Feature

Akibat Terbiasa Melakukan ini, Kita Sebagai Manusia Modern Pantas Dilabeli ‘Tidak Cerdas’

Beberapa tindakan manusia mungkin bisa ditolerir di jaman batu dahulu. Tapi sebagian laginya sudah tak pantas ada di masa modern. Namun faktanya, beberapa perilaku masih terpelihara meski kini sudah eranya kecanggihan teknologi. Bukan tak mungkin kita juga masih ikut andil memelihara kebiasaan-kebiasaan ini.

Entah Kenapa Mengaku Manusia Modern Tapi Buang Sampah Sembarangan

sampah

Kita bisa paham ketika jumlah manusia masih sedikit, hidup di gua-gua jaman flinstone dahulu, orang masih meninggalkan sisa makanannya begitu saja. Sampah-sampah ditinggalkan begitu saja oleh manusia purba yang hidupnya nomaden alias berpindah-pindah.

Herannya ketika masa berganti, jumlah manusia makin membludak, kebiasaan ini masih saja dipelihara bagi sebagian orang. Padahal ciri manusia modern adalah mereka yang mampu mengelola sisa hasil kehidupannya. Tak terbayang miliaran penduduk dunia ini cuek terhadap sampahnya, kemudian membuangnya di mana-mana, bisa-bisa dunia jadi timbunan sampah.

Parahnya, sebagian penduduk kota besar macam Jakarta kerap menyalahkan orang lain ketika ada bencana yang diakibatkan perilaku tak disiplin soal sampah ini datang. Ketika banjir menerjang, tudingan langsung diarahkan pada pemerintah dengan alasan tak becus mengurus. Padahal sebaik apapun pemerintah menyediakan fasilitas tak akan berguna banyak jika kita masih saja membuang sampah sembarangan.

Rumit? Tidak juga! Mulailah dari bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Tengoklah bagaimana sampah sisa makanan cepat saji di beberapa negara maju misalnya. Para pelanggan di negara-negara tersebut membuang sendiri sampahnya ke tempatnya. Tidak ada mba-mba atau mas-mas pelayan yang mengurusi hal ini. Semua punya kesadaran dan tanggung jawab membereskan apa yang ditinggalkannya. Mudah bukan?

Entah Kenapa Mengaku Manusia Modern Justru Menghambur-hamburkan uang demi sesuatu yang merusak

rokok

Manusia jaman purba belajar dari pengalamannya. Tidak ada informasi yang diturunkan dari satu generasi ke generasi lainnya. Wajar jika kemudian mereka kerap mengulang-ulang kesalahan yang sama. Kakeknya mati karena memakan tumbuhan beracun, cucunya pun bukan tak mungkin melakukan hal yang sama.

Bagimana manusia modern? Segala informasi dan pengetahuan direkam dengan baik. Apalagi dengan membentangnya jaringan internet, nyaris semua informasi bisa diakses. Kesalahan, kekeliruan, bisa dipelajari dengan lebih cepat. Manusia modern adalah manusia yang membangun, mencipta!

Ini berarti manusia modern adalah mereka yang tak bodoh melakukan kesalahan orang-orang terdahulu? Ternyata tidak!

Cobalah tengok berapa banyak manusia yang masih menghabiskan uangnya untuk Narkoba misalnya. Padahal informasi tentang bahaya zat yang satu itu sudah tak terhitung jumlahnya.

Atau lihatlah orang yang menghabiskan berjuta-juta uangnya untuk memodifikasi motornya yang digunakan balap liar. Dengan segala informasi betapa berbahayanya hal ini.

Lalu bagaimana dengan kamu? Masih membelanjakan uangmu untuk sesuatu yang merusak?

Serobot antrian! padahal kamu tahu itu artinya kamu sudah merampas hak orang lain

antri

Dengan jumlah manusia yang sedikit dan pola kehidupan yang individual serta berjauhan, jelas tak diperlukan antrian di jaman pra sejarah dulu. Beda halnya dengan manusia modern. Tertib mengantri adalah bagian dari konsekuensi pola kehidupan sosial.

Jadi Bisa dibayangkan kita sedang berdiri di baris antrian menuju kasir supermarket yang panjang dan tiba-tiba ada orang lain yang berusaha menempati barisan terdepan. Hanya agar waktu menunggunya menjadi lebih singkat. Meski terkesan sepele tapi perbuatan seperti ini justru yang jadi pemicu kerusakan sebuah konsep cerdas yang ditawarkan zaman modern. Karena peradaban yang maju adalah peradaban yang tertib dan teratur. Menurutmu sanksi apa yang pantas untuk orang yang suka merampas hak orang dengan menerobos antrian?

