Feature

Memaknai Profesi Sebagai Perawat Oleh Friska Silitonga

“Mungkin dulu orang-orang beranggapan perawat adalah bawahan dokter, tapi bagi saya, perawat zaman now adalah rekan kerja dokter” jadi kalimat penutup yang dipakai olehnya dari pertanyaan pertama yang saya kirimkan padanya.

Kurang mendapat apresiasi dan upah yang belum layak, barangkali jadi dua hal yang kerap kita dengar sebagai keluhan dari mereka yang berprofesi sebagai perawat. Meski sejujurnya, sebanyak apapun uangnya jelas tak akan bisa menggantikan pengabdian yang mereka lakoni setiap hari.

Coba bayangkan berapa banyak dari kita yang akan mati mengenaskan, tanpa mereka. Mengemban beban dan tanggung jawab yang berat. Mereka harus tetap kuat, meski dirinya sedang butuh istirahat.

Namun  terlepas dari beban dan perlakukan yang selama ini dianggap masih kurang pada profesinya, kali ini bertepatan dengan Perayaan Hari Perawat Sedunia, yang jatuh pada setiap tanggal 12 Mei. Friska Silitonga, seorang perawat muda yang bekerja di salah satu Rumah Sakit Swasta di Kota Bandung. Berbaik hati untuk berbagi cerita kepada kami, tentang bagaimana kehidupannya menjadi seorang perawat.

Bisa diceritakan sekilas, mengapa akhirnya memilih untuk menjadi perawat? Dan adakahh pengalaman lain yang membuatmu sempat merasa diremehkan, karena memilih menjadi seorang perawat?

Memilih untuk menjadi seorang perawat karena awalnya saya berfikir bahwa lapangan pekerjaan untuk bidang kesehatan itu sangat dibutuhkan. Bukan hanya di rumah sakit, tapi bisa buka klinik sendiri,kerja di perusahaan besar, bisa juga jadi medic di pertambangan minyak/tempat wisata/kapal pesiar, dan bisa juga jadi perawat yang terintegrasi di luar negeri, dan masih banyak peluang lain.

Semenjak saya menjadi seorang perawat (student/karyawan), saya belum pernah diremehkan oleh pasien atau rekan kerja saya. Karena untuk menjadi perawat yang profesional,saya harus memiliki pengetahuan, skil, dan attitude.

Mungkin dulu orang-orang beranggapan perawat adalah bawahan dokter, tapi bagi saya perawat zaman now adalah rekan kerja dokter.

Selanjutnya dari berbagai macam sumber informasi, perawat masih belum mendapat apresiasi dan upah yang layak di kehidupan nyata. Bagaimana kamu menyikapi hal ini?

Begini, menurut saya upah yang diberikan untuk seorang perawat di Indonesia memang belumlah pantas, karena kuliah untuk jadi perawat haruslah mengambil Sarjana keperawatan. Dengan rentang waktu 4tahun, dan biaya persemester itu Rp.16 juta x 8 semester. Belum lagi kalau ingin diterima bekerja di Rumah Sakit harus, haruslah mengikuti profesi keperawatan selama 1tahun dengan biaya Rp. 26 juta.

Dan hal lain yang tak kalau penting,menjadi mahasiswa keperawatan itu harus mengeluarkan kocek yang lumayan banyak karena harus mengeluarkan biaya setiap mengikuti program praktek ke rumah sakit. Dengan kata lain, bukan hanya dokter yg kuliah mahal, tapi perawat juga loh!

Jam kerja yang berbeda, pernahkah kamu berpikir untuk mencari pekerjaan lain saja? Pekerjaan dengan jam kerjanya lebih santai, mungkin?

Untuk jam kerja, saya hanya kurang bahagia pada shift malam saja, karena harus kerja 10 jam (21.00-07.00). Hal itu dikarenakan pemerintah menganjurkan untuk jam Kerja Rumah Sakit 7 jam (pagi) – 7jam (sore) – 10 jam (malam).

Nah, saya lebih suka kerja 3 shift, karena salah satu kelebihannya adalah saya bisa off 2-3 hari di weekday. Akan tetapi sejak 8 tahun saya menjadi perawat, belum pernah saya berfikir untuk memilih pekerjaan yang lain.

Panggilan jiwa mungkin jadi salah satu hal yang melatarinya, tapi adakah momen tertentu yang membuat kamu merasa menyesal telah mengambil pilihan ini?

