Trending

Kurang-kurangi Bergantung pada Pasangan, Jangan Mengekangnya Hanya Karena Dia Pacarmu

Munculnya sikap posesif terhadap pasangan itu bisa dipicu oleh rasa needy yang terlalu tinggi lho, Kawan. Needy—atau lebih mudahnya mungkin diartikan sebagai sifat yang selalu bergantung pada pasangan suatu waktu bisa jadi bumerang yang merugikan dirimu sendiri. Bagi mereka yang needy, melakukan apa pun, pergi kemanapun, menentukan sesuatu, semuanya wajib dilakukan bersama pasangan.

Mereka benar-benar meyakini kalau mereka tak akan bisa hidup tanpa pasangannya. Alih-alih hidup terasa bahagia, justru sikap manja dan tak bisa berdiri sendiri akan melekat terus. Hasilnya, rasa posesif terhadap pasangan pun semakin besar. Kalau sudah terjadi situasi seperti ini, bukannya kemajuan, justru hubunganmu mengalami kemunduran. Untuk itu, coba telisik lagi kebiasaanmu, jangan-jangan selama ini kamu sudah masuk kategori pasangan yang menyebalkan karena terlalu needy dan posesif?

Kalau Memang ada yang Mengganjal dalam Hubungan Kalian, Selesaikan Dulu, Jangan Dibiarkan Menggantung dan Sengaja Kamu Lupakan

Cara pertama yang bisa kamu lakukan untuk menghalau sikap needy adalah selesaikan apa yang sekiranya mengganjal di hatimu. Pasti munculnya sikap needy dalam diri seseorang pun bukan tanpa alasan alias ada saja pemicunya. Apalagi kalau sikapmu lambat laun semakin mengubah dirimu jadi kearah yang lebih posesif, biasakan kalau ada masalah harus segera dikomunikasikan. Menggantungkan masalah atau mendiamkannya begitu saja, tapi menuntut kekasihmu untuk selalu ada untukmu bukanlah hal yang baik. Hal itu tak akan membuat relasimu sehat.

Berdamailah dengan Kegelisahanmu, Jangan Biarkan Rasa Gelisah Terus Membelenggu Dirimu Ya, Kawan!

Karena terlalu gelisah, kamu jadi tak bisa mengontrol diri. Apa pun yang kamu pikirkan jadi berpengaruh terhadap tindakanmu. Hei Kawan, jangan biarkan kegelisahan terus membelenggu dirimu sehingga kamu tak lagi punya rasa percaya diri.

Mungkin kamu pernah ditinggalkan pasangan, dan ini adalah kesempatan kedua yang kamu beri padanya. Demi mempertahankannya, kamu memilih untuk bersikap needy supaya dia menyadari betapa berharganya dia dimatamu. Tujuanmu tak salah, hanya saja caranya yang kurang tepat. Gelisah lantaran takut kehilangannya seharusnya tak jadi pemicu kamu jadi menggantungkan hidupmu pada pasangan.

Jadilah Pasangan yang Pengertian, Jangan Biarkan Rasa Egoismu Membuat Pasanganmu Jadi Merasa Serba Salah

Jadilah pasangan yang pengertian. Kamu dan dia masih punya lingkup pertemanan yang lain. Kalau dia memang sewaktu-waktu meminta izin untuk pergi bersama teman-temannya, ya hargailah permintaannya itu. Justru dengan kamu tak mempermasalahkan kalau dia sekadar pergi sebentar bersama teman-temannya, kamu sudah menjadi pasangan yang baik dan pengertian. Yang tak sehat itu malah kalau kamu sampai mengekangnya hanya karena kamu merasa tak bisa jauh darinya.

Yakinlah Kalau Dirimu Memang Layak untuk Menjadi Pasangan yang Tak Menyulitkannya

Dibanding terbelenggu oleh perasaan atau kegelisahaan yang tak kunjung reda, lebih baik belajarlah untuk mengelola rasa percaya diri dan cara mengendalikan diri. Dengan begini, kamu akan tahu apa itu relasi yang baik dan menyehatkan ketimbang terpuruk pada relasi yang selalu melarang pasanganmu melakukan ini itu. Jadilah pasangan yang selalu mampu memberikan semangat untuk pasangannya. Bukan justru yang membuat pasangannya tertekan. Sekali lagi, kamu pasti bisa melakukan hal ini.

