Feature

Memblokade Media Sosial Mantan Jadi Alasan Logis Untuk Melupakan

Bukan suatu yang berlebihan ketika patah hati seseorang tak berhasrat untuk melakukan apa-apa. Dunia pun serasa berakhir  ketika dia yang kamu cintai kini telah pergi.  Banyak metode yang kamu temukan ketika curhat atau iseng ngulik bagaimana menghilangkan patah hati di Google. Tetapi para psikolog telah menemukan cara ampuh untuk mengobati patah hati.

Psikolog Dr Guy Winch, penulis dari How To Fix A Broken Heart, telah berkali-kali menagani patah hati. Lewat sebuah riset dan makalah dan banyak pengalaman menangani banyak pasien patah hati. Winch pun merangkum beberapa masalah paling umum yang dihadapi saat patah hati ,dan cara menanganinya. Berikut beberapa hal yang umumnya dialami saat patah hati, dan cara menanganinya.

Anggap Dia Telah Melanggar Komitmen Untuk Meredakan Pikiran dan Perasaan

Perasaan kerap tak bisa mentolelir atas kejadian yang baru saja dialami seperti perpisahan. Winch memberikan pesan, terkadang kamu perlu memahami perasaan agar bisa move on dari mantan. Ia pun juga menyarankan agar mendengarkan alasan sang mantan kenapa kalian berpisah. Dengan memhami alasan mengapa hubungan berakhir kita membuat diri tak ingin berharap untuk kembali. Alhasil kamu pun bisa menjalani hidup yang indah ini.

Pikiran dan perasaan menjadi hal yang paling tekontaminasi akan rusaknya hubungan kalian. Lantaran menurut Wich otak saat patah hati merespon cara yang sama dengan pecandu yang menarik diri dari obat-obatan terlarang. Sama seperti pecandu yang perlu melawan desakan menggunakan narkoba, mereka perlu hati untuk berpikir rasional.

Meskipun Kekanak-Kanakan Tapi Memblok Sosial Media Ampuh Untuk Mengobati Luka Hati

Meskipun kelihatannya kekanak-kanakan dengan memblok sosial media, tetapi cara ini diyakini ampuh dengan mempersempit akses untuk menyakiti diri sendiri. Selepas kamu tidak berhubungan dengannya, pasti ada saja bawaan untuk ingin tahu bagaimana dia sekarang, apa yang dia lakukan, apakah dia sudah memiliki pengganti dirimu.

Untuk itu menurut Winch dengan menghapus atau memblokade semua sosial memdia membatasi akses sekaligus menghapus godaan untuk kepo. Secara otomatis cara ini akan membuat kamu merasa lebih baik.

Jangan Menyalahkan Diri Akan Perpisahan yang Sudah Menjadi Suratan Takdir

Jangan sampai kamu berfikiran untuk menyalahkan diri sendiri atas hancurnya hubungan. Kami juga tidak mengatakan kalau itu semua sudah berjalan sesuai takdir, dan saatnya kamu melangkah maju ke depan. Kami yakin tidak segampang itu untuk kasus seperti ini.

Dari segi psikologi menurut Winch, menyalahkan diri sendiri karena perpisahan menjadi alasan kenapa kamu sulit untuk move on, yang menyebabkan kamu larut dalam kesedihan. Selain itu, jikan dua orang berbeda kembali membuat titik balik dalam hubungan yang sama kemungkinan besar butuh waktu lama untuk menerimanya.

Misalnya saja kamu mendapat pujian akan dirimu, tetapi kamu menganggap itu adalah basa-basi belaka yang dilontarkan. Dengan pemikiran dan kondisi seperti itu, sudah saatnya menurut Winch untuk menganalisi apa yang terjadi dengan diri kamu sampai kamu tidak dapat menerima pujian tersebut. Alasanya yang mendasarinya mungkin rendah diri.

Stop Untuk Mempercayai Bahwa Dia Orang yang Terbaik

Kalau kamu ingin menangani patah hati secara jelas, menurut Winch adalah dengan tidak melihat lagi hal indah di dalam hubungan yang kandas. Ingatlah kalau mantanmu itu adalah orang yang tidak sempurna. Memang secara tidak langsung cara ini seperti memaksa, yakni memaksa mengingat hal buruk dalam hubungan tersebut.

Tetpai bukan berarti juga kita meyakinkan diri kalau mereka sebenarnya adalah orang yang mengerikan. Intinya dengan cara ini mampu menghentikan kekhawatiran kita untuk kembali menemukan orang baru yang mampu mengisi hati.

Jangan Membiarkan Hati Mengendalikan Kondisi Diri

Penelitian telah menemukan bahwa kegagalan untuk menemukan diri kita kembali dapat meningkatkan tekanan psikologis dari patah hati. Dalam artian sebuah asmara yang dulu adalah tentang “kita” setelah putus, semua kembali dengan “diri sendiri”. Seperti kamu biasanya makan diingatkan olehnya, mau kemana-mana harus bersamanya, sekarang hal itu sudah tidak kamu dapatkan lagi. Biasanya seseorang yang patah hati akan malas menjalani kondisi tersebut lantaran kaget bahwa ia harus melakukan ini sendiri.

