Feature

Melewati Hari Kasih Sayang dengan Hati yang Riang, Meski Tanpa Pasangan

Demi memastikan kita tak akan salah orang ketika nanti bertanya, apa yang akan dilakukannya pada hari Valentine. Cobalah beri ia pertanyaan pembuka, apa arti bulan Februari untuknya? Jika dengan enteng ia akan menjawab sebagai bulan “kasih sayang”, besar kemungkinan ia sudah memiliki pasangan.

Meski masih ditentang di sana-sini, tanggal 14 Februari memang selalu dinanti. Sebab dari berbagai sumber yang ada, awalnya Valentine adalah nama dari seorang santo yang diam-diam menikahkan tentara Romawi ketika Kaisar Claudius II menerbitkan larangan bagi mereka untuk menikah. Menurut sang Kaisar, mereka yang sendiri lebih profesional dalam melaksanakan tugas ketimbang mereka yang sudah menikah. Karenanya, ketika ketahuan melanggar perintah Kaisar, St. Valentine pun dihukum mati.

Dengan kata lain, Valentine adalah seseorang yang rela mati demi cinta. Maka tak heran jika saat ini kita merayakan, kematiannya dengan penuh cinta. Mereka yang memiliki pasangan biasanya akan melewati hari ini dengan saling bertukar kado dan memberi kejutan. Sedangkan dia yang sendiri, mungkin akan buru-buru mencari kesibukan.

Dielu-elukan sebagai hari untuk mereka yang punya pasangan saja, kita yang tak punya pacar juga bisa menjalaninya dengan senang.

Tidak Perlu Ragu Untuk Mematikan Ponsel Sehari Penuh, dan Mulailah Menikmati Waktu

Tanpa harus dijelaskan lagi, keberadaan sosial media dan segala platform lain jadi sesuatu yang akan menjerat kita pada bayang-bayang yang mungkin menimbulkan kecemburuan. Nah, demi menyelamatkan hati dan perasaan, kamu berhak untuk tak terhubung dengan internet. Dan jika dirasa perlu, boleh mematikan telepon genggam.

Akan tetapi jika merasa diri cukup kuat, kita boleh mengurungkannya. Sebab untuk urusan bahagia atau tidak, kita jadi pihak yang paling berhak untuk menentukannya.

Hadiahi Diri dengan Membeli Beberapa Barang yang Mungkin Sudah Lama Diingini

Perkara ini memang hanya datang setahun sekali, kenapa tidak dipakai untuk membahagiakan diri? Kita tentu punya beberapa list keinginan yang memang sudah lama ingin didapatkan. Berburu DVD kesukaan, membeli beberapa baju dan tas baru, menjajal tempat makan, hingga hiburan lain yang bisa saja mendatangkan kebahagiaan untuk diri. Tak apa, lakukan saja.

Jelas ini jadi momen yang pas, sebab perayaan ini biasanya juga akan disertai dengan berbagai penawaran menarik dengan berbagai macam potongan harga yang menggiurkan.

Jangan Terlalu Dipusingkan, Toh Mereka yang Punya Pasangan pun Belum Tentu Merasa Senang

Kita tak boleh menutup mata, sebab tak hanya sisi bahagianya, perayaan Valentine juga kerap datang dengan berbagai kisah yang tak kalah sedih. Hal ini bisa kita lihat dari hasil sebuah studi yang dilakukan di Arizona State University, waktu pasangan kekasih putus cinta paling tinggi ada pada tanggal 7 sampai 21 Februari.

Dan kemungkinannya adalah hari Valentine, yang justru disebut sebagai pemicu sikap membanding-bandingkan hubungan cinta. Katakanlah sang perempuan mungkin sudah berekspektasi akan mendapat hadiah mewah dari sang kekasih, namun yang terjadi, hadiah dari teman laki-laki lain justru dinilai lebih baik dari yang diberikan oleh sang pacar.

Tak hanya berhenti sampai disitu saja, masih dari penelitian yang sama, momen ini dinilai sebagai waktu yang pas untuk menumpahkan semua kekesalan yang selama ini diabaikan. Hingga kerap berakhir pada perpisahan.

