Feature

Lamanya Kamu Berpacaran, Tak Jadi Penentu Akan Bertemu di Pelaminan

Belum ada alasan yang pasti kenapa orang yang sudah menjalin hubungan sekian lama, bisa begitu saja putus ditengah jalan. Dalam hitungan waktu, seseorang terus bersama kemudian melepas masa bahagia begitu saja, bukanlah hal mudah. Nampaknya tanpa perlu dijelaskan lebih panjang tentang bagaimana sakitnya, kamu bisa membayangkan. Lantas apa yang membuat hubungan yang berjalan bertahun-tahun bisa kandas di tengah jalan?

Dari sekian jawaban yang berkembang di benak para pasangan, nampaknya kejenuhan menjadi kendala utama. Belakangan ini pun pemberitaan soal  pasangan yang memutuskan berpisah setelah 9 atau 10 tahun menjalin hubungan bisa saja menghantui pikiran kamu dan si dia. Bukan sekedar menakuti, tetapi menjadi peringatan. Kalau kita yang selama ini bersama dan baik-baik saja, ternyata ada kemungkinan berpisah secara tiba-tiba.

Pelaminan Bukan Soal Seseorang yang Telah Bersama Sekian Lama, tapi Tentang Dia yang Terbaik Dari yang Pernah Ada

Mencari yang terbaik itu ibarat mencari jarum di tumpukan jerami. Kalau kamu sedang berpacaran lama dengan seseorang, yang bahkan sudah lebih dari tiga tahun, kenali dirinya, apakah ia adalah orang terbaik yang pernah ada Kalau kamu sudah yakin, syukurlah.

Karena orang yang akan berada di pelaminan bersamamu,  bukanlah orang yang kamu kenal untuk waktu yang lama. Tapi orang yang terbaik. Camkan itu dalam pikiranmu. Apabila kejadihan pahit seperti perpisahan terjadi, jangan tenggelam dalam kekecewaan. Tapi anggap kalau dia bukan orang yang terbaik yang pernah kamu kenal.

Muncul Sosok dari Masa Lalu atau Orang Baru yang Dapat Menyita Perhatianmmu Hingga Melupakan Si Dia

Entah dia adalah mantan, atau teman, semua hal bisa menjadi kemungkinan seseorang yang penting di masa depan. Dengan catatan orang tersebut dapat menyita perhatianmu. Meskipun kamu sudah memiliki kekasih dengan hubungan yang berjalan lama, tentu itu menjadi peluang besar.

Karena kamu dan pasangan pasti sudah merasakan hal yang mononton dari hubungan. Kemudian tidak ada lagi pengawasan yang ketat, karena pasangan sudah menaruh kepercayaan. Meskipun kamu memegang teguh komitmen, tentu saja sosok anyar yang hadir dengan cerita dan pembawaan baru bakal terlihat menarik.

Jenuh Akan Gaya Pacaran yang Alurnya Bisa Ditebak Begitu Saja

Menjalani waktu bertahun-tahun sekian lama, pasti ada rasa kebosanan yang kamu alami. Apalagi kalau gaya pacaran kalian sangatlah membosankan. Tidak ada kedinamisan dalam hubungan, seperti melakukan hal-hal lain yang sangat berarti bagi kalian. Sebut saja makan malam bersama dengan gaun dan jas terbaiknya. Kalau tidak ada pembeda seperti itu, dapat dikatakan kalau hubungan kalian yang sedang berjalan hanyalah sebuah omong kosong dari komitmen.

Tak Ada Pembicaraan Tentang Masa Depan, Hanya Bermodalkan, “Ikut Saja Arus Membawa Kita ke Arah Mana.”

Apabila usia pacaran yang sudah memasuki usia 3 atau 4 tahun. Sudah harus ada obrolan perihal mau dibawa seperti apa hubungan kalian, kalau hanya ingin bersenang-senang tentnunya tak jadi masalah asalkan kedua pasangan dapat menerima. Tetapi, kalau sudah saling membagi relung hati dan sama-sama saling terisi, kenapa tak coba membicarakan hal yang serius.

Terlebih lagi kalian sudah dewasa, dan bukan hal aneh lagi kalau sudah menyiapkan tabungan untuk beranjak ke pelaminan. Kalau hanya berjalan seperti pacaran anak SMA sepertinya sulit untuk terus bersama. Waktu terus berputar tak akan berhenti untuk menunggu kalian berubah.

Kualitas Hubungan Tak Terjaga dan Berjalan, Siap-siap Ucapkan “Selamat Jalan, Sayang!”

Kualitas hubungan harus dibentuk, sebab hal itu tidak terjadi begitu saja seiring durasi pacaran kalian yang sudah memakan waktu sekian lama. Kalau kualitas hubungan kalian tidak dijaga dan juga dijalani seperti halnya orang berpacaran, tidak ada kepastian kalau hubungan kalian yang sudah bertahun-tahun dapat berujung ke pelaminan.