Kata Winch jangan biarkan hati mengendalikan diri kita. Ingatlah hal-hal yang kamu cintai dan lakukan. Meskipun kegiatan tersebut biasa dilakukan dengan mantan, tetap lakukanlah. Kita perlu berhubungan kembali dengan diri sendiri saat belum merajut asmaraa. Kita juga bisa merubah penampilan, seperti ke salon untuk mendapatkan gaya rambut baru.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Melanie Putria dan Angga ‘Maliq & D’Essentials’, Resmi Bercerai!

Berbeda dengan Angga yang tak tampak dalam persidangan, Melanie Putria terlihat hadir dengan didampingi oleh kuasa hukumnya, pada sidang perceraiannya, yang digelar di Pengadilan Agama Jakarta Barat, kemarin Senin (21/1).

Dan atas kesepakatan bersama, keduanya akhirnya resmi bercerai sebagaimana hasil putusan yang dibacakan oleh hakim.

“Hari ini dikarenakan bukti sudah cukup, keterangan saksi juga sudah menguatkan alhamdulillah hari ini juga sekalian putusan. Sudah resmi bercerai,” ujar Indah Dewi Yani, kuasa hukum Melanie saat ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Barat, dikutip dari laman detik.com.

Ternyata proses perceraian keduanya sudah sejak lama dilangsungkan dan sepakat berpisah dengan baik-baik. 

Sebelumnya, keduanya menikah pada 7 Maret 2010 lalu. Dari pernikahannya itu, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Sheemar Rahman Purariredja. Jarang terlihat dalam gosip miring, keduanya tampak mesra di sosial media. Namun, mendadak harus berpisah setelah 8 tahun berumah tangga.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Dihargai Rp. 1.500/Kg, Petani di Banyuwangi Buang Buah Naga ke Sungai

Dinilai tak mendapat harga yang cukup mempuni, beberapa petani buah Naga di Bayuwangi terlihat membuang hasil panen ke sungai. Hanya dihargai sekitar Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per kilogram (kg). Tindakan para petani yang membuang buah naga ke sungai ini jadi salah satu bentuk protes atas merosotnya harga buah tersebut.

Dikutip dari laman Detik.com, Hari candra setyawan (29), warga Dusun Silirbaru Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi mengaku, anjloknya buah naga di Banyuwangi membuat dirinya merugi.

“Terpaksa saya buang ke sungai karena memang tidak laku. Dijual pun juga tidak nutut dengan ongkos petani,” ujarnya kepada wartawan, Senin (21/1/2019).

Dan dari foto dan video yang beredar luas di dunia maya, konon kegiatan membuang buah naga tersebut adalah kali kedua. “Ini bentuk protes kami karena buah naga dari Banyuwangi tidak laku dipasarkan. Kemarin kita buang 100 kilo. Ini lebih banyak lagi. Hampir 200 kilogram,” tambahnya.

Dianggap tak bisa mengembalikan modal, beberapa petani buah naga di wilayah sekitaran Banyuwangi, yakni di Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, akhirnya mempersilahkan masyarakat untuk memetik sendiri buah naga di kebunnya.

“Silakan kalau mau ambil sendiri di kebun. Gratis. Harga tidak nutup dengan ongkos petik,” ujar Ukri, dikutip masih dari laman yang sama.

Situasi ini sudah berjalan sekitar 2 minggu lebih, padahal menurut Ukri para petani baru bisa dikatakan mendapat untung jika harga buah naga diatas Rp. 6.500/kg.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Sering Merasa Sedih? Cobalah Lakukan Hal Ini Agar Hidupmu Lebih Bahagia Lagi

Ternyata, hal paling membahagiakan seseorang adalah ketika ia berhasil memecahkan sebuah persoalan dan bisa memahami semua keinginan yang ia inginkan. Namun untuk bisa mendapatkan itu semua, tentu tak akan mudah. Ada beberapa hal yang perlu dirubah, ditingkatkan dan ditambah dalam porsi yang lebih besar.

Ini bisa jadi susah, tapi bisa juga terasa mudah. Tergantung bagaimana kamu menilainya dan bertindak untuk menjadikannya nyata. Kira-kira apa saja ya?

Jangan Menunda-nunda, Kerjakan Apa yang Memang Harus Diselesaikan

Begini, kamu tidak akan bisa berjalan atau merasa bahagia. Jika hingga saat ini, kamu masih bingung untuk menentukan tujuan dan masih kerap menunda pekerjaan atau kegiatan.

Seorang penulis bernama Marilyn Vos Savant menyarankan kita untuk membuat daftar dari setiap tugas kecil yang harus dilakukan dalam sehari kemudian kamu bisa melakukannya  satu demi satu. Jangan sampai ada yang kelewatan ya. Hal tersebut juga bisa diterapkan untuk tugas mingguan dan bulanan lho.

