Feature

Lebih Kritis dalam Segala Hal adalah Sikap Bijak Menjadi Dewasa

Pada setiap masa dalam hidup, akan ada titik dimana kita selalu sikap kritis. Mempertanyakan segala sesuatu yang akan kita lakukan. Entah itu pada diri sendiri atau orang sekitar. Selanjutnya, situasi ini akan membawa kita pada satu titik yang bisa dinamakan kedewasaan. Melahirkan sikap yang berbeda, dari masa-masa sebelumnya.

Kita mulai menyadari sebuah tanggung jawab, ketulusan, waktu yang berharga, rasa syukur, dan kemauan untuk terus berubah lebih baik lagi. Kritis bukan berarti tak suka dengan pendapat orang, kritis bukan berarti tak percaya orang, kristis bukan berarti menganggap remeh orang.

Tapi ini adalah salah satu tanda, bahwa kita sudah beranjak dewasa. Tak hanya dari segitu usia saja, tapi juga pola pikir yang kita punya.

Kritis Menjadikan Kita Bisa Memilah, Mana yang Buruk dan Baik

Perjalanan hidup membawa kita pada berbagai macam pengalaman, entah itu yang baik dan yang buruk, yang menyedihkan atau yang membahagiakan. Dari titik ini, kita belajar untuk bisa mengambil sikap. Sehingga jika ada hal lain yang selanjutnya bisa jadi pelajaran, di titik itulah nanti sikap kritis kita lahir.

Semakin banyak mengecap berbagai macam perkara, pemahaman yang kian kompleks akhirnya membawa kita untuk selalu bertanya sebelum mengiyakan atau melakukan sesuatu. Tak hanya membutuhkan pertimbangan dan keinginan, kita mengikutsertakan nalur dan akal untuk membuat segala keputusan.

Sehingga kita bisa menentukan baik buruknya suatu hal. Entah dalam pekerjaan, masalah, maupun hal-hal kecil yang sedang kita lakukan.

Jadi Salah Satu Bentuk Tanggung Jawab, untuk Memilih Sesuatu dengan Alasan yang Rasional

Coba ingat, di masa-masa yang belum bisa terbilang cukup dewasa. Ada berapa kesalahan yang kita perbuat hanya karena tergesa-gesa dalam menentukan sesuatu. Merasa salah dalam memilih jurusan kuliah, menyesal kenapa pernah jadi budak cinta oleh si dia, atau lalai dalam menjalankan tugas dari orangtua.

Kita semua pernah salah, namun menjadi dewasa sudah tentu kian bertanggung jawab untuk semuanya. Itulah mengapa kita perlu kritis dalam memahami sesuatu yang nantinya dipilih. Pikirkan matang-matang, adakah alasan rasional yang memang mengharuskan kita untuk memilih dan melakukannya. Dengan begitu, tak hanya hasil yang lebih maksimal. Kita pun tak akan menyesal karena tak memilih dengan sembarangan.

Sehingga Mampu Memecahkan Masalah dengan Bijak

Kemampuan untuk bisa bijaksana dalam menentukan banyak hal, lahir dari sikap kritis kita dalam berpikir. Tak peduli masalah yang sedang dihadapi besar atau kecil, hal yang menjadi fokus utama adalah proses pencarian jalan keluar yang jadi tujuan. Tak lagi sembarangan, semua hal dipikirkan dengan bijak demi mendapat hasil yang memang diinginkan.

Jangan pernah merasa sungkan untuk menyuarakan kekritisan, karena sikap ini jadi salah satu cara untuk bisa membantu kita lebih bijaksana dalam bertindak pada segala aspek kehidupan.

Membentuk Diri Jadi Pribadi yang Bertoleransi Tinggi Namun Tetap Berpengang Pada Apa yang Diyakini

Memiliki sikap kritis pelan-pelan akan membentuk kita jadi pribadi yang lebih menghargai, meski pada beberapa kesempatan kita terlihat seperti tak percaya pada orang. Tapi percaya atau tidak, ini akan menempah kita jadi sosok yang justru sangat respect terhadap perbedaan.

