Feature

Kalau Menahan Lapar Dan Haus Tak Baik Buat Kesehatan, Namun Kenapa Puasa Ramadan Justru Baik?

Sulit memang mengatakan bahwa tidak makan dan tidak minum itu membuat badan sehat. Karena walau bagaimana pun tubuh pastilah butuh asupan gizi dari makanan dan minuman. Jika seseorang menahan lapar dan haus, dalam jangka waktu panjang bisa mengakibatkan malnutrisi alias kekurangan nutrisi bagi tubuh.

Efek paling segera adalah berkurangnya metabolisme tubuh yang akan sangat berpengaruh pada kinerja otot, dan jantung. Ketika seseorang berusaha menahan lapar, dia akan kehilangan asupan potasium dan vitamin D, secara segera tekanan darahnya akan meningkat. Akan mengalami tekanan darah tinggi.

Kekurangan cairan, magnesium, sodium dan kalsium sebagai akibat dari menahan lapar dan haus juga akan berpengaruh pada otak. Kemampuan berpikir akan menurun, badan akan mengalami kelelahan sekaligus juga meningkatkan agresivitas seseorang. Itu kenapa diet-diet yang mendorong pada kebiasan menahan lapar dan haus sangat tidak dianjurkan di bidang medis.

Namun, coba kita cari informasi mengenai efek berpuasa khususnya puasa ramadan. Sebagian besar informasi didominasi oleh manfaat baik dari puasa tersebut. Sangat berbeda dibanding penelitian-penelitian menganai diet menahan lapar dan haus. Lantas apa yang membedakan puasa dengan sekedar menahan lapar dan haus?

Puasa Ramadan Adalah Soal Mengatur Pola Makan, Itu Kenapa Sahur Sangat Dianjurkan

vegetarian

Iya, berbeda dengan menahan lapar, apalagi menahan lapar karena keadaan yang tak punya pola tertentu, puasa ramadan mempunyai pola yang tetap. Sangat dianjurkan untuk mengawali puasa dengan memakan sahur. Dari sisi medis hal ini juga penting karena untuk mempersiapkan tubuh ketika di pagi hingga sore hari.

Dengan makan yang lebih terpola dan bukan sekedar tak makan, hasilnya puasa ramadan justru efeknya baik. Salah satu yang membuktikan manfaat puasa Ramadan adalah penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM dengan dibantu tim ahli gizi Instalasi Gizi RSCM Jakarta. Hasil penelitian membuktikan, puasa Ramadan dapat mengurangi lemak di dalam tubuh.

Penelitian yang diberi judul The Ramadan fasting decreased body fat but not protein mass in healthy individuals tersebut dilakukan di RSCM pada 43 orang sehat (staf medis) yang melakukan ibadah puasa Ramadan.

Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan komposisi tubuh secara lengkap dengan menggunakan alat khusus, yaitu GAIA 359 PLUS (Jawon Medical, South Korea), pemeriksaan antropometri dan analisa asupan makan harian.

Menurut Dr Ari Fahrial Syam, Ketua Tim Peneliti, Selama Ramadan ternyata terjadi penurunan berat badan dan perubahan komposisi tubuh, tetapi tidak pada massa protein tubuh. Ari menyebut hal ini merupakan hal yang baik bahwa walau terjadi penurunan berat badan dan penurunan kadar lemak tubuh, tetapi ternyata tidak menyebabkan penurunan protein.

Karena Protein sendiri memang dibutuhkan untuk kekuatan otot baik otot anggota gerak, maupun otot untuk pernapasan dan otot jantung. Puasa yang berlangsung 14 jam tidak akan menyebabkan gangguan kesehatan tubuh bahkan sebaliknya justru akan memperbaiki tubuh karena yang dibakar hanya lemak tubuh dan tidak membakar protein.

Puasa Ramadan Itu Berbeda Dengan Mogok Makan, Ada Aturan Berbuka Harus Disegerakan, Usahakan Dengan Yang Manis

Puasa Ramadan berbeda dengan puasa menahan lapar para pertapa atau aksi mogok makan yang tidak ada waktu berhentinya. Keutamaan dalam berpuasa justru harus menyegerakan berbuka.

Menurut peneliti nutrisi Anna Denny menyegerakan berbuka itu penting. Karena setelah lebih dari 12 jam, metabolisme tubuh akan mulai mengalami penurunan drastis. Konsentrasi tak lagi bisa dipertahankan dan reaksi refleks akan mulai berkurang.

