Tips

Masih Muda Sih, Tapi Kok Hutangmu Sudah Banyak? Segeralah Evaluasi Keuanganmu Mulai dari Sekarang

Pernah dengar kasus traveler Fransisca Paisal atau yang akrab disapa Sisspai? Wanita muda ini memang berhasil melakukan perjalanan ke sejumlah tempat indah di berbagai negara serta menerapkan gaya hidup mewah. Tak main-main, Sisspai bahkan terbiasa berbelanja barang-barang branded yang kalau ditotal mencapai nominal ratusan juta. Tapi dibalik semua itu, ternyata anggaran Sisspai berasal dari hutangnya kepada sejumlah pihak demi membiayai hidup dan sejumlah perjalanannya.

Entah apa yang ada di benaknya. Namun sekarang ini banyak orang yang berani mengambil risiko, dengan berhutang demi memenuhi tuntutan gaya hidup. Alih-alih pendapatan bulanan dipakai untuk menabung, yang ada uang tersebut hanya akan habis untuk melunasi cicilan. Padahal selagi kita muda, ada baiknya kita mengatur keuangan sebaik mungkin sehingga yang muncul bukannya tagihan yang membengkak setiap bulannya, melainkan saldo tabungan untuk keperluan di hari depan. Untukmu yang mungkin masih merasa kesulitan mengatur keuangan, milyarder asal Hongkong, Li Ka Shing memberikan beberapa tips yang akan membantumu memanajeman keuangan bulanan. Menurutnya, bijak dalam mengatur keuangan dimulai ketika kita bisa disiplin membagi penghasilan jadi lima bagian.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

5 Bantahan Terhadap Argumentasi Konyol Penolak Vaksin MR

Kamu termasuk yang mana, pendukung vaksin MR atau mereka yang menolak? Yup, dalam satu bulan terakhir dunia maya dibuat berisik soal urusan Vaksin MR ini. Tak percaya? Google bahkan menangkap kenaikan hingga lebih 1000 persen perbicangan soal ini. Penyebabnya apa? Tak lain karena menguatnya debat antara para pendukung vaksin dan mereka yang anti vaksin tadi.

Masing-masing punya argumen. Tapi ini soal kesehatan yang sudah selayaknya tak dijadikan bahan debat apalagi cuma jadi penghias gadget dan linimasa semata. Karena Vaksin MR itu diperlukan untuk menghindari penyakit Rubella yang bisa menyebabkan cacat bisu, tuli, kebutaan, kelainan jantung dan komplikasi lainnya.

Sementara Campak pada anak-anak gejalanya kesannya ringan tapi komplikasinya yang berbahaya bisa diare berat, menyerang sistem syaraf, kejang-kejang dan mungkin kebutaan dan kematian.

Mengerikan bukan? Lantas kenapa masih saja ada yang menolak vaksin MR ini? Karena mereka punya alasan yang sesungguhnya sudah bantahannya.

Rubella Dibilang Bisa Disembuhkan Menggunakan Obat Alami Dan Herbal, Faktanya?

Sebetulnya mereka yang anti vaksin itu bukan berarti gagah berani dan merasa tak mungkin anaknya terkena penyakit rubella dan campak. Tapi mereka berani tidak ikut vaksin karena merasa bahwa anaknya tidak akan terkena penyakit itu selama kesehatannya dijaga. Dan kalaupun terkena bisa disembuhkan dengan menggunakan obat-obatan herbal macam madu atau jintan hitam

Padahal faktanya penyakit Rubella itu disebabkan oleh virus yang bisa menular jika korban dalam kondisi seperti apa pun. Dan fatalnya mereka yang sudah terkena penyakit ini tidak ada obatnya. Pernyataan ini bukan asal comot karena dokter dan mereka yang fokus dibidang medislah yang menyatakan ini.

