Feature

Masa Muda : Memperbanyak Pengalaman Jauh Lebih Penting daripada Bekerja Sesuai Passion

Perihal bekerja, setiap orang setuju kalau bekerja sesuai passion itu asik. Lantaran pekerjaan dilakukan dengan sepenuh hati, karena itu merupakan bidang yang disukai. Tapi tidak semua orang dapat bekerja sesuai dengan passion, kalaupun ada. Itu hanyalah segelintir orang yang beruntung bisa bekerja sesuai dengan passion. Karena ada banyak orang yang bekerja tanpa dilandasi passion sama sekali.

Tidak berjalanya hidup dengan keinginan yang kita mau, menjadi tanda kalau hidup harus penuh semangat. Karena bekerja tidak sesuai dengan passion membutuhkan semangat lebih. Nah, bagi kamu yang tidak bekerja sesuai dengan passion ada banyak hal yang dapat memotivasi agar kamu tetap semangat.

Ubahlah Sudut Pandang, Karena Bekerja Tak Selalu Sesuai Dengan Apa yang Kamu Kira

Salah satu hal yang dapat menghalangimu saat bekerja adalah sudut pandang kamu sendiri. Jangan melihat pekerjaan kamu yang tidak enak, karena bekerja itu ada sisi enak dan ada sisi nggak enak. Itu menjadi hal yang seimbang, dan hampir setiap semua pekerjaan bakal ada dua sisi seperti itu. Untuk itu, kamu pun tak bisa menganggap kalau bekerja sesuai dengan passion bakal enak-enak saja. Karena pada dasarnya tidak ada yang 100% enak dijalani dalam dunia ini.

Jangan Memutuskan Untuk Resign, Sebelum Dapat Pekerjaan Lain

Banyak yang merasa gelisah, dan buru-buru ingin resign karena mendapati pekerjaan yang tak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Sebelum melihat lebih jauh apa yang kamu kerjakan, coba pikirkan dari mana penghasilan yang kamu dapatkan apabila resign? ingat loh karena mencari pekerjaan itu sulit. Memangnya kamu siap menjadi pengangguran dengan menyusahkan orang tua? lebih baik lanjutkan pekerjaanmu sekarang juga tanpa mengeluh soal keadaan dan kondisi yang ada.

Mengakali Kejenuhan Bekerja Dengan Menjalankan Hobby Apa yang Kamu Suka

Tak perlu pusing karena kamu sekarang merasa terjebak di tempat yang salah, seperti halnya kamu suka desain kemudian malah bekerja kantoran. Untuk mengakalinya kamu dapat iseng-iseng membuat desain apa saja saat waktu kamu lengang dan tidak ada lemburan. Jangan lupa untuk share karyamu di instagram atau platform pendukung lainnya, siapa tau ada yang tertarik menggunakan jasamu.

Jalani Pekerjaanmu Sekuat Tenaga, Niscaya Semua Ada Jalannya

Tetapi menjalani pekerjaan dengan apa yang kamu inginkan bisa menjadi hal yang menyenangkan apabila kamu iklhas menjalankan. Coba cinta dunia baru ini, siapa tau hal yang tidak kamu sukai ini nantinya menjadi hal menarik. Lagi pula tak ada salahnya untuk kecemplung di dunia perkantoran, lagi pula untuk bertahan hidup dengan bekerja yang tidak sesuai dengan keinginan sudah lebih dari sebuah passion.

Perkaya Pengalaman Selagi Masih Muda, Mungkin Nantinya Itu Bisa Berguna Dengan Pekerjaan yang Seusai dengan Keinginan Selanjutnya

Tidak sesuai dengan passion mungkin berat itu dilakukan, satu sisi kamu kangen untuk menjalankan pekerjaan dengn apa yang kamu inginkan. Namun di usia belia seperti sekarang, perkayalah pengalaman, minimal setahu sampai tiga tahun ketika kamu punya nama. Siapa tau channel kamu dari pekerjaan kamu tersebut dapat berguna bagi hal yang berkaitan dengan passionmu.

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kamu Tipe yang Mana? Suka Memantau Obrolan di Gawai Pasangan atau Berikan Dia Kebebasan

Saat sedang kencan, pasti ada momen dimana kamu merasa ingin sekali memeriksa gawai pasangan. Setidaknya kamu ingin tahu, saat tak sedang bersamanya, siapa saja yang mengobrol dengan pasanganmu ya…

Untuk sebagian orang, memeriksa atau memantau obrolan pasangan di gawai mereka bukanlah hal yang aneh. Justru lazim dan harus dilakukan. Sementara sebagian lainnya, mengaku tak sepakat kalau ranah privasi sebagai individu pun harus dibagikan ke pasangan. Semua itu kembali ke keputusan kalian saja. Hanya saja, kalau suatu kali kamu tak sengaja melihat daftar chat teratas di gawai pasanganmu justru bukan kamu, melainkan teman atau koleganya. Kira-kira, sikap apa yang kamu tunjukkan setelahnya?

