, mungkin tak pernah kita harapkan untuk terjadi. Namun, kelanjutan hubungan memang sulit untuk ditebak. Meski hari ini mengaku sama-sama cinta, tak ada yang bisa tahu apakah besok kita masih akan bersama.

Kekecewaan yang masih melekat dari hubungan sebelumnya, jadi momok yang selalu berusaha kita hindari. Bahkan untuk menaruh percaya pun akan sangat hati-hati. Kita tak akan bisa yakin pada seseorang dengan mudah. Apalagi pada dia yang datang dengan pertemuan manis seperti yang sudah-sudah.

Tak Melulu Harus Punya Pacar Baru, Menyembuhkan Luka Jauh Lebih Perlu

Beberapa orang mengira bahwa buru-buru mencinta atau dicintai lagi akan jadi obat penawar yang baik untuk patah hati. Tapi, ya sebenarnya itu tak berlaku pada semua. Mungkin pada beberapa orang hal ini bisa bekerja dengan baik, tapi belum tentu berlaku pula pada dirimu.

Jatuh bangun mencinta dan dicinta yang sudah terlalui dengan baik, membuat kita tahu bahwa sesungguhnya, mengiyakan ajakan “pacaran” dari seseorang kala diri sedang butuh disembuhkan bukanlah sesuatu yang benar. Selain akan melukai dirinya, hal ini juga bisa memperparah luka yang kita punya. Daripada makin rumit dan jadi beban, jauh lebih baik nikmati dulu patah hatimu itu. Basuh semua luka yang masih terasa, dan belajarlah jadi seseorang yang lebih baik dari hubungan yang lalu.

Saran dari Kawan Tak Selalu Membantu, Bahkan Sering pula Membuat Pikiran Jadi Buntu

Hal selanjutnya yang juga perlu kita pahami adalah mencari dan mendengar saran dari luar diri. Beberapa orang, mungkin berniat membantu. Memberi opininya dengan tenang, tentang apa yang sebaiknya kita jalankan. Tapi, percayalah hal itu tak selalu sejalan dengan apa yang sedang kita butuhkan.

Berceritalah seperlunya, sebab beban yang ditanggung sendiri kadang memang bisa menyiksa diri. Namun, sebagai seseorang yang sudah dewasa, kamu juga perlu cermat untuk memahami dan mempertimbangkan semua pendapat datang. Sebab, alih-alih membantumu melupakan sang mantan pacar, saran-saran dari mereka kadang malah jadi beban.

Lebih Selektif dalam Memilih, Jadi Wajar Saja jika Masih Ingin Sendiri

Hati-hati dalam menentukan pilihan dan tak lagi memberi hati pada sembarang orang, barangkali akan jadi sesuatu yang kita lebih yakini. Dari perpisahan kemarin kita sadar bahwa apa yang sudah kita anggap baik, tak selalu jadi yang terbaik untuk kita.

Pada titik ini, rasa jengah atau bosan untuk kembali mencintai mungkin akan kita rasakan. Maka menikmati kesendirian, boleh jadi sesuatu yang lebih baik untuk dijalani. Hadiahi diri untuk menikmati banyak hal baru, makan ditempat farovit, pergi berlibur, hingga membeli barang kesukaan yang mungkin sudah lama diimpikan. Selama itu membuat kita merasa senang, dan memberikan ketenangan. Sah-sah saja untuk dilakukan.

Karena Cara Menikmati Patah Hati dari Setiap Orang Itu Berbeda, Jangan Terlalu Banyak Mendikte Dirinya

Nah, jika kamu adalah seseorang yang jadi saksi atas patah hatinya seseorang, belajarlah untuk tidak terlalu mencampuri urusan mereka. Biarkan dirinya temukan bahagia dengan cara yang ia suka. Sebab cara menyembuhkan patah hati yang kamu percaya, tak selalu bisa bekerja dengan hasil yang sama untuk orang lain. Biarkan mereka menikmati patah hatinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Deddy Corbuzier Sempat Takut Prosesnya Berpindah Agama Dijadikan Mainan Politik

Deddy Corbuzier terlihat lebih tenang kala menuturkan cerita perjalanan dirinya menjadi mualaf. Usut punya usut, ia sempat didera kekhawatiran sebelum memutuskan untuk menjadi mualaf.

