Feature

Lakukan 6 Ritual Ini Agar Kamu Tak Mengantuk Dipagi Hari!

Mengantuk dipagi hari rasanya menjadi permasalahan klasik yang dihadapi oleh sebagian orang. Entah tidur jam sembilan atau jam sepuluh, rasanya mata masih susah kompromi untuk bangun dipagi hari. Apalagi jika kamu tidur diatas jam dua belas malam, sudah pasti mata sulit diajak bekerja sama untuk memulai aktifitas dipagi hari. Kalau sudah begini rasa malas dan mager akan semakin memperkuat dan memperlambat aktivitas dipagi hari. Padahal memulai aktivitas dipagi hari bisa membuat badan segar, namun jika rasa kantuk sudah tidak tertahankan lagi harus bagaimana? Memutuskan untuk tidur dipagi hari jelas bukan hal yang bijak. Apalagi menurut penelitian, tidur dipagi hari kurang baik untuk kesehatan. Bahkan menurut penelitian Nurses Health Study yang dilakukan pada 72.000 wanita menunjukkan bahwa ketika seorang wanita tertidur lebih lama pada pagi hari, antara 9-11 jam maka dia akan memiliki resiko terkena penyakit jantung 38% lebih tinggi. Memilih kembali tidur dipagi hari juga hanya akan menghambat aktivitasmu, malah bisa-bisa kamu juga mendapat ceramah dari atasan karena pekerjaanmu jadi tak selesai tepat waktu. Sebenarnya ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk meminimalisir rasa kantuk. Daripada memutuskan untuk tidur dipagi hari, kamu bisa melakukan beberapa hal di bawah ini untuk melawan rasa kantuk. Kalau sudah begini, bukan saja badanmu terasa jauh lebih segar, pekerjaanmu pun juga akan selesai tepat waktu

Agar tidurmu berkualitas biasakan mematikan lampu dan jauhkan barang elektronik dari kasur! Jika sudah begitu, kantuk dipagi hari pun tak akan lagi datang!

Kalau pagi kamu merasa ngantuk dan tidak bersemangat, bisa jadi karena beberapa kebiasaan yang kamu lakukan sebelum kamu tidur. Agar kamu lebih mudah bangun dipagi hari, biasakan diri untuk mematikan lampu dan juga menjauhkan barang elektronik ataupun gadget dari kasur sebelum tidur.  Karena cahaya lampu yang sangat terang bisa mengganggu tidur dan bisa membuat mata bekerja lebih keras sehingga kamu pun semakin susah tidur. Jadi usahakan mematikan lampu saat tidur atau kamu bisa menggunakan lampu tidur saja. Agar pada pagi hari rasa kantuk yang kamu rasakan tidak terlalu menganggu. Jangan lupa untuk menjauhkan barang-barang elektronik atau gadget dari kasur. Karena radiasi yang dihasilkan dari barang electronik ataupun gadget bisa membuat tubuh kamu lelah dan menjadi tidak bersemangat dipagi hari. Sebisa mungkin matikan dan hindari dari kasur sebelum kamu terlelap.  Kualitas tidurmu akan berbanding lurus dengan produktivitas hidup yang akan kamu jalani esok harinya.

Meregangkan tubuh bisa membantumu untuk tak mengantuk dipagi hari!

Saat pagi hari datang dan kamu harus memulai aktivitas tapi matamu masih susah untuk melek. Kamu bisa melakukan peregangan tubuh sebelum beranjak dari kasur. Sambil mencoba untuk mengumpulkan nyawa dan kesadaran melakukan peregangan tubuh sangat berfungsi dalam meningkatkan hormon endorfin sekaligus juga membuat aliran darah lebih lancar. Inilah yang akan membuat tubuh lebih bertenaga dan menghilangkan rasa kantuk secara efektif.   Rasa kantuk yang kamu rasakan bisa dilawan dengan gerakan kecil, jangan pernah memanjakan rasa kantuk yang datang pada saat pagi hari. Karena itu bisa berdampak tubuhmu akan terasa lemas dan juga telat memulai aktivitas dipagi hari.