Bahkan Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek juga menegaskan hal ini bahwa penyakit campak (measels) dan rubella bila sudah terkena anak-anak akan mematikan. Menggunakan vaksin adalah satu-satunya cara untuk menghindari kedua penyakit tersebut. Kalau sekelas Menteri kesehatan saja sudah menyatakan seperti ini lantas kenapa kita yang tak punya pendidikan kesehatan masih berani mengambil kesimpulan sendiri?

“Saya mengingatkan kalau terkena penyakit ini tidak ada pengobatannya. Kita hanya mencoba meningkatkan supaya gejala berkurang,” ujar Nila.

Belum Bersertifikat Halal, Bukan Berarti Lantas Haram

Nah ini yang bikin ramai kemarin. Vaksin MR dikabarkan haram dan tidak boleh digunakan oleh mereka yang muslim. Padahal informasi tepatnya, vaksin MR ini sertifikasinya sedang dalam proses pengurusan.

Analogi sederhananya begini. Ketika kita membeli mie ayam atau ketoprak yang lewat di depan rumah, pernahkah kita mencap makanan tersebut haram karena tidak ada sertifikat halalnya? Kenapa kita bisa tenang saja dan tak mempermasalahkan makanan tersebut? Kalau untuk perkara yang lebih ringan saja kita bisa melihatnya secara jernih, kenapa pulak untuk urusan mendesak macam vaksin MR kita begitu ngotot?

Apalagi urusan vaksin MR ini sebetulnya sudah tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 yang memutuskan bahwa Vaksin MR produksi Serum Institute of India (SII) diperbolehkan untuk imunisasi. Kalau sudah ada fatwa berhukum Mubah dari para ulama macam ini, kenapa masih harus ragu lagi?

Paling Konyol Adalah Tuduhan Vaksin MR Dibuat Dari Darah Pelacur

Mungkin ini tuduhan paling gila dan brutal. Disebarkan isu bahwa vaksin MR ini dibuat dari campuran darah pelacur dan darah para penjahat. Jelas ini tuduhan yang begitu sesat. Karena vaksin MR ini merupakan produk kesehatan yang harus melalui uji yang ketat. Proses berisiko seperti menggunakan darah apalagi darah pelacur dan penjahat jelas tidak mungkin dilakukan.

Vaksin MR yang digunakan di Indonesia sudah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan izin edar dari Badan POM. Jadi, vaksinasi MR aman dilakukan. Vaksin ini pun nyatanya telah digunakan di lebih dari 141 negara dunia. Apa iya 141 negara itu akan diam saja kalau vaksin MR dibuat asal-asalan seperti tuduhan itu?

Efek Samping Vaksin MR Hanya Minor Dan Nyaris Tidak Dirasakan

Salah satu alasan orang tua menolak anaknya di vaksin MR adalah karena adanya isu bahwa vaksin ini bisa menyebabkan autisme pada anak. Padahal hingga saat ini tidak ada studi yang membenarkan isu tersebut.

Sementara yang benar, umumnya vaksin MR tidak memiliki efek samping yang berarti. Sekalipun ada, efek samping yang ditimbulkan cenderung umum dan ringan, seperti demam, ruam kulit, atau nyeri di bagian kulit bekas suntikan. Ini merupakan reaksi yang normal dan akan menghilang dalam waktu 2-3 hari.

Tak Bisa Egois Soal Vaksin MR, Karena Mereka Yang Tak Divaksin Bisa Menularkan

Seringnya mereka yang menolak vaksin beralasan bahwa ikut tidaknya vaksinasi adalah urusan ranah pribadi. Masalahnya untuk urusan penyakit macam campak dan rubella ini, pencegahannya hanya bisa dilakukan secara bersamaan.

Ambil contoh misalnya jika anak kita sudah divaksin, maka dia tidak akan terkena penyakit tersebut. Masalahnya jika sekelilingnya tidak divaksin, jika nanti anak kita memiliki keturunan bisa jadi tertular di dalam kandungan oleh orang lain yang tidak divaksin.