Saya belum pernah menyesal untuk menjadi seorang perawat, karena menjadi seorang perawat saya mengerti bahwa untuk menjadi sehat itu bukan dilihat dari fisik saja, Karena sehat yang sempurna itu adalah sehat holistik yaitu sehat fisik,mental,  spiritual. Jadi kalau ada orang yang suka galau-galau, harus hati-hati, karena itu salah satu gejala tidak sehat. Asekkk..

Lalu apakah ada sesuatu yang mungkin pernah membuat kamu merasa terganggu, pasien yang terlalu cerewet atau hal lain yang mungkin membuat dirimu merasa kesal? Dan biasanya kalau sudah begitu, bagaimana kamu menahan emosi dan menenangkan diri sendiri?

Menghadapi pasien yang cerewet mah udah biasa, karena setiap orang yang sakit pasti emosinya juga terganggu. Untuk pasien-pasien super rewel biasanya dihadapi dengan ramah, senyum yang paling manis, touch, perhatian, dan berpikir kritis untuk menjelaskan penyakit yang diderita oleh pasien.

Seberapa sering kamu kamu mengambil bagian, untuk hal-hal yang harusnya dikerjakan oleh dokter?

Untuk mengambil bagian dari tugas dokter, saya pikir melakukan semua perawatan yang diberikan untuk pasien 24 jam diberikan oleh Perawat. Untuk pasien yang di rawat inap biasa, semua perawatan dilakukan oleh perawat.

Contohnya begini, perawat yang menghitung dosis obat yang ditentukan dokter,  mengganti balutan luka, memasang alat-alat medis ke pasien, tindakan hemodialisa (cuci darah), tindakan kemoterapi, tindakan operasi yang dilakukan bersamaan dengan dokter. Semua tindakan yang diberikan oleh perawat adalah sesuai dengan order dokter. Dan bersyukurnya pada Rumah Sakit saya bekerja, semua dokter menganggap perawat adalah rekan kerja.

Setiap orang pasti pernah keliru, sejauh ini adakah hal-hal yang pernah jadi kesalahan yang kamu lakukan saat sedang merawat pasien-pasienmu?

Sampai saat ini, apabila ada keluarga pasien yang tampak ragu untuk perawatan yang saya berikan. Saya akan memberikan penjelasan rasional yang dapat dimengerti oleh pasien/relatif. Itulah mengapa menjadi seorang perawat haruslah smart, untuk menghadapi relatif yang pemikirannya kritis. Akan tetapi, terkadang saya melibatkan dokter/head nurse untuk menjelaskan kekeliruan pasien/relatif.

Dan dari semua pasien yang pernah kamu rawat, adakah momen haru yang membuatmu sangat bersyukur karena bisa membantu mereka untuk sembuh?

Banyak momen yang sangat membuat saya terharu. Saya bekerja menjadi seorang perawat anak, ada satu pasien saya yang mengidap kanker darah atau AML (acute mieloblastic leukimia). Umurnya masih 1 tahun. Orang tua pasien ini menantikan seorang anak selama 18 tahun, dan setelah 18 tahun dikaruniakan anak yang spesial.

Hingga saat ini kedua orangtuanya semangat dan berjuang untuk menjalani semua terapi yang di programkan oleh dokter.Suatu kali pasien ini ( inisial M. A) menghadapi keadaan yang kritis yaitu HB menurun drastis Karena menjalani kemoterapi terus menerus, tapi karena semangat orang tua + dokter + perawat dan khususnya kuasa doa, M.A bisa kembali stabil.

Dan kehidupan M. A di RS 4 hari, dan di rumah pasien 3 hari. Saya selalu bersyukur dan bersukacita atas kesembuhan semua pasien yg saya rawat.

Menjadi perawat jelas adalah sebuah tanggung jawab yang besar. Pernah kah kamu takut gagal dalam hal menangani pasien? Atau mungkin pernah merasa bersalah untuk sebuah penangan pasien?

Hingga saat ini saya belum pernah merasa gagal untuk menjadi seorang pemberi asuhan keperawatan, karena saya percaya setiap kesembuhan yang diperoleh pasien adalah suatu kuasa yang di berikan oleh Tuhan.

Sebagai penutup obrolan, ada satu kalimat yang disampaikan oleh Friska sebagai kutipan akan pekerjaan yang sekarang ia jalani dengan penuh sukacita.

“Hidup atau mati hanya ditentukan oleh pencipta dan Perawat dipilih Tuhan untuk menjadi tangan yang membawa kesembuhan” begitu tutupnya. 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

10 Hal yang Menandakan Kamu Masih Terobsesi dengan Mantanmu

Putus cinta adalah satu hal yang tak pernah diinginkan oleh setiap orang. Alasannya tentu karena perpisahan dalam sebuah hubungan hanya akan meninggalkan rasa sakit di hati. Belum lagi butuh waktu yang cukup lama untuk bisa melupakan cinta di masa lalu dan mencoba memulai kehidupan yang baru.