Langkah ini hanya sederhana, karena kamu hanya cukup menyelesaikan apa yang memang jadi tanggung jawabmu sendiri. Tapi, yakinlah jika itu akan membuatmu lebih mudah untuk merasa bahagia.  

Tetapkan Tujuan dan Fokuslah Pada Apa yang Sedang Kamu Kerjakan

Pikirkan apa yang telah kamu capai mulai dari titik permulaan hingga sekarang ini. Kemudian belajarlah, untuk menghargai setiap proses yang akan kamu lakukan untuk pencapaianmu. Jika hal itu sudah berhasil kamu capai. Hal selanjutnya adalah melatih diri untuk bisa tetap fokus pada apa yang tadi sudah ditetapkan.

Kalau memang dirasa perlu, cobalah buat pengingat kecil yang bisa kamu lihat setiap saat. Dengan begitu, setiap kali kamu merasa lupa atau bimmbang, ada gambaran yang akan membantumu untuk tetap fokus pada tujuan.

Ubah Pandangan yang Selama Ini Kau Yakini, ‘Dari Mendapatkan Menjadi Memberikan’

Sebuah pepatah dari Wayne Dyer mengutarakan, “Ketika Anda mengubah cara Anda melihat sesuatu, hal-hal yang Anda lihat akan berubah.”

Ini mungkin akan sedikit susah dirubah, apalagi jika selama ini yang kita jadikan ukuran kebahagian adalah ketika kita mendapatkan. Bergeser dari yang selama ini dipercayai, kamu perlu untuk merubah cara pandang yang akan memberikan kebahagian.

Titik ini akan membuat kamu termotivasi melakukan hal lain yang bertujuan membuat bahagia orang lain. Bukan sekedar membuat dirimu bahagia saja. Tapi anehnya, meski yang kau lakukan bukanlah untuk dirimu sendiri. Ada hal lain yang justru membuatmu lebih bahagia dari yang selama ini kamu jalani.

Rubah dan Tetapkan Kebiasaan untuk Konsistensi yang Lebih Bisa Dipegang

Dari semua sumber bahagia, konsistensi untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan hati selalu jadi kunci untuk bisa lebih bahagia lagi. Kita butuh konsistensi dan pengulangan atas sesuatu hal. Karena ketika kita sudah berhasil untuk melakukan hal tersebut secara berulang dan konsisten. Ini akan membantu otak kita mudah beradaptasi akan runitinitas baru lain.

Selanjutnya keberhasilan kita untuk bisa tetap berpegang teguh pada rutinitas yang sudah dijadikan kebiasaan. Jadi hal lain yang selanjutnya akan melahirkan rasa bahagia dalam kegiatan yang kita jalankan.

Perbanyak Bersyukur dan Belajar untuk Lebih Fokus pada Lingkunganmu

Mereka yang menghabiskan waktu bersamamu akan mengubah hidupmu menjadi lebih baik, maka senantiasa tebarkanlah hal-hal positif disekitar orang-orang yang mendukungmu. Serta jangan lupa pula untuk berterimakasih atas kehidupan yang selama ini kamu dapatkan. Orang-orang baik yang ada di dekatmu, dan semua hal yang selama ini sudah ada dalam hidupmu.

Rasa syukur atas penerimaan diri atas apa yang dimiliki dalam kehidupan akan mendatangkan energi positif yang mampu membuatmu bahagia. Walau sebenarnya apa yang kau miliki adalah hal-hal sederhana.

Setiap Kali Hampir Menyerah, Visualisasikan Masa Depan Impianmu

Berita suka dan bahagia kerap datang tanpa diminta. Hari ini kita mungkin sedang berada pada tingkat bahagia yang tetinggi. Tapi esok hari bisa saja kita merasakan sedih yang paling bawah. Untuk bisa mengembalikan semangat yang hilang. Mari uraikan lagi gambaran masa depan yang kamu inginkan.

Buatlah bayangan, akan seperti apa hidupmu dalam 3 atau 5 tahun ke depan. Masih tetap menjadi dirimu yang sekarang, atau ingin jadi sosok yang lebih besar? Dari pertanyaan-pertanyaan seperti ini, secara tak langsung kamu akan terdorong untuk melakuka apa saja demi mewujudkannya.

Dan Ambil Lebih Banyak Tindakan dari Semua Hal yang Sudah Kamu Rencanakan

“Talk Less do More”

Simpan semua omong kosong yang hanya bisa terdengar menyenangkan telinga. Mari ganti dengan sebuah tindakan nyata yang bisa merubah hidup kita. Karena selain membuat diri bahagia, satu tindakan tentu jauh lebih berarti jika dibandingkan dengan semua hal-hal yang selama ini hanya kamu bicarakan tanpa dibuktikan.

Pakailah waktu untuk membuat diri bahagia, dan mewujudkan semua mimpi yang selama ini sudah ada dalam kepala.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top