Hal ini terjadi karena tubuh membutuhkan glukosa (gula dalam darah) untuk menciptakan energi. Semua itu diperoleh dari asupan makanan. Ketika kita mencerna makanan, glukosa akan dilepaskan pada aliran darah sementara sisanya disimpan dalam bentuk glikogen untuk energi. Kalau kemudian kita membutuhkan energi tapi tidak makan lagi alias puasa, maka glikogen tak akan terbentuk lagi.

Siklus ini bisa dipertahankan antara 12-15 jam. Karena itu puasa ramadan bisa tetap menyehatkan karena ada batasan akhirnya. Dan disertai anjuran untuk berbuka dengan yang manis, untuk mengembalikan persediaan gula yang terpakai tadi.

Adanya Sholat Tarawih Penting Dan Menjadi Pembeda Puasa Dari Sekedar Diet Biasa

Penelitian yang dilakukan RSCM juga menemukan fakta menarik lain. Aktivitas puasa ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan haus ketika siang harinya. Sebab meningkatnya aktivitas sholat sunnah dan tarawih juga punya faktor penting.

Asupan kalori ternyata tidak berubah pada hari pertama hinga hari terakhir puasa, karena adanya sahur dan berbuka. Tetapi aktivitas yang berhubungan dengan ibadah menjadi meningkat, misal peningkatan jumlah salat sunat dan salat Tarawih. Serupa dengan mereka yang melakukan olah raga aktif. Artinya pengeluaran energi akan meningkat selama Ramadan.

“Hal ini yang menyebabkan terjadi penurunan lemak tubuh walaupun asupan makan tetap sama. Asupan makan sebenarnya bisa kita kurangi selama puasa dan tentu hal ini akan membawa dampak yang lebih baik untuk kesehatan,” kata Ari.

Rasa Lapar Memang Bikin Emosi, Tapi Kesadaran Untuk Menahan Emosi Dan Nafsu Justru Menjadi Pendorong Utama Berpuasa

Seperti dijelaskan sebelumnya, kurangnya asupan nutrisi akan membuat seseorang menjadi lebih agresif. Seolah mengantisipasi ini, puasa ramadan justru menekankan pada unsur menahan emosi dan nafsu sesaat ini.

Secara psikologis mereka yang melakukan ramadan harus mengkondisikan dirinya untuk lebih siap menahan emosi. Jadi puasa ramadan sangat berbeda dengan “tidak makan” karena belum sempat banyak pekerjaan atau menunggu makanan yang lama datangnya di restoran favorit. Sebab tubuh akan lebih siap menerima tantangan tersebut dibanding dengan menahan lapar karena kondisi. Apalagi dianjurkan untuk memperbanyak membaca Quran dan makin mendekatkan diri pada Allah, hal ini membuat kondisi psikologis seseorang lebih baik.

Perasaan Terlibat Dalam Sebuah Kelompok Besar Ketika Puasa Ramadan, Menjadikan Seseorang Lebih Tenang Dan Nyaman

Nah, terakhir salah satu aktivitas penting dalam puasa ramadan adalah merasa jadi bagian dari komunitas yang lebih besar dari seorang individu saja. Sebagai mahluk sosial yang memerlukan kehadiran orang lain, menjadi bagian dari masyarakat luas tentunya baik bagi psikologis manusia.

Kapan waktu imsak dan kapan waktu berbuka dilakukan secara bersamaan. Bukan ditentukan sendiri-sendiri. Walhasil, ada perasaan diterima dan menjadi bagian dari orang lain. Apalagi seperti di Indonesia dan negara mayoritas muslim lainnya, ada tradisi sahur bersama keluarga atau tradisi berbuka bersama.

Sejenak kita bisa beralih dari rutinitas sarapan terburu-buru sendiri di kantor, menjadi sahur bersama keluarga. Atau makan malam seadanya menjadi buka bersama kawan-kawan dekat. Kalau pun melaksanakannya sendiri, kita paham bahwa ada jutaan orang lainnya yang secara bersama melakukannya dengan kita.

