Community

LDR Setelah Jadian? Biasanya 7 Jenis Godaan Ini Kian Mendekat

Sedang sayang-sayangnya tapi harus berpisah jauh. Duh, pasti itu bukan hal yang kamu idam-idamkan kan? Wajar jika kamu berpikir ini berat. Karena seharusnya kamu bisa melewati hari-hari indahmu bersama dia yang baru saja mengisi hatimu.

Berat memang, kamu yang baru saja merasa kasmaran, mau tak mau harus berpisah hanya karena keadaan. Entah itu pekerjaan, pendidikan atau keperluan lain yang memang harus dipenuhi oleh pacar.

Perihal rindu, jangan kamu jadikan sebagai pemicu perkara di antara dia dan dirimu. Jangan terbiasa menjadikan hal kecil menjadi besar karena adanya jarak di antara kalian. Cobalah lebih banyak bersabar. Karena pada kenyataannya masih banyak hal yang bisa jadi godaan dalam hubungan kalian nantinya.

Komunikasi Jelas Jadi Godaan Pertama, Apalagi Kalau Si Dia Membalas Pesanmu Cukup Lama

Obat rindu bagi pejuang LDR adalah pesan yang dikirim satu sama lain. Ya hanya pesan yang mampu menghubungkan kamu dan dia yang berada jauh di sana. Jadi tak heran jika lamanya pesan berbalas menjadi godaan yang cukup besar.

Pelan-pelan Kamu Cemburu Pada Mereka yang Senantiasa Dekat dengan Si Dia

Cemburu adalah hal yang wajar. Tapi berbeda dengan kecemburuan yang dimiliki oleh para pejuang LDR. Kamu akan lebih ngenes saat menyadari, kamu yang berstatus sebagai pasangan saja sulit untuk dapat dekat dengannya, sedangkan orang lain yang menjadi rekan kerjanya akan lebih sering bertemu dan berjalan bersamanya.

Lalu Berselisih Paham Karena Adanya Rindu yang Sering Menggebu

Rindu kerap kali menjadi pemicu pertengkaran diantara pasangan LDR. Saking rindunya, emosi kadang tak dapat dikontrol. Yang sebenarnya kamu hanya butuh perhatian namun sulit kamu dapatkan. Sehingga membuatmu berselisih paham dengannya.

Hingga Mencari Waktu Bertemu Menjadi Hal yang Sulit Untuk Dilakukan

Kamu dan si dia mungkin akan lebih sering berdebat, sebab mencocokkan jadwal untuk bertemu tak semudah yang kamu harapkan. Karena kenyataannya kalian sama-sama sibuk. Saat kamu bisa, mungkin saja dia yang punya kesibukan lain, begitu pula sebaliknya. Pandai-pandailah mengatur jadwal kalian bersama. Jangan mengedepankan ego masing-masing agar tak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Hanya Kabar yang Akan Selalu Kamu Nanti Untuk Menyapa, Sebab Raga Sulit Berjumpa

Susahnya pasangan LDR adalah jarak yang memisahkan. Kamu tidak akan bisa dengan mudah bertemu dengannya. Kamu hanya bisa menyapa dari kabar yang seringkali kamu kirim satu sama lain. Selebihnya, kamu mungkin hanya bisa memandang fotonya dan berharap dia ada di sampingmu saat ini.

Bahkan Perihal Sinyal dan Koneksi Internet pun, Kadang Jadi Sesuatu yang Cukup Menganggu

Sabar ya kalau sinyal jelek untuk video call, alhasil hanya bisa chatting, itupun sering tertunda karena minimnya sinyal yang ada. Di era sekarang pejuang LDR sedikit dihibur dengan kemajuan teknologi, yaitu dengan adanya fitur video call. Tapi itu hanya dapat diakses jika sinyal yang ada cukup baik. Jika sinyal jelek, mau apa lagi. kamu harus rela melepas angan-anganmu untuk dapat berbicara sambil memandang wajahnya langsung melalui layar HPmu.

Atau Saat Sedang Asik-asiknya Ngobrol Lewat Telepon, Handphonemu Mati Karena Kehabisan Baterai

Masalah lain yang kerap kali muncul adalah saat HP tiba-tiba mati di tengah pembicaraan yang cukup penting. Hal ini bisa memicu emosi pasangan. Hal yang tak pernah diharapkan oleh pasangan LDR manapun. Tapi dari sekian banyak godaan yang ada, kamu harus meyakini bahwa pasanganmu adalah orang yang dapat dipercaya. Kapan pun dan dimana pun dia berada, dia tidak akan pernah mengkhianati kepercayaan yang sudah kamu berikan kepadanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Karya Seniman Eko Nugroho Sedang Bertengger di Galeri Nasional Singapura

Cahayanya yang terang, jadi salah satu hal yang akan kita pikirkan setiap kali mendengar nama kunang-kunang. Dan ternyata, seniman Eko Nugroho juga punya kenangan indah akan binatang yang sering terlihat di malam hari tersebut. 

Ini bisa kita lihat, dari karya instalasi ‘Kenangan Kunang-Kunang’ atau ‘Memories of Fireflies’ miliknya, yang saat ini sedang turut serta dipajangkan dalam pagelaran ‘The Gallery Children’s Biennale: Embracing Wonder’ bersama seniman-seniman Asia lainnya. 

