Feature

Lini Masamu Isinya Bukan Cuma Orang yang Kamu Kenal, Kalau Tak Hati-hati Justru Bisa Berujung Kriminal

Banyak hal yang bisa kita lakukan di media sosial. Bermain kuis, menonton video, melihat aktivitas lingkup pertemanan kita, bahkan bermain game maupun menuliskan keluh kesah di halaman atau lini masa media sosial kita.

Ada satu hal yang mungkin kamu tak sadari, bahwa sebenarnya dibalik kebiasaan kita bermain media sosial, ada lho pihak tak bertanggung jawab yang suka mencuri informasi dari kita lewat celah sekecil apa pun dalam wujud penipuan di media sosial. Kamu yang masih awam dengan kenyataan seperti ini, sebaiknya coba cari tahu, jangan-jangan kebiasaanmu selama ini ternyata jadi target banyak orang jahat.

Fitur Kuis di Facebook Diam-diam Mengelabuhi Penggunanya Demi Mendapatkan Data Pengguna dengan Mudah

Bermain kuis di Facebook terkadang membuat pikiran kita lebih segar. Namun, beberapa fitur kuis di Faceboook akan meminta akses ke profilmu. Adam Levin, pendiri The Global Indentity Protection and Data Risk dan sekaligus penulis buku Swiped, mengatakan bahwa fitur tersebut akan mengajukan beberapa pertanyaan lebih jauh mengenai data diri kita.

“Fitur-fitur tersebut murni untuk mengumpulkan data lewat pertanyaan keamanan,” papar Adam Levin. Demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya kamu membuat jawaban palsu untuk pertanyaan yang biasa kamu ikuti di Facebook sehingga penyedia kuis tak akan dengan mudah mengakses akunmu. Dengan pertanyaan keamanan yang terkesan gampang, penipu biasanya akan dengan mudah menemukan pertanyaan soal pemulihan kata kunci sehingga password-mu mudah tertebak. Jadi, berikan jawab palsu yang mudah diingat. Kamu juga harus tahu, penipuan lewat pertanyaan keamanan ini merupakan cara yang paling mudah untuk dilakukan.

Iming-iming Hadiah yang Sejatinya Tidak Masuk Akal

Siapa yang tak mau hadiah gratis? Apalagi bernilai jutaan rupiah. Undian semacam giveaway pasti akan membuatmu merasa tergiur. Faktanya, di media sosial suka tersebar banyak link yang menawarkan undian semacam itu. Cukup sign up lalu kita seperti menjadi orang yang paling beruntung karena mendapatkan peluang untuk ikut kuis tersebut. Padahal, menurut CEO The Indentity Theft Resource, Eva Velasquez, kita perlu waspada dan benar-benar memastikan undian seperti apa yang kita ikuti.

“Ya, memang ada undian yang sah dan ada juga yang palsu. Tapi, biasanya selalu ada maksud tersembunyi di balik undian tersebut,” ucapnya.

Syarat-syarat mudah seperti mendaftar newsletter atau membeli produk perusahaan tersebut akan membuat kita kalap dan dengan mudah memberi data pribadi kita. Tapi sebelum kamu melakukannya, pertimbangkan dulu peluang untuk menang dan risiko besar apa yang menghadang dengan melepaskan informasi pribadi. Jangan tergiur hadiah yang sebenarnya kalau dipikir-pikir justru terkesan tak masuk akal.

Teman Lama yang Tiba-tiba Mengaku Minta Pertolongan

Jangan terlalu cepat menerima permintaan pertemanan yang baru dari seseorang yang sebelumnya mungkin sudah berteman denganmu di Facebook. Beberapa orang memang gemar membersihkan akun lama mereka lalu kemudian membuat akun baru, namun tak semuanya itu permintaan pertemanan yang berasal dari temanmu. Sebab ada juga yang justru berpura-pura jadi temanmu. Penipu akan mengkloning seluruh profil Facebook seseorang dan menciptakan akun palsu yang mengatasnamakan orang tersebut.

