Feature

Listrik Cepat Habis Itu Tak Melulu Salah PLN, Barangkali Kebiasaanmu yang Perlu Diubah

“Dulu bayar listrik Rp 100 ribu, sekarang naik sampai 100% jadi Rp 200 ribu.”

Mungkin ungkapan semacam itu yang belakangan sering terdengar. Apa lagi sejak Januari 2017, tarif dasar listrik  (TDL) kian meningkat tajam. Tak heran, masyarakat pun mulai mengeluhkan tarif yang dirasa terlalu mencekik. Sebagian lainnya merasa kenaikan TDL tak selaras dengan naiknya penghasilan bulanan mereka. Keluhan seakan terus bergulir. Masyarakat menilai akibat TDL yang naik, penghasilan pun akan terkuras demi pembayaran listrik.

Perkara listrik sejatinya masyarakat tak bisa langsung menuding pemerintah. Sebagai konsumen, kita pun perlu berintrospeksi, sudah sebijak apa kita dalam hal pemakaian listrik? Sering kali listrik cepat habis karena memang perilaku kita yang boros. Karenanya, sebelum menyalahkan pihak produsen—dalam hal ini PLN, lebih baik kita mengubah kebiasaan kita agar bisa lebih bijak dalam menghemat listrik.

Mencabut Kabel Pengisian Daya Baterai Pada Gawai Bila Statusnya Sudah Penuh

Terlihat sepele, tapi ini yang seringkali kita abaikan. Coba lihat di rumahmu, masih seringkah kamu atau anggota keluargamu yang lain lupa mencabut kabel pengisian daya baterai? Kalau terlalu sering dilakukan, justru sama saja energi listrik jadi terbuang sia-sia. Karenanya, sebaiknya kamu tahu durasi pengisian baterai dari setiap gawai yang kamu miliki sehingga kalau dayanya sudah terisi penuh, kamu bisa mencabut kabel pengisian daya. Bukankah lebih hemat dan efisien?

Bukan Lewat Remote, Sebaiknya Matikan Alat Elektronik dengan Tombol Power Off

Kalau di rumahmu masih terbiasa mematikan televisi hanya lewat remote, sebaiknya jangan lagi. Kamu perlu tahu, listrik masih tetap mengalir kalau kamu hanya mematikan televisi hanya lewat remote. Saat televisi sudah tidak ditonton, mematikan televisi lewat tombol power off adalah cara yang jauh lebih bijak. Dengan demikian kamu sudah mulai sadar kalau buang-buang listrik hanya membuatmu merugi.

Gantilah Lampu Di Area Rumahmu dengan Pilihan Lampu yang Hemat Energi

Masih banyak masyarakat yang enggan menggunakan lamu LED dengan alasan pencahayaan jadi kurang maksimal. Padahal, nilai positif lampu ini justru lebih hemat energi. Lagi pula, pilihan lampu LED hingga saat ini kian beragam. Jadi kamu tak perlu risau kalau alasannya khawatir lampu jenis ini jauh lebih redup. Tak hanya menghemat listrik, durasi pakai lampu LED justru lebih lama dibanding jenis lampu lainnya.

Terbiasa Tidur dalam Kondisi Gelap Secara Tak Langsung Membuat Pengeluaranmu Terkait Listrik jadi Lebih Hemat

Tidur dengan kondisi gelap ternyata tak hanya baik bagi kesehatan. Tapi juga bisa membantumu menekan anggaran listrik bulanan. Mereka yang terbiasa mematikan lampu sebelum tidur berarti paham kalau lampu yang menyala hanya akan membuang-buang energi. Kamu yang belum terbiasa tidur dengan kondisi gelap sebaiknya mulai mencoba hal ini. Lagi pula, kapan lagi kamu bisa belajar lebih bijak terhadap pemakaian listrik kalau tidak dari sekarang?