Presenter ‘Hitam Putih’ itu mengungkapkan sesungguhnya dia ingin mengucap dua kalimat syahadat jauh sebelum 21 Juni 2019. Namun, niatnya itu terganjal beberapa hal sehingga ia memilih untuk mengundur waktu.

“Sebenar-benarnya yang orang nggak tahu dan saya nggak buka adalah sebenarnya mualaf ini maunya dilakukan jauh sebelum tanggal 21. Bahkan mungkin sekitar enam bulan atau tujuh bulan lalu sebenarnya. Sebenarnya,” ungkap Deddy Corbuzier dilansir detik.com, Rabu (26/6/2019).

Politik menjadi alasan kuat Deddy untuk mengundurkan niatnya menjadi mualaf saat itu. Situasi politik Indonesia kian memanas.

“Karena pada saat itu Indonesia sedang panas politik. Kalau pada saat itu saya mualaf, saya takut keadaan saya mualaf bisa masuk dalam permainan politik. Kita tahu pada saat kemarin Pilpres bagaimana panasnya dan bagaimana agama dimasukkan dalam suasana politik. Itu yang saya hindari,” tegas Deddy Corbuzier.

Merasa kondisi politik di Indonesia sudah cukup kondusif, barulah Deddy Corbuzier yakin untuk mengumumkan niatnya itu. 21 Juni 2019, setelah Salat Jumat, Deddy Corbuzier mengucap dua kalimat syahadat di Ponpes Ora Aji, milik Gus Miftah di Yogyakarta.

“Oleh karena itu setelah politik semuanya selesai, setelah semuanya adem, sudah tenang, baru saya yakin mengumumkan, baru saya yakin saya mualaf dalam keadaan yang jauh lebih tenang,” tegas Deddy Corbuzier.

Sementara itu, sang kekasih, Sabrina Chairunnisa memberikan klarifikasi mengenai tuduhan yang dialamatkan bahwa dirinyalah yang memaksa Deddy untuk menjadi mualaf.

Sabrina mengaku hanya bisa mengelus dada saat dituduh mempengaruhi sang kekasih memeluk agama yang ia anut. Ia juga merasa takut membaca komentar negatif dari warganet.

“Aku langsung kayak, memang gue perempuan kayak apa ya? Gara-gara nikah, pindah agama. Jadi gue takut,” jelasnya.
Sabrina mengaku bahwa sang kekasih menjadi mualaf bukan karena mereka berdua akan menikah. Ia mengatakan bahwa seorang Deddy tak akan melakukan hal itu hanya untuk menikahinya.

“Kalau aku ngelihatnya, kan tahu dia, Mas Deddy tuh orang bilang cerdas. Kedua dia ini karakternya kuat banget. Lu pikir orang kayak gue bisa maksa-maksa gitu?” ujarnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pasca Kesembuhannya, Rachel Amanda Kembali Aktif Main Film

Aktris Rachel Amanda kembali aktif berakting di layar lebar usai dinyatakan sembuh dari kanker tiroid. Aktris 24 tahun ini memang membintangi beberapa judul film baru, yang terbaru yakni Say I Love You.

“Ini sekarang alhamdulillah lumayan padat. Jadi promo film aku jalan beberapa. Jadi nyaman aja sih karena aku juga enjoy,” ujarnya seperti dikutip Suara.com, Rabu (26/6).

Film Say I Love You sendiri menandai proyek ketiga Rachel setelah sembuh dari penyakit tersebut pada 2018.

“Ini film ketiga. Kalau sekarang sih lumayan padat aktivitasnya. Tapi emang ya sudah dinikmati saja,” ucap Rachel Amanda.