Sikap kritis yang kita tunjukkan bukanlah sebuah bentuk penolakan. Akan tetapi, kita hal itu disampaikan karena ada beberapa hal yang mungkin butuh jawaban. Entah itu karena tak sesuai dengan hati atau memang ada yang belum dimengerti.

Maka dewasa itu adalah ketika kita mampu menghargai setiap perbedaan pendapatan dan tetap berpegang teguh pada apa yang kita yakini.

Lagipula Hidup Selalu Penuh Tantangan, Maka Kritis Adalah Bekal untuk Melawan

Bayangkan, jika segala hal selalu kita ‘iyakan’. Bukannya berubah kian dewasa, apa yang kita dapatkan bisa jadi diluar kendali dan harapan. Sesekali, kita memang boleh melunakkan keiginan diri. Untuk kemudian menerima hal yang mungkin tak bisa dipaksakan. Tapi bukan berarti hal tersebut berlaku untuk semua aspek kehidupan.

Sebab ada beberapa hal dalam hidup  yang memang butuh dilawan. Dilawan untuk mendapatkkan apa yang kita inginkan. Atau dilawan untuk meluruskan sesuatu yang mungkin memang tak benar.

Karena Hidup Tak Melulu Tentang Diri Sendiri, Kita Juga Perlu Berdiri untuk Membela Orang-orang yang Dikasihi

Kristis dan menjadi dewasa bukan hanya tentang kepentingan kita semata. Ada sesuatu yang baik bagimu, belum tentu baik pada pasangan, saudara, keluarga atau rekan kerja. Nah, disinilah sikap kritis dari kedewasaan harusnya bekerja.

Mempetimbangkan lagi sebuah keputusan dengan memikirkan sebab akibat yang akan ditimbulkan. Tapi bukan hanya pada diri sendiri saja, juga pada mereka yang ada di sekitar kita. Dari sini, kita akan bisa melihat sebenarnya apa yang memang benar-benar kita butuhkan. Dan pentingnya untuk kritis sebelum menentukan.

Dan Walau Tak Selalu Benar, Setidaknya Kita Sudah Berusaha untuk Melawan Apa yang Tak Dianggap Sejalan

Selalu ingat, bahwa kesempurnaaan hanyalah milik Tuhan. Meski sudah berusaha kritis dan bersiap dewasa bukan berarti kita akan lepas dari semua masalah. Pada beberapa fase, kita mungkin akan jatuh, diremehkan, salah membuat keputusan, hingga persoalan lain yang bisa menganggu pikiran.

Tapi tenang, semua itu adalah hal lazim yang terjadi atas diri siapa saja. Sembari tetap berupaya dan belajar untuk menjadi sosok yang lebih dewasa. Setidaknnya kita sudah berhasil menjadi seseorang yang kritis dalam hidup yang dijalani.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Perbedaan Lelaki yang Ingin Sekedar Jadi Pacar dengan Dia yang Siap untuk Meminang

Buru-buru dalam memaknai kehadiran seorang lelaki, beberapa perempuan kerap menelan luka. Menaruh harap pada pacarnya, padahal si lelaki datang hanya sekedar singgah. Dengar, tak semua lelaki yang ada dalam hidupmu punya ketulusan untuk mencintaimu. Beberapa dari mereka datang hanya untuk sekedar saling suka, lalu kemudian pergi membuatmu terluka.

Memilih lelaki untuk dinikahi bukanlah perkara kisah cinta yang bisa putus kapan saja. Lebih dari itu, kamu perlu memilah-milah sosok mana yang memang benar-benar mencintaimu. Memiliki komitmen untuk jangka panjang dan bersedia tetap saling menggenggam dalam segala hal.

Nah, agar tak salah kaprah dalam menilai mereka. Ada beberapa hal yang bisa membantumu membedakan. Manakah lelaki yang hanya ingin jadi sekedar pacar, dengan dia yang sungguh-sungguh siap meminang.