Itu lah kenapa kita harus melaksanakan Puasa Ramadan secara utuh. Sebab kalau tidak yang tersisa hanya lapar dan haus, dan itu tidak baik buat tubuhmu bukan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jangan Rendah Diri dan Jangan Pula Tinggi Hati, Hidup Bisa Berubah Kapan Saja

Kamu mungkin pernah berandai-andai, kalau saja hidupmu berkecukupan. Pastilah bahagia dan tak sesedih sekarang. Padahal jika itu benar-benar terjadi, belum tentu demikian, kan? Sebaliknnya, jika saat ini hidupmu terasa bahagia sekali, jangan sesekali kau bertinggi hati. Apalagi sampai memandang rendah orang lain yang hidupnya tak lebih baik dari kita. 

Siapa pun dan bagaimana pun keadaanmu saat ini, berhenti untuk larut dalam sedih, tapi tak pula dianjurkan angkuh dan menyombongkan diri. Tetap jalani semua yang memang kau ingini, berusaha untuk mewujudkan mimpi, dan percaya jika hidup bisa berubah kapan saja.

Setelah Sedih Tentu ada Hal yang Akan Membahagiakan Hati 

Percayalah, tak ada hidup yang isinya melulu kesedihan saja. Suatu waktu, jika momennya sudah tiba dan semesta telah memberi restunnya, kamu pun bisa merasakan apa itu bahagia. Tertawa atas semua pencapaian yang sudah kamu lakukan, bersyukur atas segala hal yang mungkin bisa kamu dapatkan. 

Itulah mengapa kau tak bisa bersedih berlama-lama, tak pula menganggap semua kekurangan yang ada dalam diri akan berlangsung selamanya. Asal percaya dan terus berusaha, bahagia yang memang sudah ditakdirkan menghampirimu pasti akan datang juga. 

Begitupula Dengan Kesombongan Diri yang Bisa Berganti dengan Sebuah Kesedihan

“Hidup dan semua yang kita miliki, hanyalah sebuah titipan”

Begitu para orangtua mengingatkan. Dan percaya atau tidak, itu adalah sebuah pernyataan sekaligus nasihat yang benar. Segala yang ada dan kita miliki sekarang, bisa saja hilang dalam sekejap mata, jika memang Allah mengkehendakinya. Itulah mengapa, kita dilarang untuk menyombongkan diri sebanyak apapun harta yang dimiliki. 

Tetaplah santun, dan tetap rendah hati, tak perlu merasa menjadi manusia yang ‘paling’ hanya karena ada sesuatu yang kita miliki. Jaga semua yang sudah ada, dengan tetap menjadi manusia baik yang bersikap biasa-biasa saja.

Sisi Baik dan Buruk datang Bergantingan, Serupa dengan Sedih dan Bahagia yang Tentu Akan Datang

Sebab begitulah hidup, apa yang terjadi tak selalu sesuai dengan yang tadinya kita ingini. Tapi ini adalah perjalanan untuk berproses, bagaimana semua itu kita lewatkan tanpa merasa segalanya jadi beban. Nikmati semua sedihmu, jalani semua hari beratmu, walau semua terasa berat dan menyiksa, percayalah masa bahagia akan segera tiba.

Semua hal punya sisi baik dan buruk, jika hari ini masih sedih esok mungkin kita akan tertawa lagi. Dan begitu pula sebaliknya, jika hari ini tertawa terlalu bahagia, bisa jadi esok ada kesedihan yang harus kita rasa. 

Pilihanmu Akan Menentukan, Bagaimana Situasi Hatimu di Masa Depan

Coba bayangkan seseorang yang sudah terbiasa hidup dengan hati yang serupa setiap hari. Walau ada sedih ia tetap tertawa, walau ada bahagia yang bisa jadi alasan menyombongkan diri, ia tetap biasa saja. Jadilah seperti itu, bersikap serupa meski apapun yang sedang kamu rasa. Tak berlebihan, tak pula terasa kurang.

Ketika hati dan jiwa sudah terbiasa, maka apapun yang akan terjadi atau kita terima di masa depan, tentu rasanya akan sama seperti kehidupan kita pada masa silam. 