Setidaknya, Eko Nugroho menampilkan enam Damar Kurung yang merupakan lentera kertas tradisional. Lentera tersebut menggambarkan adegan kehidupan Jawa sehari-hari sampai nilai-nilai penting seperti rasa hormat, perdamaian, cinta, dan lain-lain. 

Sumber : Galeri Nasional Singapura

“Pengunjung juga diundang untuk menjelajahi lentera dengan melakukan berbagai aktivitas interaktif,” tulis keterangan yang media, Selasa (25/6/2019). 

Aktivitas interaktif, pengunjung akan mengubah karya dengan cahaya, bayangan, warna, dan bentuk. Perubahan tersebut berkontribusi pada ide-ide besar demokrasi yang ingin disampaikan sang seniman. 

Tak hanya itu saja, karyanya juga dimeriahkan oleh mural di dinding yang berjudul ‘Tightly Hugging Care, Love, Peace’. Muralnya menggambarkan pemandangan harapan yang penuh cinta, perhatian, dan perdamaian antar umat manusia. 

Lelaki asal Yogyakarta ini memang dikenal sebagai seniman yang bekerja dengan berbagai medium. Ada batik, topeng, wayang kulit, dan mural berskala besar. Menetap di Yogyakarta, sebagian besar karyanya terinspirasi dari budaya Jawa dan peristiwa yang terjadi di sekitarnya. 

Warna-warni cerah yang dihadirkan oleh Eko membuat karyanya diminati publik dunia, termasuk digaet Louis Vuitton untuk dijadikan scraf. Karya instalasi tersebut akan berlangsung pada 25 Mei hingga 29 Desember 2019 di Galeri Nasional Singapura.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Kerinduan BJ Habibie pada Ainun Dikisahkan Lewat Lagu Baru Maudy Ayunda

Sudah sembilan tahun sejak mendiang Hasri Ainun Besari meninggal dunia, kini kisah cinta Ainun dan Habibie kembali diangkat ke layar lebar. Sebelumnya, kisah mereka dimainkan dengan apik lewat film yang berjudul ‘Habibie & Ainun’ itu diperankan oleh Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari.

Film keduanya, ‘Rudy Habibie’ atau ‘Habibie & Ainun 2’, tayang pada 2016. Namun, film besutan Hanung Bramantyo itu fokus pada cerita cinta Habibie dirinya masih muda. Reza Rahadian kembali dipercaya untuk memerankan pria berumur 82 tahun itu.

Akhir tahun ini, film ‘Habibie & Ainun 3’ akan hadir di bioskop-bioskop Indonesia. Film ini akan menceritakan tentang kisah cinta Ainun muda yang diperankan oleh Maudy Ayunda.

Menariknya, tak hanya berperan sebagai Ainun muda, Maudy juga mengisi soundtrack utama ‘Habibie & Ainun 3’ lewat lagu berjudul ‘Kamu & Kenangan’. Lagu ini mengisahkan kerinduan Habibie pada mendiang sang istri.

‘Kamu & Kenangan’ dibuka dengan denting piano nan sendu. Suara merdu Maudy yang tak kalah sendu pun terdengar. Suaranya berpadu apik dengan instrumental ‘Kamu & Kenangan’ yang didominasi orkestra, membuat lagu tersebut terdengar megah.

Ku memintal rindu,
Menyesali waktu,
Mengapa dahulu,
Tak ku ucapkan aku mencintaimu,
Sejuta kali dalam sehari.

Walau masih bisa senyum,
Namun tak selepas dulu,
Kini aku, kesepian.

‘Kamu & Kenangan’ adalah lagu ciptaan Melly Goeslaw. Sedangkan untuk strings di lagu tersebut dibuat oleh suami Melly, Anto Hoed.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Iko Uwais Dilarikan Ke RS Setelah Merasakan Sakit Pasca Bleaching Rambut

Aktor laga Iko Uwais sempat dilarikan ke rumah sakit di tengah masa produksi film ‘Stubber’ yang dibintanginya setelah ia dituntut mengubah warna rambut oleh sang sutradara. Namun ternyata, kulit kepala Iko Uwais tak kuat dengan zat kimia pada cairan bleaching. Alhasil, sakit luar biasa dirasakan suami Audy Item tersebut.

“Warna rambutnya dibuat beda dari karakter saya sebelumnya. Untuk dapat warna itu di-bleacing sampai dua kali, baru diwarna,” ujar Iko Uwais seperti dikutip dari detik.com, Selasa (25/6).

Iko menambahkan, ternyata bleachingnya agak keras untuk kepalanya. Bahkan sampai merasakan migrain dan sensitif di area kepala lantaran sakit saat disentuh. Ia bahkan sempat menahan rasa sakit itu lantaran ingin bertindak profesional. Namun pemeran Rama dalam film ‘The Raid’ itu tak mampu lagi membendung rasa sakit yang dialaminya. Ia pun terpaksa dibawa ke rumah sakit.

“Selama syuting saya menggunakan obat pain killer setiap pagi. Karena memang sakit banget, bener-bener sakit. Saya pikir akan hilang dengan sendirinya ternyata sampai dua minggu nggak hilang,” ungkap Iko Uwais.

Beruntung, sakit pada kepala Iko Uwais langsung sirna ketika dokter mengambil tindakan. Proses pengambilan gambar pun bisa dilanjutkan kembali.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top