Feature

Kunci Pernikahan Awet Versi Michelle Obama

Ungkapan ‘pasangan serasi’ rasanya tepat dilekatkan pada pasangan Barack-Michelle Obama. Eks Presiden dan Ibu Negara Amerika Serikat ini memang tak ragu menunjukkan bentuk dukungan mereka terhadap satu sama lain saat tampil di depan publik. Menikah pada 1992, usia pernikahan keduanya sudah melampaui pernikahan perak.

Di lain sisi, kita bisa melihat bagaimana kesetiaan Michelle  yang selalu ada disamping sang suami. Hadir sebagai pendamping sekaligus supporter terbaik bagi Barack. Mereka tak ambil pusing dengan sejumlah isu miring yang pernah menerpa keduanya. Saat ditanya apa ‘resep rahasia’ menjaga ikatan pernikahannya dengan Barack, Michelle punya jawabannya.

Michelle Tahu Bagaimana Menempatkan diri Sebagai Perempuan

Kehadiran pasangan sering membuat perempuan di luar sana suka lupa menempatkan diri sebagai seseorang yang apa adanya. Namun hal itu tak berlaku bagi seorang Michelle. Sebelum memberi diri untuk hubungan dan kehidupan bersama partner, ia mengatakan, tugas utama perempuan adalah jadi dirinya sendiri dan berlakulah apa adanya. Sebab kunci utama sebuah hubungan adalah tidak adanya kepura-puraan.

Jangan sungkan untuk mendengarkan setiap masukan atau nasehat dari mereka yang peduli pada kita, namun tidak pula membatasi diri untuk berani melakukan hal baru. Justru kalau hal itu terjadi padamu, kamu akan banyak kehilangan momen penting untuk mengenali siapa dirimu.

Jangan Mudah Overthinking dan Terhasut Oleh Keberadaan Orang Lain

Pada dasarnya, perempuan mudah sekali overthinking, entah itu terhadap situasi atau keberadaan orang lain yang ada di dekat pasangannya. Michelle menyarankan agar sebisa mungkin kamu mengatasi hal tersebut. Perasaan curiga, overthinking, hanya akan membuatmu frustasi dan pusing sendiri. Apalagi kalau kamu hanya termakan cemburu buta.

Bagi Michelle, lupakan tentang kecemburuan dengan perempuan lain yang berusaha mendekati pasanganmu, tapi konsentrasilah untuk berusaha memberikan apa yang kita bisa pada pasangan.

Utamakan Kejujuran, Kompromi, dan Buang Jauh Keegoisan

Michelle berpendapat, kekayaan dan materi tak akan cukup untuk membangun relasi dengan pondasi yang kuat. Tak ada satu pun hal yang bisa menjamin ketahanan afeksi dan cinta dari pasanganmu kecuali kamu dan dia selalu mengutamakan kejujuran serta bisa menerima satu sama lain. Membuang jauh-jauh keegoisan akan jadi kunci utama pernikahan yang berhasil. 

Dunia Ini Bukan Milik Kamu Berdua, Lingkungan Tempatmu Berada pun Bisa Memberi Dampak Tersendiri untuk Hubunganmu

Saat bersama orang yang kita kasihi, kita kerap lupa kalau dunia ini bukan milik berdua saja. Padahal, pasti ada orang lain juga, terlebih kita tinggal di lingkungan dimana banyak sekali orang yang bisa memberi dampak tersendiri baik untuk kehidupan personal maupun relasi yang sedang kita jalani.

Karenanya, tetaplah fokus pada pernikahan atau hubunganmu yang memang ke arah serius, namun jangan lupakan untuk tetap menjalin keakraban dengan teman, keluarga, kolega, bahkan tetanggamu sekalipun. Kalaupun ada yang menilai kamu dan pasanganmu macam-macam, jangan diambil pusing. Sebab kamu yang memutuskan siapa saja yang berhak menjadi saksi perjalanan relasimu sampai maut memisahkan.

Hubungan yang Baik Akan Membuatmu Bisa Saling Menghargai, Termasuk Kehidupan Pribadi Pasanganmu Sehari-hari

Dalam sebuah relasi, seringkali kita tak menyadari kalau pasanganmu pun butuh kebebasan. Ini bukan berarti dia selama ini terkungkung selama bersamamu. Tapi coba refleksikan kembali, sejauh mana kita memberikan ruang untuk dirinya? Seberapa rela kita membiarkannya mengembangkan potensi yang ada di dirinya? Relasi bukan hanya tentang saling memiliki, tapi juga saling menghargai dan berdedikasi.

