Feature

Mantan Hanyalah Jodoh Orang Lain yang Tak Sengaja Pernah Kita Cintai, Jadi Tak Perlu Ditangisi

Tak peduli bagaimana akhir dari cerita cinta, membahas mantan memang tak pernah ada habisnya. Entah karena memang masih cinta atau merasa terluka dan marah karena ditinggal begitu saja. Ya, perpisahan dengannya mungkin terjadi dengan situasi yang tak mengenakkan hati. Membuat kita terluka hingga merasa nelangsa.

Tapi kita pun tak patut terus menerus bersedih, sebab mantan hanyalah bagian dari cerita. Ia ada untuk membuat hidup kita berwarna, tapi belum tentu akan bersama selamanya.

Kemarin Ia Pernah Membuatmu Tertawa, Menjadikannya Satu-satunya Tersangka Tentu Tak Adil untuknya

Aku paham, kamu mungkin masih kesal. Merasa jadi pihak yang ditinggalkan, hingga berencana akan membencinya selama-lamanya. Tapi tunggu dulu, bukankah setiap perpisahan disertai alasan? Jangan fokus untuk menunjukkan rasa sakitmu. Coba cari tahu apa hal lain yang mungkin membuatnya akhirnya memutuskan untuk meninggalkanmu.

Setalah itu, kamu mungkin akan sedikit sadar. Walau membuatmu terluka, perpisahan ini tentu tak hanya karena dirinya. Nah, daripada sibuk menyalahkan mantan. Lebih baik ingat beberapa hal berkesan yang pernah ia lakukan. Dengan begitu, kamu bisa lebih mudah untuk memaafkan.

Jangan Marah Jika Ia Sudah Punya Gandengan, Ia Berhak untuk Memilih Apapun yang Ia Inginkan

Ini adalah salah satu bentuk ketidakmampuanmu untuk melupakan. Bukannya berbenah diri agar lebih baik lagi, kamu malah marah-marah karena ia sudah punya kekasih. Jangan mempemalukan diri sendiri, apalagi sampai berbicara buruk tentang ia pada pacar barunya.

Lagipula kita tak pernah tahu, siapa yang ia akan jadi jodoh untuk masa depan, termaksud ia yang kemarin jadi pacar. Jadi jika saat ini ia pergi dengan orang lain, bisa jadi ia sedang kembali pada jodohnya yang sebenarnya. Jadi kita hanya tempat persinggahan sementara untuknya, jadi tak perlu marah-marah.

Tak Boleh Dipaksakan Sebab Mantan Bisa Jadi Jodoh yang Tertukar

Perjalan kisah cinta memang selalu sulit diterka, dia yang sudah kita cintai sedemikian rupa. Malah pergi begitu saja dan meninggalkan kita. Terlalu percaya atas hubungan dengan si dia, hingga akhirnya merasa berhak untuk memaksanya tetap bersama kita. Eits, memangnya jodoh bisa dipaksa? Tidak kan?

Untuk itu, biarkan semua mengalir begitu saja. Apa yang akan terjadi tetap akan terjadi, begitu pula mantan kekasih yang tiba-tiba pergi. Beberapa orang hadir untuk memberi warna, bukan untuk menetap dan menua bersama. Jadi, nikmati saja.

Serupa dengan Mantan, Jodohmu yang Sebenarnya Mungkin Sedang Menunggu Kamu Menghampirinya

Jangan terlalu fokus untuk melihat kemampuannya mencari penggantimu di hatinya. Karena bersamaan dengan itu, sebenarnya ada sosok lain yang juga sedang menunggumu menghampirinya. Ya, setiap orang punya kesempatan yang sama. Jika mantanmu sudah bergerak membuka hati dan mencari pengganti, kamu pun bisa melakukan hal serupa.

Terserah kamu akan berdiam diri menunggu atau bergerak mencari tahu. Satu hal yang pasti, sebagaimana mantan yang sudah berputar haluan. Kamu pun berhak untuk mencari sosok lain yang bisa kau cintai.

Maka Jangan Bersedih Lama-lama, Ikhlaskan Saja Agar Hati Kian Lega

Bohong memang jika kita bilang tak sedih setelah putus cinta. Tapi bersedih dan menangis beralama-lama tentu tak akan merubah situasi yang ada. Bukannnya mendapat penilaian baik, mantan yang tahu kita masih saja tak bisa move on bisa besar kepala atau menilai kita lemah.

