Feature

Masalah dalam Hubungan Hanya Perlu Diperbaiki, Bukan Ditinggal Lari

Beberapa waktu belakangan, ada hantaman besar yang terjadi dalam hubungan kita. Kesukaan berubah menjadi kekesalan dengan begitu cepat. Merubah hal-hal manis yang tadinya telah masuk ke dalam lemari ingatan. Kencangnya hentakan mampu membuat kita terpental pada ego masing-masing.

Kita lupa bahwa persoalan-persoalan kecil seperti ini tak seharusnya melahirkan jarak. Sebelum nanti menyesal dan tak bisa kembali lagi, coba sejenak bertanya pada diri. Haruskan kita berdua lari untuk kemudian pergi?

Pergilah Sekedarnya, Barangkali Itu Akan Membuatku Mencari Sebabnya

Tak ingin membenarkan kesalahan, ini adalah curahan perasaan. Jika memang kamu ingin menepi dulu, aku tentu tak keberatan untuk menunggu beberapa waktu. Tenangkan dirimu sebentar, karena hal yang sama juga mungkin akan kulakukan.

Jika nanti semuanya sudah kembali tenang, berbaliklah lagi untuk saling mengasihi. Sebab hubungan ini bukanlah jalan bebas hambatan yang kerap kamu temui di perkotaan. Tapi ini adalah rute perjalanan yang mungkin akan diselingi beberapa hambatan.

Ketika aku marah kamu tak boleh ikut marah, begitu pula sebaliknya saat kamu merasa terluka aku harus bisa jadi penawarnya. Tak kubilang kamu tak boleh pergi, tapi pulanglah tanpa harus kucari.

Semua Masalah datang Untuk Menguatkan, Bukan Untuk Membuat Kita Saling Meninggalkan

Masa kritis dalam hubungan, memang kerap berakhir dengan situasi yang membuat kita kukuh bersitegang. Sebabnya pun bermacam, mulai dari pikiran yang tak sejalan hingga hal lain yang kerap jadi bahan perdebatan.

Meski keadaan seperti ini kadang membuat kita hampir frustasi, bukan berarti semuanya harus diakhiri. Usia yang tak lagi remaja, harusnya membantu kita untuk menimbang beberapa persoalan. Membuka mata untuk belajar menilai sesuatu dari kacamata yang berbeda.

Kita berdua hanya butuh jeda untuk menenangkan jiwa, bukan berarti harus melepaskan genggaman tangan.

Tak Perlu Terburu-buru Mencari Dia yang Baru, Kita Hanya Butuh Celah Untuk Kembali Padu

Sejak awal bertemu, kamu tentu tahu bahwa pasangan yang kini ada di hadapanmu bukanlah seseorang yang sama persis denganmu. Ketika kamu bisa mengelus dada untuk bersabar, diriku kerap kali berdiri untuk mencari. Aku kuat pada hal-hal yang membutuhkan tenaga, namun sering salah menentukan jalan keluar untuk masalah. Tanpa berniat untuk memaksamu menggenapiku, tadinya aku berharap kamu dapat menyeimbangkanku.

Pelan-pelan kita akan mencari ruang, menemukan kamar kosong yang memang dibutuhkan. Berharap jeda yang sedang kita jadikan spasi, akan kembali membawa kita bertemu. Berubah jadi dua orang manusia yang lebih mau menurunkan ego untuk berkompromi.

Kamu dan Aku Mungkin Lelah, Tapi Menyerah Bukanlah Solusinya

Tak hanya dituntut untuk bisa menjaga percaya dalam hal komitmen saja. Kita berdua akan dihadapkan pada berbagai hal lain yang kadang mendatangkan letih. Cobalah ingat kembali bagaimana kita memulainya, hingga kini telah berjalan sejauh ini. Hubungan ini tentu tak hanya tentang aku yang salah dan kamu yang mengalah. Tapi juga tentang bagaimana kita akan tetap bertahan, meski diterpa banyak cobaan.

Tetap berjalan di sampingku untuk menguatkan genggaman tanganku. Dari sini aku akan berusaha untuk tetap jadi pendamping yang sepadan untuk kamu yang memang kusayang. Percayalah Sayang, kekuatan cinta kita masih sama seperti dulu saat kita pertama menjadi sepasang kekasih.