Tak jarang ada banyak orang yang gagal move on dan masih terobsesi dengan sang mantan. Ini adalah 10 tanda yang menunjukkan jika kamu masih belum bisa beralih dari bayangan mantamu.

1. Masih Sering Stalking Dia di Media Sosialnya

Kamu masih ingin tahu segala hal tentangnya. Karenanya kamu masih sering stalking tentang dia lewat semua media sosial yang dia miliki. Lebih baik jangan buang waktumu untuk tinggal dalam kenangan yang sulit untuk kamu ulang kembali. Jangan buang waktumu untuk dia yang bahkan tak lagi mempedulikanmu.

2. Kamu Ingin Terus Berdekatan Dengannya

Meskipun kamu sudah melewati masa yang menyakitkan saat bersama dengannya, rasanya kamu tetap ingin selalu bersama dengannya. Entah kenapa, bahkan kamu seakan tak peduli dengan apa yang sudah kamu dan dia lalui di masa lalu.

3. Terbayang akan Mantan Saat Kamu Berada di Tempat Umum

Kamu sering mengira orang yang ada di tempat umum itu adalah mantanmu, padahal bukan. Dan saat kamu sadar, kamu merasa kecewa dan sedih karena kembali teringat akan hubunganmu yang sudah berakhir.

4. Gebetan Barumu Adalah Sosok yang Mirip dengan Mantanmu

Kamu belum bisa melupakan mantanmu. Bahkan kamu mencari orang lain yang sangat menyerupai sosok mantanmu itu. Jika sudah begini, kamu hanya bisa menyakiti dirimu sendiri dan juga menyakiti gebetan barumu itu.

5. Kamu Masih Sering Memikirkan Mantanmu Sebelum Kamu Tidur di Malam Hari

Jika kamu mengalami hal ini, artinya kamu masih sangat terobsesi dengan mantamu. Bagaimana tidak, setiap malam sebelum kamu tidur kamu masih saja mengingat mantan, mantan dan mantan.

6. Kamu Mencoba Mencari Tahu Tentang Kehidupan Asmaranya yang Baru

Tindakan yang satu ini hanya akan memperburuk suasana hatimu saja. Lebih baik kamu mengehentikan hal ini dan jangan ikut campur lagi dalam kehidupannya, terlebih perihal kehidupan asmaranya.

7. Kamu Mencari Sosok Pasangan yang Memiliki Sifat dan Karakter yang Mirip dengan Mantanmu

Saat ada orang yang berusaha mendekatimu, kamu baru akan menganggapnya saat dia memiliki sifat dan karakter yang mirip dengan mantanmu dulu. Padahal hal ini hanya akan terus menerus mengingatkanmu akan masa lalumu dengan mantamu.

8. Kamu Masih Menyimpan Amarah pada Mantanmu

Kalau kamu masih menyimpan amarah terhadap mantanmu, kamu tak akan bisa melupakannya. Amarah yang masih kamu simpan hanya akan menuntunmu untuk berusaha membalas dendam kepadanya. Pikirkanlah lagi, kamu dan dia butuh untuk bahagia meski tak bersama.

9. Kamu Masih Menyimpan Semua Pemberian Dari Mantanmu

Meski sudah putus, nyatanya kamu tak ingin lantas membuang semua barang pemberiannya. Sebaliknya kamu masih saja menyimpannya dengan baik sampai saat ini. Kamu pun tak pernah berpikir untuk membuangnya.

10. Kamu Takut Berkomitmen

Kamu masih ingat dengan masa lalumu yang pahit. Akhirnya kamu pun takut untuk berkomitmen. Kamu takut dia yang baru datang dalam kehidupanmu akan menyakitimu juga seperti halnya dengan apa yang sudah mantanmu lakukan terhadapmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

5 Alasan yang Membuat Laki-laki Tak Kunjung Melamar Kekasihnya

Mungkin ada kalanya kamu merasa jengah dengan hubunganmu yang tak kunjung menemui titik jelas menuju pelaminan. Padahal kamu dan dia sudah semakin dekat seiring berjalannya waktu. Dia pun bertingkah seolah dia sangat mencintaimu, namun kenapa dia tak kunjung melamarmu sampai saat ini?