Jatuh cinta memang tak bisa mudah tapi akan selalu ada celah untuk kembali merasakannya pada sosok yang berbeda. Kamu hanya butuh mencari, membuka hati dan kembali percaya lagi. Ingat, sebanyak apapun kamu patah hati, selalu ada cinta yang indah yang akan menghampiri. Tinggal bagaimana caramu menghadapi semua yang sedang dijalani.

Saling Meninggalkan untuk Kemudian Menemukan Adalah Lika-liku Pencarian Dia yang Akan Jadi Jodoh Sungguhan

Ini jadi alasan paling masuk akal agar segera bisa saling melupakan. Konsep tentang mantan adalah jodoh orang lain yang tak sengaja pernah kita cintai. Tentu bukan sekedar bualan belaka. Menjadi benar jika ternyata dia yang tadinya kita percaya mendadak pergi, lalu tanpa sengaja kita bertemu sosok lain yang justru bisa memenangkan hati, hingga akhirnya bisa bersama dan saling membahagiakan dengan segala cinta.

Untuk itu, jatuh cinta lalu patah hati adalah proses pencarian dan pembelajaran. Pencarian untuk sosok yang benar-benar tepat, dan pembelajaran untuk kita yang masih mudah terluka agar semakin kuat ke depannya.

Karena Mantan Selalu Jadi Misteri Serupa dengan Siapa yang Nantinya Akan Kau Nikahi

Hari ini kamu bisa jadi yakin dan percaya, jika dia yang jadi pacar tak akan jadi mantan yang membuatmu terluka. Tak berselang lama dari ia pergi, kamu mungkin kembali mempercayai kalau mantan kekasih bisa saja kembali dan akhirnya menjadi istri atau suami. Dengar, berharap dan berandai-andai memang tak salah. Tapi kamu juga perlu memakai logika.

Kita tak pernah tahu kemana cinta akan berlabuh, serupa dengan deretan mantan pacar yang mungkin hadir hanya untuk sekedar mantan. Bukan untuk jadi teman hidup yang bersama hingga tua. Untuk itu, berhenti menangisi mantan kekasih. Karena meski sangat cinta, bisa jadi ia bukanlah sosok yang bisa membuatmu bahagia selamanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Film Bebas : Kilas Balik Kenangan Manis Anak-anak ‘90-an

Dendang ‘Bebas’ milik Rapper kondang Iwa K, barangkali jadi salah satu lagu hits pada era 90-an yang masih banyak didengarkan hingga sekarang. Hal itu pulalah yang jadi inspirasi untuk Riri Riza dan Mira Lesmana, tatkala pasutri ini membesut film terbarunya yang diberi judul sama seperti lagu Iwa K, Bebas.

Yap, Bebas adalah sebuah film yang diadaptasi dari film box office hits Korea berjudul Sunny (2011). Selain jadi negara ke-4 yang sudah menerjemahkan film Sunny, CJ Entertainment sebagai production house dari film aslinya, konon memberi kebebasan pada Miles Films untuk memproduksi Bebas hingga jadi sebuah suguhan epik yang sangat relateable dengan kehidupan orang Indonesia sepanjang tahun 90-an. Mulai dari lagu-lagu asyik hingga polemik politik. 

Bercerita tentang seorang remaja perempuan asal Sumedang yang baru pindah ke Jakarta, bernama Vina yang diperankan oleh Maizura. Sebagaimana anak-anak SMA, di sekolah barunya, Vina bertemu dengan siswa-siswi yang tergabung ke dalam geng yang ditakuti di sana, yakni Kris (Sheryl Sheinafia), Jessica (Agatha Priscilla), Gina (Zulfa Maharani), Suci (Lutesha), dan Jojo (Baskara Mahendra).

Tak butuh waktu lama, kesan pertama atas nasib yang dirasa serupa, membuat Kris merasa akrab dengan Vina. Hingga akhirnya mereka menemukan satu nama untuk menamai gengnya, yakni ‘Geng Bebas’. Ada banyak cerita menarik yang kemudian mereka alami bersama. Menikmati waktu sepulang sekolah, belajar dance bersama, dan beberapa kenakalan lain yang membuat mereka justru kian berbahagia. Akan tetapi, kebersamaan atas kelompok yang mereka bentuk harus berakhir karena sebuah peristiwa tragis. 

Puluhan tahun kemudian, ketika Vina dewasa yang diperankan oleh Marsha Timothy sedang mengunjungi ibunya, secara tak sengaja ia bertemu dengan Sahabatnya Kris dewasa yang diperankan oleh Susan Bachtiar. Kris yang menderita sakit parah, divonis hanya akan hidup sebentar lagi. Dan sebagai permintaan terakhir sebelum ia pergi, Kris meminta Vina untuk mengumpulkan kemblai Geng Bebas untuk reuni.  