Cuci muka kamu begitu bangun tidur! rasa dingin dari air akan membuatmu merasa segar dan tak mengantuk lagi

Mata kamu masih lengket dan susah untuk bangun? Kamu bisa menggunakan cara sederhana tapi ampuh untuk bisa membuat kamu sadar dari sisa mimpi semalam. Membasuh muka dengan air dingin bisa membantu menghilangkan kantukmu. Perubahan drastis suhu tubuh kamu setelah dibasuh pada bagian wajah dengan air dingin yang jadi penyebab rasa kantukmu hilang. Rasa segar setelah dibasuh air akan membuat kamu siap untuk memulai aktivitas dipagi hari karena rasa kantukmu hilang.

Minum bisa jadi cara yang manjur untuk mengusir rasa kantuk. Tak harus kopi, kamu bisa memilih air putih, air lemon atau teh hijau kok!

Kalau rasa kantukmu masih juga belum hilang, kamu bisa minum air putih, air lemon, dan juga teh hijau. Segelas air putih dingin ketika bangun tidur bisa membuat tubuhmu lebih segar dibandingkan dengan air hangat, tetapi jika kamu lebih suka air hangat juga tidak masalah. Karena sewaktu tidur, cairan tubuh pada dasarnya akan terkuras dan untuk mengembalikan kadarnya lagi, air putih bisa menggantikan cairan yang hilang.   Kamu juga bisa mengonsumsi air lemon setiap pagi untuk menghindari rasa kantuk dan juga mengganti cairan di tubuh. Selain itu tubuh kamu juga bisa terdetoksifikasi dengan air lemon yang kamu minum. Pastikan sebelum sarapan kamu minum air lemon satu gelas di pagi hari. Namun kalau kamu mempunyai riwayat maag, sebaiknya perbandingan air putih dan air lemon dua banding satu agar asam lambung tidak naik. Kamu juga bisa mengkonsumsi teh hijau untuk menyediakan energi dan juga stamina tinggi bagi tubuh sehingga rasa kantuk hilang. Kamu juga bisa tambahkan madu murni dalam teh hijau tersebut.

Mandi pagi selain bisa membersihkan tubuhmu, juga bisa menghilangkan kantuk!

Pagi hari memang waktu yang paling sulit untuk beranjak dari kasur, tetapi kalau kamu mau memaksakan diri untuk beranjak dan mencoba mandi pasti semua akan berubah. Meskipun saat berjalan ke kamar mandi mata masih terpejam, kamu akan merasakan segar setelah tubuh kamu terbasuh dengan air. Selain itu dengan mandi kamu juga bisa menjadikan tubuhmu bersih. Tubuh yang terasa tidak bersemangat akan berubah menjadi rasa segar dan kantuk yang hilang. Apalagi jika kamu mandi dengan air dingin sewaktu subuh.

Cara terakhir yang bisa kamu gunakan untuk menangkal rasa kantuk dengan menahan nafas ataupun dengan aromaterapi

Karena mengantuk dipagi hari cukup mengganggu untuk memulai kegiatan, kamu bisa mengatasinya dengan menggunakan aromaterapi agar rasa lelah, sakit kepala, energi yang rendah dan rasa kantuk menjadi hilang. Kamu bisa menggunakan minyak aromaterapi yang sekarag sudah banyak dijual di pasaran, atau dengan meletakkan aromaterapi di ruangan untuk membantu kamu tetap fokus selama bekerja.   Supaya tak mudah mengantuk dipagi hari, kamu bisa mencoba untuk menarik napas dalam-dalam dari hidung, tahan selama beberapa detik sesuai dengan kemampuan, lalu hembuskan melalui mulut. Saat mengeluarkan napas dari mulut, lakukan secara perlahan dan jangan langsung dikeluarkan seluruhnya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Keputusanku untuk Keluar dari Grup WhatsApp Pertemanan yang Isinya Semakin Tak Karuan

Selain mengurangi dosa, keluar dari grup whatsapp yang isinya cuma ujaran kebencian atau hal-hal menyebalkan lain. Kamu juga harus siap dimusuhi oleh kenkawan. Ya, mau bagaimana. Terus berada di sana hanya membuat kita sakit kepala, tapi memutuskan untuk pergi pun bukanlah hal yang mudah.

