Feature

Melihat Tanda, Kalau Kamu dan Si Dia Memang Berjodoh

Berpacaran bisa jadi masa transisi untuk kita dan pasangan saling mengenal lebih dalam. Memahami karakteristiknya, belajar akan hal-hal kesukaannya, hingga beradaptasi dengan segala kekurangan yang ada pada dirinya.

Sayangnya beberapa orang kadang salah dalam mengartikan cinta. Menutup mata pada hal-hal janggal yang sebenarnya sudah ada di depan mata. Hingga tak sadar, kemudian terjebak pada hubungan yang salah bertahun-tahun lamanya.

Nah, untuk itu kali ini kami akan membantumu melihat tanda yang justru sebaliknya. Bukan tentang dia yang tak tercipta untuk kita, tapi sosok yang yang ada didekatmu sekarang. Apakah benar akan berjodoh dengan kita?

Tak Sembarangan Menjatuhkan Hati, Kamu Tahu Alasan Apa yang Membuatmu Kagum Padanya

Bukan hanya rupa dan segala yang ia punya saja, kamu tahu betul bahwa alasan yang membuatmu jatuh cinta adalah kemantapan pola pikirnya. Walau katanya, cinta tak harus punya alasan. Lebih dari itu, kamu paham bahwa ada nilai yang memang kamu jadikan acuan untuk mau mengikat hati pada dia.

Ini bukanlah sesuatu yang susah untuk diterka, bahwa jika sampai sekarang kamu belum tahu apa alasanmu menyukainya. Kamu boleh mulai berpikir sejenak untuk mencari, sebenarnya apa hal yang kamu senangi dari orang ini? Kemampuannya menyelesaikan masalah, pola pikir yang ia punya, hingga sikap tegas lain yang mungkin ia miliki dalam hidupnya bisa jadi akan menjadi jawabanmu.

Bagi Kalian Berdua, Penampilan Bukanlah Hal yang Perlu Dipermasalahkan

Dari beberapa kasus, ada pasangan yang menjadikan penampilan sebagai tolak ukur sebuah kebahagiaan. Yap, sebagai contoh seorang laki-laki yang merasa tak setuju jika pacarnya akan bepergian dengan baju yang terlihat biasa. Dengan kata lain, ia mungkin malu jika perempuan di sampingnya tampil tak seimbang di dekatnya.

Tapi jika kamu dan pasangan ternyata sudah tak lagi mempermasalahkan hal-hal remeh seperti itu. Berbahagialah, sebab ia adalah orang yang tepat untukmu. Karena meski terlihat gemuk dan tak pakai make up, ia tak pernah mengomentari penampilanmu. Begitu juga dengan kamu yang merasa nyaman-nyaman saja kala bepergian dengannya.

Seiring Waktu yang Berjalan, Telah Banyak Ujian yang Kalian Berdua Berhasil Lewati dengan Baik

Seiring dengan berjalannya waktu, ada beberapa ujian yang juga sudah terjadi dalam hubungan. Tak berniat saling meninggalkan, kamu dan pasanganmu justru tetap saling rangkul untuk berjalan lebih jauh.

Kesibukan dan perkara-perkara remeh lain yang ada dalam hubungan tak jadi alasan untuk merenggangkan keintiman. Justru dengan semua masa sulit yang sudah terlalui, rasa cinta yang ada kian bertumbuh lebih besar dibanding pada awal pertemuan.

Menjadi Kekasihnya, Kamu Tetap Jadi Diri Sendiri

Percayalah, seseorang yang memaksamu untuk berubah, bukanlah sosok baik yang patut untuk diperjuangkan lebih lama. Tapi bersamannya kamu masih tetap merasa bisa hidup sebagaimana mestinya. Melakoni kegiatan yang kamu suka, meraih mimpi yang memang sudah lama ingin dijadikan nyata, dan berbagai macam hal lain yang memang kamu suka.

Berbagi mimpi dengannya, membuatmu sadar bahwa orang itu memanglah satu-satunya mahkluk yang bisa membuatmu tenang, meski dalam badai hidup yang mungkin membuatmu kecewa sekalipun.

Untuk Segala Keputusan, Berunding Jadi Hal yang Wajib Dilakukan

Suatu kali, untuk suatu hal yang dirasa penting, kamu tak akan langsung menentukan pilihan, sebab keberadaannya dan hal yang mungkin jadi respon darinya selalu masuk ke dalam bahan pertimbangan. Kamu dan dirinya sadar bahwa kalian adalah dua orang teman yang kini sudah jadi satu tim.

Sehingga apa pun yang akan dilakukan, selalu dirundingkan untuk paham bagaimana hasil yang akan didapatkan. Kini, perasaanmu atau perasaannya jadi hal yang sama pentingnya untuk wajib dipikirkan.