Bukan Perkara Besar atau Tidaknya Masalah, Tapi Bagaimana Sebenarnya Kita Bisa Mengatasinya

Beberapa kali aku memang jadi pihak yang terlalu mendesak, dilain kesempatan kamu jadi orang yang menyebalkan. Hal-hal remeh seperti ini mungkin jadi beberapa sumber masalah yang kita hadapi. Hingga perihal restu keluarga, dan datangnya mantan pacar yang kamu atau aku punya.

Pergi untuk tak lagi dibebani mungkin membuat kita lepas dari lelah. Tapi bukan berarti hal itu akan menyelesaikan semuanya. Sebab satu-satunya jalan yang mau tak mau harus kita tempuh adalah tetap berjalan untuk menghadapinya.

Segala hal yang memang sedang bergejolak dalam hati, tak akan berhenti jika kita tak mencoba untuk mencari solusi. Mari sama-sama berbenah diri, barangkali selama ini masih ada beberapa sikap buruk dalam diri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Bukan Untuk Membuatmu Lemah, Inilah Alasan Tuhan Memberikanmu Masalah

Hidup tanpa masalah bagaikan laut tanpa ombak, hambar. Setiap manusia pasti mempunyai masalahnya masing-masing. Setiap hari, setiap waktu, kapanpun dan dimanapun itu. Namun janganlah kamu merasa bahwa masalahmu lah yang paling berat, apalagi sampai membenci tuhan karena masalah yang dia berikan. Mungkin inilah beberapa alasan mengapa masalah selalu menghampiri kehidupan.

1. Allah Tahu, Kamu Kuat dan Mampu


Dalam setiap masalah yang Dia berikan, kamu akan menjadi sosok yang lebih kuat saat berhasil melewatinya. Kamu mungkin tidak pernah tahu apa alasan tuhan memberikanmu masalah, tapi yang harus kamu tahu selalu ada hikmah dari setiap masalah yang kamu alami. Masalah juga akan melatih mental dan cara berpikirmu. Allah tahu, kamu mampu.

2. Menyadarkanmu dari Kesalahan Di Masa Lalu


Terkadang manusia memang egois, mereka selalu merasa benar sendiri. Setiap dirinya terluka mereka langsung menyalahkan orang lain, padahal mungkin saja itu semua balasan dari perbuatannya di masa lalu. Begitupun dengan masalah yang kamu hadapi, jangan dulu mengutuk keadaan, siapa tahu Allah berniat menyadarkan.

Coba ingat-ingat lagi apakah kamu pernah menyakiti seseorang atau berbuat kesalahan di masa lalu? Mungkin dengan memberimu masalah Allah berharap kamu akan memperbaiki segalanya. Memohon ampunlah pada-Nya dan meminta maaf pada orang yang telah kamu sakiti.

3. Allah Rindu dan Ingin Kamu Kembali Mendekat Pada-Nya


Allah selalu mempunyai banyak cara agar hamba-Nya selalu ingat kepadanya. Mungkin salah satunya adalah dengan memberikanmu masalah. Ibadahmu mungkin kurang, juga kamu masih berharap kepada manusia yang jelas-jelas tidak pasti, maka dari itu Allah ingin membuatmu kembali pada-Nya. Saat sedang dilanda masalah, saat tidak ada seorangpun yang mengerti, maka kamu tidak mempunyai pilihan lain selain mengadu pada-Nya.

4. Allah Begitu Menyayangimu


Pernahkah kamu berpikir kalau bentuk kasih sayang itu tidak berupa kebahagiaan saja? Iya, saat kamu sedang dilanda masalahpun itu pertanda jika Allah sangat menyayangimu. Ada banyak tujuan baik dari masalah yang kamu hadapi, cobalah untuk belajar ikhlas dan menerimanya. Karena hidup bukan hanya tentang manisnya gula juga pahitnya kopi, Allah tahu mana yang lebih kamu butuhkan untuk kebaikanmu.