Namun dengan alasan kesehatan mental diri sendiri, akhirnya aku memutuskan untuk menarik diri dan keluar. Jangan tanya berapa kawan yang tiba-tiba nge-japri secara personal, hanya untuk bertanya “kenapa keluar?”, karena banyak ternyata whoaa. Bahkan dia yang tadinya, cuma ada di daftar kontak saja tiba-tiba chat dan bertanya kenapa.

Begini, perjalanan hidup beserta segala tetek bengeknya sudah terasa susah. Aku tak mau menambah beban untuk diriku sendiri, dengan tetap berenang dalam kolam toxic yang buat kepala pusing bukan kepalang.

Tak bisa diputuskan dengan mudah, langkah ini kuambil setelah berbulan-bulan berpikir dan bertanya pada diri sendiri. Dan memang, jawaban yang kutemui adalah “Untuk apa tergabung pada mereka yang suka menyebar sesuatu yang berujung dengan kebencian dan arah yang makin tak jelas?”. Maka untuk itu, aku memutuskan keluar dari grup pertemanan demi hidup yang lebih tenang.

Kamu yang sedang membaca ini, mungkin sedang merasakan hal yang sama. Tapi masih sibuk bergelut untuk mencari jawaban dan keputusan apa yang harus dilakukan. Demi membantumu, ada beberapa alasan yang membuatku akhirnya memutuskan keluar dari grup pertemanan.

Mereka Tak Mau Mendengar Pendapat yang Berbeda, Dimatanya Dia yang Paling Benar dari Semua Manusia

Yap, hal-hal yang kerap memancing emosi adalah sikap keras kepala yang selalu menganggap dirinya paling benar dari kawan di grup.

Gambarannya begini, seorang teman mengirimkan satu tautan ke grup, yang ternyata sebagian besar isinya adalah berita bohong yang tak berdasar. Mencoba untuk membantunya mengerti, barangkali memang kurang memahami.

Kemudian saya membalas kirmannya, dengan tautan lain yang lebih bisa dipercaya. Tapi sayang, pembahasan mana yang salah dan mana yang benar justru berakhir dengan pernyataan bahwa aku terlihat merendahkan kemampuannya dalam memahami satu fakta.

Satu dua kali mungkin masih bisa diterima, tapi kalau setiap teguran atas kesalahannya selalu dianggap merendahkan. Itu artinya ia memang tak mau mendengar pandangan lain yang berbeda. Lalu tiba-tiba saya teringat satu nasehat yang tak tahu entah dari siapa. “Berdebat dengan orang yang tak mau membuka diri akan pendapat orang lain, tak akan ada habisnya”.

Terlalu Sering Membaca dan Menyaksikan Perdebatan Politik Cebong dan Kampret, Ternyata Jadi Beban

Tanpa harus kujelaskan, kamu pasti paham. Bagaimana panasnya suasana jelang musim politik seperti sekarang ini. Masing-masing kubu sering mempermasalahkan sesuatu diluar hubungan pertemanan. Iya, membawa masuk politik hanya untuk menjatuhkan pilihan teman lain yang mungkin berbeda.

Aku yang masih bingung akan menyebrang ke mana, hanya bisa diam melihat bagaimana mereka berkutat dengan masing-masing pendapatnya. Semua berkata pilihannya benar. Sampai-sampai aku sering berpikir, ‘Memangnya apa susahnya sih, menerima pendapat orang?’

Bukan tak peduli akan apa yang mereka perdebatkan, sebagai seseorang yang sedang mencoba untuk jadi warga negara yang baik. Tentu saja aku mengikuti semua perkembangan berita politik. Tapi membawa hal tersebut masuk ke pertemanan, bukanlah sesuatu yang tepat. Apalagi kalau hanya untuk dijadikan bahan berdebat. Percayalah, itu menganggu dan jadi beban untuk pikiranmu.

