Feature

Memangnya Kenapa kalau Laki-laki Gandengan Tangan?

Gandengan tangan sesama laki-laki di Indonesia pasti bakal dianggap tabu, dan banyak menjurus ke satu persepsi kalau mereka adalah penyuka sesama jenis. Pandangan publik terhadap hal ini memang seperti itu, karena LGBTQ pun disini tidak dilegalkan dan masih dianggap salah satu bentuk penyimpangan seksual.

Ironisnya, angka LSL atau lelaki suka lelaki di daerah Depok saja sebanyak 5.791 pria menurut data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Depok. Dan angka ini semakin meningkat di Indonesia. Nah, dibalik angka yang semakin meningkat tersebut membuat perilaku antara laki-laki di Indonesia menjadi perhatian tersendiri. Memang, gandengan tangan sesama laki-laki di Indonesia tidak memiliki makna persahabatan seperti halnya di India.

Di negara yang terkenal akan Bollywood-nya tersebut, gandengan tangan sesama laki-laki dianggap wajar lantaran menggambarkan persahabatan yang erat dan keakraban. Apabila, kamu melihat ada dua laki-laki India bergandengan tangan di tempat umum jangan menjustifikasi macam-macam ya, karena persepsi mereka secara budaya berbeda dengan kebudayaan kita di Indonesia. Toh kalaupun kamu masih nyinyir akan proses gandengan tangan tersebut, dimana letak salahnya? Bukankah kebudayaan persahabatan yang ditunjukan itu baik, bukan bentuk kebudayaan negatif, ya ‘kan?

Gandengan Tangan Jadi Bukti Persahabatan

Gandengan tangan sesama laki-laki  menjadi pemandangan umum di India. Hal ini biasa terjadi di mana-mana bahkan di kota besar sekalipun, seperti di Mumbai. Terlepas dari aspek seksualitasnya, bagi mereka, bergandengan tangan adalah tanda persahabatan dan keakraban. Semangat persahabatan ini ditunjukan lewat sebuah aksi atau sikap yang ditunjukan. Kalau kamu sendiri apakah bersedia menggandeng tangan temanmu untuk menunjukan keakraban?

Melepaskan Stigma Buruk yang Melekat kepada Mereka yang Bergandengan

Seperti yang sudah dibahas, cowok bergandengan tangan ketika sedang jalan bareng bukan merupakan pemandangan tabu. Cowok-cowok yang bergandengan tangan tadi itu bisa sekedar temenan atau berkelompok. Dan tidak ada stigma buruk yang melekat kepada mereka, seperti mendapatkan justifikasi sebagai homofobik.

Bukan berarti LGBTQ tidak berkembang di sana, karena di India terdapat banyak komunitas LGBTQ untuk bertemu dan bersosialisasi meskipun tak terbuka. Seperti Gay Bombay, Good as You, dan Harmless Hugs. Bahkan ada platform kencan aneh yang berkembang di India bernama Amour Queer Dating demi membantu orang LGBT menemukan mitra atau pasangannya.

Meskipun LGBTQ Berkembang, Tak Membuat Bergandengan Tangan Mengalami Pergeseran Makna di India

Budaya bergandengan tangan sebagai simbol persahabatan sangat kuat, dan tak mengalami pergeseran makna sebagai bentuk homofobik. Meskipun LGBTQ sangat berkembang di India. Menurut jajak pendapat tahun 2017 yang dilakukan oleh ILGA, 58% orang India setuju bahwa orang-orang gay, lesbian, dan biseksual harus menikmati hak yang sama seperti orang lurus, sementara 30% tidak setuju. Tetapi batasan di sekitar homoseksualitas sangat parah di India. Hubungan seks sesama jenis tak hanya tabu, tapi juga ilegal di India, meskipun undang-undang ini sudah ditinjau ulang.

Corak Bahagia Terpancar dari Wajah Mereka yang Bergandengan Tangan secara Spontan

Corak bahagia yang terpancar dari mereka bergandengan tangan sangat dipuji oleh fotografer asal Inggris, Vincent Dolman. Baginya perihal bergandengan tangan ini sangat menarik. Apalagi, di Inggris, homoseksualitas cukup dibenci, sampai mendapat tindakan kekerasan. Alhasil melihat pemandangan mereka sangat menarik bagi sang fotografer.