Yang Hanya Ingin Jadi Pacar Akan Banyak Berjanji, Tapi yang Ingin Menikah Akan Memberimu Bukti

Demi membuatmu merasa nyaman, si lelaki yang ingin jadi pacar ini akan memberimu banyak janji. Tapi sebagian besar dari janjinya itu, tak pernah ada yang dipenuhi. Bukannya membuatmu kian percaya, ia hanya bisa bercerita tentang semua angan-angannya untukmu tanpa berusa menjadikannya nyata. Obrolan yang ia selalu pakai pun tak jauh-jauh dari angan-angan, dan kalimat manis lain yang rasanya tak mungkin dilakukan.

Lain dengan lelaki tadi, yang serius untuk menjadikanmu istri akan hadir dengan pembuktian, bukan hanya sekedar omongan. Membuatmu bahagia dengan hal-hal yang kamu memang suka, hingga berbuat sesuatu yang tak pernah kamu pikirkan sebelumnya. Tanpa diminta, ia bergerak untuk memberimu bukti nyata.

Dengan Lelaki yang Serius Kamu Punya Temat Berdebat, Berbeda dengan si Pacar yang Hanya Mendengarmu Bercerita

Pacarmu itu mungkin aja jadi teman cerita yang selalu bersedia memberi telingannya. Mendengarmu berkata apa saja, tapi selalu diam dan tak memberi masukan apa-apa. Yang ia tunjukkan hanyalah kehadiran, bukan jadi pihak yang membantumu kian paham tentang sesuatu yang kalian bicarakan.

Lalu sebaliknya, si lelaki yang serius untuk menikah akan jadi teman debat yang bisa membawamu kian dewasa. Memberimu pemahamanan yang berbeda, hingga jawaban-jawaban menakjubkan yang selama ini tak ada dalam kepala. Ya, bersamanya kamu berkembang tak hanya jadi percerita yang handal. Tapi juga punya pengalaman yang lebih lebar.

Dia yang Hanya Sekedar Ingin Jadi Pacar, Menganggap Kencan Hanya Ajang Jalan-jalan, Tapi yang Serius Akan Membuat Kalian Saling Mengenal Lebih Dalam

Lebih dari acara makan–nonton– lalu pulang, laki-laki yang serius akan selalau menikmati waktu berdua dengan cara yang tak biasa. Mencipatakan obrolan-obrolan menarik untuk kalian berdua, hingga kalian mengerti kalau ada hal lain yang bisa dilakukan lebih dari sekedar kencan jika sedang berduaan. Untuk itu, kamu bisa membedakan hal apa saja yang sering pacarmu tunjukkan setiap kali kalian menghabiskan waktu di akhir pekan. Membawamu untuk sekedar makan malam atau mengajakmu menikmati sesuatu yang bertujuan membuat kalian saling mengenal lebih dalam.

Lelaki yang Hanya Berniat Memacari Tak Peduli pada Kebiasan Burukmu, Sedangkan yang Serius Akan Merubahmu Jadi Lebih Baik dengan Cara yang Benar

Jangan buru-buru senang jika sang pacar terlihat acuh dengan hal-hal buruk yang kamu lakukan. Bukan karena ingin memberimu kebebasan melakukan apa saja. Karena kelak jika kalian sedang berselisih, ia bisa saja memakai kebiasaanmu burukmu sebagai senjata. Ya, senjata untuk memojokkanmu hingga jadi seorang tersangka.

Namun sebaliknya, dia yang memang memiliki niat baik untuk menjadikanmu pasangan hidupnya. Pelan-pelan akan bersuara, memberimu pemahaman berbeda, hingga akhirnya memabantumu merubah kebiasaan buruk yang ada. Bukan untuk bersikap lebih benar, ia memilih kata dan kaliamat yang lebih pelan, halus dan tak membuatmu merasa ditekan.

Pacar Sering Menuntutmu Merubah Penampilan, Tapi yang Berniat Menikahimu Bersedia Menerimamu Bagaimana Adanya

Kalau yang tadi terlihat acuh pada kebiasaanmu, kini ia bisa jadi berubah getol untuk memerhatikan penampilanmu. Mulai dari pakaian yang kamu kenakan, sepatu yang kamu pilih, hingga warna lipstikmu kerap harus sesuai dengan yang ia ingini. Ia mendorongmu berubah, tapi untuk sesuatu yang menjadi keinginannya, bukan seperti yang kau ingini.