Tingkatkan kualitas pacaran dengan membuat keseruan seperti melakukan traveling bareng, atau saling berbicara hal diluar kebiasaan bahkan sampai memberikan perhatian lebih. Karena di usia produktif untuk masa kerja, yang mana waktu makan lebih dipinggirkan demi waktu kerja, merupakan usia yang sangat perlu perhatian. Kalau itu semua kamu tidak menjalankan, siap-siap saja untuk mengucapkan, “Selamat tinggal Sayang, terima kasih atas hari-harinya selama ini!”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dia yang Membicarakan Orang Lain di Depanmu Adalah Orang yang Akan Membicarakanmu di Belakangmu

Pernah dengar saran, yang kira-kira intinya begini, “Jangan mau main sama orang yang suka ngomongin orang, karena kalau kamu nggak ikutan, kamulah yang akan jadi bahan omongan”.

Beruntung memang jika kita bertemu dengan orang-orang yang sepemikiran. Tapi, kita juga tak bisa menghindari orang-orang yang suka merusak suasana. Berbicara tentang orang lain di hadapan kita, untuk kemudian menjadikan kita bahan cibiran ketika tak bersamanya.

Sekilas, urusan membicarakan orang memang terlihat menyenangkan. Dia mungkin merasa bahwa dirinya jauh lebih dari segalanya dibanding orang yang sedang ia bicarakan. Sehingga merasa berhak untuk bersikap sok benar. Sulit untuk dibuat sadar, mencoba memberinya pengertian sering tak berarti baginya. Lalu kita harus apa?

Bahagia Kita Akan Selalu Jadi Cibirannya

Begini, orang-orang yang suka bergosip ria, adalah tanda hidup yang tak bahagia. Sehingga orang yang dilihatnya tampak hidup tenang dan aman-aman saja. Seringkali dijadikan bahan obrolan murahan yang tak berdasar. Entah itu mengkritik kehidupan kita, pekerjaan, sampai ke hal pribadi yang lainnya.

Seolah-olah kita selalu ada di pihak yang salah, sedangkan ia adalah seseorang yang benar tanpa cela. Ini sudah jadi pola pikir yang ia pakai, jadi tak perlu kita jadikan beban. Semua hal tentang orang lain, akan selalu ia jadikan bahan kritikan.

Lagipula Waktu Kita Terlalu Berharga untuk Memikirkan Dia

Daripada memikirkan dia yang sibuk bikin cerita halu tak benar. Lebih baik kita berbahagia, dan menikmati hidup dengan cara yang kita bisa. Jalani hari dengan sesuatu yang bermakna, dan optimalkan waktu dengan mereka yang membuat kita bahagia juga. Kunci rapat semua sela untuk orang-orang beracun yang tahunya hanya ingin mencela.

Karena biar bagaimanapun kita tak bisa merubahnya. Tapi bagaimana cara kita menanggapinya adalah pilihan dan tanggung jawab kita. Waktu dan pikiranmu terlalu berharga hanya untuk memikirkan dirinya.

Bahkan Meski Tak Menyinggung Perasaannya, Ia Akan Tetap Berbicara Semaunya

Berhadapan dengan si mulut besar yang suka ngomongin orang, memang tak akan ada habisnya. Sekalipun yang kita perbuat tak bersinggungan dengan dirinya. Ada saja hal yang salah untuk dikritik dan dijadikan pembahasan.

Tak perlu susah payah membuatnya percaya pada kita, jangan pula merasa butuh membantunya untuk berubah. Karena manusia seperti itu, sudah kebal oleh berbagai macam petuah. Yang ia tahu, dirinya adalah satu-satunya orang yang paling benar.

Daripada Menjadi Beban untuk Diri Sendiri, Lebih Baik Kita Pergi

Yap, berhubungan atau berteman dengannya hanya akan jadi sesuatu yang sulit. Diam dipikir tak bisa melawan, tapi ketika dilawan ia pasti akan bersikap lebih garang. Maka, balasan terbaik adalah menjaga jarak dari dirinya.

Tak perlu merasa tak enak hati, sekalipun ia adalah teman yang konon sudah dekat. Kita berhak untuk memilah-milah, kepada siapa saja kita akan berteman. Kalau dirinya memang terlihat menyusahkan, sebaiknya tinggalkan.

Dan Kalau Masih Tetap Menjadikan Kita Bahan Gosip, Sebaiknya…

Untuk kemungkinan lain, jika memang kamu sudah kehabisan kesabaran atas semua tingkah dan cerita-cerita tak sedap yang ia ciptakan. Silahkan buat keputusan besar yang sekiranya wajar untuk dilakukan. Menegurnya ketika bersikap tak baik secara langsung, hingga memintanya berhenti menjadikan kita bahan obrolan murahan yang tak benar.