Ketika yang Lain Disibukkan dengan Urusan Bagaimana Melewati Malam, Kita Bisa Melakukan Semua Hal Tanpa Beban

Sendiri tanpa pasangan bisa jadi nilai lebih ketika perayaan Valentine datang. Bagaimana tidak, kesendirian membuat kita minim beban. Tak ada adegan debat dengan pasangan hanya karena perihal di mana akan makan malam. Hingga pertentangan hadiah-hadiah apa yang harusnya diberikan.

Sedangkan pilihan untuk sendiri memberi kita kebebasan yang amat berharga. Disaat teman yang memiliki pasangan disibukkan dengan rutinitas perayaan hari kasih sayang, kita bebas melakukan banyak hal.

Lagi pula Tidak Hanya dengan Pacar, Hari Kasih Sayang Bisa Kita Lalui dengan Siapa Saja

Nah, ini adalah hal yang lain yang baiknya memang harus kita pahami. Penempatan makna dari kasih sayang yang sesungguhnya jelas tak hanya ditujukan pada pacar dan pasangan saja.

Menikmati momen jamuan makan malam dengan keluarga besar hingga bepergian bersama dengan teman, tentu tak kalah indah. Untuk suasana yang akan terasa sama hangatnya, kita juga boleh mengajak mereka turut serta bertukar kado pada hari H.

Jika Ingin Lebih Bermakna, Ini Bisa Jadi Momen Pas Untuk Mencari Gebetan yang Mungkin Akan Menjadi Pacar

Karena dari sekian banyak manusia yang ada dimuka bumi ini, pastinya ada seseorang yang memang sudah disiapkan untuk menemanimu. Jika memang beruntung, kita bisa saja bertemu dengan dia yang kelak akan menjadi jodoh diperayaan Valentine seperti ini.

Tapi untuk menjaga hati tak terluka, pastikan ia jika sedang tak menjalin hubungan dengan siapa-siapa.

Dan Pada Akhirnya Kesendirian Membuat Kita Belajar, Bukan Tentang dengan Siapa Kita Akan Merayakan, Tapi Bagaimana Kita Memaknainya

Ini mungkin akan terdengar terlalu klise, atau bahkan dinilai sebagai ajang untuk bersembunyi di balik tameng sebuah alasan. Tapi biar bagaimana pun, ini jadi sesuatu yang perlu untuk ditanamkan. Terlebih untukmu yang sering galau dan bersedih hanya karena tak punya pasangan.

Hari ini mungkin tak kita lewatkan dengan seseorang yang spesial, tak ada pacar dan pasangan atau gebetan. Namun membagikan kebahagiaan dengan orang lain yang setaraf dengan kekasih jadi suka cita lain yang hanya bisa kita dapatkan ketika masih sendiri.

Melewati hari dengan keluarga dan sahabat-sahabat dekat, jadi hal yang nantinya akan membuat kita sadar. Bahwa meski tak punya teman yang spesial, masih banyak orang yang menganggap kita berharga dan spesial. Kesendirian bukanlah sebuah aib dalam kehidupan sosial, mari kita maknai dengan bijak meski tanpa pasangan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Jangan Cepat Menghakimi, Perempuan yang Terlihat Nakal Belum Tentu Seperti yang Kita Pikirkan

“Jangan menilai seseorang hanya dari tampilan luarnya saja”

Peribahasa itu memang sudah tidak asing di telinga kita, namun tetap saja masyarakat sangat sulit untuk menerapkannya dalam kehidupan nyata. Karena faktanya, apa yang kita lihat dari luar itulah yang akan kita simpulkan. Seperti halnya tentang perempuan nakal, hanya karena penampilan atau sifatnya yang sedikit berani dari perempuan lainnya maka di cap nakal sudah biasa baginya. Padahal, hati seseorang siapa yang tahu kan? Bagaimana jika hatinya memang baik, melebihi kita yang menghakiminya seenaknya.

Perempuan yang kelihatan nakal memang rentan mendapat pandangan negatif dari laki-laki, yah namanya juga laki-laki, jangankan perempuan yang kelihatan nakal yang tertutup saja masih ada saja yang menggoda. Padahal tidak semua perempuan yang kelihatannya nakal itu bisa diajak seenaknya. Sebenarnya bagaimana sih perempuan yang kelihatan nakal itu? Inilah beberapa uraian nya.

1. Perempuan Perokok Sudah Pasti Di Cap Nakal

Mungkin hal ini masih menimbulkan pro dan kontra, terutama di Indonesia. Tetapi kita tidak bisa menilai secara langsung perilaku perempuan merokok yang selalu disamakan dengan perempuan nakal kan? Memang sih kebanyakan perempuan yang ‘nakal’ itu merokok, tapi tidak semua perempuan yang merokok itu nakal.