Padahal, sebagai lelaki harusnya ia tahu jika setiap orang berhak untuk menentukan apa yang ia inginkan. Itulah mengapa jika seseorang yang benar-benar sudah siap menikah, tak akan mempermalasahkan penampilan. Apalagi menuntutmu berubah sesuai yang ia inginkan. Karena ia tahu, setiap orang berhak menentukan apapun. Tak akan memaksa, ia akan menerima bagaimana kamu ada.

Si Pacar Tak Pernah Membawamu Ke Lingkup Pertemanannya, Tapi yang Serius denganmu Selalu Bangga untuk Mengakuimu Di Hadapan Semua Orang

Jangankan untuk dikenalkan ke keluarga besar, tiap kali bertemu temannya saja ia selalu pergi sendiri dengan dalih tak ingin ditemani. Sebaliknya, setiap kali kamu berusaha untuk mengajaknya bertemu dengan teman-temanmu ia selalu punya alasan untuk bisa menghindar dari ajakanmu. Baginya, hubungan kalian baiknya jadi rahasia. Tak perlu ada yang tahu.

Padahal lelaki yang siap menikahimu, selalu merasa perlu untuk membawamu ke lingkup pertemanannya. Membawamu ke acara keluarga, dan tak pernah malu untuk mengakuimu sebagai kekasihnya. Dari titik ini harusnya kamu bisa membedakan, siapa dia yang hanya ingin sekedar jadi pacar dengan dia yang memang serius siap untuk menikah dalam waktu dekat.

Tak Menghindar Setiap Kali Membicarakan Pernikahan Seperti Pacarmu, yang Serius Menikah Selalu bersemangat Jika Ingin Membicarakan Kelangsungan Hubungan

Yap, satu-satunya alasan mengapa ia selalu bersikap menunjukkan semua hal yang tadi sudah dijelaskan. Tentu saja karena belum merasa siap untuk menjadikanmu sebagai istrinya. Atau memang hanya ingin main-main saja, tanpa pernah berniat serius, sebagaimana kamu menganggapnya.

Ini jadi langkah paling menentukan. Bagaimana ia bersikap setiap kali kamu mengajaknya membicarakan pernikahan. Apakah dia pura-pura menghindar atau justru membuka obrolan dengan semangat yang berbeda dari biasanya.

Jangan mudah terlena hanya karena umbaran kata cinta yang membuatmu merasa istimewa. Lelaki yang memberimu kata-kata manis belum tentu berniat mengajakmu melangkah ke jenjang yang lebih intim dari sekedar pacaran.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Cara Hidup Bahagia yang Mudah Dilakukan Namun Sering Terlupakan

Setiap orang tentu saja mempunyai definisi bahagianya masing-masing. Dan ternyata bahagia itu terletak dari sejauh mana kita bersyukur tentang semua yang telah kita miliki. Pernahkah kamu duduk diam sejenak dan melihat kembali kehidupanmu sehari-hari? Makanan yang cukup, punya tempat tinggal dan kebutuhan-kebutuhan dasar yang terpenuhi dengan baik. Dan tidak kalah pentingnya, mempunyai orang-orang yang peduli dan mencintai kamu.

Namun, seringkali kita menganggap bahwa masih banyak yang kurang dalam hidup kita sehingga rasanya jauh sekali dari bahagia. Kadang kita merasakan kecewa, ketidaknyamanan dan mencari kebahagiaan yang lain yang sebenarnya apa yang kita miliki pun sudah cukup. Hal ini yang menyebabkan kita semakin jauh dari rasa syukur.

Lalu, pernah tidak kamu ingin mengetahui bagaimana cara hidup bahagia yang mudah? Jika kamu ingin memikirkan kembali kehidupanmu, satu hal yang harus ditanamkan dalam hati adalah perkara menyederhanakan hidup. Bagaimana caranya? Sebenarnya ada cara jika kamu ingin hidup bahagia dengan mudah, akan tetapi sangat disayangkan sering terlupakan oleh kita. Seperti hal-hal dibawah ini!

