Feature

Mamalia Bermata Satu sampai Ular Berkaki Pernah Hadir di Indonesia

Dunia ini memang masih menyimpan segudang misteri yang belum diketahui seluruh umat manusia, meskipun era teknologi sudah canggih sampai AI sudah bisa diciptakan. Misteri ini bukan soal flat earth yang jadi perdebatan panjang antara yang pro dan kontra. Tetapi tentang keanekaragaman hayati luar biasa yang terdapat di Indonesia.

Wajar saja apabila tidak semua hewan di negeri ini tak dapat dikenali dan diidentifikasi secara baik satu per satu. Karena hewan-hewan ini memang langka, bisa jadi telah terjadi abnormalitas yang dapat mengubah tubuh hewan tersebut. Mulai dari bentuk tubuh, ukuran, atau perilakunya, lho. Selain itu banyak dari keanehan hewan yang ditemukan ini dihubungkan dengan hal mistis.

Katak Raksasa Berusia Lebih dari 5 Tahun

di daerah Sulawesi Selatan tepatnya di Desa Buntu Mondong, Enrekang, dinemukan hal yang tidak biasa, seekor katak raksasa berukuran berat mencapai 1,5 kilogram. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengonfirmasi bahwa katak tersebut termasuk dalam spesies Limnonectes grunniens yang ternyata biasa ditemukan di wilayah Sulawesi, Papua, dan Maluku. Kepala Laboratorium Herpetologi LIPI, Amir Hamidy seperti dikutip dari Kumparan memperkirakan kalau usia dari katak tersebut lebih dari 5 tahun.

Seekor Piton yang Memangsa Manusia dengan Lahapnya

Tragedi ini terjadi di tahun lalu dan cukup menggemparkan Tanah Air. Dimana seoarang laki-laki di daerah Mamuju, Sulawesi Barat, ditelan oleh ular piton. Laki-laki bernama Akbar tersebut dinyatakan hilang setelah berkunjung ke kebun kelapa sawit. Warga berinisiatif dengan melakukan pencarian terhadap Akbar, tetapi yang ditemukan hanya sebuah sepatu dan peralatan miliknya.

Namun, warga curiga karena tak jauh dari alat tersebut terdapat seekor piton yang berbadan besar karena kekenyangan. Kemudian ular piton tersebut dibedah untuk membuktikan kecurigaan warga. Seperti yang sudah diduga, jasad Akbar ditemukan dalam perut piton tersebut.

Ular Berkaki Empat? Apakah Nyata?

Kehebohan ini bermua dari akun instagram @wowfakta yang mengunggah video hewan bertubuh panjang, yang ditengarai mirip ular. Tetapi ular ini membuat heboh netizen karena memiliki empat kaki kecil di tubuhnya. Masih dari laman yang sama, Kepala Laboratorium Herpetologi LIPI, Air Hamidy, mengatakan kalau hewan tersebut bukanlah ular tetapi kadal berjenis Lygosoma quadrupes yang disebut sebagai kadal ular, dan kadal ini umum ditemukan di kawasan Asia Tenggara.

Ngengat dengan Wujud Menyeramkan di Jawa Tengah

Ngengat mungkin terdengar jadi nama hewan yang asing di telinga kamu. Meski bagi warga Kebumen umum ditemukan. Namun kali ini kamu kamu tetap akan berdecak heran, karena ngengat yang  hewan yang memiliki nama ilmiah Creatonotos gangis ini memiliki empat kaki berbulu di belakang tubuh. Normalnya, ngengat itu tidak memiliki empat ‘kaki belakang’ seperti itu. Tapi ‘kaki’ tersebut muncul untuk menyebarkan feromon ketika musim kawin tiba.

Mamalia Bermata Satu? Apakah Ini Pertanda Bahaya?

Setiap orang pasti menghubungkan abnormalitas pada hewan ini sebagai bentuk dari Dajjal. Foto ini menggegerkan warganet di media sosial lewat akun @makassar_info. Secara bentuk memang menghebohkan namun yang lebih menghebohkan adalah opini masyarakat yang menyamakannya dengan Dajjal. Peneliti LIPI pun menjelaskan bahwa hewan mamalia bermata satu itu kemungkinan adalah bayi kucing  yang mengalami abnormalitas Cyclops Syndrome, yang membuatnya terlahir dengan satu mata besar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dia yang Membicarakan Orang Lain di Depanmu Adalah Orang yang Akan Membicarakanmu di Belakangmu

Pernah dengar saran, yang kira-kira intinya begini, “Jangan mau main sama orang yang suka ngomongin orang, karena kalau kamu nggak ikutan, kamulah yang akan jadi bahan omongan”.

