Trending

Maha Besar Dahsyat dengan Segala Kasusnya, Masihkah Akan Tetap Ditayangkan?

Disebut-sebut sebagai acara yang berhubungan dengan musik, faktanya Dahsyat memang sudah jadi tontonan di RCTI sejak 24 Maret 2008 hingga sekarang. Dan untuk kesekian kalinya, program tv yang digawangi oleh Raffi Ahmad ini kembali menuai sensasi.

Pasalnya tayangan yang ditampilan pada hari Jumat, 19 Januari 2018 lalu kembali menuai kecaman dari berbagai pihak. Bagaimana tidak, pada tayangan tersebut tampak beberapa orang sedang mengikuti games yang merupakan bagian dari acara tersebut. Tapi tunggu, bukannya katanya ini acara musik ya? Kenapa ada games makan donat segala? Simpan dulu pertanyaanmu, nanti kita cari tahu.

Oke kembali pada pokok permasalahan, lalu mengapa Dahsyat kembali dikecam dan hostnya dilaporkan. Ini bukan karena rasa donat yang disajikan tak enak untuk dimakan. Melainkan sikap dari sang host yang terlihat tidak memanusiakan peserta lomba.

Bayangkan saja, kamu diminta ikut makan dalam segmen tersebut, tim kreatif dari acara tersebut menampilkan konsep yang hampir sama bak lomba makan kerupuk setiap Agustusan tiba. Bedanya, donat yang harus dihabiskan tidak digantungkan pada tali seperti lomba kerupuk pada umumnya. Melainkan diikat pada kaki host dan bintang tamu, yakni Felicya Angelista dan Faby Marcelia.

Para peserta games harus berlutut sambil menghabiskan donat tersebut, dan mirisnya lagi salah satu peserta games tersebut adalah anggota TNI. Sembari tertawa selama games berlangsung, kedua orang tersebut tadi menggoyangkan kaki mereka dekat pada wajah para peserta. Dengan demikian sikap dan perlakuan tersebut terkesan tidak sopan dan melanggar tata krama yang ada.

Sudah tersandung kasus beberapa kali, akankah Dahsyat masih akan tegak berdiri?

Disebut-sebut Sebagai Acara Musik, Tapi apa yang Ditampilkan Kadang Tak Ada Kaitannya dengan Musik

Mari kita renungkan sejenak, barangkali ada pemikiran lain yang serupa dengan tim kreatif dari Dahsyat. Donat dan musik sesungguhnya adalah dua hal yang amat jauh berbeda, lain hal jika Dahsyat adalah acara Master Chef Indonesia bolehlah bawa donat untuk games ala-ala.

Tak berniat untuk memojokkan tim kreatifnya, sebab mereka ini tentulah orang-orang pilihan yang sudah lulus seleksi. Meski kali ini harus dipertanyakan lagi, kreatifnya dimana ya Mbak dan Mas sekalian?

Baik katakanlah donat yang digantung tetap harus dijadikan sebuah permainan. Namun apa esensi dari menarik-narik ikatan donat dengan kaki? Tak heran jika dari semua komentar yang ada, netizen setuju jika siapa pun itu pesertanya, hal tersebut bukanlah sesuatu yang wajar untuk dilakukan. Apa lagi untuk dipertontonkan di hadapan penonton bayaran dan orang lain yang menyaksikannya.

Permainan Makan Donatnya Jadi Kontroversi, Hostnya Resmi Dilaporkan

      Sumber : https://www.instagram.com/infokomando/

Baik pihak yang mewakili dahsyat dan Felicya Angelista sebagai host, memang sudah menyampaikan permohonan maafnya. Tapi salah satu ormas yang menyebut diri sebagai Ormas Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT IB) sebelumnya sudah resmi melaporkan program Dahsyat ke Polda Metro Jaya pada hari Minggu, 21 Januari 2018 lalu.

Sebab tak hanya netizen di sosial media saja yang dibuat geram, tayangan pada hari Jumat, 19 Januari 2018 lalu, dinilai melecehkan TNI Angkatan Darat (AD) oleh sebagian besar orang. Bahkan Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran, Muradi, pada wawancaranya dengan Merdeka.com, menilai polemik tayangan itu menjadi momentum agar televisi tak cuma berlomba-lomba menghadirkan program mengejar rating. Dia berpendapat, ke depan agar tim kreatif memunculkan tayangan lebih edukatif ketimbang merendahkan martabat manusia.

Dan komentar ini bisa jadi bahan renungan untuk tim Dahsyat dan kawan-kawan.