Kalau Ada Permintaan Aneh dari Teman lewat Media Sosial, Jangan Buru-buru Memberikan Bantuan

Faktanya, hacker biasanya tak butuh waktu lama untuk menemukan password seseorang dan masuk ke akun mereka lalu mengirim pesan kepada teman-temannya. Orang-orang tersebut bisa jadi mengaku kehilangan dompet di negara lain dan memintamu untuk mengirim uang. Mungkin hal ini cukup jelas menunjukan sebuah penipuan, tapi pesan dari teman itu bisa membuatmu gegabah sehingga tidak mampu berpikir jernih. Karenanya kalau kamu ingin memastikan bahwa pesan tersebut benar-benar asli, coba hubungi temanmu dengan menggunakan platform lainnya.

Abaikan Setiap Pesan Tak Jelas yang Masuk ke Kotak Pesanmu

Saat bermain media sosial, pasti kamu akan didera rasa penasaran kalau ada seseorang yang memposting tautan entah lewat postingan atau membagikannya secara pribadi lewat kotak pesan. Judul seperti: ‘Lihat apa yang mereka katakan tentang kamu’ dan klik apa yang terjadi’, hal-hal semacam ini sejatinya secara tak langsung bentuk penipuan yang pasti akan menarik rasa penasaranmu. Karenanya, jangan pernah membuka tautan palsu tidak jelas tersebut. Tautan tak jelas tersebut patut dicurigai, dan mengkliknya bisa memuat malware ke komputermu. Karenanya, lebih baik konfirmasi dulu mengenai pesan tersebut pada temanmu

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Kurang Tidur Bisa Merusak Otak, Maka Coba Atasi dengan Beberapa Hal Ini

Apakah kamu salah satu orang yang menyepelekan perihal tidur? Nah ternyata tidur merupakan salah satu proses restoratif yang paling penting pada tubuh, yang biasa dikenal sebagai sistem glymphatic menggunakan masa tidur sebentar untuk membuang zat buangan untuk keluar dari tubuh.

Namun ternyata kekurangan tidur bisa menyiksa tubuhmu jauh dari dari sekedar nggak bisa membuang sampah biologis tubuh. Kurang tidur bisa membuat otakmu dalam keadaan yang berbahaya.

Kenali Dulu Proses Pembersihan Diri Secara Biologis dalam Otakmu

Di dalam otak, terdapat dua sel pendukung, yaitu microglia dan astrocytes. Dimana kedua sel pendukung itu berfungsi untuk membantu aktivitas otak agar tetap prima dan bentuknya tetap utuh. Sel-sel ini terus bertugas membersihkan otak bahkan saat kamu tengah terjaga sekalipun.

Kurang Tidur Bisa Berdampak Pada Proses Pembersihan Otak Secara Keseluruhan

Sebelumnya sudah dilakukan penelitian oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Michele Bellesi dari Marche Polytechnic University di Italia mengelompokkan tikus ke dalam empat grup untuk kemudian dijadikan bahan guna mempelajari otak mereka di bawah pengaruh gangguan tidur.

Kurang Tidur Bisa Mengubah Fungsi Astrocyte

Semakin kamu kekurangan tidur, maka aktivitas astrocyte yang terlihat di synapsis meningkat. Astrocyte akan berubah fungsi hingga memakan synapsis-synapsis otak.

Aktivitas Microglia yang Meningkat Tajam Dimana Bisa Menyebabkan Gangguan Otak Alzheimer

Para peneliti juga memeriksa aktivitas microglia. Nyatanya microglial phagocytosis bisa juga menjadi ganas akibat kurangnya tidur. Namun hal ini hanya terjadi pada orang yang mengalami gangguan tidur kronis. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa aktivitas microglia yang berkesinambungan terkait dengan gangguan-gangguan otak seperti Alzheimer’s dan gangguan neuro-degeneratif.

Sebenarnya untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan, solusinya sangatlah mudah. Cobalah mulai saat ini untuk tidur dengan cukup. Jangan biasakan begadang jika memang tak ada urusan yang mendesak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

10 Hal yang Dulu Pernah Kamu Rasakan, Kala Dirimu Jadi Anak Lab!

Jika kamu hendak memilih jurusan,ada banyak hal yang harus kamu pertimbangkan. Terlebih jika kamu memiliki minat di bidang science. Tentu saja kamu harus menyiapkan dirimu untuk bersahabat dengan yang namanya laboratorium.