Belum Lagi Tren Hijrah yang Kian Galak Digadang-gadang oleh Teman Lainnya

Jangan buru-buru emosi! Karena sesungguhnya Hijrah di mataku adalah perbuatan yang baik dan sungguh sangat kukagumi. Sayangnya, beberapa orang yang melabeli diri sedang ‘Hijrah’ justru tak menunjukkan ke-hijrah-annya. Mereka semua adalah temanku dan bisa dibilang aku hampir bisa tahu, bagaimana mereka sejak dulu.

Lalu, dengan alasan hijrah kemudian datang kepada kita untuk memberikan satu dua kata petuah yang seringnya jadi kalimat penghakiman. “Harusnya kamu begini”, “Kamu tak boleh begitu” hingga “Menurutku, harusnya…”

Tanpa bermaksud mengurangi rasa hormat atas kajian dan pemahaman agama yang sudah mereka dapatkan. Berupaya terlihat jadi sosok yang paling “Suci” kupikir bukanlah bagian dari ‘Hijrah’ yang benar. Dan jujur ini jadi sesuatu yang amat menyebalkan.

Bahkan Ketika Sudah Keluar Saja, Masih Ada Teman yang Bersikap Menyebalkan

“Ah elunya aja yang sok-sokan, buktinya banyak yang masih di group kok. Walau nggak pernah bahas politik atau masalah hijrah kaya alasan lu”

Yap, itu adalah salah satu kalimat yang dikirimkan seorang teman. Ketika aku menjawab pertanyan yang ia ajukan. Dia tak tahu saja, bahwa sebenarnya beberapa orang di dalam mungkin juga sudah gerah dan tak bisa menahan tetap di sana. Cuma belum menemukan keberanian saja untuk bilang, “Maaf aku keluar grup ya teman-teman”

Setidaknya, ini jauh lebih baik walau  harus menerima sanksi dibenci oleh beberapa teman yang tadinya punya hubungan baik. Tak apa, biarlah mereka menilaiku semaunya. Satu hal yang pasti, aku hanya ingin mengoptimalkan waktu dan energi pada mereka yang memberiku kekuatan positif. Bukan mereka yang tahunya menyebar informasi bohong dan sibuk sok jadi paling benar sendiri.

Tapi Sebelum Keluar dari Grup Pertemanan, Cobalah Pikiran Beberapa Pertanyaan Ini

  1. Masihkah kamu merasa nyaman dengan obrolan yang ada atau justru resah karena mulai terlihat gaduh dan tak terarah?
  2. Bagaimana fungsi grup berjalan, jadi wadah untuk berbagi kabar atau ajang untuk adu debat dan ngotot-ngototan?
  3. Adakah pengaruh baik yang kamu dapatkan dari sana atau justru jadi beban yang menganggu pikiranmu?
  4. Tahukan mereka waktu yang tepat untuk berdebat? Jangan sampai karena grup tersebut, kamu kehilangan fokus untuk pekerjaanmu
  5. Dan yang terakhir, masihkah kamu menganggapnya sebagai grup pertemanan untuk tetap mempertahankan hubungan atau hanya sekedar jadi tameng untuk bisa saling serang?
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tak Usah Terlalu Diumbar, Kemiripan diantara Kalian Belum Bisa Jadi Jaminan Melenggang ke Pelaminan

Relationship goals yang dikira orang selama ini bukan hanya yang selalu membagikan foto-foto bahagia di media sosial. Ada yang beranggapan relationship goals adalah saat kamu punya pasangan dengan hobi, kebiasaan, dan aneka sifat yang sama denganmu. Karena kesamaan itu, menurutmu pasti tipikal pasangan semacam ini akan terus adem ayem dan tak ada masalah yang cukup berarti.