Kamu dan Dia pun Sama-sama Telah Diterima oleh Keluarga Kedua Belah Pihak

Tanda lain yang biasanya menambahkan kejelasan bahwa kamu dan dia adalah jodoh yang nyata adalah respon keluarga akan hubungan kalian berdua. Tanpa rasa canggung, kamu bisa berbaur dengan ayahnya di ruang tamu untuk sekedar minum kopi hingga menonton bola berdua. Atau pada waktu lain, pasanganmu juga bisa duduk dengan santai untuk mendengarkan cerita dari ibu yang juga kamu miliki di rumah.

Ini jelas jadi tanda baik, sebab baik kamu dan dia sudah diterima pada masing-masing keluarga. Bahwa mereka pun turut bahagia atas hubungan kalian berdua.

Dan yang Terakhir, Memiliki Tujuan Jangka Panjang yang Sama

Ini akan jadi poin penting lain yang harus dipertimbangkan secara matang. Sebab kamu dan si dia akan hidup bersama selama-lamanya. Bukan hanya untuk hari ini saja! Untuk itu, sebelum berpikir bahwa dia adalah bagian dari rusuk yang hilang dari dalam tubuhmu, pastikan dulu jika ia memang punya misi yang sejalan denganmu.

Berjalan beriringan dengan mimpi yang sama, dan saling memberi dorongan untuk segala keinginan yang akan dijadikan nyata berdua.

Dan jika ternyata tujuh tanda itu sudah berhasil terpenuhi, kamu tak perlu ragu lagi!

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

10 Pertanyaan yang Sering Kamu Dapati Saat Kamu Tak Kunjung Memiliki Pacar

Status single sebenarnya bukanlah sebuah masalah yang besar. Single adalah pilihan. Namun herannya terkadang bukan orang yang menyandang status itu yang kebingungan, malah orang yang ada di sekitarnya. Kamu yang tak kunjung memiliki pasangan, pasti kerap mendapati 10 pertanyaan ini terlontar dari mulut orang lain untukmu.

1. “Kenapa Sih Kok Tidak Mau Pacaran?”

Mereka mengajukan pertanyaan ini karena penasaran dengan alasanmu masih bertahan dengan kesendirianmu. Tapi karena kamu menjadikansingle sebagai pilihan hidup, kamu biasa-biasa saja saat mendapati pertanyaan ini dan terasa sudah sangat kebal.

2. “Ada yang Deketin Kan?”

Jika kamu memutuskan untuk menjadi seorang single, pasti kamu memiliki alasan yang kuat di belakangnya. Meski begitu orang lain pasti tetap ingin tahu, selama ini masih ada kan orang yang mendekatimu.

3. “Pernah Tidak Kamu Berpikir untuk Pacaran?”

Banyak orang bertanya-tanya tentang apa yang kamu pikirkan saat kamu menjadi seorang single. Salah satunya adalah apakah kamu sendiri pernah berpikir untuk berpacaran dengan seseorang.

4. “Kamu Orang yang pemilih, Ya?”

Karena kamu tak kunjung berpacaran, akhirnya banyak orang yang memandangmu sebagai seorang yang pemilih. Padahal sebenarnya kamu hanya menunggu jodoh terbaik yang Tuhan siapkan untukmu.

5. “Bagaimana Perasaanmu Saat Melihat Teman atau Orang Lain Pacaran?”

Padahal kamu tak ada masalah dengan orang yang berpacaran di depan matamu secara langsung. Namun masih saja banyak orang mempertanyakan hal ini kepadamu.

6. “Sebenarnya Usia Berapa Sih Kamu Mau Pacaran?”

Saking gemasnya orang lain melihatmu yang betah dengan status single-mu, mereka sampai mempertanyakan hal ini padamu. Kenapa sampai kamu masih bertahan tanpa seorang pasangan dan sebenarnya mau pacaran pada usia berapa sih kamu itu.

7. “Apa Kamu Pernah Dijodohkan?”

Pasti banyak orang berpikir bahwa dengan jangka waktumu menjadi seorang single, sudah banyak teman dan keluarga yang menjodohkanmu dengan seseorang. Dan inilah yang ingin dicari tahu oleh orang tersebut, apakah kamu pernah dijodohkan atau tidak.

8. “Pernah Tidak Sih Kamu Merasakan yang Namanya Jatuh Cinta?”

Siapa tahu kamu pernah mencoba memulai menjalin hubungan, meski akhirnya gagal juga. Alasannya pun tentu beragam. Orang akan mempertanyakan mengenai hal ini saat kamu tak kunjung memiliki pasangan.

9. “Apa Kamu Tidak Ingin Pacaran?”

Ada banyak hal yang ingin kamu capai terlebih dulu. Tapi banyak orang langsung saja mempertanyakan tentang apakah kamu ingin pacaran atau tidak. Jawabannya tentu iya tapi bukan untuk saat ini.

10. “Apakah Kamu Takut untuk Memulai?”