Bertingkah aneh saat terjebak kemacetan lalu lintas

klaksons

“Beberapa orang ‘jenius’ percaya bahwa membunyikan klakson sekencang mungkin dapat memperlancar lalu lintas”

Ada masa ketika kendaraan bisa bebas berlalu lalng. Tak perlu berhenti untuk sekedar menunggu lampu merah. Mau seperti itu? Silahkan kembali 101 tahun yang lalu. Masa ketika lampu pengatur lalu lintas baru ditemukan.

Bagaimana saat ini? Mari kita ambil contoh di Jakarta. Kendaraan bermotor bertambah 6500 unit setiap harinya atau 12 persen setiap tahunnya. Tentunya dengan jumlah seperti itu, diperlukan tata kelola yang baik bukan? Apalagi pertambahan jumlah jalan hanya 0,01 persen tiap tahunnya.

Hasilnya? Macet! Ini resiko yang tak bisa dihindari. Sayangnya ketika kondisi padat merayap tidak sedikit orang yang mengandalkan klaksonnya Padahal jika kondisinya memang sedang tidak beraturan sebaiknya jangan gunakan klakson secara berlebihan yang justru akan menganggu pengendara-pengendara lainnya. Lagi pula, fungsi utama klakson yang sebenarnya adalah untuk tanda peringatan, bukan alat pemberitahuan. Sayangnya banyak manusia modern yang belum mengetahui hal ini.

Menyebar berita yang kebenarannya belum tentu kamu tahu

smart watch

Kamu tahu apa itu propaganda? Itu adalah informasi yang sengaja ditanamkan ke sebuah masyarakat untuk tujuan tertentu. Tidak jarang informasi tersebut salah namun disuntikan paksa ke kehidupan sosial tertentu.

Ketika perang dunia ke II, pemerintah Amerika menggunakan metode ini secara efektif. Melalui film, poster, berita dan essay bangsa Jepang yang ketika itu menjadi lawannya digambarkan sebagi sosok barbar yang liar.

Bangsa Jepang disebut tidak punya jiwa layaknya manusia. Mereka tak kenal budaya layaknya bangsa lain dan lebih dekat dengan jenis binatang dibanding manusia.

Hal ini untuk mengangkat moral para tentara Amerika. Dan menanamkan sikap tak ragu menghabisi lawannya yang dikondisikan bukan manusia. Informasi ini disebarkan dari satu penduduk ke yang lainnya. Poster dibawa dan ditunjukan dari satu ke yang lainnya. Tentara menceritakan berita satu ke yang lainnya.
Namun kini, benarkah hal itu? Kita bisa menyaksikan sendiri bagaimana bangsa Jepang adalah salah satu bangsa yang paling berbudaya.

Itulah propaganda. Bagaimana informasi salah pun bisa disuntikan dan ditransfer dari satu orang ke orang lainnya. Gawatnya hal itu kini seolah mendapat steroid dengan kehadiran smartphone, internet serta sosial media.

Berkat adanya benda tersebut akses informasi yang bisa kita terima dalam hitungan detik bukanlah hal yang mustahil, semua kendali ada diujung jari tinggal geser dan sentuh layar smartphone pesan yang kita kirimkan pada dunia akan langsung melesat tajam menghiasi dinding-dinding dunia maya yang dapat dibaca orang banyak tanpa ada batasan ruang dan waktu.

Tidak hanya berhenti sampai situ berawal dari orang yang terjangkit virus “kepolosan” mulailah tersebar berita tanpa menelaahnya terlebih dahulu. Akibatnya mental masyarakat berhasil terbentuk dan dikendalikan dari berita-berita tersebut.

Inikah cermin manusia modern yang cerdas? Sebaiknya perlu kita pikirkan lagi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

“Seleb English” Konten Edukasi dari Sacha Stevenson, Bagaimana Berbahasa Inggris yang Baik dan Benar

Tak lama setelah membuat video berjudul “How To Act Indonesian”, nama Sacha Stevenson mulai banyak dikenal oleh sebagian besar pegiat media sosial. Dalam seri video tersebut, Sacha menampilan beberapa adegan yang menggambarkan bagaimana masyarakat kita melakoni hidupnya sehari-hari. Mulai dari kebiasaan, kekonyolan, sikap, bahkan pada keramahan setiap masyarakat kita. Jadi jangan heran, jika selama menyaksikan videonya. Barangkali kita akan berkata “Wah ini gue banget”.

Lahir di Kanada, pada 21 Januari 1982 lalu. Sacha sudah tinggal dan menetap di Indonesia selama 17 tahun lamanya. Menikah dengan lelaki Indonesia, yang juga jadi teman duet untuk berkarya dalam melahirkan konten youtube di saluran pribadinya.