Lalu saat disinggung kemungkinan masih meminum obat buat penyakitnya itu, Rachel Amanda rupanya punya jawaban sendiri.

“Itu memang kewajiban sih. Dulu kan aku operasi jadi kayak suplemen saja,” sambungnya lagi.

Selebihnya pemain Candy ini tidak mau ditanya-tanya perihal kanker tiroid lagi. Dia bilang cuma ingin membahas seputar film Say I Love You.

“Udah yah kalau mau ngomong itu aku nggak mau bahas lagi. Terima kasih,” pungkas Rachel Amanda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Coba Cek, Ada 345 Ribu Lowongan Kerja di Jepang untuk Tenaga Kerja RI

Baru-baru ini, selepas penandatanganan perjanjian kerja sama Pemerintah Indonesia dengan pemerintah Jepang tentang ketenagakerjaan. Ada angin segar untuk masyarakat yang mungkin sedang butuh pekerjaan. Ya, sebagaimana tujuan perjanjian tersebut, saat ini di Jepang, ada sekitar 345.150 lowongan yang tersedia di 14 sektor bagi tenga kerja asing dengan keterampilan spesifik. 

“Kerja sama ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja usia produktif di Jepang. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk mengisi jabatan-jabatan di sektor formal yang banyak dibutuhkan di Jepang,” kata Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri di kantornya, Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Beliau juga mengatakan, Wakil Presiden Jusuf Kalla sendirilah yang mengarahkan pihaknya untuk dapat mengisi 20% dari kebutuhan tenaga kerja khusus di Jepang.

“Berdasarkan arahan Wakil Presiden, Pemerintah Indonesia menargetkan agar tenaga kerja Indonesia dapat memenuhi 20% atau 70 ribu orang dari kuota tersebut,” jelas Hanif.

Pada waktu yang sama Maruli Hassoloan selaku Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker menambahkan, jika kandidat tenaga kerja berketerampilan spesifik atau Specified Skilled Worker (SSW), ini terbagi ke dalam 4 kategori. Pertama, new comer alias calon pekerja dari Indonesia yang sama sekali tidak memiliki pengalaman magang di Jepang.

“Kedua, Ex-TIT in Indonesia, calon pekerja Indonesia yang memiliki pengalaman magang atau Technical Intern Trainee (TIT) di Jepang. Ketiga, Ex-TIT di Japan pekerja Indonesia yang sudah memiliki pengalaman magang dan meneruskan pekerjaan di Jepang,” kata Maruli.

Dan yang terakhir kategori student, maksudnya calon pekerja Indonesia yang baru saja lulus dari pendidikan formal di Jepang dan berencana melanjutkan bekerja di negeri Sakura tersebut. 

Selanjutnya, Maruli mengatakan Kemnaker akan tetap fokus menyalurkan tenaga kerja yang pernah magang ataupun sekolah di Jepang. Tenaga kerja kategori tersebut menurutnya dapat lebih mudah diterima.

“Di Jepang kan masalah besarnya bahasanya, makanya kita fokus ke yang sekolah dan pernah magang disana. Jadi mereka bahasa udah bagus, lalu skillnya ada, ya yasudah mereka bisa mudah diterima,” kata Maruli.

“Untuk pendaftarannya pantau saja Disnaker, atau Kemnaker, kami akan update infonya nggak lama lagi,” tambahnya. 

Nah, ada pun 14 sektor yang sedang dibutuhkan antara lain adalah:

  1. Care worker
  2. Building Cleaning Management
  3. Machine Parts and Tooling Industries
  4. Industrial Machinery
  5. Industry Electric
  6. Electronics and Information Industries
  7. Construction Industries Shipbuilding and Ship Machinery Industry
  8. Automobile repair and maintenance
  9. Aviation Industry
  10. Accomodation Industry
  11. Agriculture
  12. Fishery and Aquacultur
  13. Manufacture of food and beverages
  14. Food service industry.

Jika memang berniat ingin bekerja di Jepang, siapkan diri dari sekarang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top