“Temuan kayak gini(laki-laki yang bergandengan) sangat menarik. Saya senang bagaimana para laki-laki bisa, bahkan tanpa pikir panjang, menunjukkan kedekatan mereka. Saya ingin laki-laki di negara manapun seharusnya bisa melakukan hal sama.” ujarnya dilansir dari Vice.

Lantas Kenapa Laki-Laki Harus Malu untuk Bergandengan?

Kalian pasti ada rasa malu untuk bergandengan tangan dengan temanmu sendiri, atau kamu pun merasa geli dan jijik dengan sikap ini. Tetapi apa yang diucapkan Vincent cukup masuk akal, bahwa menunjukan kedekatan dari ruang lingkup keakraban harusnya tanpa pikir panjang. Seperti halnya orang di India, kedekatan dan keakraban harusnya bisa ditunjukkan. Nah, untukmu yang laki-laki apakah masih merasa malu? Geli? Atau sebaliknya ketika meminta atau diminta bergandengan tangan dengan teman laki-lakimu?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jika Sudah Pergi, Jangan Kembali Lagi 

“Setelah perpisahan kita, hatiku memang remuk. Dihantam dengan keras oleh perpisahan, hingga sulit untuk melupakan”

Kita pernah bersepakat, agar terus jadi dua orangyang sepaket. Bersama dalam suka dan duka, beriringan meski dihadang cobaan, dan akan tetap saling mengenggap apapun hal yang akan terjadi di depan. Sampai akhirnya, hari perayaan patah hati itu tiba tanpa diduga. Hubungan yang sudah sekian lama dibina, selesai begitu saja.

Sampai kini, aku masih bisa mengingat setiap janji yang pernah kamu sampaikan. Diucapkan dengan penuh keyakinan, dan memintaku percaya atas semua yang kamu bilang. Walau kini aku harus banyak-banyak menyadarkan diri sendiri. Meminta hatiku melupakan agar tak lagi terbayang atas kisah cinta yang pernah kita jalankan. Karena nyatanya, perpisahan itu sudah berlangsung lama, walau sampai kini masih menyisahkan luka.

Belajar melepaskan tentu bukanlah upaya yang mudah. Ada ribuan rasa sayang yang susah payah aku lupakan, jutaan kenangan yang juga harus kuhilangkan dari ingatan. Hidup tanpa dirimu, aku berjuang melepaskan semua cintaku. Pelan-pelan semuanya mulai membaik. Hidupku berjalan dengan alur yang hampir sempurna. Tak lagi berharap bersama, aku mulai berdamai dengan hidup yang kini aku punya.

“Lalu, kau datang lagi. Menawarkanku hati untuk kembali dicintai…”

Kamu mungkin tak tahu, bagaimana kerasnya upayaku. Belajar melupakan semua kenangan, menata hati yang kemarin kau porak-porandakan. Lalu  dengan mudah kau hancurkan. Tanpa rasa bersalah, kau haturkan maaf atas kepergian pertama, lalu mengajakku untuk kembali memulai semuanya dari awal seperti pertama kali kita jumpa. Dirimu bisa saja menjadi manis dalam berkata-kata, tapi sikap dan perilaku bisa jadi masih serupa.

Harus kuakui memang, perasaan sayang dan cinta yang kumiliki masih serupa, ada untukmu sesuai porsinya. Tapi patah hati pertama, jadi alasan logis yang membuatku tak harus menerimau kembali sebagai yang tercinta. Tak bisa mencegahmu datang kembali, tapi kuharap dirimu akan mengerti jika sudah tak ada ruang untuk kembali saling mengasihi.

Bawalah cinta dan keinginanan yang kini kembali kamu sampaikan. Aku akan tetap melanjutkan hidup tanpa berharap bisa kembali bersama denganmu lagi. Tak lagi pernah berharap untuk bisa bergandengan, aku belajar jika sebagian cerita yang kuanggap menyenangkan tak selalu jadi sesuatu yang layak diperjuangakan. Mari sama-sama melupakan dengan tak lagi saling mengusik kebahagian. Sebagaimana aku yang sudah sejak lama menjauh darimu, kuharap kau pun bisa melakukan hal serupa atas diriku.