Cari Aktivitas yang Lebih Menyenangkan Dibanding Hanya Buka Tutup Kulkas Seharian

Faktanya, membuka lemari es terlalu sering membuatmu jadi boros listrik. Apa lagi kamu juga sudah dewasa, bukankah lebih baik cari kegiatan yang menyenangkan dibanding hanya mengecek isi kulkas setiap beberapa menit sekali? Sebagai konsumen listrik negara, kita pun harus bijak bukan? Kalau dari hal kecil saja kita sudah menyepelekan, bagaimana kita bisa berhemat? Kembali lagi terkait urusan kulkas, sebaiknya kalau tak ada keperluan penting sebaiknya urungkan niat membuka kulkas ya Kawan!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Matcbox Akan Gelar Keanucon di Skotlandia, Festival yang Khusus Memutar Film-film Keanu

Untuk kamu para penggemar Keanu, ada berita bagus nih. Akhir April ini, lembaga di Skotlandia, Matchbox Cineclub akan menggelar KeanuCon. Festival film yang konon akan sepenuhnya didedikasikan untuk memutar film-film Keanu Reeves.

Yap, festival ini akan digelar pada 27 dan 28 April 2019, di Kota Glasgow dengan memutar 11 film Keanu Reeves, mulai dari The Matrix hingga John Wick hingga My Own Private Idaho dan tentunya, kedua film Bill and Ted berturut-turut. Sebelumnya Matchbox Cineclub sudah pernah menggelar festival film Nicolas Cage, bertajuk Cage-a-Rama.

“Kami pernah menyusun katalog pemutaran karya Nicolas Cage, aktor yang sering dibenci sekaligus dikagumi. Sekarang, kami beralih ke Keanu yang tentunya tidak sampai membelah opini publik seperti Nicolas Cage,” ujar Megan Mitchell, selaku salah satu penggagas KeanuCon, saat diwawancarai Little White Lies, sebagaimana dikutip dari laman vice.id. 

Tak hanya karena kemampuan akting dan wajahnya yang tampan, sosok Keanu memang patut jadi inspirasi. Karena selain kehidupannya di layar lebar, ia jadi salah satu orang yang cukup populer dengan kebaikan hati dalam hidup sebagai manusia biasa. Meski tak mampu menayangkan semua film-film yang dibintangi Keanu, setidaknya ada festival film yang sudah berniat mendedikasikan diri untuk menghormati Keanu.

Nah, berikut daftar film yang akan diputar sepanjang KeanuCon :

One Step Away (Robert Fortier, 1985), Permanent Record (Marisa Silver, 1988), My Own Private Idaho (Gus Van Sant, 1991), Speed (Jan de Bont, 1994), The Matrix (Lana Wachowski, Lilly Wachowski, 1999), John Wick (Chad Stahelski, David Leitch, 2014), Man of Tai Chi (Keanu Reeves, 2013), Constantine (Francis Lawrence, 2005), Challenge Death with Dice Roll Cafe, Bill & Ted’s Excellent Adventure (Stephen Herek, 1989), Bill & Ted’s Bogus Journey (Peter Hewitt, 1991), Wyld Stallyns live, Destination Wedding (Victor Levin, 2019)

Kalau kebetulan sedang berada di Skotlandia akhir bulan ini, dan punya keinginan menonton semua film Keanu tersebut dalam layar besar. Itu tentu akan jadi pengalaman yang mengesankan untuk kalian yang memang suka Keanu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

3 Zodiak Ini Dikenal Sangat Serius dalam Menjalani Hidup

Sifat yang dimiliki setiap orang sudah jelas berbeda. Ada orang yang sangat santai dalam menjalani kehidupan. Sebaliknya juga ada orang dengan karakter perfeksionis yang sangat serius dalam menjalankan hidupnya. Berdasarkan zodiaknya, ini adalah 3 zodiak yang dikenal sangat seris dalam menjalani hidup, zodiakmu termasuk tidak?