Syukur-syukur kalau kamu bisa memahami. Berarti memang hubunganmu sudah sampai ke fase yang cukup dewasa. Apalagi soal memahami, bukan hal yang mudah. Jadi kalau memantau obrolan pasangan hanya karena kamu tak sengaja melihat sesuatu yang ‘janggal’ berdasarkan asumsimu, kamu sendiri akan bagaimana?

Ada Chat dari Lawan Jenis, Tetap Tenang atau Langsung Curiga?

Setiap orang tentu punya respon yang berbeda saat dihadapkan dengan urusan semacam ini. Ada yang langsung curiga, ada yang amarahnya langsung terpancing, atau ada juga yang tetap tenang. Memang ada baiknya coba dulu bersikap tenang. Tak usah dibawa overthinking terlebih dahulu. Belum tentu pasanganmu main hati.  Waspada ya boleh saja. Tapi disinilah kemampuanmu mengontrol amarah dan rasa cemburumu jelas sedang diuji. Kamu perlu ingat lagi, cemburu justru tak akan membuatmu bisa berpikir jernih.

Selanjutnya, Menurutmu Perlukah Mencari Tahu Mengenai Siapa-siapa Saja yang Mengontak Pasangan Kita?

Sebagai pasangan, kamu pasti ingin tahu apapun tentang pasanganmu, kan? Termasuk teman dekatnya. Nah, kalau situasinya ada lawan jenis yang tengah akrab dengan pasanganmu, dan kamu ingin mencari tahu, sejatinya hal itu lazim saja untuk kamu lakukan. Asal dengan cara-cara yang positif dan tak merugikan pihak manapun. Bisa saja kan, kamu hanya sedang diliputi cemburu padahal pasanganmu hanya berkomunikasi menyangkut pekerjaan yang sedang dikerjakannya sehingga pembicaraan dengan teman lawan jenisnya itu bersifat profesional.

Kalau Dia Sampai Mencari ‘Kenyamanan’ dengan Mengontak Teman Lawan Jenisnya, Mungkinkah Perhatianmu Terhadapnya Dirasa Kurang?

Kalau sampai kamu mendapati kenyataan jika pasanganmu memang mencari ‘nyaman’ pada temannya dibanding denganmu, maka tahan dulu emosimu.  Tanyakan dulu pada dirimu sendiri, benarkah memang waktumu terlalu kurang sampai ia mencari perhatian lebih dari lawan jenis yang lain? Atau, pikirkan kembali soal relasi kalian, benarkah dia memang serius padamu atau hanya ingin main-main?

Saat pasangan sampai ‘main hati’, maka bukan kamu yang sepenuhnya salah. Melainkan pasanganmu yang mungkin tak cukup dewasa dalam berelasi. Bila situasinya sudah seperti ini, menanyakan mengenai siapa saja teman lawan jenisnya tentu berhak kamu sampaikan.

Sembari Mencari Tahu Kebenaran, Agar Tak Membuatnya Tersinggung Jangan Pakai Kalimat yang Terkesan Memojokkan

Memutuskan membuka gawai pasangan atau tidak, semuanya ada di tanganmu. Tapi pasti ada saja pertanyaan yang kamu hendak tanyakan pada pasangan lantaran berdasar asumsi atau kecurigaanmu. Misalnya, saat membuka gawai, lalu mellihat nama lawan jenis lain selain kamu di daftar obrolan pesan singkatnya, dan kamu langsung menghujaninya dengan berbagai pertanyaan. Atau, memutuskan untuk tidak membuka gawai, tapi belum bisa mengontrol kecurigaanmu, bukankah sama saja?

Bagaimanapun, hindari untuk memojokkan pasangan dan memberinya banyak pertanyaan yang menyudutkan. Hal ini bakal membuatnya merasa sebal sekaligus jengah. Bisa jadi pasanganmu justru malah marah karena merasa tidak dipercaya dan dituduh yang macam-macam. Hal ini bisa memancing pertengkaran dan menciptakan konflik di antara kalian.

Atau Kalau Kamu Memang Gelisah, Lebih Baik Tanya Secara Langsung dan Mintalah Dikenalkan Saja Pada Temannya Itu

Diantara sekian banyak cara, pilihan yang paling relevan saat mendapati pasanganmu akrab dengan yang lain di gawainya yaitu dengan bertanya langsung.  Secara halus dan dengan intonasi suara yang datar, tanya siapa orang yang selama ini rutin bertukar pesan dengannya. Mintalah dikenalkan dengannya. Jika memang pasanganmu tidak memiliki hubungan spesial dengannya maka dia pasti gak segan untuk mengenalkanmu padanya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Bekerjalah dengan Wajar, Kamu Tetap Tak Bisa Terselamatkan dari Kehilangan 4 Hal Ini Meski dengan Materi yang Berlimpah

Kerja keras memang hal yang perlu kamu lakukan. Namun jangan bekerja terlalu keras sampai melewati batas kemampuanmu sendiri. Seberapa besar pun materi yang kamu miliki itu tak akan pernah cukup jika kamu tidak mencukupkannya. Kamu harus paham, bahwa hakikat yang sebenarnya, materi bukanlah segalanya.Jangan hanya mementingkan harta dan harta, karena hal itu tak akan pernah menyelamatkanmu dari kehilangan 4 hal ini.