Nyatanya tak selalu demikian. Kesamaan sifat atau kesukaan tak menjamin kebahagiaan dan hubungan yang langgeng. Misalnya, kamu dan pasangan dikenal sama-sama keras kepala, kalau dipaksakan bersama yang ada satu sama lain lebih sulit menyesuaikan dan tak ada yang mau mengalah. Pusing sendiri kan? Untuk itu, kesamaan tak menjamin kebahagiaan.

Jangan Takut dengan Perbedaan, Hubungan Asmara Justru Lebih Berwarna untuk Dilakoni

Kita ambil saja contoh dari pasangan Nick Jonas dan Priyanka Chopra. Keduanya bukan hanya beda usia, namun datang dari budaya yang berbeda sekaligus karier yang bertolak belakang. Namun perbedaan yang dijalani keduanya malah berakhir indah. Sebagai orang Amerika, Nick perlahan-lahan belajar adat sang istri yaitu India sehingga pengetahuannya pun bertambah. Tidak sia-sia kan punya pasangan yang berbeda?

Perbedaan karakter pun baik. Menurut hasil penelitian yang pernah dipublikasikan oleh Psychology Today, pasangan dengan karakter beda justru lebih langgeng bila dibandingkan dengan pasangan yang serba sama. Ini karena pengalaman yang dirasakannya dalam hidup lebih bervariasi.

Kalau Sama-sama Perfeksionis, Hati-hati Ada Momennya Kamu Tersiksa Saat Salah Satu dari Kalian Berbuat Kesalahan

Ukuran perfeksionis seseorang sejatinya berbeda-beda. Ada yang perfeksionisnya tinggi, ada yang sedang-sedang saja. Tingkat perfeksionis ini dapat memengaruhi bedanya ukuran prinsip masing-masing. Yang sedikit fatal adalah kalau salah satu dari pasangan melakukan kesalahan, bisa jadi pasangan satunya lagi tidak bisa mentolerir dan menunjukkan kekesalannya secara langsung. Semoga saja kamu tak mengalami hal semacam ini ya kawan.

Sama-sama Dikenal Ramah dan Peduli Pada Orang Lain, Ada Masanya Kalian Langsung Cemburu

Menjadi pribadi yang baik ke sesama dan selalu memikirkan kepentingan orang lain terlebih dahulu memang sangat baik. Hanya saja, hati-hati, jangan sampai lantaran kamu sibuk peduli dan menolong orang, waktumu selalu habis untuk orang lain sementara pasangan yang memerlukan keberadaanmu justru tak mendapat respon sama sekali. Alhasil, muncul rasa cemburu. Kalau kamu tidak bisa memanipulasi pikiran sendiri, bisa terjadi konflik lho kawan.

Kalau Kalian Sama-sama Haus Prestasi, Siap-siap Saat Menikah Nanti Selalu Saingan Karier Siapa yang Lebih Tinggi

Misalnya kamu di kondisi kalau kamu dan pasanganmu adalah sosok yang sama-sama berpengaruh di lingkungan kerja. Jabatan kalian juga tinggi dan selalu bekerja keras demi suksesnya perusahaan. Akhirnya, kalian disibukkan dengan jadwal di sana-sini.

Tapi, kalian tak mungkin kan sibuk terus kan? Terlebih saat pacaran, tentu harus bisa meluangkan waktu. Pun saat berdiskusi, bukan berarti kamu dan pasangan jadi saling menyibukkan diri pamer prestasi masing-masing. Ada lho karakter seseorang yang tak mau kalah saat pasangannya berada di puncak karier. Apa iya kamu saingan dengan pasanganmu sendiri?

Pasangan yang Keduanya Romantis Namun Punya Sisi idealis, Kalau Sedang Bosan, Justru Riskan Membanding-bandingkan

Buat kalian, pacaran itu harus romantis dan mengupayakan yang terbaik. Kamu pun bersyukur karena kamu menemukan pasangan yang sama-sama mendukung dan mampu bersikap romantis satu sama lain. Mungkin idealisme semacam ini terdengar bagus.