Banyak alasan yang akhirnya membuat seorang laki-laki memilih menunda untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius dengan kekasihnya. Berikut adalah lima dari banyaknya alasan yang mungkin dimiliki oleh pasangamu saat ini.

1. Masih Merasa Belum Menjadi Laki-laki yang Baik untuk Menjadi Pemimpin Keluarga

Mungkin hal ini bisa terjadi karena laki-laki berpikir bahwa kamu masih lebih baik darinya. Sehingga akhirnya dia minder untuk melamarmu dan menjadikanmu pendamping hidupnya. Bisa saja saat ini dia masih mencoba memperbaiki dirinya agar pantas menyandingmu kelak.

2. Trauma akan Masa Lalu

Setiap orang tentu memiliki kenangan di masa lalunya, baik itu merupakan kenangan yang buruk atau kenangan yang indah. Seorang laki-laki yang sudah memiliki traumatik yang cukup besar akan sebuah hubungan biasanya akan lebih berhati-hati untuk memilih pasangan, terlebih untuk melamar dan mengajak pasangannya menikah. Ada banyak pertimbangan yang harus dia pikirkan baik-baik terlebih dulu.

3. Masih Ada Cita-cita yang Belum Tercapai

Beberapa laki-laki memiliki prinsip untuk lebih memprioritaskan karir dan impiannya sebelum melamar seorang perempuan. Menurut mereka, saat dia menjadi seorang yang sukses, maka hal itu juga akan mempengaruhi hubungan percintaannya.

4. Takut Ditolak

Alasan lain yang juga sering dijumpai adalah ketakutan akan ditolak. Dia merasa takut jika kamu akan menolak lamarannya dan kemudian penolakan itu akan membuat hubunganmu dan dia menjadi renggang dan sedikit kaku.

5. Masih Ingin Bebas tanpa Sebuah Hubungan yang Serius

Biasanya laki-laki menyukai yang namanya kebebasan. Dia cenderung takut untuk terikat dalam sebuah hubungan yang serius. Mungkin saja alasannya belum juga melamarmu sampai saat ini karena dia masih ingin bebas untuk bersenang-senang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Bangsa Nordik Dikenal sebagai Bangsa yang Paling Bahagia, Kamu Tahu Alasannya?

Sudah bukan rahasia lagi kalau bangsa Nordik yang tinggal di wilayah Skandinavia dikenal sebagai bangsa yang paling bahagia. Tak peduli iklim dan cuaca di negara-negara tersebut dinginnya bukan main–terutama untuk orang-orang seperti kita yang tinggal di negara tropis, nyatanya tak menghalangi orang-orang di sana untuk hidup lebih produktif dan menjadi bangsa yang paling berbahagia. Nah, kalau ditanya alasannya, ternyata mereka memiliki filosofi khusus khas bangsa Nordik yang dijadikan prinsip dalam hidup mereka sehari-hari. Menarik, bukan? Siapa tahu bisa menginspirasimu…

Sisu: Cara Orang Finlandia Menerapkan Inner Peace

Pada tahun 2017, media The Times memasukkan cara hidup orang Finlandia yang sering disebut sisu sebagai salah satu gaya hidup yang patut diterapkan. Kata sisu sukar diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, tapi kalau diartikan secara harafiah, maknanya begini: “Segala sesuatu yang seharusnya selesai, maka suatu saat akan selesai.” Dengan menerapkan sisu, sejatinya kamu juga akan belajar mengenai pengendalian diri. Baik secara tindakan, pemikiran, maupun tutur kata.

The Times mengatakan, demi membangkitkan semangat untuk menerapkan sisu, belajarlah untuk mengucapkan sebuah kata tanpa menunjukkan ekspresi wajah. Poin yang mau diajarkan bukan soal pengucapannya, tapi bagaimana menghadapi sesuatu tanpa harus mengeluarkan ekspresi yang berlebihan. Bila kita menguasai sisu, batin pun akan tenang. Mungkin ini alasan banyak orang Finlandia yang dikenal tenang, percaya diri, serta berprinsip.

Lagom: Belajarlah Memanfaatkan Sesuatu Semaksimal Mungkin ala Orang Swedia

Seperti ilustrasi yang dikutip dari Bright Sidelagom sejatinya adalah kemampuan khusus yang dimiliki oleh orang Swedia demi menyeimbangkan kehidupan mereka. Konsep hidup semacam ini sering dijabarkan begini: “Belajarlah untuk hidup cukup, yaitu tidak berlebihan tapi tidak juga berkekurangan.”