“Jika sudah pergi, tak perlu datang lagi”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kedewasaan Seorang Laki-laki Dilihat dari Seberapa Sabar Ia Menghadapi sang Kekasih

Jauh lebih penting daripada wajah rupawan, kedewasaan adalah pertimbangan yang akan dipikirkan perempuan saat hendak memilih pasangan. Apalagi jika hubungan yang dijalani akan dibawa ke jenjang pernikahan. Memang usia tak bisa dijadikan tolok ukur kedewasaan seseorang, itulah mengapa perempuan akan melihat kedewasaan laki-laki dari caranya bersikap. 

Jauh dari sikap emosional, ia memiliki pembawaan yang tenang dan selalu tahu kapan harus bersuara untuk menentukan segala hal. Jangankan untuk berkata kasar, bicara dengan nada yang tinggi saja ia mungkin tak pernah. Sabar dalam segala hal, kemampuannya untuk selalu bersikap baik pada semua orang akhirnya membuatmu jatuh hati.

Dan jika kekasihmu benar-benar memiliki sikap yang seperti itu, bersyukurlah kamu. 

Meski Kadang Menerima Perlakuan Tak Menyenangkan dari Orang, Ia Tetap Kalem dan Tenang 

Iya, kesabaran yang ia miliki mungkin akan membuatmu geram pada beberapa situasi. Semisal, tatkala kebaikannya dimanfaatkan oleh orang-orang. Bukannya menjauh atau membalas perbuatan mereka, ia masih saja bisa berkata ‘tak apa’ lalu memafkan yang sudah memanfaatkan kesabarannya. 

Darinya kemudian kamu belajar, bahwa meski perbuatan baik tak selalu dibalas dengan yang baik. Tapi kita tetap harus sabar. Menerima semua balasan, walau kadang jauh dari apa yang kita harapkan. 

Kesabarannya Padamu, Selalu Ia Tuangkan dalam Bentuk Perhatian yang Penuh

Tahu bagaimana cara untuk menempatkan diri di hadapan pasangan. Lelaki dewasa, selalu mampu bersikap sabar untuk menunjukkan perhatiannya padamu. Walau tak diminita, ia sudah tahu kapan harus bertanya dan bersuara. Memberimu perhatian untuk hal-hal yang kamu kerjakan, dan memberi dukungan untuk segala mimpi yang sedang kamu inginkan. 

Walau jauh dari hal-hal manis atau romantis, namun perhatian yang ia sampaikan selalu berhasil membuatmu merasa senang. Tak berlebihan, tapi itu membuktikan jika dirinya memang benar-benar sayang. 

Tahu Apa yang Ingin Diraihnya, Termaksud Bagaimana Kelangsungan Hubungan Bersama

Seorang lelaki dewasa tentulah punya tujuan hidup yang jelas dan apa saja mimpi yang ingin diraihnya di masa depan. Begitu pula kelangsungan hubunganmu dengan dirinya. Jika di depan perjalanan nanti akan ada konflik yang akan melanda hubungan berdua. Ia selalu siap dan tahu bagaimana cara untuk menghadapinya. 

Tak akan mudah menyerah begitu saja, dalam dirinya ada kebulatan tekad yang kuat untuk menghadapi semua hal yang ada. Maka, ketika lelaki sudah punya tujuan yang jelas, ia akan dengan sabar menjalani proses dan melewati semuanya dengan baik. Meskipun butuh perjuangan ekstra, ia tak akan mudah patah arang. Jadi kamu cukup beruntung mendapatkannya. 

Tanpa Harus Terbawa Emosi, Dirinya Selalu Bisa Bersikap Lembut dalam Menyelesaikan Masalah

Lain denganmu yang tak bisa berpikir jernih jika tengah menghadapi masalah. Entah mengapa lelaki ini selalu berhasil membuatmu membuka mata. Jika orang lain akan lelap dalam amarah saat kecewa, dirinya justru sebaliknya. Tenang dan selalu memberimu kedamaian, adalah dua hal yang akan selalu kamu rasakan saat sedang menyaksikannya menyelesaikan masalah. 