5. Akan Ada Sesuatu yang Indah Di Balik Setiap Masalah


Terkadang, saking beratnya masalah yang kamu hadapi menyerah adalah pilihan terbaik yang ada di pikiranmu. Namun perlu kamu ketahui bahwa lari dari masalah tidak akan menyelesaikan semuanya. Masalah akan terus menumpuk jika kamu lari begitu saja. Jangan karena satu masalah maka kamu kehilangan arah untuk meraih mimpi yang lainnya.

Mimpi yang telah kamu susun dan perjuangkan sedari dulu, cobalah buka mata hatimu dan mulai berdamai dengan keadaan. Satu hal yang perlu kamu yakini, akan ada sesuatu yang indah dibalik setiap masalah. Kamu hanya perlu sabar dan ikhlas dalam melewatinya.

Memang tidak ada yang ingin gagal dalam hidupnya, namun kita harus sadar bahwa manusia hanya bisa berencana. Ada takdir yang lebih berkuasa dari mimpi, ketika masalah datang cobalah untuk hadapi, jangan lari apalagi sampai mengutuk diri. Yakinkah bahwa kamu bisa melewatinya, Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya berjuang sendirian. Bangkit dan berjuang lagi untuk meraih mimpi!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Agar Tak Membahayakan Diri, Kita Perlu Bijak Mengelola Emosi

Kenyataan yang tak sesuai keinginan, teman yang menyebalkan, jalanan macet tak karuan, atau apa saja yang bisa memancing amarah untuk diluapkan. Serungkali jadi alasan, kita untuk emosi dan marah. Tapi tak semua bisa mengeluarkan uneg-unegnya. Beberapa orang justru diam, meski emosinya sudah ada diambang batas kemarahan.

Sialnya selepas emosi dan marah-marah, ada hal buruk yang bisa saja terjadi atas kita. Membuat lingkungan merasa risih atau tak suka. Namun, seolah tak ada habisnya. Memendam amarah justru bisa berbahaya pada diri kita. Lantas harus bagaimana?

Kenali Dulu Jenis-jenis Emosimu

Setiap emosi dalam hidup kita memiliki peran penting dalam segala hal yang kita lakukan. Berpikir, berperilaku, mengambil tindakan, berbicara, dan bisa terlihat pula pada raut wajah. Sayangnya, masih banyak kita yang belum paham. Bagaimana bisa mengenali emosi dan cara mengelolanya serta membeda-bedakannya. Agar tak lagi terjebak dalam pemahaman yang salah, ini 7 jenis emosi dasar manusia dengan fungsi yang berbeda yang perlu kamu kenali.

Bahkan Sering Merasa Sendiri, Adalah Bentuk Lain dari Emosi

Ya, meski sedang berada di tengah keramaian. Jiwa dan hatimu tetap saja merasa sendiri, manusia dan hal-hal lain yang ada seolah tak berarti. Tak pernah diminta, perasaan selalu merasa sendiri bisa datang kapan saja, yang belakangan diketahui. Ternyata perasaan ini adalah bentuk lain dari emosi.  

Sebab, Meskin Jarang Disadari Memendam Emosi Bisa Berbahaya Pada Diri

Menurut psychmechanics, memendam emosi adalah cara seseorang untuk tidak mengakui emosinya atau tidak mengekpresikan emosi dengan cara yang sehat. Padahal pada dasarnya, emosi tidak bisa ditekan dan tetap harus dikeluarkan dengan cara apapun, salah satunya adalah meditasi. Sebab, emosi yang dipendam justru akan menimbulkan banyak masalah. Bagaimana saja dampaknya bisa kamu baca disini.

Untuk Itu Kita Harus Lebih peka, Cari Tahu Apa yang Membuatmu Marah-marah

Karena suka marah-marah nggak jelas, hasilnya bisa merusak mood diri dan orang-orang di sekitar. Untuk itu kita perlu lebih peka, sebab yang namanya asap tentu pastilah ada sumber api. Untuk itu, cobalah kenali berbagai hal yang mungkin jadi penyebab, kenapa belakangan ini kamu mudah tersulut amarah untuk berbagai hal yang sebenarnya bukanlah masalah.