Berkaca dari hubungan Michelle dan Obama, keduanya sepakat kalau dedikasi dan kompromi harus ada dalam hubungan mereka. Sebab dengan begitu keduanya bisa saling mengerti apa yang diinginkan masing-masing dalam hidupnya dan tak merasa terkungkung dengan relasi yang mereka jalani selama ini.

 

 

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Jangan Cepat Menghakimi, Perempuan yang Terlihat Nakal Belum Tentu Seperti yang Kita Pikirkan

“Jangan menilai seseorang hanya dari tampilan luarnya saja”

Peribahasa itu memang sudah tidak asing di telinga kita, namun tetap saja masyarakat sangat sulit untuk menerapkannya dalam kehidupan nyata. Karena faktanya, apa yang kita lihat dari luar itulah yang akan kita simpulkan. Seperti halnya tentang perempuan nakal, hanya karena penampilan atau sifatnya yang sedikit berani dari perempuan lainnya maka di cap nakal sudah biasa baginya. Padahal, hati seseorang siapa yang tahu kan? Bagaimana jika hatinya memang baik, melebihi kita yang menghakiminya seenaknya.

Perempuan yang kelihatan nakal memang rentan mendapat pandangan negatif dari laki-laki, yah namanya juga laki-laki, jangankan perempuan yang kelihatan nakal yang tertutup saja masih ada saja yang menggoda. Padahal tidak semua perempuan yang kelihatannya nakal itu bisa diajak seenaknya. Sebenarnya bagaimana sih perempuan yang kelihatan nakal itu? Inilah beberapa uraian nya.

1. Perempuan Perokok Sudah Pasti Di Cap Nakal

Mungkin hal ini masih menimbulkan pro dan kontra, terutama di Indonesia. Tetapi kita tidak bisa menilai secara langsung perilaku perempuan merokok yang selalu disamakan dengan perempuan nakal kan? Memang sih kebanyakan perempuan yang ‘nakal’ itu merokok, tapi tidak semua perempuan yang merokok itu nakal.

Siapa tahu perempuan yang merokok itu memang sudah kecanduan seperti kalian laki-laki, jangan dulu menghakimi dia dengan menyebutnya nakal. Kepribadian seseorang tidak hanya dilihat dari sikap dan perilakunya, hati manusia cukup luas dan tidak bisa di simpulkan begitu saja. Stop nething ya!

2. Perempuan Dengan Rambut Di Cat Seringkali Dianggap Nakal


Gaya dandanan seseorang lebih banyak berhubungan dengan bagaimana seleranya merias diri. Tapi perempuan yang rambutnya dicat warna terang atau bahkan dicat blonde seringkali dicap sebagai perempuan yang ‘nakal’. Hal ini karena kita orang Indonesia umumnya punya rambut dengan warna hitam, sehingga dengan mengecat rambut maka penampilan perempuan jadi terlihat mencolok dan memancing perhatian banyak orang, terutama kaum laki-laki. Padahal tidak semuanya begitu, penampilan itu hak semua orang bukan?

Sekali lagi saya tekankan, menilai kepribadian itu tidak cukup dari penampilannya saja. Gaya seseorang itu berbeda-beda, cobalah untuk tetap menghargai tanpa menghakimi.

3. Perempuan Bertato Identik Dengan Kekerasan dan Kenakalan


Fenomena perempuan bertato memang seringkali mendapat pandangan negatif dari masyarakat, mereka menganggap dia sebagai perempuan yang bisa diajak seenaknya dan identik dengan kekerasan, padahal semua itu kembali pada cara pandang kita. Prinsip seseorang itu berbeda-beda.

Siapa tahu, perempuan yang kamu lihat punya tato di tangannya kemarin adalah seorang aktivis sosial yang menolong banyak orang. Siapa tahu juga, dia memang dulunya nakal tapi sekarang sudah nggak mau melakukan hal fana lagi. Mungkin juga seorang perempuan yang tatoan memang berperilaku hidup bebas, tapi dia memiliki prinsip dan komitmen yang ia pegang kuat, cobalah untuk memikirkan hal-hal baik tersebut sebelum menghakiminya.

4. Berpakaian Ketat dan Terbuka Seringkali Mendapat Cap Murahan


Cara berpakaian di negara kita memang sering menuai pro kontra, yang tertutup belum tentu baik dan yang terbuka juga belum tentu buruk. Mungkin saja dia berpenampilan terbuka karena tinggal di daerah yang bersuhu tinggi, atau mungkin juga dia menyukai kebebasan, selama masih batas wajar dan tidak mengganggu hidup kita kenapa kita harus menghakimi mereka?