Belajarlah untuk Terus Percaya pada Pasanganmu

Rasa untuk selalu bergantung sering sekali diasosiasikan dengan perasaan tak percaya dengan pasangan karena takut kehilangan. Tadinya yang merasa biasa-biasa saja, tapi mungkin ada titik dimana kamu pernah dikecewakan atau mengecewakan hatinya. Untuk itu, kamu tak mau hal itu terulang lagi. Tapi memilih untuk bersikap needy juga bukan cara yang tepat, Kawan. Justru perbaikilah dulu rasa percayamu pada pasangan demi hubungan kalian agar tetap sehat ke depannya. Bukankah yang lebih sulit itu merawat dibanding membangun?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Jatuh Cinta Dengan Ambivert? 7 Hal Ini Harus Kamu Ketahui

Sudahkah kamu mengenal tentang ambivert? Ternyata, selain introvert dan ekstrovert ada suatu kepribadian yang menggabungkan keduanya. Iya, ambivert merupakan gabungan dari introvert dan ekstrovert. Ambivert kadang tertutup kadang juga terbuka, dengan demikian seseorang yang memiliki kepribadian ambivert dapat merasa nyaman dalam kondisi apapun, seperti disaat mereka sedang sendiri ataupun sedang berada ditempat yang penuh dengan keramaian.

Nah, jika kamu jatuh cinta pada seorang ambivert, ini 7 hal yang harus tahu tentangnya.

1. Kamu Harus Bisa Mengatasi Perubahan Suasana Hatinya

Karena sifatnya yang memang perpaduan antara introvert dan ekstrovert, ambivert ini suasana hatinya seringkali berubah. Jika kamu jatuh cinta dengan seseorang yang memiliki kepribadian ini maka kamu harus bisa mengatasi perubahan suasana hatinya. Jangan sampai karena sifatnya ini hubungan kalian jadi terganggu, harus ekstra sabar ya!

2. Kamu Harus Tahu Kapan Dia Menjadi Introvert Dan Kapan Dia Menjadi Ekstrovert

Seorang ambivert terkadang disebut juga sebagai seseorang yang memiliki kepribadian ganda. Ia bisa terbuka mengekspresikan dirinya, namun kadang juga tertutup. Kamu harus tahu kapan tepatnya dia menjadi introvert dan sebaliknya, jangan sampai tertukar ya!

3. Meski Suka Bergaul, Berilah Ia Ruang Untuk Sendiri

Seperti yang kita ketahui bahwa ambivert suka bergaul dengan dunia luar, namun ia juga bisa merasa ingin sendiri lho, menutup diri dari dunia luar untuk beberapa waktu seperti yang introvert rasakan. Berikan dia waktu jika dia butuh waktu sendiri. Tanpa mengganggu privasinya. Dan ketika ia ingin pergi jalan-jalan, temanilah ia atau ajak ia pergi bersama teman-temanmu.

4. Ambivert Mempunyai Intuisi Yang Kuat

Ternyata seorang ambivert mempunyai intuisi yang kuat lho, kamu jangan pernah untuk mencoba berbohong kepadanya. Dia akan tahu setiap kamu berkata jujur atau tidak, dan tentunya dia juga akan selalu berkata jujur padamu. Sehingga akan meminimalisir adanya kebohongan dalam suatu hubungan, kelebihannya yang satu ini memang bagus untuk hubungan kalian.

5. Ambivert Pandai Membaca Emosi Orang Lain

Selain pandai memahami emosi diri sendiri, ia juga pandai mengetahui emosi orang lain. Dari gerak-gerik, tatapan mata, perkataan atau juga caramu menghela nafas. Dia tahu emosi seperti apa yang kamu rasakan, bisa dibilang, ambivert ini sangat peka. Beruntung jika kamu dicintai olehnya.

6. Kamu Jangan Heran, Ambivert Biasanya Bersikap Unik di Media Sosial

Ambivert ini unik, terkadang dia paling lucu dan ceria di sosial media, namun terkadang dia juga bisa menghilang beberapa hari saat dirinya menjadi introvert. Baik dari postingan ataupun komentar-komentarnya, sosoknya memang paling asik di sosial media. Kamu jangan heran, dia memang sosok yang hangat dan menyenangkan.

7. Ambivert Tertarik dengan Pembiacaraan yang Dalam dan Spesifik

Jika kamu jatuh cinta dan ingin mendekatinya, maka carilah topik pembicaraan yang sesuai dengan karakternya. Karena dia tertarik dengan pembicaraan yang berat dan spesifik, maka kamu bisa membicarakan topik-topik yang lebih dalam saat bersamanya. Dia akan menyukainya dan bisa menjadi partner bicara yang asyik buatmu.