Tersandung Kasus Berkali-kali, Harusnya Dasyat Bisa Mengevaluasi Diri

Sumber : https://www.instagram.com/dahsyat.musik/

Perkara ini jelas bukanlah yang pertama, dan yang baru-baru ini jadi penambah daftar panjang berbagai macam kasus yang pernah menyeret nama mereka. Dimulai dari para host yang memasukkan makanan secara paksa ke mulut host lain, penghinaan pancasila oleh Zaskia Gotik yang menyebut lambang sila ke 5 pancasila dengan “Bebek Nungging”, diberhentikan sementara pada maret 2017 lalu karena para host tak menggunakan kata yang sepantasnya, menjadikan kematian Jonghyun SHINee sebagai bahan bercandaan, hingga yang terakhir adalah perihal game donat yang dinilai melecehkan anggota TNI.

Menyadari kesadarannya, pihak dahsyat memang buru-buru melayangkan permohonan maaf dengan menemui Direktur Perhubungan Angkatan Darat, Kolonel Chb Widjang. Dalam surat yang mereka layangkan, pihak Dasyat berjanji untuk tidak akan mengulangi kesalahannya lagi dan lebih berhati-hati dalam menyajikan konten di TV

Tapi Tunggu Dulu! Dari Sisi yang Berbeda, Games Konyol Ini Tak Sepenuhnya Jadi Kesalahan Si Pembuat Acara

Benar memang, kita tak bisa berdiri pada satu pihak saja. Sebab ada sisi lain yang juga perlu kita pahami tentunya. Barangkali mereka yang menonton, hanya akan bisa berteriak untuk menyalahkan mereka yang terlibat. Baik tim kreatif dan host yang memandu acara. Padahal pihak yang juga perlu untuk diingatkan adalah mereka-mereka yang menjadi bintang tamu dan peserta acara pada hari itu.

Mengingat salah satu pesertanya adalah anggota TNI, bukan tak mungkin kan beliau bisa dengan tegas menolak untuk bermain. Sebab biar bagaimana pun sebelum games tersebut ditayangkan secara live di TV, ada briefing yang lebih dulu menjelaskan bagaimana alur games yang akan dilakukan.

Apa pun hal lain yang melatar belakangi ketersediaan mereka untuk mengikuti alur dari permainannya, tentu mereka sudah paham. Masuk TV memang membuat bangga, namun jika diperlakukan tidak sebagaimana mestinya, untuk apa?

Dan Untuk Kontroversi Selanjutnya, Mari Kita Tunggu Bersama

Acara paling banyak menyandung kasus, agaknya sebuah gelar yang tidak terlalu berlebihan untuk menggambarkan Dahsyat. Namun ditengah-tengah beberapa kasus yang pernah menderanya, Dahsyat memang dasyat. Acara musik dalam negeri yang masih ada sampai kini. Meski hostnya sudah berganti-ganti.

Sulit untuk diterka, apa yang akan terjadi selanjutnya. Kita tunggu saja.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Taylor Swift Kembali Berkarya dengan Merilis Single Baru “ME”

Penyanyi pop Taylor Swift baru saja merilis single baru bertajuk “ME” dibarengi dengan sebuah video musik pada Jumat (26/4) waktu AS. Saat menjadi bintang tamu acara NFL Draft di Nashvile, Kamis (25/4/2019) malam, Swift mengungkap bahwa single itu juga menampilkan Brendon Urie dari Panic! at the Disco.

“‘ME’ adalah lagu tentang menerima individualitas kita dan benar-benar merayakannya. Dengan lagu pop, kita bisa membuat sebuah melodi terekam di benak pendengar dan saya ingin menjadi orang yang membuat mereka merasa lebih baik tentang diri sendiri,” kata Swift.

Swift sendiri memuji penggemarnya karena telah membuatnya jauh lebih baik. Perhatian dan dukungan penggemar menginsipirasinya untuk bersenang-senang dengan musik. Pelantun “Blank Space” itu mengaku tidak menyangka bahwa penggemarnya sangat setia dan memberinya perhatian yang luar biasa.

“Rasanya sangat menyenangkan bisa berkarya untuk orang-orang yang memberi perhatian,” lanjut Swift.

Sebelumnya, Kamis pagi Swift datang ke kawasan Gulch di Nashville untuk berfoto di sebuah mural karya seniman Kelsey Montague berupa sayap kupu-kupu yang besar. Di antara kepak sayap itu tertulis kata “ME” dan Swift berfoto di bawahnya. Sejak awal para fans menduga mural itu ada hubungannya dengan Taylor Swift dan karya musik terbarunya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pasca Rutin Ikuti Kajian, Dinda Hauw Mantap Berhijrah

Pemain film Dinda Hauw kini mantap berhijrah. Dia sudah mengoleksi dari awal baju muslimahnya dan menyumbangkan setengah baju lamanya kepada orang lain. Meski belum mengenakan hijab syar’i, Dinda mengatakan dirinya masih dalam proses memakai baju muslim yang baik dan benar.