1. Zodiak Virgo

Virgo terkenal sebagai zodiak yang sangat perfeksionis. Dia sangat serius dalam mengerjakan suatu hal dan dalam menjalani hidup. Dia selalu ingin segalanya berjalan dengan keinginannya. Selain itu, dia juga sosok yang selalu menghasilkan sesuatu yang rapi, logis dan bisa dipertanggungjawabkan.

2. Zodiak Pisces

Pisces termasuk zodiak yang serius dalam menjalani hidup. Dia sangat sensitif dan pendiam. Sosok yang penutup dan lebih nyaman dengan dirinya sendiri. Meskipun ada teman yang menyimpang, pisces bukan sosok yang mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya.

3. Zodiak Scorpio

Yang terakhir adalah zodiak scorpio. Scorpio termasuk zodiak yang dikenal kaku dan tegas. Dia sangatlah misterius dan bagi orang yang belum mengenalnya, mungkin dia akan menganggap scorpio adalah sosok yang kasar. Tapi sebenarnya scorpio memiliki karakter yang baik dan hati yang lembut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Apakah Kamu Juga Tambah Usia Makin Malas Update di Sosial Media?

Kehidupan kita di sosial media, memang terasa begitu nyata. Bagaimana tidak? Bersamanya kita tumbuh jadi manusia yang kini sudah (lebih) berbeda. Dari yang dulu suka ‘ngalay’ sampai yang sekarang hanya jadi pembaca saja.

Dulu, curhat panjang lebar di timeline facebook terasa jadi jalan keluar setiap kali kita butuh saran. Dan benar saja, beberapa kawan kerap berbaik hati untuk memberikan dukungan atau jawaban. Selain itu, sosial media punya semua hal yang kita butuhkan. Video-video lucu di instagram bisa jadi obat pelepas lelah, bertemu teman baru yang memberikan ilmunya. Hingga pacar pertama yang juga ditemukan lewat sosial media. Tapi kini, hal seperti ini terasa jadi sesuatu yang janggal kan?

Hidup terus berjalan, sosial media masih tetap jadi kawan. Bedanya kini kita tak lagi mau update sembarangan. Tapi kamu tahu tidak? Apa yang merubah kita jadi begitu?

Pandanganmu Berubah, Tahu Mana yang Layak Dibagikan dengan yang Harus Disimpan

Mari berbalik sebentar tentang aktivitas kita sebelum sedewasa sekarang. Berapa banyak cerita cinta-cintaan yang kita bagikan, hingga kekesalan lain yang sebenarnya tak berarti apa-apa meski sudah dijadikan status di sosia media. Kini, hal tersebut mungkin terasa menggelikan. Tapi tak apa, itu adalah bagian dari proses atas perubahan.

Sadar atau tidak, ada paradigma baru yang lahir pada dirimu. Kamu lebih paham, mana yang layak yang dibagikan dengan sesuatu yang memang seharusnya disimpan. Untuk itulah, sekarang hal-hal yang kamu bagikan sifatnya lebih umum, dan semua orang bisa menikmatinya tanpa merasa terganggu atas aktivitas sosial mediamu.

Bukan Keluh Kesah, Membagikan yang Mengundang Tawa Kini Lebih Terasa Indah

Harus diakui memang, dari semua keresahan yang sedang dirasakan, sosial media bisa jadi jalan keluar untuk menenangkan pikiran. Bisa jadi orang yang berbeda dari kehidupan nyata, meski sedang gundah gulana. Kita bisa saja jadi orang paling berbahagia di sosia media. Dan salah satunya dengan membagikan hal-hal lucu yang bisa mengundang tawa.

Aktivitas update status mungkin dikurangi, diganti dengan berbagi hal-hal lucu yang bisa menyenangkan hati. Tak hanya membuat kita lupa pada kesusahan yang sedang dialami, kegiatan macam ini bisa jadi obat penenang diri.