Tapi hubungan itu juga tak bisa selalu romantis. Pasti akan ada masalah tertentu. Selain itu, kalau terlalu sering romantis dan kadarnya berlebihan, bukannya justru membosankan? Di saat yang bosan inilah, rentan membanding-bandingkan hubungan dengan pasangan lain yang kamu lihat. Kawan, berhentilah membandingkan. Tuntutan untuk meniru pasangan lain ke pasangan sendiri justru bisa jadi beban lho.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Hadapi Si Pendendam dengan Cara yang Elegan

Punya banyak teman pertanda kamu harus mengerti dan memahami sifat masing-masing temanmu. Bukan hanya sifat atau karakter positif, seringkali kita justru terjebak pada pertemanan yang menyebalkan lantaran karakter negatif yang dimiliki oleh teman kita. Salah satu yang cukup menyebalkan adalah tipikal teman yang suka menyimpan kesalahan orang lain alias si pendendam. Di depan kita, ia cukup bilang tidak apa apa. Namun di hatinya, ia mengingat terus kesalahan kita.

Perlu cara khusus menghadapi teman dengan karakter pendendam ini. Hati-hati lho, ada tipikal teman yang marah, namun tidak memberi tahu alasannya mengapa mereka marah. Paling parah adalah mereka yang menyimpan dendam selama bertahun-tahun lamanya. Tujuannya simpel, ia ingin menghukum orang tersebut dengan dendam dan amarahnya. Kamu tak mau terjebak dengan tipikal teman semacam ini kan?

Tak Usah Gengsi Meminta Maaf Duluan, Menghadapi Orang Pendendam Jangan Utamakan Ego ya Kawan

Jika memang bersalah, maka kamu wajib bertanggung jawab. Namun jika kita merasa tidak bersalah, namun ia bersikukuh kita melakukannya, pastikan dia tahu bahwa kita mengerti dengan cara pandangnya itu.  Katakan juga kepadanya bahwa kita tidak pernah berniat untuk membuat masalah dengannya. Tunjukkan ketidaknyamanan kita dengan situasi itu.

Dengan meminta maaf, setidaknya kamu berusaha untuk meredam amarah dan mencegahnya dendam terhadap kesalahanmu.

Tanyakan Padanya Apa yang Harus Kamu Lakukan demi Memperbaiki Hubungan

Ada lho tipikal orang yang enggan menerima permintaan maaf tanpa itikad apa-apa. Setulus apapun maaf yang kita ucapkan, pasti tetap kurang di matanya. Kalau kamu tak sengaja terjebak pada situasi sukar dimana kamu melakukan salah namun permintaan maafmu tak diterima, mungkin coba untuk menanyakan padanya, adakah hal yang harus dilakukan agar dia benar-benar melihat ketulusan hati kita.

Penting, Jangan Posisikan Diri Kita Sebagai Pendendam

Jangan pula akhirnya kita yang menjadi terpuruk karena sifat pendendamnya yang buruk.

Kita harus lebih realistis menghadapi situasi seperti ini. Namun jangan pula mengabaikannya. Si pendendam biasanya memiliki banyak korban yang disalahkan. Ingatkan dia betapa banyaknya orang yang mengalami kerugian karena sifatnya.

Kalau perlu Cari Dukungan dari Orang Lain

Mencari bantuan pada orang lain bukan berarti membicarakannya dari belakang. Namun sejatinya karena kamu benar-benar butuh dukungan positif dari orang lain yang mau membantu kita untuk mengatasi hal ini.  Tanyakan saran dan dukungan positif dari orang lain semisal orangtua atau sahabat terdekatmu untuk membantu kita.

Jangan Terlalu Berkeras, Banyak Hal dalam Hidup ini yang Tak Bisa Kita Ubah

Ada kalanya tidak bisa menghadapi orang-orang yang menyimpan dendam. Jangan mau terpuruk dengan hal tersebut dan jangan pula terlalu banyak berharap.  Sebab dendam adalah bukan saja soal kesalahan yang telah kita lakukan. Problem utamanya ada pada diri si pendendam itu. Untuk memperbaiki hubungan, kedua belah pihak harus saling membuka diri. Kalau dirinya masih saj atidak bisa terima, sebaikknya atur jarak saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top