Dalam kehidupan masyarakat Swedia, menerapkan prinsip lagom itu sudah mendarah daging. Termasuk dalam urusan ekonomi maupun bisnis. Biasanya orang yang sukses menerapkan prinsip lagom ini, mereka bisa mengontrol sesuatu yang ada di sekitarnya. Mereka tak akan gegabah dalam menyikapi suatu masalah. Hanya saja, menerapkan prinsip ini memang sukar. Kalau kamu tertarik, maka tak ada salahnya mencobanya mulai dari dirimu sendiri.

Arbejdsglæde: Cara Orang Denmark Mencintai Pekerjaan Mereka

Bagi orang Denmark, kemampuan untuk menikmati kehidupan termasuk mencintai pekerjaan mereka disebut arbejdsglæde. Konsep hidup ini sudah lama diterapkan oleh banyak orang Denmark karena ampuh menciptakan kebahagiaan dalam hidup mereka. Setiap tahunnya, sebuah perusahaan bernama Universum Global menerbitkan hasil pengamatannya terkait tingkat kepuasan karyawan dengan pekerjaan mereka. Pengamatan tersebut berdasarkan data dari banyak karyawan di beberapa negara, menariknya, bangsa Nordik selalu berada di urutan teratas.

Untuk menerapkan cara hidup seperti ini sebenarnya sederhana, cobalah temukan manfaat dalam pekerjaan yang kamu lakoni sekarang ini. Setelah itu, cobalah untuk mengakrabkan diri dengan kolega dan atasan, kerjakan tanggung jawab harian sehingga orang-orang di sekitarmu bisa menilaimu sebagai orang yang bisa diandalkan.

Selanjutnya, tetap bekerjalah dengan tenang sembari berusaha meningkatkan performa. Kalaupun menurutmu semua hal itu terdengar klise dan sukar diwujudkan, maka cobalah untuk melakukan manuver. Sebab bagi orang Denmark, orang yang bahagia dengan pekerjaannya adalah dia yang merasa senang saat berangkat kerja dan rasa senangnya sama seperti saat kamu hendak pulang ke rumah.

Friluftsliv: Mencintai Lingkungan Sekitar ala Orang Norwegia

Filosofi friluftsliv bagi orang Norwegia adalah menghabiskan waktu sepanjang hari di alam dan menyatu dengan alam untuk menemukan kembali ketenangan sejati dalam diri. Jadi, bukan hanya fokus pada aktivitas seperti hiking, tapi juga berusaha menyingkirkan segala pikiran negatif yang mungkin menekanmu selama ini dan menggantikannya dengan kegiatan yang bisa menjernihkan pikiran selama kamu berada di alam bebas.

Menariknya, orang Norwegia tak hanya menganggap hiking atau camping sebagai aktivitas di alam. Lars Mitting, penulis buku Norwegian Wood: Chopping, Stacking and Drying Wood the Scandinavian Way bahkan menyarankan untuk menjajal menebang pohon sebagai cara menemukan ketenangan diri selama berada di alam.

Gezelligheid: Cara Orang Belanda Menemukan Kebahagiaan Juga Patut Ditiru

Kendati Belanda bukanlah bagian dari negara Skandinavia, tapi mereka memiliki konsep kebahagiaan yang patut ditiru yaitu gezelligheid. Orang Belanda menyebutkan bahwa kebahagiaan sejatinya adalah sebuah sinonim dari bersatunya atau berkumpulnya kita dengan orang yang kita sayangi.

Untuk itu, mereka sangat suka membangun momen quality time, karena dari situ kebahagiaan pun akan terbangun. Mereka enggan mengunggah apa pun saat bersama orang yang mereka sayang sebab definisi kebahagiaan adalah sesederhana berbagi canda, tawa, dan cerita dengan sosok yang sangat berarti dalam hidup mereka. Itulah yang dimaknai sebagai gezelligheid.  Tapi tak cuma di Belanda, orang Norwegia pun punya filosofi serupa yang disebut koselig. 

Kalsarikänni: Cara Rileks ala Orang Finlandia

Kalau bisa rileks di rumah tanpa harus pergi kemana-mana dan mengeluarkan banyak uang, ya mengapa tidak dilakukan? Sesederhana itu cara hidup orang Finlandia dalam mewujudkan kebahagiaan mereka. Klasarikännit sejatinya berasal dari dua kata, kalsarit yaitu jenis pakaian dalam yang umum dipakai oleh orang Finlandia, sementara ännit maknanya ‘minum’. Berangkat dari kosakata tersebut, banyak perempuan Finlandia yang akhirnya tak terlalu suka pergi menghabiskan energi dan uang sampai larut malam dan memilih menikmati kenyamanan di rumah saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top