Memiliki pengikut kurang lebih 400 ribu orang, Sacha selalu melahirkan konten-konten menarik untuk disaksikan. Tapi, jika saya akan ditanya manakah konten miliknya yang paling saya sukai. Pilihan saya, jelas jatuh pada seri “Seleb English” yang selalu memberi banyak pelajaran baru seusai menontonnya.

Konon, Kata Sacha Video Seri Ini Adalah Sesuatu yang Baru

Jika kita coba melihat pada beberapa video karya miliknya, kurang lebih ada 20 jenis playlist video pada saluran youtube pribadinya. Dan benar saja, jika seri “Seleb English’ ini adalah sesuatu yang baru ia lahirkan pada pertengahan April 2018 lalu.

Dengan modal, pernah menjadi guru bahasa Inggris selama 7 tahun. Tak ada salahnya jika Sacha membuat video ini sebagai bahan pelajaran untuk para pengikutnya di Youtube. Hanya saja, objeknya mungkin berbeda dari tempat kursus atau sekolah. Ia tak menyampaikan pemahaman lewat materi dari buku-buku tebal atau kamus yang biasa kamu gunakan. Tapi, menggaet para selebriti sebagai bahan pembelajaran.

Tidak Menyebut Dirinya Benar dan yang Dikoreksi Salah, Ia Datang Hanya Untuk Membenarkan Apa yang Seharusnya

Pada video pertama seri “Seleb English” ia mencatut nama Rich Brian, Ayu Ting-ting, Agnezmo, Dian Sastro dan Sule. Hampir serupa dengan seorang guru yang sedang melakoni peran dalam hal menjelaskan sesuatu pada seorang murid. Sacha memberhentikan rekaman suara yang jadi subjek pembahasan, menjelaskan titik salahnya dan menuturkan bagaimana pengucapan yang benar yang seharusnya disampaikan. Mulai dari aksen yang harusnya ditekan, atau kata yang seharusnya diganti dengan kata lain. Sampai beberapa hal, yang mungkin sebelumnya belum kita ketahui sama sekali.

Bahkan tak sampai disitu saja, ia juga mengapresiasi setiap kemampuan berbahasa Inggris semua orang yang ia jadikan bahan koreksi. Mulai dari yang dinilai buruk, sedang, baik, hingga sangat baik.

Sacha Membuktikan, Jika Konten di Youtube Tak Selalu Buruk Seperti yang Banyak Digambarkan

Kita jelas sudah jengah dengan video-video sensasi dari akun-akun yang mengaku konten kreator, video sensasi dengan judul-judul klik bait yang hanya ingin mendulang pundi-pundi dolar dari satu klik para pengguna media sosial, hingga para aksi-aksi tak pantas yang seharusnya tak dijadikan tontonan.

Dan, lahirnya konten “Seleb English” dari Sacha ini. Mungkin bisa jadi sesuatu yang tak hanya menyengarkan tampilan timeline saja. Tapi juga memberikan pelajaran baru untuk siapa saja yang merasa butuh tahu lebih dalam, bagaimana berbahasa Inggris yang baik dan benar.

Disambut Baik Oleh Pengikutnya, Konten-konten Seperti Ini Memang Jadi Sesuatu yang Kita Butuhkan

Setidaknya, tak hanya membuang-buang kuota untuk menonton video-video youtube yang kadang tak ada juntrungannya. Mulai sekarang, ada satu hal baik yang sudah akan kita bayangkan tiap kali akan menonton deretan video miliknya, yakni pelajaran baru dalam berbahasa Inggris yang ia berikan. Karena biar bagaimanapun, ini jadi salah satu bahasa yang seharusnya kita kuasai.

Lebih dari itu, kedepan kita mungkin berharap, akan lebih banyak kreator yang menciptakan konten mendidik serupa yang juga sama baiknya. Memberi edukasi pada setiap orang yang menyaksikan, dan jadi bahan pelajaran baik untuk semua orang.

Dan untuk Sacha, tetap berkarya dan lahirkan lebih banyak konten mendidik lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Mencari Informasi di Google Search Tanpa Koneksi Internet, Memangnya Bisa?

Bagi kamu yang memiliki aktivitas aktif dalam berselancar di Google Search, kabar gembira nih. Kalau kamu tak memiliki koneksi internet, kamu tetap bisa mengakses google search loh. Namun tentunya ada syarat dan ketentuan yang berlaku ya. Berikut adalah langkah-langkahnya.

Menggunakan Aplikasi Google Search Bukan Browser

Agar kamu bisa menikmati fitur ini, kamu perlu menggunakan aplikasi google search. Ingat ya, google search bukan browser. Biasanya aplikasi ini tersedia di tengah atas halaman home smartphone mu.