Menghargai Apa yang Sudah Kita Miliki.


Pernahkah kamu menyadari perbedaan dari kebutuhan dan keinginan? Seringkali kita sudah memiliki semua yang kita butuhkan. Hanya saja kita lebih fokus pada apa yang kita inginkan. Bangunlah kebiasaan untuk memperhatikan dan menghargai apa yang sudah kita miliki dan berterimakasihlah.

Hargai orang-orang yang hadir dalam hidup kita, barang-barang yang kita miliki, makanan yang setiap hari tersedia dan momen-momen bersama orang-orang yang kita cintai. Tentu saja hal itu akan membuat rasa syukur tumbuh dalam hati kita.

Ketika Ingin Dihormati, Belajarlah Menghormati Terlebih Dulu.

Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menghormati orang lain. Misalnya dengan menghormati pendapat orang lain, berbicara dengan cara yang baik dan terlebih lagi menghormati keberadaan seseorang seperti bagaimana kita ingin dihormati. Jangan pernah merasa ingin dihormati sementara diri kita sendiripun masih lupa untuk menghormarti orang lain. Belajarlah menghormati orang lain seperti layaknya kita ingin dihormati juga.

Indahnya Berbagi Akan Menghadirkan Kebahagiaan Juga.


Pernahkah kamu menyadari bahwa ketika kamu memberikan sesuatu yang berguna untuk orang lain maka hatimu pun akan ikut merasa bahagia? Untuk itu, ada banyak orang-orang di sekitar kita, yang tanpa kita sadari sebenarnya membutuhkan kita.

Entah itu mereka yang kelaparan di jalan atau bahkan teman yang dilanda depresi dan membutuhkan telinga kita untuk mendengarkan. Cobalah untuk membantu mereka, setidaknya kamu telah menghadirkan kebahagiaan untuk mereka dan menumbuhkan kebahagiaan untuk diri sendiri pula.

Bukan berarti kamu harus menghabiskan setiap waktu yang kamu miliki hanya untuk membantu orang lain. Tetapi jika kamu masih punya waktu, tenaga dan hal lain untuk diberikan kepada orang lain, itu artinya kamu sudah ‘cukup’ bukan?

Dan Membangun Rasa Syukur Bisa Dilakukan Dengan Cara Sederhana Ini


Jika penjelasan di atas menurutmu masih kurang, maka ada 5 kebiasaan sehari-hari yang bisa dilakukan, yaitu:

1. Bangun pagi dan berterimakasihlah pada tuhan atas apa yang kamu miliki dalam hidupmu.

2. Tulislah jurnal berisi satu paragraf atas rasa syukurmu hari ini, sebelum beranjak tidur.

3. Saat kamu bertemu seseorang, biasakan untuk tersenyum pada mereka.

4. Sebelum menyantap makanan, ucapkan terimakasih untuk semua yang telah menyiapkannya. Syukurilah setiap makanan yang kamu kunyah.

5. Sebelum tidur, cobalah untuk menulis hal-hal baik apa yang kamu terima hari ini.

Mungkin setiap orang mempunyai cara yang berbeda. Namun, beberapa cara di atas tentu saja bisa membuatmu lebih bersyukur. Memang jika belum terbiasa pasti akan berat melakukannya, namun lama kelamaan juga kamu akan menikmatinya. Bagaimana menurutmu? Apakah kamu punya cara sendiri untuk hidup bahagia dan berlatih mencukupkan hidup?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pada Akhirnya Kita Harus Berjuang Sendiri, Karena Satu Per Satu Teman Akan Pergi

Satu hal yang akan kita sadari seiring dengan bertambahnya usia, hidup tak akan lagi pernah mudah. Dan bersamaan dengan itu, semakin sulit pula untuk menemukan teman yang selalu ada dalam suka dan duka. Tak lagi bisa bersama sesering dulu, satu per satu teman akan pergi dan menghilang. Melanjutkan kehidupannya, atau punya teman baru yang mungkin (lebih) asyik dari kita.