Hadapi Semua Sedih dan Bahagia dengan Lapang Dada

Tak ada sedih yang tak punya jalan keluar, tak ada pula bahagia yang tak akan berkesudahan. Semua hal di dunia sudah ada porsi dan waktunya, kapan setiap perasaan itu akan mengahampiri kita dan kapan pula mereka pergi untuk meninggalkan kita. Belajarlah menerima, ikhlaskan hati untuk semua yang terjadi, dengan begitu kau akan lebih paham, apa itu bahagia yang sebenarnya. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tetap Waspada, Inilah 5 Ciri-ciri Lelaki yang Hanya Inginkan Fisikmu Saja

Kalau sudah kepalang cinta, perempuan memang sering lupa untuk memakai logikanya. Mengira kekasihnya benar-benar cinta, padahal si lelaki bisa saja sedang memasang umpan untuk mendapatkan yang ia inginkan. Memang sih, tak semuanya brengsek seperti yang kamu kira. Tapi selain, orang-orang baik yang memang masih ada itu, ada beberapa ciri-ciri lelaki yang hanya menginginkan tubuhmu saja. 

Beberapa kali, dirimu mungkin sudah bisa membaca gelagatnya, tapi karena masih ragu dan sudah telanjur percaya. Hal-hal dibawah ini mungkin bisa lebih membuatmu percaya, apakah dirinya memang benar-benar cinta atau ingin menyalurkan nafusnya saja. 

Ia Terlalu Sering Memuji Fisikmu Dibandingkan Kemampuan Lain yang Kau Miliki

Jika diawal perkenalan ia memuji dari penampilan fisik mungkin akan terdengar wajar. Namun seiring dengan berjalannya waktu, pengetahuannya tentang dirimu seharusnya bertambah. Akan tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Bukannya memujimu dengan kemampuan atau kelebihan lain, ia malah terfokus untuk memuji fisikmu dengan bahasa yang sedikit liar. Jika ini terjadi selama berkali-kali, kamu memang perlu untuk berhati-hati. 

Obrolannya Tak Jauh-jauh dari Perbincangan yang Mengarah ke Seks

Tanda-tanda lain yang juga perlu diwaspadai adalah bagaimana ia ketika sedang mengobrol bersamamu. Coba lihat dan perhatikan, bagaimana ia membangun obrolan setiap kali sedang berdua atau berkomunikasi lewat ponsel. Seolah jadi bahan perbincangan favorit, topik yang ia bicarakan selalu mengarah ke sesuatu yang bersifat mesum. Kalau sudah begini, mulailah ambil jarak, siapkan langkah-langkah untuk segera menjauh darinya. 

Mencarimu Saat Sedang Ada Maunya Saja

Lain dari saat pertama kali bersama, kini ia berubah dan tak lagi perhatian seperti awal hubungan. Tak lagi memberi perhatian, ia mendadak hilang setiap kali sedang dibutuhkan. Lalu akan datang jika ada sesuatu yang ia inginkan. Dari gelagat seperti ini, harusnya perempuan sudah tahu.

Jika lelaki ini memang tak benar-benar mencintaimu. Ada  sesuatu yang memang ia incar darimu, itulah mengapa ia datang saat sedang butuh saja. Dan ketika ia sudah berhasil mendapatkan yang ia mau, bukan tak mungkin jika kau akan ditinggalkan.

Mengajakmu ke Tempat-tempat Sepi yang Sebenarnya Tak Membuatmu Nyaman

Sepi di sini adalah sepi yang bermakna negatif, bukan sepi karena memang ingin ketenangan, tapi tempat sepi yang memungkinkan ia bisa leluasa untuk berbuat banyak hal atas dirimu bahkan tubuhmu. Bahkan meski kamu sudah berkata tak nyaman, bisa jadi ia tetap memaksakan. 

Padahal seorang lelaki yang memang benar-benar mencintai perempuannya, akan selalu berusaha membuat pasangannya nyaman dan merasa senang, Jika ternyata ia justru melakukan hal sebalikknya, tak apa untuk mencari penggantinya saja. 

Dan Mulai Berani Menyentuh Bagian-bagian Tubuhmu, Walau Sebenarnya Kamu Tak Mau

Tadinya, ia mungkin hanya beranin mengenggam tanganmu, merangkul pinggul mu atau sentuhan-sentuhan lain yang memang masih wajar. Tapi makin lama, ia terlihat berubah dengan sikap yang makin tak dijaga. Bukannya berhenti walau dirimu sudah bersuara, sentuhan-sentuhan yang ia berikan mulai menjalar dengan berani tanpa mau peduli dirimu suka atau tidak.