Bertolak belakangan dengan sikap dan kemampuanmu, ada bagian dari dalam dirimu yang terasa penuh setiap kali ada dia di dekatmu. 

Menghormati Privasi dan Mengerti Batasan 

Walau sudah berstatus sebagai pacar yang kelak akan jadi suami, tak sekalipun ia bersikap mengekang. Ia selalu percaya jika saling menghargai dengan memberi pasangan ruang gerak adalah penting untuk hubungan. Ia memberimu kebebeasan untuk berekspresi, membantumu bergerak untuk mewujudkan mimpi, dan selalu bersikap jadi teman baik setiap kali kamu butuh berbagi. Ia akan selalu mendengar, setiap kali ada hal yang ingin kamu bagikan. Menopangmu ketika kamu butuh dibantu. 

Serta Menempatkanmu Sebagai Prioritas yang Harus Selalu Diperhatikan dan Diutamakan

Tahu jika dirimu penting, kedewasaan yang ia miliki membuatnya menempatkanmu sebagai sosok penting yang harus selalu diutamakan. Dirinya paham, apa yang harus dipikirkan sekarang dengan hal lain yang sebaiknya diabaikan. Ia berpikir jauh ke depan dan sadar mana yang penting untuk didahulukan dan salah satunya adalah dirimu. 

Jadi Tak Heran, Jika Bersamanya Selalu Membuatmu Senang dan Tenang 

Kesabaran dan kemampuannya dalam memperlakukanmu dengan baik, tentu memberimu rasa nyaman dan bahagia yang tak biasa. Berbeda dari laki-laki yang sebelumnya mungkin kamu temui. Ia hadir membawa suasana dan dampak yang berbeda. Berdua bersamanya, membuatmu belajar banyak makna. Memberimu bahagia sebab telah menghadirkan warna-warna yang berbeda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Seorang Selebgram Laporkan Lucinta Luna Karena Telah Menginjak Fotonya 

Lucinta Luna memang tak pernah luput dari pemberitaan. Baru-baru ini, ia dilaporkan oleh seorang selebgram bernama Rivelino Wardhana ke kepolisian, karena sikapnya dalam sebuah tayangan konten talkshow di salah satu channel Youtube.  

Pada tayangan tersebut, terlihat sesorang memperlihatkan foto Rivelino Wardhana, Lucinta Luna yang melihatnya terlihat tampak geram hingga kemudian menginjak foto tersebut di lantai. Lantaran tak terima dengan sikap dari Biduan tersebut, selebgram tersebut memilih jalur hukum untuk menyelesaikan permasalahan mereka.

Dikutip dari Kapanlagi.com, pelantun lagu Bobo Dimana tersebut mengaku belum menerima kabar dari lawyer atau manajernya mengenai kabar tersebut.

“Oh aku sih belum tahu ya ada laporan kayak gitu dari lawyer aku, manajer aku juga enggak tahu. Di situ kita belum terima laporannya karena Lucinta ini baik terhadap siapa pun,” ujar Lucinta Luna, saat saat ditemui di gedung Trans TV, Jakarta Selatan, Senin (22/7/2019).

Mantan personil Dua Bunga itu, akan dilaporkan karena ada dugaan pencemaran, penghinaan, dengan menyerang kehormatan. Akan tetapi, disinggung perihal sikapnya tersebut, dirinya merasa tak merasa bersalah kepada pria yang digosipkan pernah menjalin hubungan dengannya itu.

“Aku nggak tahu apa-apa ya, enggak ngerti. Intinya aku enggak menerima laporan tertentu karena aku baik-baik saja kok,” jelasnya.

Dan dari pengakuannya, Lucinta Luna menyebut kalau aksi menginjak foto itu adalah ide dari tim kreatif acara yang diisinya. Saat ini ia sendiri tidak mau berkomentar lebih banyak terkait kasus itu.

“Oh nggak ada (motifnya) kok. Itu yang inisiatif orang kreatifnya saja,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top