Nah, untuk sekedar bernostalgia pada masa-masa jadi anak IPA di SMA atau kamu yang juga jadi Mahasiswa dengan jurusan yang berhubungan dengan Lab. Berikut ini adalah hal-hal yang sering kamu rasakan. Kira-kira apa saja ya?

1. Harus Melewati Banyak Anak Tangga untuk Mencapai Laboratorium

Sebagai anak lab, kamu harus memiliki fisik yang juga kuat. hal ini dikarenakan pada umumnya laboratorium di sekolah atau universitas terletak di lantai paling atas. Jadi kamu perlu menaiki anak tangga yangcukup banyak untuk sampai di ruangan laboratorium.

2. Kalau Jas Lab Sampai Ketinggalan, Opsinya Hanya Satu yaitu Balik Lagi

Jas lab menjadi perlengkapan penting yang harus dipakai saat berada di laboratorium. Jadi saat jas laboratoriummu ketinggalan, otomatis kamu harus rela balik lagi untuk mengambilnya.

3. Datang Lebih Pagi

Anak Lab nggak boleh sampai terlambat. Terlebih biasanya praktikum lebih sering dilakukan di pagi hari dan kamu harus sudah ada di lab 15-20 menit sebelum praktikum dimulai.

4. Pulang Larut Malam

Kamu harus siap saat harus merelakan waktu soremu untuk menyelesaikan tugas di laboratorium. Tapi dengan hal ini kamu akan terlatih menjadi pribadi yang lebih dewasa kok.

5. Bermalam di Lab

Jika kamu merupakan mahasiswa tingkat akhir, kamu harus siap jika suatu hari harus bermalam di laboratorium. Kesannya memang menyeramkan, namun hal ini harus kamu lakukan untuk menyelesaikan penelitianmu secepatnya.

6. Tanggung Jawab Kalau Sampai Ada Alat Gelas Pecah

Harga untuk peralatan laboratorium cukup mahal, terlebih untuk kalangan mahasiswa. Jadi lebih baik kamu lebih berhati-hati lagi saat berada di lab. Jangan sampai kamu memecahkan alat gelas, karena kamu harus menggantinya jika hal itu sampai terjadi.

7. Menangisi Laporan yang Belum Selesai

Pertanyaan tentang laporan sudah selesai atau belum sama halnya dengan pertanyaan “kapan nikah?” bagi seorang anak lab. Kamu harus menyiapkan energi ekstra untuk mengerjakan segala praktikum dan laporannya.

8. Tertidur di Lab

Saking lelahnya, tak jarang kamu bisa sampai ketiduran di lab. Hal ini bisa terjadi karena pada umumnya anak lab memang menghabiskan sebagian besar waktunya di laboratorium.

9. Selfie Pakai Jas Lab

Ya namanya juga anak lab, pasti juga nggak lepas dengan yang namanya jas lab dan perangkat laboratorium lainnya. Meski begitu, tentu saja kamu tak akan mau ketinggalan buat update di medsos. Alhasil foto yang kamu update adalah foto dengan jas lab.

10. Cinta Lokasi di Lab

Karena kamu menghabiskan sebagian besar waktumu di laboratorium, akhirnya kamu tak bisa melihat dan berdekatan dengan cewek atau cowok di luaran sana. Alhasil, kamu bisa saja cinlok di lab dengan temanmu satu jurusan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Meski Cinta, Tak Berarti Boleh Pinjamkan Barang Ini pada Pasanganmu

Bagi yang namanya pasangan, berbagi barang ini-itu sudah jadi hal biasa memang. Kamu pun tak keberatan sebab yang meminjam barang adalah orang yang kamu sayangi. Sejatinya maklum kalau kamu berpikir demikian. Dan bukan jadi hal yang aneh juga kalau kamu sering pinjam-meminjam barang dengan pasangan. Tapi bukan berarti semua barang-barang patut dipinjamkan, lho.