Masuk ke Google Search Lalu Ketik Kata Kunci Sesuai Kebutuhanmu

Saat kamu sudah masuk ke google search kamu bisa mulai menelusuri informasi tertentu di mesin pencarian tanpa koneksi internet. Kamu bisa mencari sebanyak yang kamu inginkan. Namun kamu juga harus ingat bahwa kamu tidak bisa langsung menikmati hasil pencarianmu saat dalam mode offline karena sistemnya akan tertunda sampai kamu sudah terkoneksi dengan jaringan internet.

Saat Kamu Sudah Terkoneksi dengan Internet, Kamu Bisa Melihat Hasil Pencarian yang Tertunda Sebelumnya

Google akan memberi notifikasi saat hasil pencarianmu sudah tersedia saat kamu sudah terkoneksi dengan internet. Jadi kamu nggak perlu mengetik ulang kata kunci. Kamu bisa menikmati fitur ini dengan meng-update aplikasi google search versi terbaru yang tersedia di Play Store.
Setelah aplikasi sudah kamu update, pilihlah opsi settings kemudian pilih menu offline search dan aktifkan menu always retry searches. Jadi saat kamu offline kamu tetap bisa mengakses hasil pencarianmu di menu manage searches.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

7 Fakta Unik yang Harus Kamu Tahu, dari Isi Rumah Bill Gates

Bill Gates merupakan orang terkaya di Amerika. Dia salah satu orang paling sukses di dunia. Tak heran jika rumahnya dibangun bak istana dengan dilengkapi teknologi tinggi di dalamnya. Berikut adalah fakta menakjubkan tentang isi rumah seorang Bill Gates.

1. Harga Istana Milik Bill Gates Mencapai 124 Juta Dolar AS

Properti yang ada dalam rumah Bill Gates diperkirakan memiliki nilai mencapai 124 juta dollar AS. Pada awalnnya Bill Gates membelinya dengan harga 2 juta dollar AS pada tahun 1988. Dengan kekayaan yang dimilikinya, Bill Gates dilaporkan membayar pajak properti sekitar 1 juta dollar AS pertahun.

2. Di dalam Rumahnya Terdapat Sistem Sensor Berteknologi Tinggi

Setiap tamu yang datang ke rumah Bill Gates akan diberi pin yang bisa digunakan untuk berinteraksi dengan sensor yang berlokasi di seluruh sudut rumah. Para tamu bisa menekan tombol temperature dan lampu sehingga pengaturan berubah saat mereka berpindah mengelilingi rumah. Speaker yang tersembunyi di balik wallpaper juga memungkinkan music mengikuti para tamu dari satu ruangan ke ruangan lainnya.

3. Karya Seni di Tembok Bisa Berubah Hanya dengan Sentuhan

Bill Gates menggunakan 80.000 dolar AS untuk layar komputer yang disituasikan di sekitar rumah. Hal ini yang membuat setiap orang bisa membuat tampilan layar dengan lukisan atau seni fotografi mereka sendiri dimana gambar tersebut harus disimpan pada perangkat penyimpanan seharga setara 150.000 dolar AS.

4. Terdapat Sistem Musik Bawah Air di Kolam Renang Milik Bill Gates

Terdapat kolam renang yang terletak di gedung yang terpisah dengan luas 3.900 kaki persegi. Orang yang masuk ke dalam kolam renang bisa berenang di bawah dinding kaca hingga sampai ke daerah teras bagian luar. Di kolam renang ini juga dilengkapi ruang ganti dengan empat kamar mandi dan system music bawah air.

5. Luas Garasi Mampu Menampung Hingga 23 Mobil Sekaligus

Di sekitar lingkungan rumah Bill Gates terdapat beberapa garasi yang mampu menampung hingga 23 mobil sekaligus. Di antara semua garasi, terdapat satu yang berada di gua bawah tanah yang terbuat dari beton dan stainless steel. Garasi yang satu ini bisa sampai menampung 10 mobil.

6. Di Dalam Rumah Terdapat Perpustakaan Megah Bernilai 30 Juta Dolar AS

Terdapat perpustakaan megah dengan 2.100 kaki persegi yang memiliki atap kubah dan dua rak buku rahasia. Di dalamnya juga terdapat bar tersembunyi. Tak hanya itu, di langit-langit perpustakaan terdapat quote dari “The Great Gatsby” yang berbunyi “He had come a long way to this blue lawn, and his dream must have seemed so close that he could hardly fail to grasp it”.

7. Bill Gates Memiliki Pohon Kesayangan yang Dimonitor 24 Jam

Ternyata Bill Gates memiliki pohon kesayangan yang tumbuh di dekat rumahnya. Pohon tersebut adalah jenis pohon maple yang berusia 40 tahun. Pohon ini selalu dimonitor selama 24 jam dan saat keadaan pohon terlalu kering, maka air akan otomatis dipompa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top