1. Waktu Berharga Bersama Keluarga

Walau katamu punya uang banyak adalah sebuah keberuntungan, tapi itu tak akan pernah bisa setara dengan waktu bersama keluarga. Sisihkan waktu dari jam kerjamu, dan luangkan waktu bermain atau sekedar berkumpul dengan keluarga di rumah.

2. Waktu Bersama Teman dan Pasangan

Coba ingat, kapan terakhir kamu bertemu dan menikmati waktu bersama dengan sahabatmu. Empat bulan lalu? satu tahun lalu? atau bahkan sudah lama sekali tak bertemu. Kegilaanmu akan kerja, mungkin sudah menguras waktumu selama ini. Untuk itu, inilah saatnya kamu kembali pada mereka dan menikmati waktu bermsa. Sebab, kamu tak akan pernah tahu sampaia kapan kamu punya waktu bersama dengan mereka.

3. Waktu Istirahat

Walau jam kerjamu hampir tak ada istirahatanya, jangan pernah lupa untuk mengambil waktu istirahat sejenak. Tenangkan dirimu dari semua kegaduhan dan lelahnya pekerjaan. Karena rileksasi diri adalah sesuatu yang perlu.

4. Waktu untuk Menikmati Kehidupan

Jangan melulu berpikir bahwa hidupmu adalah tentang pekerjaan. Kamu berhak untuk menikmati waktu luang untuk menikmati semua yang bisa kamu lakukan diluar pekerjaan. Pergi menepi sejenak ke tempat mana yang kau mau. Lupakan semua pekerjaanmu dulu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Ingin Lanjut S2 dengan Biaya Sendiri? 7 Tips Ini Mungkin Bisa Membantumu

Pendidikan adalah hal penting di masa sekarang. Banyak orang ingin menuntut ilmu setinggi mungkin. Nah, buat kamu yang saat ini sudah menjadi seorang sarjana S1 dan ingin melanjutkan studimu di S2, kenapa tidak? Kamu bisa kok melanjutkan S2 mu dengan biaya sendiri. Berikut adalah 7 tips yang mungkin bisa membantumu untuk mewujudkan impianmu melanjutkan S2 dengan biaya sendiri.

1. Teguhkan Niatmu

Kamu perlu meneguhkan niatmu untuk melanjutkan kuliah. Hal ini karena akan ada banyak hal yang mungkin nantinya harus kamu korbankan, misalnya waktu, uang, dan masih banyak hal lain lagi. Jangan sampai kamu menyerah di tengah jalan.

2. Pilih Jurusan yang Cocok dan Kamu Minati

Jika memang memungkinan, akan lebih baik jika kamu memilih jurusan yang linier dengan jurusanmu di S1 dulu. Meskipun tak linier pun sebenarnya tak masalah asalkan kamu sudah sangat mantap untuk terjun di dalamnya.

3. Jika Biaya Menjadi Masalah Utamanya, Mungkin Kamu Bisa Mencoba Mencari Beasiswa

Jika memang kamu masih memiliki masalah dalam hal biaya, kamu bisa mencoba mencari beasiswa. Saat ini juga sudah ada banyak beasiswa yang mungkin cocok untukmu. Yang pasti kamu harus jeli untuk mencari kesempatan untuk mendapatkan beasiswa.

4. Kamu Bisa Bekerja Dulu Selama Satu atau Dua Tahun untuk Menabung Guna Biaya Melanjutkan S2

Tips ke empat, kamu bisa menunda dulu niatanmu melanjutkan kuliah S2 dan menghabiskan waktu sekitar satu sampai dua tahun untuk menabung terlebih dahulu. Jika uang sudah terkumpul dan dirasa sudah cukup, barulah kamu bisa memulai untuk melanjutkan kuliahmu.

5. Kamu Bisa Memberitahu Orangtuamu Tentang Niatmu Melanjutkan S2, Untuk Jaga-jaga Jika Kamu Kekurangan Dana, Kamu Bisa Meminjam Dulu pada Orangtuamu

Bisa dibilang tips ini sebagai jaga-jaga saja. Jika suatu saat di tengah perjalananmu menempuh pendidikan, uang yang kamu miliki tak cukup. Mungkin kamu bisa meminjam terlebih dulu kepada orangtuamu untuk hal biaya kuliah yang masih kurang.

6. Mencari Pekerjaan Sambilan di Bidang yang Kamu Kuasai

Misalnya saja kamu jago dalam hal mendesain, kamu bisa mencoba mencari pekerjaan sampingan saat kamu kuliah di bidang tersebut. Atau buat kamu yang suka menulis juga bisa bekerja sebagai seorang penulis konten atau editor misalnya.

7. Kelola Waktu dengan Baik

Gunakan waktu belajarmu sebaik mungkin. Jangan sampai kamu membuang waktumu begitu saja. Kamu harus bisa lulus tepat waktu, agar biaya yang kamu keluarkan pun tidak semakin menggunung.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top