Namun, jika ternyata apa yang kita sampaikan masih tak berarti apa-apa untuknya. Itu artinya dirinya memang adalah seorang pengarang cerita bohong yang handal. Sudah, tak perlu dekat-dekat dengan dia!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tak Usah Terlalu Diumbar, Kemiripan diantara Kalian Belum Bisa Jadi Jaminan Melenggang ke Pelaminan

Relationship goals yang dikira orang selama ini bukan hanya yang selalu membagikan foto-foto bahagia di media sosial. Ada yang beranggapan relationship goals adalah saat kamu punya pasangan dengan hobi, kebiasaan, dan aneka sifat yang sama denganmu. Karena kesamaan itu, menurutmu pasti tipikal pasangan semacam ini akan terus adem ayem dan tak ada masalah yang cukup berarti.

Nyatanya tak selalu demikian. Kesamaan sifat atau kesukaan tak menjamin kebahagiaan dan hubungan yang langgeng. Misalnya, kamu dan pasangan dikenal sama-sama keras kepala, kalau dipaksakan bersama yang ada satu sama lain lebih sulit menyesuaikan dan tak ada yang mau mengalah. Pusing sendiri kan? Untuk itu, kesamaan tak menjamin kebahagiaan.

Jangan Takut dengan Perbedaan, Hubungan Asmara Justru Lebih Berwarna untuk Dilakoni

Kita ambil saja contoh dari pasangan Nick Jonas dan Priyanka Chopra. Keduanya bukan hanya beda usia, namun datang dari budaya yang berbeda sekaligus karier yang bertolak belakang. Namun perbedaan yang dijalani keduanya malah berakhir indah. Sebagai orang Amerika, Nick perlahan-lahan belajar adat sang istri yaitu India sehingga pengetahuannya pun bertambah. Tidak sia-sia kan punya pasangan yang berbeda?

Perbedaan karakter pun baik. Menurut hasil penelitian yang pernah dipublikasikan oleh Psychology Today, pasangan dengan karakter beda justru lebih langgeng bila dibandingkan dengan pasangan yang serba sama. Ini karena pengalaman yang dirasakannya dalam hidup lebih bervariasi.

Kalau Sama-sama Perfeksionis, Hati-hati Ada Momennya Kamu Tersiksa Saat Salah Satu dari Kalian Berbuat Kesalahan

Ukuran perfeksionis seseorang sejatinya berbeda-beda. Ada yang perfeksionisnya tinggi, ada yang sedang-sedang saja. Tingkat perfeksionis ini dapat memengaruhi bedanya ukuran prinsip masing-masing. Yang sedikit fatal adalah kalau salah satu dari pasangan melakukan kesalahan, bisa jadi pasangan satunya lagi tidak bisa mentolerir dan menunjukkan kekesalannya secara langsung. Semoga saja kamu tak mengalami hal semacam ini ya kawan.

Sama-sama Dikenal Ramah dan Peduli Pada Orang Lain, Ada Masanya Kalian Langsung Cemburu

Menjadi pribadi yang baik ke sesama dan selalu memikirkan kepentingan orang lain terlebih dahulu memang sangat baik. Hanya saja, hati-hati, jangan sampai lantaran kamu sibuk peduli dan menolong orang, waktumu selalu habis untuk orang lain sementara pasangan yang memerlukan keberadaanmu justru tak mendapat respon sama sekali. Alhasil, muncul rasa cemburu. Kalau kamu tidak bisa memanipulasi pikiran sendiri, bisa terjadi konflik lho kawan.

Kalau Kalian Sama-sama Haus Prestasi, Siap-siap Saat Menikah Nanti Selalu Saingan Karier Siapa yang Lebih Tinggi

Misalnya kamu di kondisi kalau kamu dan pasanganmu adalah sosok yang sama-sama berpengaruh di lingkungan kerja. Jabatan kalian juga tinggi dan selalu bekerja keras demi suksesnya perusahaan. Akhirnya, kalian disibukkan dengan jadwal di sana-sini.

Tapi, kalian tak mungkin kan sibuk terus kan? Terlebih saat pacaran, tentu harus bisa meluangkan waktu. Pun saat berdiskusi, bukan berarti kamu dan pasangan jadi saling menyibukkan diri pamer prestasi masing-masing. Ada lho karakter seseorang yang tak mau kalah saat pasangannya berada di puncak karier. Apa iya kamu saingan dengan pasanganmu sendiri?

Pasangan yang Keduanya Romantis Namun Punya Sisi idealis, Kalau Sedang Bosan, Justru Riskan Membanding-bandingkan

Buat kalian, pacaran itu harus romantis dan mengupayakan yang terbaik. Kamu pun bersyukur karena kamu menemukan pasangan yang sama-sama mendukung dan mampu bersikap romantis satu sama lain. Mungkin idealisme semacam ini terdengar bagus.

Tapi hubungan itu juga tak bisa selalu romantis. Pasti akan ada masalah tertentu. Selain itu, kalau terlalu sering romantis dan kadarnya berlebihan, bukannya justru membosankan? Di saat yang bosan inilah, rentan membanding-bandingkan hubungan dengan pasangan lain yang kamu lihat. Kawan, berhentilah membandingkan. Tuntutan untuk meniru pasangan lain ke pasangan sendiri justru bisa jadi beban lho.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top