Kalau sudah begini, kamu memang perlu untuk membuat keputusan. Tinggalkan ia dan carilah lelaki lain yang bisa menghargai dan memperlakukanmu dengan benar, 

Jatuh cinta dan percaya itu sah-sah saja, tapi jangan sampai karena terlalu cinta, kamu menjadi bodoh dan mengiyakan semua yang ia inginkan. Bangunlah pertahanan baik yang jadi tembok pembatas atas diri dan tubuhmu dengan lelaki yang jadi pacarmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Walau Masih Cinta, Hubungan yang Menyiksa Harus Ditinggalkan Segera

Embel-embel ‘cinta’ atau ‘sudah pacaran lama’ kadang membuat kita menutup mata, atas banyaknya perilaku tak enak yang kita terima. Ya, kita memang tak bisa memilih akan jatuh hati kepada siapa, tapi kita tentu bisa memilih sosok seperti apa yang harusnya dipertahankan cintanya. 

Kalau saat ini, dirimu memang sedang terjebak dalam sebuah kubangan besar yang membuat perih dihati, bukan berarti kau tak bisa berbuat apa-apa. Jangan selalu menganggap dirimu lemah, kisah cinta yang toxic baiknya segera ditinggalkan. Bahagia adalah pilihan, cobalah renungkan beberapa hal ini jika dirimu masih ragu untuk meninggalkan. 

Tak Perlu Menunggu Dirinya untuk Berubah

Memang kalau masih cinta, kita kadang terlalu percaya bahkan memberinya kesempatan, walau nyatanya terus melakukan kesalahan yang sama. Maka tak jarang, jika hubungan yang toxic berakhir dengan kekerasan fisik. Melepasnya memang tak mudah, tapi demi kebaikanmu berhentilah untuk menunggu ia berubah.

Seseorang yang memang sudah memiliki kebiasaan untuk berbuat kasar, berbicara tak sopan, hingga memukul pasangan adalah watak yang sulit untuk dihilangkan. Ia tak akan berubah, jadi berhenti mencintai dan mempertahankan hubungan dengannya. 

Coba Ingat Lagi, Sudah Berapa Kali Kau Menangis Karena Ia Terus Menyakiti

Kalau dirimu masih sulit untuk melupakan banyaknya kebaikan yang (mungkin) pernah ia lakukan, cobalah ingat sudah berapa kali ia berbuat kasar. Sudah berapa kali ia memukulmu, membuat hatimu terluka, hingga akhirnya kau hanya bisa menangis berharap ia akan mengaku salah.

Sudahlah, katakan pada diri sendiri, tangisan terakhir yang ia hasilkan akan jadi perpisahan terakhir atas hubungan yang sedang kalian jalankan. Pergilah, tinggalkan ia dengan semua perbuatan buruknya. 

Kebahagian Ada di Tanganmu, Kau Berhak untuk Menentukan yang Terbaik untukmu

Ingatlah selalu, apapun yang terjadi atas hidup kita. Diri sendiri adalah satu-satunya pihak penentu yang akan memutuskan apa saja. Begitu pula dengan hubungan beracun yang mungkin selama ini sudah banyak membuat kita kecewa.

Meski dengan berat hati, dirimu harus berani memutuskan untuk meninggalkan pasangan yang sudah berlaku kasar. Ambillah satu keputusan dan berusahalah untuk kuat meski tak ada lagi pasangan. 

Lupakan Perasaannya Jika Kau Tinggalkan, Karena Perasaanmu Pun Tak Pernah ia Pikirkan

Demi hati yang bisa sembuh seperti sediakala, kamu memang harus ada sedikit rasa tega. Tak perlu berkutat dalam pertimbangan-pertimbangan yang bertujuan untuk dirinya. Hanya karena kau tak ingin ia kecewa, bersedih karena akhirnya kalian berpisah, berpura-pura memohon agar  kau tetap bersamanya, dan banyak drama lain yang bisa saja ia sedang berbohong demi menahanmu.

Abaikan semua pikiran yang masih menganggu, perasaan dan hatimu adalah prioritas yang haru kau dahulukan dari apapun.

Dan yang Paling Penting, Dirimu Layak untuk Mendapatkan Pasangan yang Lebih Baik dari Manusia Itu

Pada kenyataannya, mencintai seseorang saja tidaklah cukup jika ia tak balas mencintai kita. Waktu yang kau habiskan terlalu berharga untuk bersama dengan seseorang yang tak pantas untuk hidup bersamamu. Lepaskan ia yang memang tak tulus mencintai, kamu berhak mendapatkan cinta yang lebih baik dari yang ia beri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top