Dan Jika Sedang Emosi, Cobalah Lakukan Hal Ini

Ada hal-hal buruk yang bisa saja terjadi setelah emosi, mulai dari membuat orang lain terluka atau justru melukai diri kita. Bertumbuh jadi manusia dewasa memang banyak tantangannya, dan mengelola emosi jadi salah satunya. Maka untuk tak buru-buru marah, coba lakoni hal-hal ini saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Agar Hidupmu Tidak Hancur Begitu Saja, Sertakan Logika Dalam Cinta

Galau, sebuah kata yang tak asing lagi di telinga kita. Hampir di setiap negara kata ini ada meskipun berbeda dalam penyebutannya. Galau disini menggambarkan perasaan seseorang yang sakit hati, gelisah dan tak karuan. Penyebabnya bisa jadi karena putus cinta, hubungan keluarga, atau ekspektasi yang bertolak belakang dengan realita.

Entah siapa yang pertama kali memproklamirkan kata galau ini, namun sepertinya kata ini sudah begitu fenomenal di Indonesia. Semua kalangan bisa saja merasakannya, namun kebanyakan memang orang dewasa yang sering mengaku dan merasakan galau. Dan alasan yang paling banyak di utarakan adalah karena putus cinta.

Hmm, pernah berpikir nggak sih apa untungnya dari galau? Dengan galau kita bisa merusak diri kita bahkan aktifitas kita. Galau bisa membuat kita kehilangan semangat melakukan sesuatu, bahkan sampai nafsu makan pun menurun. Memang sih, saat galau logika kita entah pergi kemana. Semuanya terasa hampa, dunia rasanya tak berpihak lagi pada kita.

Galau juga tidak hanya berpengaruh terhadap diri sendiri, tapi akan berpengaruh terhadap orang-orang di sekitar kita. Bagaimana tidak? Yang biasanya kita adalah orang periang, ketika galau tiba-tiba diam seribu bahasa. Tidak ada lagi senyuman di wajah kita, tentu saja orang lain akan merasa aneh dengan kita. Mungkin banyak yang empati, namun tidak sedikit juga yang memang tidak perduli.

Ada yang sampai galau bertahun-tahun karena putus cinta, memang ya jika sudah berkaitan dengan cinta logika kita entah kemana. Padahal, jika seseorang itu pergi meninggalkan kita sudah jelas dia bukan yang terbaik untuk kita. Sakit memang sakit, namun bangkit tetap harus bangkit. Hidup bukan hanya tentang meratapi luka, semuanya hanya tentang waktu. Perlahan luka akan sembuh dengan sendirinya, selama ia masih menganga cobalah untuk menata hati kembali. Merapikan yang sudah dia hancurkan, memeluk puing-puing harapan yang ia tinggalkan. Jangan melulu terpuruk dengan keadaan.

Kebanyakan yang merasakan galau ini adalah perempuan. Karena apa? Karena saat jatuh cinta perempuan hampir menggunakan seluruh perasaannya daripada logika, berbanding terbalik dengan laki-laki. Perempuan mencinta tanpa memikirkan logika, sedangkan laki-laki lebih mengutamakn logika daripada rasa. Maka dari itu saat ada yang terluka, laki-laki lebih memiliki peluang cepat sembuh karena logikanya berjalan. Sedangkan perempuan, ia hanya mengikuti perasaannya sampai suatu hari nanti logikanya terbuka dengan sendirinya, butuh waktu yang lama.

Galau ini sebenarnya belum ada obatnya, namun mendekat kepada sang pencipta bisa menjadi pereda. Ketika kesetiaan dibalas dengan pengkhianatan, ketika ketulusan dibalas dengan kebohongan, bersyukurlah karena Allah telah memperlihatkan siapa diri mereka sesungguhnya. Kata-kata motivasi dan hiburan dari teman-teman memang sedikit menguatkan, namun tetap saja bangkit dan kembali seperti semula butuh waktu yang lama.

Teruntuk kalian yang sedang merasakan, mari jemput logika agar luka kalian tidak berlangsung sama. Percayakan segala hal kepada yang maha kuasa, termasuk cinta. Yang terbaik akan dipersatukan dengan yang baik juga, lalu jika kamu masih berharap dengan seseorang yang telah menyakitimu apakah kamu tidak akan merasa rugi jika dipersatukan dengan seseorang yang tidak baik untukmu? Segera Move On dan perbaiki kehidupanmu sekarang, sebelum galau benar-benar membawamu dalam penderitaan. Semangat !

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top