Tahu sahabatnya akan pergi, Vina berusaha untuk mengumpulkan satu persatu sahabat-sahabatnya. Pada proses pencariannya, Vina menemukan banyak hal yang sudah berubah. Jauh dari apa yang dulu mereka angan-angankan, hidup yang dijalani sekarang jadi sesuatu yang justru memperihatinkan. Mulai dari Jessica dewasa (Indy Barends) yang menjadi agen asuransi dan selalu tertekan oleh sang atasan sebab tak mencapai target penjualan, Jojo dewasa (Baim Wong) jadi seorang pengusaha sukses namun terlihat bimbang dan tak bahagia, hingga Gina dewasa (Widi Mulia) yang harus bersusah payah menjadi pekerja serabutan sembari merawat ibunya yang sudah sakit-sakitan. 

Untuk kalian yang kebetulan sudah menonton film aslinya ‘Sunny’, akan dengan cepat menyadari jika film adaptasi ini memang menuangkan semua yang ada di Sunny secara  keseluruhan. Mulai dari dialog, konflik, hingga alur cerita yang dipakainya. Walau beberapa poin terlihat dihilangkan atau diganti sesuai dengan sang penulis skenario Mira Lesmana, tapi film ini masih terlihat utuh sebagaimana film aslinya. 

Dibawa sesuai dengan kultur dan masa 90-annya Indonesia, setidaknya membuat penonton akan tertawa, terharu, dan bersedih dalam waktu yang berentetan. Selain latar belakang ceritanya, kalian juga akan menemukan beberapa tembang pilihan yang memang terkenal pada era 90-an. Mulai dari  lagu ‘Bidadari’ milik Andre Hehanusa pada babak pembuka cerita, ‘Cerita Cinta’ (Kahitna), ‘Cukup Siti Nurbaya’ (Dewa 19), ‘Kebebasan’ (Singiku), hingga ‘Aku Makin Cinta’ (Vina Panduwinata).

Tak hanya sekedar lagu saja, hal lain yang juga akan membuatmu merasa ada di zaman 90-an adalah, beberapa hal yang disebutkan pada dialog-dialog para pemainnya, Mulai dari penampakan gimbot, majalah GADIS, MTV, Nadya Huatagalung, radio tape, majalah GADIS, komik Candy-Candy, pager, sampai berita tentang majalah Tempo dan Detik yang diberedel pada era itu. 

Walau harus diakui pula, tak ada konflik yang terasa begitu berarti sebagaimana di Film ‘Sunny’, film ini terasa menghajar penonton dengan berbagai macam hal menyenangkan di 30 menit pertama, tapi terasa mengendur pada pertengahan, dan berhasil selamat pada babak akhir yang memang terasa mengharukan. 

Akan tetapi, film ini jadi salah satu tontonan yang cukup menjanjikan sajian drama komedia yang menyengarkan. Terlebih pada teknik pengambilan gambarnya, alur maju-mundur pada film tersebut disajikan dengan mantap dengan perpindahan gambar yang terasa sangat lembut. Dari masa sekarang ke masa lalu cerita, atau sebaliknya.

Tak hanya itu saja, kemampuan akting dari para pemerannya pun patut diapresiasi, mulai dari Maizura dan Sheryl yang memang banyak berinteraksi, dan Priscilla dan Baskara dengan tektokan dialog yang tergiang di kepala bahkan ketika mereka menjadi dewasa. Hingga deretan cameo yang juga turut serta menambah manisnya cerita, seperti Sarah Sechan dan Reza Rahardian, serta Tika Panggabean. 

Akan tayang serempak mulai 03 Oktober 2019 mendatang, film ini jadi wadah segar untuk kalian yang rindu masa SMA. Entah untuk reuni cerita-cerita cinta atau mengenang kembali pencarian jati diri saat masih remaja. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Gara-gara Polemik Revisi KUHP, Banyak Turis Australia yang Batal ke Bali

Proses regulasi Revisi Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (RKUHP) yang sedang digarap, ternyata jadi polemik bagi sebagian besar masyarakat. Beberapa pihak menilai sejumlah pasal dalam RKUHP tersebut memuat hal kontroversial. Salah satunya soal pasal perzinahan yang dinilai terlalu masuk dalam ranah privat masyarakat.