Beruntung memang jika kita bertemu dengan orang-orang yang sepemikiran. Tapi, kita juga tak bisa menghindari orang-orang yang suka merusak suasana. Berbicara tentang orang lain di hadapan kita, untuk kemudian menjadikan kita bahan cibiran ketika tak bersamanya.

Sekilas, urusan membicarakan orang memang terlihat menyenangkan. Dia mungkin merasa bahwa dirinya jauh lebih dari segalanya dibanding orang yang sedang ia bicarakan. Sehingga merasa berhak untuk bersikap sok benar. Sulit untuk dibuat sadar, mencoba memberinya pengertian sering tak berarti baginya. Lalu kita harus apa?

Bahagia Kita Akan Selalu Jadi Cibirannya

Begini, orang-orang yang suka bergosip ria, adalah tanda hidup yang tak bahagia. Sehingga orang yang dilihatnya tampak hidup tenang dan aman-aman saja. Seringkali dijadikan bahan obrolan murahan yang tak berdasar. Entah itu mengkritik kehidupan kita, pekerjaan, sampai ke hal pribadi yang lainnya.

Seolah-olah kita selalu ada di pihak yang salah, sedangkan ia adalah seseorang yang benar tanpa cela. Ini sudah jadi pola pikir yang ia pakai, jadi tak perlu kita jadikan beban. Semua hal tentang orang lain, akan selalu ia jadikan bahan kritikan.

Lagipula Waktu Kita Terlalu Berharga untuk Memikirkan Dia

Daripada memikirkan dia yang sibuk bikin cerita halu tak benar. Lebih baik kita berbahagia, dan menikmati hidup dengan cara yang kita bisa. Jalani hari dengan sesuatu yang bermakna, dan optimalkan waktu dengan mereka yang membuat kita bahagia juga. Kunci rapat semua sela untuk orang-orang beracun yang tahunya hanya ingin mencela.

Karena biar bagaimanapun kita tak bisa merubahnya. Tapi bagaimana cara kita menanggapinya adalah pilihan dan tanggung jawab kita. Waktu dan pikiranmu terlalu berharga hanya untuk memikirkan dirinya.

Bahkan Meski Tak Menyinggung Perasaannya, Ia Akan Tetap Berbicara Semaunya

Berhadapan dengan si mulut besar yang suka ngomongin orang, memang tak akan ada habisnya. Sekalipun yang kita perbuat tak bersinggungan dengan dirinya. Ada saja hal yang salah untuk dikritik dan dijadikan pembahasan.

Tak perlu susah payah membuatnya percaya pada kita, jangan pula merasa butuh membantunya untuk berubah. Karena manusia seperti itu, sudah kebal oleh berbagai macam petuah. Yang ia tahu, dirinya adalah satu-satunya orang yang paling benar.

Daripada Menjadi Beban untuk Diri Sendiri, Lebih Baik Kita Pergi

Yap, berhubungan atau berteman dengannya hanya akan jadi sesuatu yang sulit. Diam dipikir tak bisa melawan, tapi ketika dilawan ia pasti akan bersikap lebih garang. Maka, balasan terbaik adalah menjaga jarak dari dirinya.

Tak perlu merasa tak enak hati, sekalipun ia adalah teman yang konon sudah dekat. Kita berhak untuk memilah-milah, kepada siapa saja kita akan berteman. Kalau dirinya memang terlihat menyusahkan, sebaiknya tinggalkan.

Dan Kalau Masih Tetap Menjadikan Kita Bahan Gosip, Sebaiknya…

Untuk kemungkinan lain, jika memang kamu sudah kehabisan kesabaran atas semua tingkah dan cerita-cerita tak sedap yang ia ciptakan. Silahkan buat keputusan besar yang sekiranya wajar untuk dilakukan. Menegurnya ketika bersikap tak baik secara langsung, hingga memintanya berhenti menjadikan kita bahan obrolan murahan yang tak benar.

Namun, jika ternyata apa yang kita sampaikan masih tak berarti apa-apa untuknya. Itu artinya dirinya memang adalah seorang pengarang cerita bohong yang handal. Sudah, tak perlu dekat-dekat dengan dia!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top