Jadi kalau masih ngotot tak mau ikut vaksinasi rasanya tepat idiom yang tersebar selama ini. Tak masalah kamu tidak mau ikut vaksin, tapi silahkan mengasingkan diri jauh-jauh dan jangan tinggal dekat kami yang memilih untuk ikut vaksinasi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tahu Hanya dari “Katanya”, Pantaskah Kita untuk Menilainya?

Terdengar konyol memang, jika harus buru-buru marah untuk sebuah ucapan yang hanya bersumber dari mulut orang. Tapi mau kita akui atau tidak, diri ini pasti pernah marah pada seseorang, hanya karena katanya ia menjelek-jelekkanmu dibelakang. Memandang seseorang buruk, hanya karena katanya kawan lain ia bukanlah orang baik. Hingga ikut-ikutan memusuhi tetangga dengan alasan serupa, ya “katanya”.

Benar memang, kita memang boleh saja merasa berhak untuk membuat satu pernyataan tentang seorang kawan. Tapi, jika semua informasi yang kita terima hanya datang dari sesuatu yang “katanya”, apa iya apa yang kita lakukan sudah benar? Ingat ya, penampilan tak selalu menentukan sikap asli seseorang, apa yang kita lihat buruk belum tentu buruk sungguhan. Apalagi jika hanya kata orang, bukan dari sesuatu yang memang kita lihat langsung.

Dengar, Tak Semua Orang Senang Melihatmu Punya Teman

Nah, bukannya berpikiran buruk pada orang, tapi faktanya beberapa orang tak suka kita acap kali menjelma jadi seorang sahabat karib. Mendekapmu erat, untuk bisa lebih mudah tahu titik lemahmu. Berpikir, bahwa cerita bohongnya bisa berhasil. Ucapan dan penyatannya tentang seseorang yang katanya berkata buruk padamu, bisa saja lahir dari karangan pribadi.

Ini bukan tentang ingin menunjukkan kebenaran padamu, ia hanya ingin mengajakmu membenci orang lain yang mungkin tak ia senangi. Dengan begitu, hubunganmu dengan si dia yang tadi ia jadikan tersangka mungkin akan renggang. Sampai, sini harusnya kamu paham. Bahwa beberapa orang senang, melihatmu membenci dan dibenci orang.

Memilah-milah Lingkungan Boleh Saja, Tapi Selalu Percaya “Katanya” Belum Tentu Benar

Segala sesuatu yang ingin dilakoni, memang jadi tanggung jawab pribadi. Tak ada yang bisa menahan, apa yang kita ingin ya cobalah untuk dilakukan. Tapi termakan hasutan yang tak benar, jelas jadi sebuah kesalahan. Jauhi dia, jika memang menurutmu ia memberi pengaruh buruk bagimu, tapi jika pandangan buruk tentangnya hanya kau dapat dari apa kata orang. Sebaiknya, pikirkan kembali. Benarkah orang tersebut sudah mengatakan yang sesungguhnya? Karena jika ternyata salah, apa hak kita untuk bilang tak baik?

Untuk Lebih Paham, Coba Balik Situasinya

Yap, barangkali ini akan mempermudah kita memahami kondisinya. Coba bayangkan, dirimu adalah seseorang yang memang terbilang tak suka bergaul dengan banyak orang. Jarang ikut nimbrung pada obrolan orang, lalu mendadak disebut sebagai sosok anti sosial oleh seorang teman, yang kemudian disebarkan pada lebih banyak kawan. Hasilnya, kamu dijauhi oleh mereka. Padahal, apa yang telinga mereka dengarkan hanya bersumber dari kata satu orang yang sebenarnya tak begitu adanya.