Siapa tahu perempuan yang merokok itu memang sudah kecanduan seperti kalian laki-laki, jangan dulu menghakimi dia dengan menyebutnya nakal. Kepribadian seseorang tidak hanya dilihat dari sikap dan perilakunya, hati manusia cukup luas dan tidak bisa di simpulkan begitu saja. Stop nething ya!

2. Perempuan Dengan Rambut Di Cat Seringkali Dianggap Nakal


Gaya dandanan seseorang lebih banyak berhubungan dengan bagaimana seleranya merias diri. Tapi perempuan yang rambutnya dicat warna terang atau bahkan dicat blonde seringkali dicap sebagai perempuan yang ‘nakal’. Hal ini karena kita orang Indonesia umumnya punya rambut dengan warna hitam, sehingga dengan mengecat rambut maka penampilan perempuan jadi terlihat mencolok dan memancing perhatian banyak orang, terutama kaum laki-laki. Padahal tidak semuanya begitu, penampilan itu hak semua orang bukan?

Sekali lagi saya tekankan, menilai kepribadian itu tidak cukup dari penampilannya saja. Gaya seseorang itu berbeda-beda, cobalah untuk tetap menghargai tanpa menghakimi.

3. Perempuan Bertato Identik Dengan Kekerasan dan Kenakalan


Fenomena perempuan bertato memang seringkali mendapat pandangan negatif dari masyarakat, mereka menganggap dia sebagai perempuan yang bisa diajak seenaknya dan identik dengan kekerasan, padahal semua itu kembali pada cara pandang kita. Prinsip seseorang itu berbeda-beda.

Siapa tahu, perempuan yang kamu lihat punya tato di tangannya kemarin adalah seorang aktivis sosial yang menolong banyak orang. Siapa tahu juga, dia memang dulunya nakal tapi sekarang sudah nggak mau melakukan hal fana lagi. Mungkin juga seorang perempuan yang tatoan memang berperilaku hidup bebas, tapi dia memiliki prinsip dan komitmen yang ia pegang kuat, cobalah untuk memikirkan hal-hal baik tersebut sebelum menghakiminya.

4. Berpakaian Ketat dan Terbuka Seringkali Mendapat Cap Murahan


Cara berpakaian di negara kita memang sering menuai pro kontra, yang tertutup belum tentu baik dan yang terbuka juga belum tentu buruk. Mungkin saja dia berpenampilan terbuka karena tinggal di daerah yang bersuhu tinggi, atau mungkin juga dia menyukai kebebasan, selama masih batas wajar dan tidak mengganggu hidup kita kenapa kita harus menghakimi mereka?

Memang banyak perempuan yang mendapat pelecehan karena caranya berpakaian, bahkan laki-laki pun sering menyalahkan perempuan karena hal itu. Padahal saya yakin tidak ada perempuan yang ingin dilecehkan hanya karena caranya berpakaian. Cobalah untuk tetap berpikir positif jangan selalu memberikan komentar negatif pada sesuatu yang belum kita ketahui kebenarannya.

5. Pulang Malam Bukan Berarti Perempuan Malam Juga


Jangan dulu berpikiran negatif saat melihat perempuan pulang malam, mungkin saja dia baru pulang dari pekerjaan atau kuliahnya, zaman sekarang memang sudah banyak kegiatan yang menuntut untuk di selesaikan sampai malam. Tidak semua perempuan yang pulang malam itu kupu-kupu malam, tolong buang jauh-jauh pemikiran tersebut.

Bisa jadi mereka adalah perempuan-perempuan tangguh yang baru pulang bekerja keras. Bayangkan mereka sudah cape dengan kegiatannya lalu kamu memberikan cap negatif terhadapnya, semua itu hanya akan memberi rasa sakit dan sama sekali tidak ada untungnya untukmu sebenarnya.