Lagipula, Kalau Dipikir-pikir Toh Tak Ada Orang yang Akan Peduli dengan Masalahmu

Pada masa lampau, kamu mungkin senang mendapat banyak komentar atas curhat yang kamu bagikan. Padahal faktanya mereka bisa jadi hanya sedang ingin tahu saja, bukan ingin membantumu mencari solusinya. Bahkan bisa jadi, mereka malah menjadikanmu sebagai bahan tertawaan karena terlihat kurang kerjaan.

Seiring dengan bertambahnya usia, kita pun sadar bahwa hanya segelintir orang yang bisa benar-benar peduli atas apa yang kita bagikan. Karena kini, mereka punya hidup yan juga perlu dipikirkan.

Tak Lagi Punya Waktu Luang, Jangankan untuk Buka Instagram Pulang Kerja Saja Sudah Larut Malam

Sudah punya kesibukan menyelesaikan skripsi atau bekerja, hampir seluruh waktu yang kita punya, dipakai untuk melakukan hal lain yang jadi tanggung jawab harian. Mulai dari harus bertemu dosen untuk bimbingan, menyelesaikan pekerjaan agar tak selalu pulang larut malam, hingga pada kegiatan lain yang selalu kamu lakukan di akhir pekan. Bahkan jika harus membagikan cerita kehidupan, sepertinya tak ada hal yang menarik untuk dibagikan. Untuk itu, kamu lebih menikmati semuanya secara nyata. Bukan untuk dibagikan pada kawan-kawan dunia maya.

Bahkan Kalaupun Ada Waktu Luang Kosong di Akhir Pekan, Tidur Siang Lebih Terasa Menyenangkan

Hayo, kamu pasti setuju kan? Kalau memanfaatkan waktu untuk tidur siang, jauh lebih menyenangkan dibanding stalking instagram sampai berjam-jam. Kamu semakin sadar jika ada hal-hal yang memang sebaiknya dikurangi, dengan sesuatu yang lebih berarti. Dan mengistirahatkan diri dengan tidur siang jadi sesuatu yang lebih penting.

Secara tidak langsung, kamu pun kian sadar jika menikmati setiap momen dalam hidup secara langsung. Lebih terasa menyenangkan daripada membagi fokus pikiran untuk membagikannya kepada orang-orang, wlaau hanya lewat fiturs stories di instagram.

Karena Pada Akhirnya Kamu Sadar, Kehidupan Nyata Jauh Lebih Dibutuhkan

Setiap kali ada masalah, sahabat dekat yang menjadi kawan di kehidupan nyata datang jadi penolong yang setia. Sedangkan mereka yang kau kenal di sosial media, barangkali hanya akan mengirimkan emoji ‘sedih’ yang tak berdampak apa-apa. Ya, semakin dewasa kamu makin sadar, bahwa 2 orang kawan yang berada di kehidupan yang nyata ternyata lebih berarti dari ribuan manusia yang menjadi temanmu di facebook.

Dan di Usia Sekarang, Media Sosial Bukan Lagi Jadi Sesuatu yang Harus Diprioritaskan

Lebih penting dari segala aktivitas di sosial media, ada ratusan hal penting lain yang perlu untuk dikerjakan dalam kehidupan. Mendalami hobi yang sempat tertunda, belajar hal-hal baru demi pekerjaan yang kita punya, dan kegiatan lain yang bisa menyokong kehidupan agar lebih baik ke depannya.

Kamu telah tumbuh menjadi manusia baru yang berbeda, yang sadar bahwa apapun yang terjadi di sosial media tak pernah bisa menggantikan kehidupan nyata yang kau punya. Kini, kamu kian sibuk membangun koneksi untuk hal baik demi kehidupan, sedangkan aktivitas media sosial dilakukan kalau sedang ingin saja. Tak lagi jadi sosok yang aktif untuk posting status, kini kamu hanya jadi pembaca status orang-orang yang lalu lalang di timeline.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top