Sekalipun kamu dan dia sudah bersama sekian lama, ada lho benda yang hanya diperuntukan bagi pribadi alias satu individu saja. Sebab kalau dipinjamkan justru membawa ancaman kesehatan tersendiri. Untuk itu, coba cek dulu apakah kamu masih sering menggunakan barang-barang ini berbarengan? Sebab kalau iya, cobalah berhenti dari kebiasaan itu. Dan kalau pasanganmu bertanya, jelaskan saja kalau semua ini demi alasan kesehatan.

Mendengarkan Musik Berdua Lewat Earphone Memang Romantis, Hanya Saja Apa Kamu Tega Membiarkan Pasanganmu Jadi Berisiko Kena Infeksi?

Setiap orang sejatinya memiliki bakteri unik di dalam telinga. Jumlahnya pun berbeda-beda. Bakteri ini ada untuk menyeimbangkan kinerja telinga. Nah, kalau kamu justru terbiasa memakai earphone bersama-sama, yang ada keseimbangan bakteri ini terganggu dan tak menutup kemungkinan memicu terjadinya infeksi telinga.

Agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, lebih baik gunakan earphone masing-masing. Pun kalau kamu dan dia mau mendengarkan musik bersama-sama, maka gunakan speaker saja atau beli earphone yang dibuat sengaja untuk pasangan.

Deodoran Itu Dibeli Bukan untuk Dipakai Bersama-sama

Kendati deodoran memiliki kandungan antibakteri, tapi permukaan roll deodoran yang melakukan kontak langsung dengan kulit ketiak seseorang pasti akan terkontaminasi bakteri. Untuk itu, jangan sekalipun memberikan deodoranmu untuk dipakai bersamaan. Selain tak menyehatkan kulit, memakai deodoran bersama-sama justru bisa dianggap jorok karena kamu dan dia terkesan saling berbagi bakteri.

Pun dengan Skincare atau Masker…

Masker sudah jadi kebutuhanmu baik perempuan maupun laki-laki. Sebenarnya tak masalah kamu dan dia berbagi produk masker yang sama, masalahnya, cobalah untuk tidak memakai satu kuas untuk memulaskan masker ke dua permukaan wajah. Artinya, akan lebih baik kalau kamu dan dia punya kuas yang berbeda saat sama-sama membersihkan muka.

Kamu perlu tahu, membersihkan wajah dengan kuas atau spons bisa membuat kuman dan bakteri di permukaan wajah jadi menempel pada kuas. Kalau kuasnya dipakai oleh orang lain, otomatis kuas tersebut mentransfer bakteri, bukan? Karenanya, selain menghindari berbagi pemakaian kuas, cobalah untuk rutin membersihkan kuas dan ganti kuas setiap 2-3 bulan sekali.

Sandal Rumahan Pun Bisa Jadi Media Transfer Kuman Lho, Kawan…

Kamu pasti sering, kalau habis dari kamar mandi, kamu kemudian langsung memakai sandal sehingga membuat kondisi sandalnya lembab. Nah, kondisi semacam ini yang bisa mempercepat pertumbuhan jamur di alas kakimu. Bayangkan kalau pasanganmu juga memakai sandal yang sama, berarti ada kemungkinan jamur pun jadi berpindah ke permukaan kakinya, bukan? Untuk itu, lebih baik terbiasa gunakan sandal milik masing-masing. Serta jangan lupa, cuci sandalmu sering-sering dengan sabun atau zat disinfektan seperti cuka.

Sama Halnya dengan Sandal, Kamu dan Pasangan Pun Tak Dianjurkan Memakai Handuk Bersama

Handuk adalah benda yang paling banyak menyerap cairan dari permukaan kulitmu, bukan? Kemungkinan handuk lembab, berjamur, dan tempat bakteri bersarang pun jelas ada. Untuk itu, sangat tidak dianjurkan kamu dan pasangan untuk berbagi handuk. Karena kalau pasanganmu terkena masalah kulit, kemungkinan kamu pun jadi ikut kena sekalipun kamu sudah berusaha menjaga kebersihan semaksimal mungkin.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top