Sekarang tahu kan, kenapa bahaya banget buat memberikan cap buruk kepada seseorang. Kalau kamu langsung ngecap perempuan nakal hanya berdasarkan apa yang kamu lihat, mendingan sih introspeksi lagi deh. Mulai sekarang belajarlah untuk tidak menilai seseorang hanya karena penampilan dan sikapnya saja, jangan mudah tertipu ya, kurangi dosa dengan berhenti menghakimi orang lain.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Kenyaman Berkendara Jadi Pilihan Generasi Milenial

Rasa nyaman dalam berkendara jadi perhatian semua kalangan, termasuk generasi milenial. Apalagi generasi yang dikenal dinamis ini, selalu diselingi aktivitas padat yang membuat mereka kerap berpindah-pindah tempat. Tentu, rasa lelah bakal menyelimuti, ditambah lagi harus berkendara sendiri. Wajar apabila generasi milenial sangat mendambakan kendaraan yang mengerti dirinya alias nyaman di bawa ke mana-mana.

Demi menjawab keresahan akan rasa nyaman. Suzuki mengeluarkan motor matic Nex II. Motor ini memprioritaskan rasa nyaman para pengendara seperti generasi milenial lewat fitur yang dimiliki. Dari porsi tempat duduk atau jok, tingginya telah disesuaikan untuk postur anak muda Indonesia kebanyakan. Pengendara tidak akan lagi mengeluh rasa pegal bagian pinggang atau pinggul saat berkendara.

Selain itu, Suzuki Nex II kini hadir dengan kompartemen luas di bagian depan. Pengendara bisa menaruh barang lebih banyak tanpa khawatir. Seperti inner pocket Suzuki Nex II yang mampu menampung botol air minum dengan isi 600 ml. Bahkan untuk pengendara yang membawa tas dalam beraktivitas bisa menggantung di bagian depan. Karena terdapat hook yang berfungsi untuk menaruh tas.

Kepuasan pengendara tidak hanya dalam kenyamanan tentunya. Motor ini motor ini juga dibekali mesin berkapasitas 115cc dengan teknologi SEP (Suzuki Eco Performance).Di mana mesinnya mampu menyemburkan tenaga sebesar 6,7 KW pada 8000 RPM. Serta memiliki kapasitas tangki penuh 3,6 Liter yang bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km.

Nah selain fitur-fitur asik yang sudah dijelaskan sedari tadi, kamu juga bebas memiih varian Suzuki Nex II mana yang sesuai dengan keinginan hati. Mulai dari Sporty Runner – Brilliant White, Sporty Runner – Titan Black, Sporty Runner – Stronger Red, Fancy Dynamic – Brilliant White, Fancy Dynamic – Titan Black, Fancy Dynamic – Stronger Red, Standard – Briliant White, Standard – Titan Black, Standard – Stronger Red, Elegant Standar – Solid Black, Elegant Standar – Mat Stellar Blue, Elegant Premium – Solid Black, dan Elegant Premium – Mat Stellar Blue.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Kondisi Terbaru Butet Kertaradjasa Pasca ‘Ambruk’ Saat Sedang Pentas

Kondisi kesehatan seninman Butet Kertaradjasa kian membaik pasca dirinya ambruk saat sedang melakoni pentas teater berjudul Kanjeng Sepuh di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jumat lalu. Sutradara Agus Noor mengungkapkan bahwa seusai pementasan, Butet langsung dibawa ke Rumah Sakit Saint Carolus, Jakarta Pusat.

“Ya, Butet Kartaredjasa baru saja diwisuda dengan cara operasi pasang empat ring di pembuluh jantungnya. Selamat, Jenderal Butet. Senang kowe wis iso ngguyu neh,” katanya seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (25/3/2019).

Sebelumnya, Agus melalui akun Instagram Agus Noor menuturkan bahwa Butet ambruk saat pementasan berjalan di menit 60-an. Tubuh Butet lemas, dingin, dan pucat. Dia mengalami serangan jantung ketika itu. Sejumlah kru medis kemudian turun untuk menangani Butet yang mengalami serangan jantung. Tatkala di atas panggung pementasan masih berjalan, kondisi Butet berangsur membaik dan ia bersikukuh tampil kembali. Namun Agus mencoba menahannya.

“Butet bersikeras muncul ke panggung. Saya tak yakin. ‘Biarlah saya menuntaskan kewajiban saya dengan terhormat malam ini.’ Begitu ia berkata. Tapi kowe jangan mati di panggung, nanti malah ngrepoti,’ kata saya. Dia tertawa. Maka, saya pun membiarkannya muncul menutup adegan terakhir, saat Semar mengungkap rahasia kebenaran,” tulis Agus lagi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top