Setiap sikap dan tindakan yang dilakukan seseorang, pastilah punya alasan. Begitu pula sikap temanmu, rekan kerja, keluarga atau bahkan siapa saja yang kamu kenal. Tapi, bagaiamana rasanya, disebut-sebut sebagai sosok yang sebenarnya bukanlah dirimu? Tentu tak enak kan? Kalau memang tak suka, jangan berbuat hal serupa.

Mengenal Karakter Seseorang Itu Tak Gampang, Apalagi dengan Modal Kata Orang

Tanpa harus kujelaskan, kamu pasti paham. Untuk bisa menggali dan mengenali ruas sisi dari pribadi seseorang, butuh waktu yang cukup lama. Kamu, tak bisa seenaknya bilang orang lain angkuh hanya karena katanya tak pernah bertegur sapa dengan orang lain.

Untuk itu, sebelum memberanikan diri untuk membuat satu pernyataan tentang oponimu atas karakternya. Cobalah kenali dirinya lebih dalam, sehingga kamu bisa tahu bagaimana dirinya yang sesungguhnya. Tapi, tetap saja tak ada manusia yang paling berhak untuk menentukan baik dan buruknya seseorang. Menilainya, bukanlah tugasmu. Kecuali dia sendiri yang memintanya.

Kalau Memang Penasaran, Coba Tanya Langsung Pada yang Bersangkutan

Kalau memang masih merasa ingin membuat satu pernyataan tentang dirinya. Cobalah tanya sendiri pada orangnya, bukan hanya dengar apa kata orang saja. Sampaikan pada dirinya, apakah semua ucapan orang lain tentang dirinya benar atau tidak? Setidaknya ini akan jadi jawaban yang sedikit membantu. Layakkah kita memberinya sebuah label atas, apa yang selama ini kita dengar?

Selanjutnya Kita Akan Paham, Seberapa Hebatpun Kamu Menilai Seseorang Bukanlah Tugasmu

Inti dari semua hal yang tadi kita bicarakan, memang tetap jatuh pada pandangan bahwa manusia bukan Tuhan. Tak ada yang berhak untuk menilai seseorang dengan modal dengar kata orang. Tidak pula, merasa layak untuk menguatarakan pendapat atas seseorang karena oranglain juga membicarakan orang tersebut.

Simpan semua keinginan untuk menyudutkan dan membicarakan orang, apalagi jika semuanya hanya bersumber dari ucapan-ucapan yang tak jelas kau dengar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Bekerja di Startup itu Memang Menarik, Tapi Kamu Yakin Sanggup Beradaptasi ? Atau Sekedar Tertarik?

Kenyataannya, tak hanya butuh cerdas saja. Bekerja di start-up membutuhkan daya tahan, karena yang kamu kerjakan bisa bermacam-macam. Belum lagi tentang kemampuanmu untuk beradaptasi adalah hal yang tak kalah penting dari sekedar ijazah dan pengalaman. Kalau kamu merasa menarik, sebagaimana fakta yang dilansir Dailysocial.id tentang bekerja di startup. Ada beberapa hal yang perlu kamu persiapkan sebelum memutuskan untuk bekerja di perusahaan start-up. 

Jam Kerja Terbilang Panjang dan Jangan Samakan Dengan Umumnya Perusahaan

Bekerja di startup tidak seperti di kantoran yang 9 to 5, karena bekerja waktu kerjamu bisa sangat panjang bahkan menguras tenagan dan sangat melelahkan. Hal ini biasanya menjadi curhatan kalangan millennial di sosial media dengan beragam cerita dan unggahannya.

Waktu kamu pun banyak yang tersita sehingga jangan harap mempunyai banyak waktu untuk bermain bahkan pacaran, peluncuran produk sampai layanan startup dipastikan membuat anda rela menghabiskan banyak untuk bekerja. Jadi kumpulkan niat ya jangan kaget kalau nantinya kamu membutuhkan banyak kafein dari pada protein.