Memang banyak perempuan yang mendapat pelecehan karena caranya berpakaian, bahkan laki-laki pun sering menyalahkan perempuan karena hal itu. Padahal saya yakin tidak ada perempuan yang ingin dilecehkan hanya karena caranya berpakaian. Cobalah untuk tetap berpikir positif jangan selalu memberikan komentar negatif pada sesuatu yang belum kita ketahui kebenarannya.

5. Pulang Malam Bukan Berarti Perempuan Malam Juga


Jangan dulu berpikiran negatif saat melihat perempuan pulang malam, mungkin saja dia baru pulang dari pekerjaan atau kuliahnya, zaman sekarang memang sudah banyak kegiatan yang menuntut untuk di selesaikan sampai malam. Tidak semua perempuan yang pulang malam itu kupu-kupu malam, tolong buang jauh-jauh pemikiran tersebut.

Bisa jadi mereka adalah perempuan-perempuan tangguh yang baru pulang bekerja keras. Bayangkan mereka sudah cape dengan kegiatannya lalu kamu memberikan cap negatif terhadapnya, semua itu hanya akan memberi rasa sakit dan sama sekali tidak ada untungnya untukmu sebenarnya.

Sekarang tahu kan, kenapa bahaya banget buat memberikan cap buruk kepada seseorang. Kalau kamu langsung ngecap perempuan nakal hanya berdasarkan apa yang kamu lihat, mendingan sih introspeksi lagi deh. Mulai sekarang belajarlah untuk tidak menilai seseorang hanya karena penampilan dan sikapnya saja, jangan mudah tertipu ya, kurangi dosa dengan berhenti menghakimi orang lain.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Bukan Untuk Membuatmu Lemah, Inilah Alasan Tuhan Memberikanmu Masalah

Hidup tanpa masalah bagaikan laut tanpa ombak, hambar. Setiap manusia pasti mempunyai masalahnya masing-masing. Setiap hari, setiap waktu, kapanpun dan dimanapun itu. Namun janganlah kamu merasa bahwa masalahmu lah yang paling berat, apalagi sampai membenci tuhan karena masalah yang dia berikan. Mungkin inilah beberapa alasan mengapa masalah selalu menghampiri kehidupan.

1. Allah Tahu, Kamu Kuat dan Mampu


Dalam setiap masalah yang Dia berikan, kamu akan menjadi sosok yang lebih kuat saat berhasil melewatinya. Kamu mungkin tidak pernah tahu apa alasan tuhan memberikanmu masalah, tapi yang harus kamu tahu selalu ada hikmah dari setiap masalah yang kamu alami. Masalah juga akan melatih mental dan cara berpikirmu. Allah tahu, kamu mampu.

2. Menyadarkanmu dari Kesalahan Di Masa Lalu


Terkadang manusia memang egois, mereka selalu merasa benar sendiri. Setiap dirinya terluka mereka langsung menyalahkan orang lain, padahal mungkin saja itu semua balasan dari perbuatannya di masa lalu. Begitupun dengan masalah yang kamu hadapi, jangan dulu mengutuk keadaan, siapa tahu Allah berniat menyadarkan.

Coba ingat-ingat lagi apakah kamu pernah menyakiti seseorang atau berbuat kesalahan di masa lalu? Mungkin dengan memberimu masalah Allah berharap kamu akan memperbaiki segalanya. Memohon ampunlah pada-Nya dan meminta maaf pada orang yang telah kamu sakiti.

3. Allah Rindu dan Ingin Kamu Kembali Mendekat Pada-Nya


Allah selalu mempunyai banyak cara agar hamba-Nya selalu ingat kepadanya. Mungkin salah satunya adalah dengan memberikanmu masalah. Ibadahmu mungkin kurang, juga kamu masih berharap kepada manusia yang jelas-jelas tidak pasti, maka dari itu Allah ingin membuatmu kembali pada-Nya. Saat sedang dilanda masalah, saat tidak ada seorangpun yang mengerti, maka kamu tidak mempunyai pilihan lain selain mengadu pada-Nya.

4. Allah Begitu Menyayangimu


Pernahkah kamu berpikir kalau bentuk kasih sayang itu tidak berupa kebahagiaan saja? Iya, saat kamu sedang dilanda masalahpun itu pertanda jika Allah sangat menyayangimu. Ada banyak tujuan baik dari masalah yang kamu hadapi, cobalah untuk belajar ikhlas dan menerimanya. Karena hidup bukan hanya tentang manisnya gula juga pahitnya kopi, Allah tahu mana yang lebih kamu butuhkan untuk kebaikanmu.