Rasa takut pasti ada, karena kamu sudah lama bertahan dengan status single-mu. Entah apa alasan yang membuat kamu bertahan, tak ada yang tahu. Mungkin ini jugalah yang dikhawatirkan oleh orang-orang terdekatmu. Mereka takut jika ketakutanmu membuatmu terus bertahan dalam kesendirian dalam jangka waktu yang panjang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Inilah 7 Tipe Mantan Mahasiswa Setelah Lulus Kuliah

Momen kelulusan adalah momen yang paling ditunggu banyak mahasiswa tingkat akhir. Namun kehidupan pasca lulus kuliah, tak semua orang suka menjalaninya. Ada beberapa tipe mantam mahasiswa setelah lulus dari Universitas tempatnya menuntut ilmu dulu. Apa saja sih tipenya? Mungkin kamu termasuk salah satunya.

1. Tipe Sulit Move On

Mereka yang termasuk tipe ini adalah orang yang sulit move on dari kehidupannya sebagai mahasiswa dulu. Bagi mereka kehidupan perkuliahan lebih menyenangkan karena mereka tak perlu memikirkan tentang dunia kerja pasca lulus dari Universitas.

2. Tipe Pekerja Keras

Tipe pekerja keras adalah mereka yang anti dengan istilah menganggur. Meskipun mereka belum mendapatkan pekerjaan tetap, mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan hal yang bermanfaat, mungkin salah satunya adalah merintis usaha baru.

3. Tipe Pengembara

Mereka yang masuk dalam kategori tipe ini adalah orang yang suka melakukan travelling. Momen setelah lulus banyak dihabiskannya untuk mengunjungi banyak tempat baru yang menurutnya menarik untuk dikunjungi.

4. Tipe Rumahan

Tipe rumahan adalah mereka yang lebih suka menghabiskan waktu mereka di rumah. Kebanyakan sih memiliki hobi tidur dan nonton film kesukaan di dalam kamar. Sehingga tak ada alasan buat mereka untuk pergi ke luar rumah.

5. Tipe Penyuka Keramaian

Tipe ini akan menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang. Entah itu berkumpul dengan teman-temannya di suatu tempat seperti cafe atau pergi menonton konser musik favorit mereka.

6. Tipe Media Sosial

Tipe media sosial ini adalag tipe orang yang tak bisa lepas dari media sosial barang sebentar saja. Saat bangun tidur, hal pertama kali yang akan dilakukan adalah mencari smartphone miliknya untuk membuka media sosialnya.

7. Tipe Romantis

Orang yang termasuk tipe ini biasanya orang yang memang memilih untuk menikah setelah lulus kuliah. Kebanyakan sih sedari SMA memang sudah punya pasangan, sehingga setelah lulus inginnya cepat-cepat menikah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

5 Hal Lucu yang akan Kamu Rasakan Saat Berjodoh dengan Sahabat Sendiri

Jodoh, kematian dan rezeki adalah rahasia Tuhan. Kamu tak akan pernah tahu dengan siapa akhirnya kamu berjodoh. Dengan orang yang belum pernah kamu kenal atau justru dengan orang yang susah sangat kamu kenal. Ada loh pasangan yang akhirnya berjodoh dengan sahabat sendiri.

Terbiasa dengan hubungan luwes yang terasa santai dan menyenangkan. Beberapa kali, kamu mungkin akan merasa aneh. “Kok bisa ya sampai berjodoh sama sahabat sendiri?. Nah, setidaknya berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin kamu rasakan ketika nanti berjodoh dengan sahabatmu sendiri.

1. Tertawa Sendiri Saat Memandang Wajah Pasangan

Saat kamu memandang wajahnya, itu sudah mengingatkanmu tentang apa yang sudah kalian lewati bersama. Dengannya? mungkin kamu tak pernah berpikir sebelumnya bahwa kamu akan berjodoh dengan sahabatmu yang konyol itu, dan itu kerap membuatmu tertawa hanya dengan memandang wajahnya saja.

2. Sering Berantem Saat Bertemu Namun Rindu Saat Sedang Jauh

Bahkan kamu pun sering bingung dengan tingkahmu ini. Saat pasanganmu ada di sampingmu justru kamu sangat sering bertengkar. Namun saat kamu berjauhan dengannya, rasanya rindumu begitu memuncak.

3. Berniat Romantis Namun Akhirnya Jadi Ledekan

Sebagai sepasang sahabat, kamu dan dia memang tak pernah bertingkah romantis. Jadi makhlum jika setelah menikah saat kamu maupun dia ingin mencoba romantis, selalu berakhir dengan ledekan satu sama lain.

4. Tak Jaim untuk Saling “Mempermalukan”

Kalian memang saling mencintai sebagai satu pasangan, namun humoris di dalam hubunganmu dengannya memang sudah besar. Sehingga tak ada lagi rasa jaim untuk mempermalukan satu sama lain.

5. Tak Mau Saling Mengalah untuk Berbagi Sesuatu

Bisa diambil contoh, untuk hal kecil seperti nonton TV. Kamu sering berebut remote control dengannya. Tak ada salah satu dari kalian yang mau mengalah. Bisa dibilang tingkahmu dengan pasangan layaknya anak kecil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top