Gaji Kamu Pas-Pas’an Adalaha Alasan, Kenapa Kamu Harus Menghemat Pengeluaran

Tenang saja, kalau kamu adalah tenaga profesional yang memang memiliki posisi kunci dalam startup kamu justru akan mendapatkan penghasilan lebih. Tapi judul ini berlaku bagi kamu yang minim pengalaman, atau pertama kali berkecimpung dalam dunia nyata (dibaca : kerja).

Karena penghasilan yang ditawarkan itu hanya sedikit, Eitss, bukan karena kantor kamu pelit tetapi banyak startup yang menjalankan bisnis secara bootstrapping yakni berdiri sendiri tanpa ada investor maupun vanture capital. Hingga startup menghemat pengeluaran dengan memberikan gaji lebih sedikit.

Dua Tiga Pekerjaan Bisa Dilakukan Satu Orang, Ini Bukan Penyiksaan Tapi Pengalaman

Pegawai di startup terkenal dapat melakukan dua tiga pekerjaan karena keseringan multitaksking. Hal ini pun dilakukan perusahaan demi menghemat biaya pengeluaraan yang umumnya tidak memiliki budget lebih, dan sedang berjuang untuk menjadi perusahaan yang bonafit.

Kalau kamu berfikir ini adalah penyiksaan, sebenarnya nggak juga sih. Karena kalau kamu ambil sisi positifnya multitaksking dapat memperkaya pengalaman, pembelajaran, sampai networking, jadi kalau kamu nantinya akan pindah ke perusahaan lain tentu kamu bisa dihargai mahal.

Akrab Dengan Perubahan yang Kadang Membuat Pegawai Memiliki Keraguan

Kegagalan masih akan terjadi dalam startup yang sedang berkembang, selain itu bakal banyak perubahan yang kamu alami. Jadi jangan merasa heran atau pun kerap bertanya kenapa cepat sekali mengalami perubahan seperti pergantian CEO, Pivoting, restrukturisasi dan jajaran C-Level lainnya, semua perubahan itu tidak dapat dihndarkan.

Jadi apabila kamu memiliki keyakinan dengan startup yang mana kamu jadi pegawainya sekarang, bertahan adalah keputusan terbaik karena apabila berkembang kamu akan menjadi salah satu atasan. Tetapi apabila ragu sebaiknya kamu keluar dari startup tersebut.

Ingat Semua Start-up Itu Masih Percobaan dan Eksperimen

Nah, ini perlu kamu ingat apabila kamu bergabung dengan startup karena akan banyak kegiatan atau pekerjaan yang belum jelas dan tidak pasti. Hal ini terjadi karena startup masih dalam fase eksperimen dan juga percobaan, layanan atau produk apa yang berfungsi dengan baik sehingga bisa dijual kepada publik.

Sebelum kamu terjun, ada baiknya kamu mengulik apakah startup ini sedang beranjak naik atau tidak, atau bisa juga kamu menilai apakah startup ini menarik atau tidak. Dan juga tanpa melupakan apakah ada pesaing terkuat yang mampu menumbangkan perusahaanya.

Untuk itu manfaatkan waktu untuk mengumpulkan data, networking dan menjumpai pihak-pihak yang mampu mengembangkan perusahaan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pernah Buat Orangtua Kecewa, Sudahkah Kamu Berusaha Mengembalikan Rasa Percaya Mereka?

Hubungan itu pasti ada pasang surutnya. Tak terkecuali hubungan orangtua dan anak. Tak sedikit anak yang mengaku pernah mengalami kerenggangan dengan orangtuanya. Penyebabnya macam-macam, tapi biasanya bermula dari perbuatan kita yang memang membuat orangtua kecewa. Entah tutur kata, tingkah laku, atau mungkin dari kitanya yang sudah tak lagi merasa dekat dengan orangtua. Disaat mereka berharap bisa banyak tahu hal tentangmu, kamu justru menjauh.