5. Akan Ada Sesuatu yang Indah Di Balik Setiap Masalah


Terkadang, saking beratnya masalah yang kamu hadapi menyerah adalah pilihan terbaik yang ada di pikiranmu. Namun perlu kamu ketahui bahwa lari dari masalah tidak akan menyelesaikan semuanya. Masalah akan terus menumpuk jika kamu lari begitu saja. Jangan karena satu masalah maka kamu kehilangan arah untuk meraih mimpi yang lainnya.

Mimpi yang telah kamu susun dan perjuangkan sedari dulu, cobalah buka mata hatimu dan mulai berdamai dengan keadaan. Satu hal yang perlu kamu yakini, akan ada sesuatu yang indah dibalik setiap masalah. Kamu hanya perlu sabar dan ikhlas dalam melewatinya.

Memang tidak ada yang ingin gagal dalam hidupnya, namun kita harus sadar bahwa manusia hanya bisa berencana. Ada takdir yang lebih berkuasa dari mimpi, ketika masalah datang cobalah untuk hadapi, jangan lari apalagi sampai mengutuk diri. Yakinkah bahwa kamu bisa melewatinya, Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya berjuang sendirian. Bangkit dan berjuang lagi untuk meraih mimpi!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Agar Tak Membahayakan Diri, Kita Perlu Bijak Mengelola Emosi

Kenyataan yang tak sesuai keinginan, teman yang menyebalkan, jalanan macet tak karuan, atau apa saja yang bisa memancing amarah untuk diluapkan. Serungkali jadi alasan, kita untuk emosi dan marah. Tapi tak semua bisa mengeluarkan uneg-unegnya. Beberapa orang justru diam, meski emosinya sudah ada diambang batas kemarahan.

Sialnya selepas emosi dan marah-marah, ada hal buruk yang bisa saja terjadi atas kita. Membuat lingkungan merasa risih atau tak suka. Namun, seolah tak ada habisnya. Memendam amarah justru bisa berbahaya pada diri kita. Lantas harus bagaimana?

Kenali Dulu Jenis-jenis Emosimu

Setiap emosi dalam hidup kita memiliki peran penting dalam segala hal yang kita lakukan. Berpikir, berperilaku, mengambil tindakan, berbicara, dan bisa terlihat pula pada raut wajah. Sayangnya, masih banyak kita yang belum paham. Bagaimana bisa mengenali emosi dan cara mengelolanya serta membeda-bedakannya. Agar tak lagi terjebak dalam pemahaman yang salah, ini 7 jenis emosi dasar manusia dengan fungsi yang berbeda yang perlu kamu kenali.

Bahkan Sering Merasa Sendiri, Adalah Bentuk Lain dari Emosi

Ya, meski sedang berada di tengah keramaian. Jiwa dan hatimu tetap saja merasa sendiri, manusia dan hal-hal lain yang ada seolah tak berarti. Tak pernah diminta, perasaan selalu merasa sendiri bisa datang kapan saja, yang belakangan diketahui. Ternyata perasaan ini adalah bentuk lain dari emosi.  

Sebab, Meskin Jarang Disadari Memendam Emosi Bisa Berbahaya Pada Diri

Menurut psychmechanics, memendam emosi adalah cara seseorang untuk tidak mengakui emosinya atau tidak mengekpresikan emosi dengan cara yang sehat. Padahal pada dasarnya, emosi tidak bisa ditekan dan tetap harus dikeluarkan dengan cara apapun, salah satunya adalah meditasi. Sebab, emosi yang dipendam justru akan menimbulkan banyak masalah. Bagaimana saja dampaknya bisa kamu baca disini.

Untuk Itu Kita Harus Lebih peka, Cari Tahu Apa yang Membuatmu Marah-marah

Karena suka marah-marah nggak jelas, hasilnya bisa merusak mood diri dan orang-orang di sekitar. Untuk itu kita perlu lebih peka, sebab yang namanya asap tentu pastilah ada sumber api. Untuk itu, cobalah kenali berbagai hal yang mungkin jadi penyebab, kenapa belakangan ini kamu mudah tersulut amarah untuk berbagai hal yang sebenarnya bukanlah masalah.

Dan Jika Sedang Emosi, Cobalah Lakukan Hal Ini

Ada hal-hal buruk yang bisa saja terjadi setelah emosi, mulai dari membuat orang lain terluka atau justru melukai diri kita. Bertumbuh jadi manusia dewasa memang banyak tantangannya, dan mengelola emosi jadi salah satunya. Maka untuk tak buru-buru marah, coba lakoni hal-hal ini saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top