Itulah 7 hal tentang ambivert yang harus kamu ketahui, menarik bukan? Semoga bisa membantu meluluhkan hatinya, ya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

4 Fakta Menarik tentang Efek Hubungan Seks yang Baru Kamu Dapatkan 2 Hari Setelahnya

Hubungan seks merupakan kebutuhan bagi pasangan suami istri. Ada bagian terbaik yang dihasilkan dari hubungan seks ini. Hasil terbaik bukanlah puncak kenikmatan yang didapatkan saat berhubungan seks, melainkan ada efek terbaik yang akan muncul dua hari setelah melakukan hubungan seks tersebut. Berikut adalah empat fakta tentang efek terbaik hubungan seks berdasarkan hasil penelitian.

1. Efek Ini Dinamakan Afterglow

Efek yang satu ini diberi nama oleh para peneliti sebagai efek afterglow. Kepuasan dari dua orang yang baru saja melakukan hubungan sex biasanya akan bertahan sampai 48 jam ke depan setelah melakukan hubungan seks. Hal inilah yang menghasilkan dampak baik pada hubungan dalam beberapa bulan ke depan.

2. Efek yang Muncul Dijadikan Data Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan teknik pencatatan. Sepasang suami istri diminta melakukan hubungan seks dan mencatat segala hal yang dirasakannya setelah melakukan hubungan seks. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya perasaan yang lebih bahagia pada dua hari setelahnya.

3. Kepuasan Jauh Lebih Terasa

Pasangan yang dijadikan subjek penelitian ini mengaku merasakan kepuasan yang sesungguhnya saat afterglow. Mereka merasa bahagia dengan pernikahan yang mereka jalani. Hal tersebut juga membuat pertengkaran yang terjadi dalam rumah tangga mereka berkurang.

4. Tapi Bukan Berarti Efek Itu akan Membuat Pasangan Merasa Bahagia Selamanya

Efek afterglow bukan berarti kebahagiaan akan terus-menerus dirasakan selamanya. Setidaknya pasangan yang melakukan hubungan seks akan jauh lebih bahagia dibandingkan dengan pasangan yang tidak melakukan hubungan seks.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Kamu Bisa Belajar 7 Hal Ini dari Serial Kartun Doraemon

Serial kartun doraemon merupakan salah satu serial kartun yang banyak digemari pecinta kartun. Serial kartun ini pertama kali ditulis oleh Fujiko F, Fujio.

Kartun ini menceritakan persahabatan manusia dengan seekor robot kucing bernama Doraemon. Meski berupa serial kartun, tetapi nyatanya kamu bisa kok belajar 7 hal positif ini dari serial kartun Doraemon.

1. Arti Persahabatan

Doraemon dan Nobita diceritakan sebagai sahabat. Mereka selalu ada untuk satu sama lain baik saat senang maupun saat sedang susah. Doraemon selalu memberi nasihat kepada Nobita saat Nobita melakukan sebuah kesalahan. Tak hanya itu, mereka juga selalu saling memotivasi satu sama lain.

2. Kebudayaan Jepang

Serial kartun ini memiliki latar budaya Jepang sehingga penyajiannya pun menunjukkan negara Jepang. Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian penikmat serial kartun ini mampu memahami kebudayaan Jepang saat menontonnya.

3. Sikap Disiplin

Dalam kartun serial ini, Nobita memiliki karakter yang malas dan tidak berprestasi di sekolah. Kedatangan Doraemon ada kalanya membuat Nobita semakin malas. Namun akhirnya Nobita menyadari bahwa untuk menjadi sukses, dia harus memulainya dengan disiplin diri.

4. Tidak Mudah Menyerah

Ada kalanya Doraemon menahan diri untuk tidak menuruti segala keinginan Nobita. Karena itulah akhirnya Nobita belajar untuk lebih berusaha dan pantang menyerah. Nobita berusaha untuk menunjukkan bahwa dirinya mampu melakukan segalanya meski tanpa bantuan dari Doraemon.

5. Berani Bermimpi untuk Hal Besar

Pencipta tokoh serial kartun ini memiliki tujuan untuk memperluas imajinasi anak yang menontonnya. Berbagai petualangan yang disajikan dalam serial kartun ini banyak menginspirasi penontonnya untuk berani memimpikan suatu hal yang besar.

6. Berjuang untuk Cinta Sejati

Tak hanya berkisah tentang persahabatan, serial kartun Doraemon juga sedikit menceritakan tentang kisah cinta Nobita kepada Shizuka. Nobita tak pernah menyerah untuk memperjuangkan rasa cintanya kepada Shizuka.

7. Tidak Bersikap Semena-mena

Dalam serial kartun Doraemon ada tokoh Giant yang digambarkan dengan karakter yang suka bersikap kasar dan semena-mena. Namun dalam kenyataannya Giant dihadapkan pada kondisi yang sulit dan membuatnya sadar bahwa dia tidak bisa bersikap kasar dan seenaknya sendiri pada teman-temannya jika dia tak ingin mendapatkan ganjaran yang buruk atas tindakannya itu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top