Sebagai anak, coba ingat lagi, sudah seberapa sering kamu mengecewakan orangtua? Mungkin ada kondisi dimana terlalu seringnya kita membuat papa mama kecewa, rasa percaya mereka terhadap kita jadi menurun.  Kamu semakin menganggap orangtua tak mau berusaha tahu kondisimu, hal ini yang kemudian membuatmu dan orangtua semakin jaga jarak. Ingatlah kawan, bagaimanapun juga, relasi dengan orangtua sudah seharusnya kamu jaga dan kamu perjuangkan.

Cobalah Tunjukkan Usahamu Pelan-pelan dan Wujudkan Janjimu Kalau Kamu Tak Akan Mengulang Kesalahan

Bagaimanapun, setiap orang pernah melakukan kesalahan di masa lalunya. Termasuk orangtua ke anak, maupun anak ke orangtua. Yang namanya dinamika relasi pasti ada. Tak usah khawatir, kamu tetap bisa memperbaiki semuanya. Kamu bisa mengembalikan kepercayaan mama-papamu dengan menunjukkan usaha untuk berubah. Sebab berjanji saja tak cukup untuk membuat mereka percaya.

Orangtua Akan Lega, Jika Kamu Mengikuti Apa Kata Mereka 

Orangtua mana yang tak bisa memberi maaf kepada anaknya? Setiap orangtua pasti akan tetap menyayangi anaknya kendati telah dibuat kecewa. Nah, giliranmu untuk mengembalikan kepercayaan mereka. Cobalah membuka diri untuk untuk menuruti nasihat-nasihat yang mereka bilang kepadamu.

Tak melulu jiwa muda dan kebebasan bisa dijadikan alasan untukmu bertindak sesuka hati, kawan. Menuruti dan mendengarkan apa kata orangtua akan membuat mereka lega bahwa kamu pun peduli dengan kebaikanmu sekarang maupun di masa depan.

Tak Cukup dengan Minta Maaf, Bantu Mereka Melupakan Kecewanya dengan Menunjukkan Bakti dan Kasih Sayangmu

Mereka yang masih begitu sayang padamu sepenuh hati pasti akan tetap mau menerimamu meski kamu telah mengecewakan mereka di masa lalu. Karenanya, cobalah tunjukkan usahamu skalau kamu pun masih peduli pada mereka lebih dari sebelumnya. Salah satu caranya bisa dengan melakukan hal-hal sederhana semacam membantu mama di dapur, memijat ayah selepas kerja, atau memberi bunga sebagai ucap terima kasih terhadap kasih sayang mereka selama ini.

Buatlah Pencapaian demi Membuat Mereka Bahagia dan Percaya bahwa kamu berprestasi dan bisa dibanggakan

Cara ampuh yang bisa kamu coba untuk mengembalikan rasa percaya orangtuamu adalah dengan membuat  pencapaian. Kawan, cobalah buat mereka bangga dengan prestasi yang telah kamu capai. Atau kalau kamu memang sedang punya rencana besar, jadikan hal itu sebagai target dan kamu yakini hasilnya bisa jadi pencapaianmu kelak. Pencapaian ini sekaligus bukti nyata bahwa kamu sudah berubah dan bisa jadi kebanggaan orangtua. Kelak kalau kamu berhasil, mereka pun akan percaya kembali padamu.

Dan Berhentilah Mengandalkan Kiriman dari Mereka, Buktikan Saja Bahwa Kamu Sudah Mulai Dewasa dan Mandiri 

Kalau tadinya kamu selalu mengharapkan apa-apa dari orangtuamu, cobalah untuk mandiri dan berhenti menggantungkan hidup dari mereka. Memulai belajar mandiri berarti kamu sedang berusaha untuk berhenti menyusahkan mereka dalam hal finansial. Jika secara keuangan kamu sudah bisa mandiri, niscaya orangtuamu akan mempercayaimu sebab kamu telah bertanggung jawab terhadap hidupmu sendiri.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top