Semua hal memang akan berubah, apa yang dulu pernah kita lakoni dengan teman-teman, mendadak harus dilakukan sendiri. Pernah menjalani hari-hari yang panjang bersama mereka,  peliknya kehidupan sekarang membuat kita merasa kehilangan. Kehilangan teman bercerita, teman berbagi, dan sumber semangat setiap kali kita gagal.

Tak Semua Hal Bisa Berjalan Sesuai dengan yang Kita Inginkan

Kita mungkin sering berharap, semua yang kita inginkan baiknya berjalan dengan lancar. Menjalani hidup dengan orang-orang tersayang, terhindar dari masalah yang bisa jadi beban pikiran, hingga segala harapan lain yang belum tentu bisa jadi kenyataannya.

Tak ada yang salah dari berharap, hanya saja kita perlu membuka mata. Melihat bagaimana kenyataan hidup yang sebenarnya. Suatu kali kita akan terluka, diselingkuhi kekasih, ditinggal pergi teman-teman, hingga tak merasa punya tenaga untuk memperjuangkan semua yang kita inginkan.

Bukan berarti ada yang salah dengan diri kita, tapi begitulah semesta memberi pelajaran untuk kita. Maka sebelum masa-masa sulit itu tiba, selalu lah bersedia untuk kecewa kapan saja.

Seiring Bertambahnya Usia, Setiap orang Akan Sibuk dengan Cita-citanya

Setelah lulus kuliah, masing-masing kita akan bekerja. Tetap di kota yang sama atau hijrah ke tempat lain yang mungkin berbeda. Tak bisa menahan siapa saja, setiap kita akan memilih jalan yang berbeda-beda. Fokus pada pekerjaan, hingga perkara hidup lain yang mungkin perlu dikerjakan.

Pada titik-titik tertentu kita semakin sadar, bahwa menjadi dewasa memang harus siap sendiri tanpa siapa-siapa. Sebab akan sangat berdosa jika kita harus menuntut mereka untuk selalu berada di sisi kita. Karena biar bagaimana pun, semua orang punya kehidupan yang perlu dijalankan.

Prioritas Setiap Orang Sudah Berbeda, Kita Harus Berjuang Sendiri Tanpa Siapa-siapa

Satu teman mungkin sedang sibuk melanjutkan pendidikannya, sedang yang lain terlihat bahagia dengan keluarga kecil barunya, hingga akhirnya kita sadar jika saat ini kita sudah benar-benar sendiri. Ya, semuanya sibuk dengan prioritas berbeda dan kita tak mungkin untuk memaksa mereka agar selalu ada. Sebagaimana kita yang tengah sibuk memperjuangkan keinginan, mereka pun punya kewajiban lain yang perlu dijalankan.

Belajarlah untuk Tak Bergantung pada Siapa pun, Karena Kelak Kita Akan Berjuang

Ini adalah salah satu kunci baik untuk tak terlalu merasa kaget atas kejamnya kehidupan. Sebisa mungkin, sejak dini. Belajarlah untuk tak menggantungkan harapan pada orang lain, meski itu adalah pacar, keluarga atau teman terdekat sekalipun.

Mereka bisa saja berjanji untuk membantu kita setiap kali kita butuh didorong. Tapi yang bertanggung jawab atas hidup yang dilakoni, tetap diri sendiri. Siapkan amunisi untuk tak terlalu lemah, karena berjuang sendiri itu butuh tenaga ekstra.  

Dan Berjanjilah Pada Diri Sendiri, Meski Tanpa Siapa-siapa Kita Harus Tetap Berjalan ke Depan

Semua orang akan pergi, tapi hidup akan selalu berjalan ke depan. Menghadapi rintangan, hingga bertemu dengan berbagai macam cobaan. Satu hal yang wajib untuk selalu diingat adalah, apapun yang terjadi kita harus tetap bangkit dan berdiri. Tegakkan kapala, langkahkah kaki.

Semua hal berat yang selama ini selalu menghampiri, akan jadi sesuatu yang membuatmu lebih kuat lagi. Berjajilah, kamu tak akan menyerah dan selalu berjalan mewujudkan semua impian meski tanpa bantuan dari teman.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top