Dalam pasal ini diatur soal hukuman bagi pasangan yang tidak menikah namun ketahuan tinggal bersama. Nah, tindakan tersebut bisa dilaporkan ke polisi dan pelakunya bisa dikenai hukuman berupa denda hingga penjara.

Dan ternyata, pasal perzinahan dalam Revisi KUHP tersebut membuat beberapa turis asal Australia enggan untuk berkunjung ke Bali. Dilansir dari PerthNow, Minggu (22/9) para turis asal Australia merasa keberatan jika mereka harus menunjukkan surat nikah sebelum memesan kamar ketika liburan di Bali.

Dikutip dari laman kumparan.com, Elizabeth Travers, salah satu pemilik restoran dan villa di Bali mengaku pihaknya sudah menerima banyak pembatalan dari turis Australia karena adanya wacana RKUHP tersebut.

“Revisi tersebut bahkan belum disahkan tapi saya sudah menerima sejumlah pembatalan. Salah satu klien saya mengatakan mereka tidak lagi percaya untuk datang ke Bali karena mereka tidak menikah,” ujar Travers.

Menurut Travers, jika RKHUP lolos, maka aturan tersebut justru akan membunuh pariwisata di Bali. “Saya telah berkecimpung di dunia pariwisata, mengalami dua kali pengeboman, berbagai bencana alam dan menurut saya jika pemerintah pusat menegakkan hukum seperti itu, industri pariwisata akan hancur dan memicu akhir kehidupan di Bali seperti yang kita tahu,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kamu Akan Cenderung Dipandang Kurang Sukses, Kalau Terlalu Sering Unggah Foto Selfie

Dari pengamatan biasa, aktivitas selfie memang adalah kegiatan biasa yang bisa kita temukan dengan mudah di media sosial. Dilakukan untuk menunjukkan eksistensi, wajah yang cantik, hingga hal lain yang ingin ditonjolkan dari gambar diri.

Tapi, jika kamu adalah salah seorang dari banyaknya manusia yang gemar selfie, ada beberapa hal yang harus mulai kamu ketahui. Dan salah satunya adalah sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Washington State University dan University of Southern Mississippi.

Dimana para peneliti tersebut menemukan, bahwa mengunggah foto selfie di media sosial Instagram berpengaruh buruk terhadap pandangan orang lain terhadap individu. Yaap, orang yang sering mengunggah selfie dianggap tidak percaya diri, juga dipandang sebagai individu yang kurang sukses, kurang disukai, dan kurang terbuka terhadap pengalaman baru.

Studi yang dipublikasikan di Journal of Research in Personality itu meneliti sejumlah pengguna asli Instagram, walau harus diakui pula jika sampelnya memang tergolong kecil. Pada tahap pertama, para peneliti meminta 30 mahasiswa dari universitas negeri di Amerika Serikat bagian selatan untuk mengisi kuisioner kepribadian.

Para peneliti juga memelajari unggahan Instagram para mahasiswa. Unggahan tersebut kemudian dibagi menjadi beberapa kategori. Kategori tersebut yaitu selfie, posies (jika foto diri diambil oleh orang lain), dan kategori foto lainnya. Materi konten juga dicatat oleh peneliti. 

Nah, Pada studi berikutnya, para peneliti meminta 119 mahasiswa dari Amerika Serikat bagian barat laut untuk menilai profil 30 orang tersebut. Penilaian mencakup sejumlah faktor, seperti tingkat kepercayaan diri, tingkat interaksi, tingkat kesuksesan, dan tingkat egoisme.

Hasilnya, orang-orang yang mengunggah “posies” cenderung dipandang sebagai figur petualang, lebih tidak kesepian, lebih dapat diandalkan, lebih sukses, lebih ramah, lebih percaya diri, dan dianggap sebagai teman yang lebih baik daripada orang-orang yang lebih sering mengunggah selfie.

“Bahkan ketika dua orang memiliki konten yang sama, seperti menggambarkan pencapaian mengunjungi tempat tertentu, kesan yang diberikan oleh orang-orang yang mengunggah selfie cenderung lebih negatif. Sementara kesan yang dibangun oleh orang-orang yang lebih banyak mengunggah posies cenderung lebih positif,” kata Profesor Psikologi dari Washington State University dan penulis utama studi, Chris Barry. 

Terlepas dari konteks, hal ini menunjukkan ada isyarat visual tertentu yang menggambarkan respons positif atau negatif pada media sosial.

Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa mengunggah selfie cenderung dilakukan untuk memamerkan diri. Misalnya, ketika menunjukkan otot lengan jika ia adalah seorang lelaki, atau menunjukkan detail riasan wajah jika ia perempuan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top