“Baju sendiri aku belum pakai kaus kaki ya, kalau orang-orang kan ‘tutup juga kakinya karena aurat,’ ya semua proses, aku pun pakai hijab enggak langsung syar’I. Aku pakai hijab pelan-pelan tadinya enggak pakai ciput sekarang pakai ciput, terus bajunya yang penting enggak ketat karena aku enggak suka kan, akhirnya ya sudah aku pakai baju longgar atau kemana-mana pakai outer,” lanjutnya saat berada di kawasan Kuningan, Kamis, 25 April 2019.

Dinda memberi tips bagi mereka yang ingin berhijrah. Dia mengatakan harus banyak mendatangi kajian-kajian keagamaan dan mendengarkan ceramah agar hati semakin kuat untuk berhijrah. Bukan hanya itu, Dinda juga menyemangati orang-orang yang ingin berhijrah agar terus maju menjalankan apa yang sudah diperintahkan Tuhan.

“Buat teman-teman yang baru hijrah sama kayak saya banyaklah kita kajian atau dengerin orang-orang ceramah atau berteman sama orang-orang yang bawa pengaruh positif untuk kalian, karena itu ngaruh banget terus semoga kita istiqomah selalu, pokoknya jangan nyerah, jangan balik lagi, enggak apa-apa sedikit demi sedikit yang penting tetap maju jangan mundur atau setop di situ,” ungkap Dinda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Campur Tangan Orang Indonesia Dibalik Produksi Film Avengers: Endgame

Marvel Studios sangat menutup rapat urusan cerita terutama dalam dua film Avengers terakhir, Infinity War dan Endgame. Bukan hanya para pemain, banyak kru di balik layar juga tidak tahu apa-apa soal jalan cerita film ini. Menariknya, ternyata ada pemuda asal Indonesia yang terlibat dalam dapur tim efek visual Avengers: Endgame, yakni Denny Ertanto. Ini adalah kali kedua dia terlibat dalam proyek Marvel.

Sebelumnya, Denny juga ikut mengerjakan efek visual Infinity War, tepatnya di beberapa adegan Iron Man dan Doctor Strange di Planet Titan. Namun kali ini lebih spesial, karena Denny ternyata kebagian mengerjakan efek untuk adegan yang sangat krusial dalam film, yaitu bagian akhir pada pertarungan tim Avengers.

“Saya membantu bekerja di beberapa bagian awal dan akhir saat di final battle-nya,” kata Denny seperti dikutip dari Viva, Jumat (26/4). Lelaki ini mengaku beruntung bisa mendapat kesempatan terlibat di film Avengers, apalagi mengedit salah satu bagian paling penting dalam ceritanya.

Mengerjakan bagian yang disebutnya sebagai ‘super major spoiler,’ ternyata tak membuat Denny tahu jalan cerita film ini sebelum dirilis.

“Aku penasaran perjalanannya dari awal ke bagian aku,” katanya mengaku tak tahu apa-apa soal plot keseluruhan.

Butuh waktu setidaknya 1-2 minggu sampai empat bulan guna mengerjakan setiap adegan yang jadi bagiannya. Kendati ada kesulitan-kesulitan tertentu, Denny tetap senang dan menikmati proyek ini, sebab baginya, selalu ada hal baru yang bisa dipelajarinya. Sebagai seorang vfx artist yang sudah ikut terlibat di Hollywood sejak 2011, Denny mengatakan sangat antusias dengan reaksi penonton. Dia mengaku ingin tahu reaksi mereka saat melihat hasil kerja dirinya dan tim.

“Di bagian mana pun, seneng yah bisa dapet kerja di film Avengers. Tapi kali ini memang kebetulan dapet bagian di mana salah satu bagian paling penting dari film ini, khususnya di bagian terakhir saat final battle. Di luar senang dan bangga, saya sih juga penasaran aja apa reaksi penonton nantinya ke adegan-adegan yang saya tahu,” ujar Denny.

Sebelumnya, Denny pernah terlibat dalam tim efek film War of the Planet of the Apes, Fantastic Beasts and Where to Find Them, A Monster Call, The Martian, Into the Woods, Pan, Cinderella, Hugo, Maze Runner: The Death Cure, dan lain sebagainya. Terbaru, ia kini sedang membantu film Gemini Man yang disutradarai Ang Lee. Denny tak satu-satunya orang Indonesia yang masuk dalam tim di balik layar Avengers sebab ada dua orang Indonesia lain yang ikut terlibat di proyek ini yaitu Jefri Haryono sebagai Creature Technical Director dan Muhammad Ghifary dari departemen Research and Development.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top